CERITA TENTANG WORTEL, TELUR DAN KOPI

  27 - Dec - 2009 -   Anu Dhihasto -   6 Comments »

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?””Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

Category: motivasi, Tags: | posted by:Anu Dhihasto


6 Responses to “CERITA TENTANG WORTEL, TELUR DAN KOPI”

  1. taryoto says:

    Suatu perumpamaan yg sangat bagus sekali, tapi menurutku ada hal yg harus kita sadari, bahwa semua benda atau mahkluk hidup itu ada pada kodratnya masing-masing. Sebagai contoh, sepinter apapun kita memotivasi, sifat wortel tetaplah wortel dan dia tidak mungkin berubah menjadi seperti kopi!. Dan menurutku kalau sbg orang tua mesti tau akan sifat anak-anaknya, jadi tak perlu lagi bertanya : kamu mau jd wortel, telur atau kopi, karena semua akan berguna sesuai dg kapasitas dan fungsi masing-masing. Jadi berilah motivasi dan semangat supaya masing-masing bisa berdiri tegak diatas pangkal kelemahannya.

  2. sugeng-Ikasapala says:

    Manusia dikasih pikiran untuk berpikir dan dikasih mata untuk melihat apabila manusia dapat alam dan sifat2 alam maka manusia akan mengerti dirinya.
    Jadi perumpama seperti tersebut diatas jangan dilihat secara harfiah ( kasat mata )tapi yg kita lihat sifat2nya agar kita dapat memilih mana yang terbaik untuk kita.

  3. 1815179 says:

    1815179 beers on the wall.

  4. Wonderful information. I like reading info just like this. It is educational, but also well written. It is this type of information that needs to be getting encouraged. If I came across more info like this on a ordinary basis I would be considered a well-informed individual. Keep up the brilliant. I came across your opinion through Lycos.

  5. Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit and sources back to your blog? My website is in the exact same area of interest as yours and my visitors would genuinely benefit from some of the information you present here. Please let me know if this okay with you. Appreciate it!

  6. I am curious to find out what blog system you’re working with? I’m having some minor security issues with my latest site and I’d like to find something more safe. Do you have any solutions?

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

CERITA TENTANG WORTEL, TELUR DAN KOPI

27 - Dec - 2009 | Anu Dhihasto | 6 Comments »

Kembali ke INDONESIA RAYA

1 - Jun - 2014 | indra.ngombol | 5 Comments »

Mengapa Kawanan Bangau Terbang Selalu Membentuk Formasi “V”

14 - Jul - 2010 | Anu Dhihasto | 3 Comments »

DON’T JUDGE THE BOOK FROM THE COVER

8 - Feb - 2010 | Anu Dhihasto | 2 Comments »

Berbagi Inspirasi

25 - Feb - 2010 | agus | 2 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net