Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Purworejo

  9 - Feb - 2009 -   masdodi -   27 Comments »

Dlisen Kulon adalah salah satu dari 49 desa di kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Meski saya bukan warga desa tersebut, paling tidak sudah lima kali saya mampir ke desa yang lumayan unik itu. Saya cari di wikipedia, belum ada data tentang desa ini, baik itu jumlah penduduk, luas wilayah, dan informasi lainnya. Hanya saja, berdasarakan obrolan saya dengan salah satu warga desa ini, penduduk desa ini tidak lebih dari 300 orang atau hanya sekitar 70 KK. Tetapi di balik desa mungil ini banyak hal yang menarik untuk kita simak.

Dari pengamatan langsung saya ditambah informasi yang saya gali dari salah satu warganya, desa ini tergolong desa yang cukup aman, makmur, dan sejahtera. Wilayahnya sebagian besar sawah yang sangat produktif. Dalam satuh tahun sawah di sana bisa panen 3 kali. Dua kali panen padi, satu kali panen kedele. Air yang berlimpah, membuat warga desa ini tidak pernah ada waktu untuk bermalas-malasan. Penduduknya sebagian besar bertani.

Ada satu hal yang mungkin saja tidak ditemuai di desa lain. Sawah di desa ini tidak dijual untuk orang yang bukan warga desa tersebut. “Sebisa mungkin dibeli oleh warga Desa Dlisen Kulon,” kata Parino, salah satu warga desanya.

Jadi, jika ada warga desa yang mau menjual sawah, disarankan untuk dibeli oleh warga desanya. Keunikan lainnya adalah setiap orang yang memiliki sawah di desa ini wajib menghibahkan 10 persen luas sawah dari luas sawah yang dimiliki. Sawah ini diolah dan dipetik hasilnya oleh orang yang tidak punya sawah tersebut. Mereka juga tidak berhak menjual sawah olahan tersebut. Orang-orang ini, yakni orang yang tidak punya sawah itu, setiap malam diberi tugas untuk ronda menjaga keamaan desa secara bergantian. Hasilnya, tidak pernah ada pencurian di desa Dlisen Kulon. Jalan-jalan di desa ini sudah dipasang pavling blok, rapi dan tidak ada sampah berceceran di jalanan.

Hikmah yang bisa dipetik dari pola hidup di desa ini adalah bahwa keadilan betul-betul terasa. Yang merasa kaya tidak jumawa, yang miskin tidak meratapi kemiskinannya, tetapi ia berjuang keras untuk bisa duduk dengan sejajar dengan yang kaya. Jadi, ada 10 persen dari penghasilan desa ini dibagikan secara gratis kepada mereka yang tidak mampu. Atau, jika manajemen desa ini diterapkan pada manajemen penguasa NKRI, maka tidak ada orang kelaparan di bumi nusantara. Sepuluh persen dari APBN untuk orang miksin. Mereka bisa dipekerjakan sebagai petugas kebersihan, petugas sampah, tukang parkir, dll.

Bayangkan kalau ini bisa dicontoh oleh desa-desa lain di seluruh dunia, saya yakin perdamaian akan segera terwujud.

Category: berita,blog, Tags: | posted by:masdodi


27 Responses to “Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Purworejo”

  1. anton says:

    yes hewes hewes com

  2. dyah says:

    itu pemimpinnya yang adil diantara doa yang mustajaba adalah pemimpin yang adil

  3. tani uthuk says:

    Mas bagus soko gurune negoro malah wong miskin lan sing jujur

  4. nino says:

    wah, sip banget kalo bisa gini….

  5. Seto says:

    Wah, pengen weruh langsung aku.
    Seko kota arahe nandi yo mas?

  6. 3 says:

    bagus banget tuh…baru tahu aku..

  7. yogo says:

    Jadikan pilot projec… gud..gud…

  8. GEBLEX says:

    Memang kalo penduduknya sedikit rasanya enak dan semua lebih mudah diatur. Jumlah penduduk sedikit ditambah tanahnya yang subur….wah ini namanya tanah sorga.

  9. SURATMAN says:

    Memang desa dlisen kulon (dlition west) termasuk desa yang makmur / sejahtera, dari aku masih smp disa ini sudah keliatan makmur, dilihat dari rumah penduduknya yang sudah permanen juga tergolong wah waktu jaman aku smp. kebetulan aku sekolah selalu melalui desa ini, bahkan aku ada temendi sana 1. Slamet Rahmadi (slamet A, Tugiyo, sarwoko, parliem umahe terbis kulon, prawan iki mbiyen jan ayu tenan, po kabare nduk. ajib , setuju klo desa Dlition West di jadikan pilot roject

  10. Dodi says:

    Posisi Dlisen Kulon.
    Dari Kutoarjo lewat jalan utama ke arah Kebumen/Jakarta. Setelah jembatan Butuh, ada pertigaan Klepu. Ada jalan ke arah utara. Lalu, sebelum sampai pasar Pituruh ada jalan ke kiri. Di situlah desa Dlisen Wetan dan Dlisen Kulon.

  11. rita wahyu says:

    NAMANYA KRISBANDONO DARI TUNJUNG ALUMNI SMP BHAKTI KARYA PITURUH 1998.
    KONTAK DI 02133799105 YA KRIS.

  12. eko_juli says:

    wehhhh keyenn…!!!
    bangganya jd orang purworejo

    boleh di share di blog saya mas?

  13. Alphawave says:

    weleh… hebat banget.. ada toh desa seperti itu di purworejo.. kapan2 kalo pulang kampung maen kesana deh.. :)

  14. darus says:

    apik tenan ,warisan budaya leluhur. salam buat kakang nbakyu lan adik2 di pituruh.

