Usulan untuk Pemda
Bagi yang mau usul, protes, memberikan masukan, kritikan atas jalannya pemerintahan atau pembangunan di Kabupaten Purworejo. Silakan tulis di sini.
61 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
![]() |
Blog Komunikasi Blogger Purworejo |
Bagi yang mau usul, protes, memberikan masukan, kritikan atas jalannya pemerintahan atau pembangunan di Kabupaten Purworejo. Silakan tulis di sini.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Ass ww.
Tadi saya baru nulis langsung di link pemkab purworejo, tentang usul budidaya gaharu di Purworejo segera di kembangkan. Gimana pendapat sanak lan kadang Purworejo?
Usul ini demi kemakmuran masyarakat Purworejo sendiri.
Yang dapat merubah perekonomian masyarakat menjadi lebih baik lagi.
Dalam waktu 8 tahun, tidak lama, dari ada tidak berbuat sama sekali.
Maturnuwun.
Mujiono Tarmiji.
Asahan Budidaya Gaharu – Club.
( ABG – Club ).
081263190525
Best Regards.
[Reply]
Comment by muji — 19 December 2008 @ 5:08 am
Mau usul ke Pemda, jalan angkrukketik Ngombol dah rusak lagi tuh..help ya dibenerin.nuwun…
[Reply]
Comment by ien_bunda_elang — 19 December 2008 @ 12:03 pm
jalan kearah mlaran gebang purworejo rusak tolong pemda untuk mbenerin jalannya,karena waktu dulu banyak truk2 masuk yg menggambil batu dikali jali dimlaran dan jalan buat ngambil kayu di gunung sampai gundul dan mengakibatkan banjir didesa dibawahnya, dan pajaknya tidak tau siapa yg menggelola(koruptor),sampai2 kali yg dulu masih ada materialnya,sekarang tinggal sertu (pasir watu)doank tidak ada yg bermanfaat bagi warga mlaran,sekarang warga sdh pada pinter jgn dipinteri oleh lurah dan oknumnya
mathur nuwun >>>> agus
[Reply]
Comment by agus — 12 January 2009 @ 5:58 am
BUAT PARA SESEPUH PAGUYUBAN PAKUWOJO yg sudah pada sukses MINTA DUKUNGANNYA baik nasehat dlll biar terealisasi paguyuban antar blogger purworejo dijabodetabek semua terlaksana karena dukungannya wong cilik juga
mathur nuwun
[Reply]
Comment by agus — 12 January 2009 @ 6:47 am
Ya.. nanti aku sampaiken. Agus.. Agus… malah dadi kayak iklan heuheu..
[Reply]
Comment by yogo — 12 January 2009 @ 6:56 am
assalamu’alaikum .. salam kenal buat semua member BP.. salam buat semua keluarga yang ada di karangjati krendetan bagelen dan semua temen2 dari kampus 17 pwr, tak ketinggalan buat mua guru gurunya.. bu maryatun, pak narjo, pak tugiran dan kepsek smp pak heru.. congrats cz smp 17 bisa jadi skul bertaraf nasional dan moga2 ke depan bisa jadi skul unggulan bertaraf internasional.. talk less do more (heheheheh)oz hampir kelupa-an buat novi yang ada di ds. bagelen maafin aku ya…..!!!!!
[Reply]
Comment by tiyo prastyo dwiputra — 4 February 2009 @ 2:51 am
Untuk Kotaku Purworejo BERIRAMA tercinta, Tanah Tumpah Darahku.
Usulan untuk Jajaran MUSPIDA Kabupaten Purworejo, saya mengusulkan bagaimana kalau APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) diganti namanya menjadi APID (Anggaran Pendapatan Investasi Daerah).
Penjelasannya begini, kalau “BELANJA” lebih berkonotasi ke hal-hal yang sifatnya konsumtif, kalau “INVESTASI” khan mengeluarkan dana dengan harapan akan ada manfaat dikemudian.
Demikian, terimakasih.
Saya, Anu Dhihasto
anu_dhihasto@yohoo.com
[Reply]
Comment by Anu Dhihasto — 20 February 2009 @ 1:16 am
Kritik,
Jalan lingkar selatan, mulai dari perempatan smk1 sampai jalan jogja. Kok jalannya jelek banget ya?harusnya bagus tuh..
