NAIK SEPOR

  8 - May - 2008 -   GUNIDA -   18 Comments »

KERETA API. Moda angkutan darat yang satu ini banyak peminatnya,termasuk saya.Kalau mau pulang kampung atau balik lagi saya selalu menggunakannya, soalnya murah. Kereta api tiap daerah mempunyai nama-nama sendiri, Yogya ada Fajar Utama, Progo, Taksaka. Semarang ada Senja Utama, Kamandanu, Argo Muria. Solo ada Solo Balapan, Bengawan, Senja. Kereta ke daerah saya namanya Sawunggalih. Kereta Sawunggalih menempuh tujuan Kutoarjo-Jakarta.

Berbagai masalah sering terjadi kalau kita naik kereta api yang ekonomi dari pengamen yang sering memaksa, pedagang asongan yang lalu-lalang, tukang minta sumbangan, peminta-minta dll. Itu semua membuat perjalanan saya jadi enggak nyaman, tetapi semua sudah konsekwensi naik angkutan murahinflatable boats.

zp8497586rq
You must watch this video: Write My Essay
Category: blog, Tags: | posted by:GUNIDA


18 Responses to “NAIK SEPOR”

  1. Suparno Jumar says:

    Yo itu masa moda transportasi darat yang masih ‘murah’. Coba bandingkan dengan angkutan darat yang lain seperti bis, misalnya Sumber Alam, sama-sama ekonomi tapi masih jauh harganya. Betul apa gak ya? Soale wis suwe ora bali, numpak sepor utowo bis.
    Mudah-mudahan pemimipin negeri ini tahun 2009 nanti adalah pemimpin yang bisa dan mampu mewujudkan transportasi murah bagi rakyatnya.
    Kiro-kiro ono opo ora yo?

  2. Parman, Paitan says:

    Ya, memang ada kesan tersendiri jika naik kereta api, mulai dari antri beli karcis, naik kereta, cari tempat duduk, sampai berhenti di kota tujuan.
    Dulu saya seneng naik kereta, karena murah, dan waktu itu masih tinggal di daerah cikokol, tangerang, jadi nggak terlau sulit transport ke stasiun, sekarang karena tinggal di pinggiran jakarta, jadi agak sulit untuk mengenang masa lalu..,,

    tapi ok lah.. buat kita2 yang punya sangu pas2an, gak usah pusing2, numpak seporrrrrr…………….

  3. denbaguse says:

    ha ha ….naik yang murah aj he he

  4. Raf says:

    Jakarta , Sepor , Stasiun …ah… lambang harapan hidup baru …

  5. Yeye says:

    Memang benar mudik naik sepor itu murah…..
    Cocok untuk para perantau yang pingin mudik dengan uang pas-pasan. tapi tolong diperhatikan pas lebaran kaya gini harus ekstra hati-hati, jangan dipaksakan kalau memang sudah tidak memungkinkan. misal, kereta eh sepor udah penuh berjubel sampai ke pintu-pintu… ya jangan paksain naik itu sepor… tul gak ??

  6. Mas Sito says:

    Sepor sekarang tidak seperti dulu, sepor dulu bunyinya JO JAJAN-JO JAJAN, kalau sekarang bunyinya JAJAN-JAJAN, karena bantalannya sudah ganti beton dan relnya panjang2, cuma sekarang kok sering anjlok sepornya, apa rodanya tinggi sebelah.

  7. kemiri94 says:

    balik tgl 26 september, numpak sepur taksaka, sing tak kangeni mingkur bakmi godok ngarep mesjid torjo nek antri biso no. 36, karo golek bekas pacarku aku isih kangen, tilas nggeh raos

  8. Mas hox says:

    stasiun kutoarjo saiki wis aman ra koyo disik, nek wis muduk kereto tukang ojek karo becak opo dokar wis ra rebutan masalahe wis kalah karo handpone, jadi kalau udah sampai stasiun mesti keluarga dikutoarjo sekitarnya wis di telpone disik kon jemput jadi tukang becak opo ojek nyengir thok soale wis dijemput. sepi gara gara wis rame handpone.(handpone mengurangi pendapatan lebaran para ojek dan becak)

  9. Mas hox says:

    salam buat para kurawa stasiun kutoarjo, mas saring tukang becak tulen, mas gareng sing ngawasi kopada diluar stasiun, mas no tukang ojek, mas narko sing duwe mobil plat item, karo mas pomo nek isih urip.

  10. meds says:

    Mulih numpak sawunggalih wae, wis entuk tiket tanggal 25 sore. Tanggal 12 aku ning senen rencana arep pesen tiket balik sing tanggal 10 soko kutoarjo wis entek.