  15. mrt says:

    wah wah wah ng Purworejo ono deso seng koyo ngono yo mugo-mugo deso-deso liyane yo ndang podho nyonto ben supoyo wargone podho sejahtera,aman,adil lan makmur sukses kanggo warga Dlisen Kulon.

  16. sarmono says:

    Alhamdulillah jika hal ini dinilai positif oleh orang-orang yg paham akan kedamaian, saya sebagai anak yg terlahir dan dibesarkan di desa ini sangat bangga, meskipun saya sekarang berkarya di pulau batam, salut buat “mas lurah” Trasmono, dan perangkat desa semuanya special salam buat mas carik “mas rachmad” semoga semua tetap terjaga dan membanggakan masyarakatnya amin…..salam buat bapakku dan mbokku A. Marsudi (wingking sekolahan Blekatuk) sedulur kabeh lan konco2 ing kampung, tidak lupa sungkem buat Mbah kakung, mbah putri, bude/pakde, paman/ bulik lan adik2 ku kabeh sukses buat permata Dlisen Ngadisih yg akan tugas belajar ke jepang sukses selalu moga moga makin rukun damai dan sentosa amin,

  17. AGUS THE LESSON WETAN says:

    deso paling makmur. lurahe wae asli pilihan rakyat. mungsuhe mung karo kotak… mantep tho..
    (adine prastowo ki kang.. )

  18. Sarmono,Spd says:

    Selamat hari raya idul Adha …. kanggo dulur kabeh ing dlisenkulon, maaf nggak biso muleh…. mari kita sama-sama mengambil makna dan mengimplementasikan “makna KURBAN ” yang sesungguhny,… monggo….

  19. [...] 9 February 2009 — Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Purworejo (17) [...]

  20. supahad aja says:

    ada satu rencana yang mungkin akan mampu diaplikasikan dihari esok,.. pak carik pernah “gendu-gendu roso” bagi para PNS yang ada Dlisenkulon mau mengumpulkan sebagian rizkinya untuk kemaslahatan umat dan diberikan sebagai bentuk uang “kejut” bagi para mereka yang tebelit utang dan sekiranya memang sulit mengembalikan utang tersebut dikarenakan keadaan,sebab selama ini dana sosial hanya diperoleh dri masy. tani,.. saya menanggapi seandainya dlisenkulon membuka sejenis domet peduli untuk seluruh anak desa yang mampu baik diperantauan ataupun dimana-mana, saya yakin bagus, dan sebagai fasilitator tetep DESA, karena selama ini teruji transparansinya dan kebijaksanaannya,…MOHON DOANYA UNTUK DLISEN KULON, by KETUA KARANGTARUNA “DIMASATRIA”.

  21. Mono_batam says:

    Gimana jika pemberdayaan ekonomi keluarga dimulai dan jadikan sentra kerajinan yg tentunya akan makin meningkatkan kemakmuran warga, mulailah dengan yg mudah budidaya keong untuk dibuat kripik keong atau mungkin payet dan bordir krudung, lan mukena,ben aku ngewangi dodol, mengko menowo sumbangan kesan-nya tidak mendidik karena maaf kesan “minta” lha kalau dompet peduli yo rah pas babar blas moso wis makmur masih pakai dompet peduli, mulai kasih pancingnya dan bukan ikannya piya Dimas Satria ” (dadio satrio sak benere satrio) betul kan

  22. dobol says:

    Uang 2,5% dari kumpulan PNS rencananya untuk membantu orang yang tidak mampu jika sakit dan berobat kerumah sakit sekedar membantu bukan seutuhnya, karena sifatnya hanya BANTUAN, klo orang terbelit utang biarin aja, utang utang sendiri kok minta bantuan desa yang ngembalikan….. MAAF… AKEH TUNGGALE MAS .. ..HE HE HE HE HE

  23. oscar dhanee says:

    wow… mantep ya prinsipe ndlisen…

  24. Saya banga jadi orang purworejo dan sy ingin mencari alumni stm pancasila kutoarjo th 90an

  25. sarmono says:

    suratman apa kabar kl masih ingat saya km boleh add FB aku di sarmono_spd@yahoo.com dan aku sak iki kerjo nang batam aku alumni SD Blekatuk, SMP Bhakti karya Pituruh, SMEA Sawunggalih Kutoarjo, IKIP negri Ujung pandang, Omahku Mburi SD Blekatuk, kok km ingat nggak

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Penerimaan PNS Pemkab Purworejo

27 - Oct - 2009 | meds | 11 Comments »

Kawin Emas Eyang Slamet Wiyadi

22 - Apr - 2011 | Gunarso TS | 47 Comments »

LEBARAN MAJU MUDIK BERUBAH

16 - Sep - 2009 | massito | 5 Comments »

Piye Kabare Purworejo???

23 - Jan - 2009 | lentera-ijo | 14 Comments »

Rekor Purworejo

14 - Feb - 2009 | sondonk | 14 Comments »

Related Post

Forum Blogger Purworejo

28 - Aug - 2007 | meds | 12 Comments »

LEGENDA SUMPAH “BANYU MENDIRO”

23 - Nov - 2009 | slamet wijadi | 49 Comments »

Google ngeDance, Blog Purworejo Hilang Dari Index

23 - May - 2008 | meds | 6 Comments »

Selamat tahun baru 2014

29 - Dec - 2013 | Adi Degreen | 4 Comments »

PAHLAWAN DEVISA

21 - Aug - 2009 | massito | 12 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net