[Reply]
Comment by Chooey — 7 March 2009 @ 8:06 am
saya baru baca berita di okezone bahwa bupati purwqrejo di tahan kejati jateng….
saya syok berat,…apa lagi kasusnya korupsi
bikin aku tambah meradang..
bagaimana tidak, seorang kelik bisa2nya korupsi untuk kepentingan pribadi, sementara keadaan daerahnya masih kurang dari bagus.
duit 2,6 miliar itu banyak lo…..
untung aja dulu pas pilihan bupati mamaku nggak milih kelik…
aku bener2 kecewa berat, uang APBD itu kan bisa buat aspal jalan….apalagi di desaku ( wanurojo) jalannya sudah jelek banget, kades ku sudah mengusulkan dari 5 tahun lalu tapi belum juga ditanggapi…katanya nggak ada dana…
tapi untuk perut sendiri duitnya ada….
bener2 bangsatttttttt….
aku sekarang di tangerang, disini aku selalu bangga2in kota purworejoku yang sangat aku cintai…tapi setelah tau ada kasusu ini aku jadi malu……
malu sekali…..
nia_ anak wanurojo
[Reply]
edi cahyono Reply:
July 8th, 2009 at 8:42 pm
nia yg mn nih….
[Reply]
Comment by nia — 16 April 2009 @ 5:33 pm
walaupun jalan wanurojo rusak tapi aku tetap semangat pergi kesekolah…
aku sampai menangis kalo lewat jalan yang rusak itu,tapi aku tetap punya harapan pasti suatu saat akan baik…..
yang ada diotakku adalah pergi kesekolah dan berprestasi disekolah…
dan alhamdulilah prestasiku baik disekolah….
tapi gara2 baca berita korupsi kelik tadi ….
harapanku yang dulu tiba2 pupus….apa mungkin jalan yang terbengkalai itu akan jadi bagus…sementara pemerintahnya aja nggak peduli
yang lebih ironis…duitnya malah dikorupsi….
apalagi ini baru aja pemilu legislatif…
banyak yang utang nggak pak dan bu caleg….
nanti kalo dah jadi untuk nutupin utang itu, korupsi deh,,….hancurlah kota purworejoku tercinta di tangan orang2 yang hanya haus kekuasaan dan tidak mementingkan kehidupan rakyatnya….
[Reply]
Comment by nia — 16 April 2009 @ 5:41 pm
ooo…begitu thoo,baru dapet jawabnya. tak d sangka p kelik yg(kata orang2 nih) dulu preman,trus jadi bupati di harapkan bs membawa pembaharuan di lingkungan pemda ,bs merangkul para preman,ato apapun namanya agar kembali ke jalan yg benar dan bs lebih berguna yah paling tdk buat dirinya sendiri.
Ibarat cerita kucing naik tahta,
yaah nggak bisa ngeliat tikus barang sebentar ,langsung aja d embat.
artikel p kelik malah k lht di web resmi pemda,tapi tdk kutemukan,atau memang sngja tdk d beritakan kasusnya.
makin miris aja dengernya ketika tak sengaja aku melihat berita di salah satu koran online dr jateng,
bahwa kepala desa seren yakni r yudadi juga tersangkut masalah korupsi.
walaupun kapasitasnya lebih kecil,ak lp yg d korupsi apa ,maybe blt r pbb.tetep aja namanya korupsi pasti merugikan masyarakat. betul…l? perlu d ketahui bahwa r yudadi sebelumnya pernah jadi kades periode sebelumnya ,yg juga penuh dgn hal-hal spt itu.
setelah satu periode d gantikan oleh supriyono /meski tdk seramai yudadi beritanya toh ttp ada aja kemungkinan kesitu. yaa kita positip think thonk aja,masih ada pejabat yg lempeng dan bersih.amin.
anehnya masy.ds seren masih mempercayainya,terbukti dgn terpìlihnya kembali,meskipun akhirnya….ya begitu. kata orang sih ,masih ada darah ningrat ,jadi ada kekuatan lain
yg membantunya.
p kades ini juga dekat dg pak bupati kelik.(emang seharusnya ya atasan dekat dg bawahan. yup…profesional dunk)
ya mudah2an kemesraan ini tdk utk hal spt itu. semoga dengan sedikit waktu masa bhakti tersisa beliau2 dan pejabat yg lain sadar dgn amanat yg di embannya.
semua tentu bermuara untuk supaya purworejo kita
lebih maju dgn masyarakat yg makmur.
apa yg bisa kita harapkan dg pejabat2 korup.