    Pancen entek tenan opo di tuku calo? Stasiun kutoarjo pancen akeh calo-ne.

  11. Mas hox says:

    Buat yang mudik naik kereta saya minta info, kereta takasak pagi kalau dari jakarta mandek ora neg kutoarjo tolong infonya txs

  12. Wong mBegelen says:

    Sedulurku kabeh….
    Hari Senin Pagi, 6 Oktober 2008, tiket Sawunggalih Utama keberangkatan pagi itu, banyak 'dikuasai' para calo.
    Harga 120 ribu tiket tempat duduk di jual 200 ribu.
    Padahal banyak petugas PT. KAI & Kepolisian.
    Saya yakin beliau-beliau melihat, tapi berlawanan dengan himbauan yang di tulis dengan huruf besar tentang larangan beli tiket di calo.
    Piye iki….., aku weruh dewe dan di tawani tiket oleh 'calo-calo' itu.

  13. Wong mBegelen says:

    Yang di petik dari Harian Kompas

    Kereta Api, Angkutan Mudik Terbaik
    Rabu, 8 Oktober 2008 | 02:09 WIB

    Jakarta, Kompas – Kereta api dinilai sebagai angkutan mudik terbaik untuk masa kini maupun mendatang. Selain lebih hemat energi ketimbang angkutan darat dan udara, pengalaman mudik Lebaran juga menunjukkan KA lebih aman. Terkait fenomena itu, pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, berpendapat, angkutan mudik mendatang sebaiknya difokuskan ke KA.

    Djoko mengungkapkan hal itu, Selasa (7/10), saat dihubungi di Semarang. Ia mengatakan, harga tiket KA juga lebih rendah dari moda transportasi lainnya. ”Meski kereta anjlok dan bergulingan pada masa mudik Lebaran ini, tetapi korban jiwa yang jatuh sangat sedikit. Bandingkan dengan puluhan korban akibat kecelakaan di jalan raya,” ujar Djoko.

    KA lebih aman karena mempunyai jalur perjalanan tersendiri, tidak berbagi dengan angkutan darat lainnya. Hanya saja, prasarana dan sarana KA harus terus diperbarui agar perjalanan KA lebih baik.

    Pada Idul Fitri 2008, sesuai data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, jumlah penumpang KA sebanyak 1,889 juta orang, atau naik 20,7 persen dibanding tahun 2007. Penumpang angkutan laut 692.137 orang (naik 5,97 persen) dan angkutan udara 1,09 juta (turun 16,87 persen). Adapun penumpang penyeberangan 2,682 juta, naik 22,64 persen daripada 2007.

    Namun, jumlah penumpang berbagai moda angkutan umum yang mencapai 6,3 juta orang itu tidak mampu menyaingi jumlah pemudik dengan mobil dan sepeda motor yang mencapai 8,5 juta.

    Masih menjadi problem

    Direktur Indonesia Railway Watch Taufik Hidayat mengatakan, pembaruan prasarana dan sarana KA masih menjadi problem serius. Sebab, jika saat ini ada penambahan KA, itu bukan berarti kapasitasnya bertambah, karena KA tambahan sebenarnya hanya penggantian atas kereta yang layak dibesituakan.

    Tahun depan, pemerintah memesan 50 kereta tambahan kelas ekonomi. ”Idealnya kami menambah 100 kereta ekonomi, tapi anggaran terbatas,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Wendy Aritenang. Tahun ini, pemerintah memesan 25 KA ekonomi. Untuk catatan, total anggaran Ditjen KA 2009 mencapai Rp 3,6 triliun.

    Selain menambah KA ekonomi, pada 2009 pemerintah juga mengganti 200 kilometer rel dan membangun jalur KA ganda Prupuk-Purwokerto. Hingga saat ini, dari 3.425 kilometer jalur rel di Jawa, baru 480 kilometer yang berupa jalur kereta ganda. ”Jika jadwal tak berubah, pada Lebaran 2009 ada dua jalur yang bisa dipakai, yakni Bogor-SukabumiCianjur-Bandung dan PadangSolok-Sawahlunto,” ujar Wendy.

    Di samping itu, ada sejumlah perbaikan rel di jalur-jalur yang selama ini kerap terjadi kereta anjlok, yakni di jalur selatan Jawa Barat, antara Bandung dan Cipendeuy, juga perbaikan jalur KA Maos-Sidareja.

    Di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, Wapres Muhammad Jusuf Kalla menilai pelayanan Lebaran 2008 lebih baik dibanding tahun-tahun lalu.

