JALAN DAENDELES

  6 - Oct - 2009 -   massito -   8 Comments »

Terus terang saya belum tahu pasti apakah jalan yang sekarang sebagai jalan alternative di pesisir selatan itu adalah jalan Daen Deles yang pembangunannya banyak memakan korban. Tetapi waktu pertama kali saya tahu, ya jalan itu adalah jalan Daen Delles. Dulu waktu masih kecil, kalau ke Ketawang selalu memotong jalan itu, karena jalan itu terbentang dari barat ketimur, sementara kalau dari arah desa saya jalan menuju laut adalah dari utara keselatan.

Sejak dulu tahun 60an kerangka jalan itu  memang sudah, kiri dan kanan sudah ada tanaman pohon2 keras, cuma badan jalannya masih dari pasir, seberapa panjang jalan saya belum pernah melewati. Cuma kalau dikaitan dengan sejarah, katanya,  jalan Daen Delles adalah jalan yang menghubungkan Anyer (banten) dan Panarukan (jatim) ada dipantai utara, mana yang benar saya tidak tahu. Kabarnya jalan itu kini akan dihidupkan lagi. Yang jelas untuk wilayah Jateng, jalan tersebut sudah siap, sedangkan lanjutannya ke wilayah DIY konon katanya belum siap.

Berkaitan dengan arus balik lebaran, saya mencoba jalan alternative tersebut, berangkat dari Wingko, jalan raya Wunut kebarat terus ke Grabag, belok kiri, sampai ketawang, belok kanan. Lancar sekali kendaraan tidak banyak, pemandangan pantai cukup indah. Waktu sampai sekitar Gombong jalan naik turun cukup terjal. Saya berhasil lewat dan terus lanjut. Saya tidak bisa meneruskan lewat jalan alternative tersebut karena kehilangan jejak. Mudah2an jalan Daen Delles ini bisa membantu kita yang akan mudik satu tahun kedepan Issya Allah.

Category: blog, Tags: | posted by:massito


8 Responses to “JALAN DAENDELES”

  1. [...] JALAN DAENDELES Terus terang saya belum tahu pasti apakah jalan yang sekarang sebagai jalan alternative di pesisir selatan itu adalah jalan Daen Deles yang pembangunannya banyak memakan korban. Tetapi waktu pertama kali saya tahu, ya jalan itu adalah jalan Daen Delles. Dulu waktu masih kecil, kalau ke Ketawang selalu memotong jalan itu, karena jalan itu terbentang dari [...] [...]

  2. betul jalan itu jalan daen dheles,jarene simbah jek masih sugeng, 2 kali lebaran saya dari jenar lanjut lewat jati malang ke jakarta lewat jalan itu,samapai gombong lanjut jalan naik turun bahaya bagi kendaraannya yang tidak vit,lanjut pantai ayah pemandangannya bagus banget anak-anakku berfoto ria,tapi saya nggak tau jalan,keluar buntu lnjut ke wangon dan seterusnya, saya saran apabila mau lewat jalan itu,keluar saja kegombong lanjut jalan raya sudah tidak macet lagi

  3. Purs says:

    Mas Daendelles dan mas Wahid, baru kali ini saya nyoba jalan itu dan ternyata lancar. sebetulnya bisa lanjut sampai banjar cuma aku belum menemukan sambungannya. kalau ketemu pasti lancar juga itu. Dari pada lewat jalan yang biasa, gombong kebumen sudah sering macet sekarang. terima kasih.

  4. nurrahman says:

    lebaran kemaren saya juga mudik ke kebumen lewat jalan itu…ada yag sudah halus…tapi ada yag mash berantakan

  5. meds says:

    Betul jalan tsb namanya Jl. Daendels, tapi setahu saya yang dimaksud jalan daendels yg banyak makan korban adalah jalan raya pos, anyer – panarukan. Pos wet.

    jl. daendls tempta saya sekarang jadi alternatif buat pemudik. lurus dan sepi. tapi hati2, batasi kecepatan, banyak orang lalu-lalang ke/ dari sawah.

    cerita mengenai “serem” juga ada. kalau ugal-ugalan bisa2 di cegat. tapi, dimanapun asal baik, akan selamat.

  6. Aya Tary says:

    Ikut nyambung ya,,kebetulan saya Asli dari pesisir selatan Purworejo,,& yang sampean sampean bicarakan tentang jaln daendels itu memang benar,,karna jalan itu terletak tepat di depan rumah saya..
    Sampai saya menulis ini,,jalan itu ke arah timur sudah mencapai perbatasan kulon progo-bantul..

  7. tamu says:

    Betul itu jalan daendeles, karena daendeles bikin jalan pantai utara maupun selatan. Tapi jalan utk pertahanan tsb jalan sederhana tidak banyak makan korban. Yg banyak makan korban itu bikin jalan pos Bogor – Cirebon, karena untuk jalan pedati naik turun gunung, ngekploitasi tanah Pasundan

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net