[Reply]
sujatmiko Reply:
September 6th, 2009 at 5:27 pm
Semua nanti dipertanggungjawabkan….. kepada bangsa melalui supremasi hukum…. kepada Allah SWT nanti di akhirat….. bgm,oke maaf
[Reply]
Comment by dundeng — 4 May 2009 @ 8:41 pm
Ikut prihatin,atas tersangkutnya para pejabat di Purworejo terhadap kasus korupsi.semoga jalannya pemerintahan tetap lancar.apapun keputusannya,semoga dapat menjalani dengan tegar.karena itu sebuah resiko jabatan
[Reply]
Comment by moeh gozali — 5 May 2009 @ 12:00 am
beratnya mengemban suatu amanah
[Reply]
Comment by Gusnur — 7 May 2009 @ 7:30 pm
dari dulu sudah ketahuan cara berpolitiknya tidak benar(preman)warga purworejo memilih pak kelik bukan karena kepintarannya melainkan karena kepremannannya cara2 seperti itu jangan ditiru,kebenaran akan memihak,semoga setelah kejadian yang menyangkut nama baik purworejo memberi pelajaran bagi warga untuk tidak menggulanginya
[Reply]
Comment by preman — 8 May 2009 @ 10:34 am
Halow… By the way kpan pmbukaan CPNS ut SLTA ya… Ap lluzan SLTA g dpt ksmpatan berkarir bdg birokrasi?! Ap cm bwt pr Diploma+ sarjana sj? Jgn gtu donk…
[Reply]
Comment by Uut — 16 May 2009 @ 10:47 pm
saya sebagai warga purworejo juga py usul,permintaan.
Kepada dinas budaya&pariwisata Kab.Purworejo.
seperti yg sudah kami kirimkan gambar2 curug desa G.condong,Bruno, maka kami sebagai warga masyarakat G.Condong mohon pemerintah Daerah Kab.Purworejo bisa membantu mengembangkan obyek wisata tersebut baik dari segi materi maupun moril.sehingga tempat tersebut bisa berkembang menjadi tempat wisata yang membawa berkah bagi masyarakat pada umumnya.
Memang sih ini hanya sebatas permohonan secara cuma2 namun begitu mudah2an pihak yang di maksud bisa menanggapinya.
Terimakasih.
[Reply]
Comment by Fayyaz — 26 May 2009 @ 7:42 pm
Aku prihatin banget, katanya Pak Kelik itu orangnya suka “prihatin” / tirakat, tapi koq bisa kena kasus kaya begitu ya ? apa dia dapet wisik dari ghoib apa dari mana ya ?
jujur beliau masih kerabat saya dari Trah Kaliwungu, mbok yaaoo jangan begitu, kembali kejalan yang benar tho, pesen buat warga GRABAG ga usah EMOSI buka mata dan telinga “JALMO TAN KENO KINIRO” jangan mendewa-dewakan sesorang.
berpegang teguh kepada ALLAH SWT.
[Reply]
Comment by BAMBANG SUNARYO — 3 June 2009 @ 9:01 pm
Selamat pagi,
ditengah carut marut dan komentar2 yang muncul di blog ini, tentang kepemimpinan ( lebih tepatnya ‘pemimpin’ ) daerah yang terkena kasus, ada baiknya kita semua berkaca cari energi positifnya agar hal yang sama tidak kembali terulang.
Kita semua tahu, segala sesuatu adalah kehendakNya dan itu semua berawal dari diri kita sendiri.
berkacalah, mari kita merenung untuk menyibak tirai kegelapan menuju hari esok yang lebih cerah.
” terus melangkah melupaknmu….” menuju ” hari yang cerah ” . Selamat berjuang & sugeng makaryo…. agus
[Reply]
Comment by agus — 16 June 2009 @ 7:42 am
aku setuju dengan pendapat nia, meskipun kesehariaanya aku kaga menetap di Wanurojo tapi yang aku harapkan dari pemda pwrjo yo mbok jalan ke wanurojo di betulin , udah dari dulu warga nunggu realisasinya , masa tiap bulan cuma di ukar- ukur kapan nggarapnya?