    ”Dibandingkan pelayanan Lebaran tahun demi tahun, saya kira nilainya A. Sebab, saya lihat tidak ada pemudik anak-anak yang harus dimasukkan lewat jendela kereta atau bus kota untuk mudik. Padahal, biasanya setiap tahun kalau Lebaran, foto-foto dan gambar televisi itu selalu memperlihatkan itu. Belum lagi antrean di terminal-terminal, seperti Pulo Gadung. Coba, sekarang ini, tidak ada lagi bukan?” kata Wapres menjawab pers, seusai halalbihalal dengan karyawan Sekretariat Wapres.

    Naik 20,7 persen

    Berdasarkan data realisasi penumpang angkutan umum Lebaran 2008, dari 24 September atau H-7 hingga 6 Oktober atau H+4, terjadi peningkatan penumpang 20,7 persen dibanding tahun 2007. Dari 1,56 juta orang (2007) menjadi 1,89 juta orang (2008).

    Persentase tersebut sudah melebihi perkiraan Dephub, yang hanya menaksir kenaikan 6 persen, yakni dari 2,83 juta penumpang (2007) menjadi 3 juta penumpang (2008). Dirjen Perhubungan Darat Iskandar Abubakar, selaku Koordinator Posko Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu, menyatakan, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2008 membaik dibandingkan 2007. Meskipun mencatat kenaikan pemudik dengan kendaraan pribadi (13 persen), kemacetan sepanjang Lebaran 2008 dinilai tak separah tahun lalu.

    ”Kemacetan tahun ini tidak separah tahun sebelumnya. Kemacetan masih terjadi di Losarang dan Kanci, tetapi tahun depan Tol Kanci-Pejagan akan beroperasi, dan kemacetan di sana teratasi. Idealnya, ada jalan tol dari Jakarta ke Surabaya, tetapi yang harus diprioritaskan adalah Tol Cikopo-Palimanan,” kata Iskandar di Jakarta, Selasa.

    Jumlah pemudik sejak H-7 hingga H+4 (25 September-6 Oktober) mencapai 20 juta orang, naik 7 persen ketimbang tahun lalu. Dari jumlah itu, 8.556.593 orang di antarnya mudik menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor (2,8 juta jiwa) maupun mobil pribadi (5,7 juta jiwa). Tahun lalu, jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi hanya 7.680.141 orang.

    ”Tahun ini jumlah pemudik dengan sepeda motor naik 6,68 persen. Kami melakukan survei mengapa banyak yang memilih motor. Ternyata, 32,2 persen memilih sepeda motor karena lebih murah, 32 persen pemudik menyatakan karena fleksibel, dan 23,4 persen menyatakan memilih motor karena bisa dipakai bepergian setiba di daerah. Sisanya memilih sepeda motor dengan alasan prestise, tak dapat tiket, dan takut motornya hilang,” kata Iskandar. (ROW/RYO/HAR)

  14. Wong mBegelen says:

    Pak Wapres Yth,
    Mohon PT. KAI tidak hanya memikirkan hanya untung. Penumpang yang terlantar mbok ya segera di angkut. Jangan menunggu kereta berjejal. Hari senin, 6/10/08, KA Bengawan, Mantap Lebaran & Gaya Baru Malam, sesampai di STA KA Jenar, Purworejo antara jam 21-24, penumpang yang akan ke Jakarta & Bandung tak ada yang bisa naik. Kami harus menginap di STA KA Jenar karena harus ngirit.
    Usulan : tahun depan, perbanyak lagi rangkaian KA Ekonomi, harus ada pembatasan penumpang yang berdiri.
    Melihat yang kemarin, membawa manusia kok seperti ngangkut ikat teri….
    PT. KAI DAOP VI Jogjakarta, Calo di Stasiun Kutoarjo memang di pelihara ya? Banyak banget,,,,,,,,

  15. Anonymous says:

    Ini kisah nyata! Saya waktu itu, sudah 15 tahun yang lalu, naik kereta Sawunggalih dari Kutoarjo ke Jakarta. Kereta penuh sesak. Karena capai berdiri akhirnya duduk di tengah, berdesak-desakan. Eh, sempit begitu ada penjual makanan, ibu-ibu muda, hilir mudik. Dengan cara begitu temen saya, tetangga, merasa terganggu sama si mbak penjual makanan itu. Tanpa saya duga, temen saya tangannya ngrogoh (masuk) ke selengkangan si mbak yang mondar-mandir melulu. Karuan si mbak menjerit. Dari kejadian itu si mbak nggak mondar-mandir lagi.

  16. tegar sukma timur says:

    STASIUN KTA ISIH AKEH CALONE,,
    MBOK CALO 2X IKU DI TERTIBNO?

  17. 4911176 says:

    4911176 beers on the wall.

  18. baby game says:

    Awseome article, I am a big believer in placing comments on weblogs to inform the blog writers know that they’ve added some thing of great benefit to the world wide web!

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net