[Reply]
Comment by syarif — 16 June 2009 @ 4:09 pm
nama saya Rahardi Widodo,dari munggangsari, Grabag..Sekarang bekerja di Konsultan SIPKD ( sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah ,bekerja sama dg DEPDAGRI..dari 171 daerah, saya tidak melihat nama kab, Purworejo. padahal SIPKD ini wajib bagi seluruh daerah di Indonesia yg sudah siap..pertanyaan saya,apakah Purworejo belum Siap ?..saya punya usul buat Bupati Purworejo untuk segera konfirmasi ke DEPDAGRI mengenai masalah SIPKD in.. terima Kasih
[Reply]
Comment by RAHARDI WIDODO — 17 June 2009 @ 11:41 am
Assalamu’alaikum
Nyuwun sewu kangge bapak2/ibu2 yang berwenang di Pwrjo, kenapa ya Kantor kec butuh kalau musim hujan suka banjir, mohon perhatiannya, malu kan daerah itu jalur utama dan wajah Purworejo dari arah barat, tentunya pelayanan public terganggu, utamanya saudaraku tinggal di sana je ( ngarep kecamatan ).
terus satu lagi, budaya kerjabhati kayaknya sudah luntur oleh perputaran jaman yang semakin ‘kuwalik ‘ ini, jalan-jalan pada kotor dan semrawut je.
maturnuwun, wassalam
[Reply]
Comment by agus — 17 June 2009 @ 11:56 am
buat warga purworejo : menanggapi pesan dan kesan yang saya ikuti, mohon jangan melihat kasus kelik sebelah mata. negara kita adalah negara hukum jadi serahkan saja dulu pada yang berhak menanganinya karena ada istilah praduga tidak bersalah. kecuali hakim sudah memutuskan kelik bersalah dan divonis dengan keputusan atau ketetapan hukum yang tetap. sabar, sabar ya purworejo
[Reply]
Comment by kondhe — 17 June 2009 @ 9:25 pm
Aslkm…
Yth.Poro sedulur Pordjo kabeh.
Saya s7 dengan saran dan pendapat Mr.kondhe,jgn mendramatisir suatu permasalahan yang belum terbukti di persidangan..”Asas Praduga tak bersalah” kita tgu saja persidangan yang akan membuktikan,siapa tau itu konsekwensi suatu jabatan..memang sih ” JEMBATAN BUKANLAH SEMBARANG JEMBATAN, NAMUN DIATAS JEMBATAN ADA AMINAH, JABATAN BUKAN SEMBARANG JABATAN, NAMUN DIATAS JABATAN ADALAH AMANAH..”jadi biarlah itu semua berjalan..kita wong cilik tunggu saja sampai ada ketetapan hukum tetap/putusan pengadilan…Klo memamg terbukti ya apa boleh buat? kalo ada “permainan dan kemesraan antar pihak terkait” biarlah kita pasrahkan sama TYME toh pertanggung jawabanya akan setimpal kan? U Nia dari Wanurojo…istigfar yo? sabar,sabar,sabar jgn terprovokasi…krn malunya pejabat kita berarti malunya kita juga kan?klo kiat mencemooh beliau berarti kita mencemooh diri kita sendiri,bukankah beliau2nya juga priyayi purworejo?sama dengan kita kan?lebih baik “CALM DOWN” mari berbenah diri dan saling instropeksi diri…kanggo konco2 Pwr kabeh…sy pribadi dan KONTINGEN GARUDA mohon doa restu dan keiklasannya untuk mendoakan kami yang bertugas di lebanon sebagai pasukan penjaga perdamain PBB & UNIFIL MILITARY POLICE UNIT semoga tetap sehat selamat diberi kekuatan dan ketabahan,serta senantiasa dalam Lindungan ALLOH SWT..dan dapat kembali bertemu keluarga di purworejo tercinta. Amin 3X..
Matur Suwun Kabeh…
Wasalam W. W.
Best regard for all.
Mridan Tanta
UNIFIL-LEBANON.
[Reply]
Comment by Mridan Tanta — 18 June 2009 @ 11:34 pm
Assalamu’alaikum wrwb.
Buat warga purworejo sebaiknya jangan memvonis bersalah terlebih dulu terhadap kasus pak Kelik sebelum ada putusan hukum tetap, negara kita negara hukum jadi serahkan sepenuhnya masalah ini pada proses hukum yang ada.
walau sebenarnya saya sangat kecewa kalo memang dakwaan itu semua benar.berarti para pejabat pemerintah Purworejo tidak memperhatikan rakyatnya.
sedangkan pembangunan di Purworejo saja belum merata contohnya jalan menuju kedesa saya (Sukogelap),/dari desa Kalimeneng-Purbayan rusak parah dari dulu belum diperbaiki.
saya sekarang ga tinggal disana tetapi sering pulang kesana dan merasakan betapa rusaknya jalan itu.sedangkan jalan itu adalah akses satu-satunya Sukogelap-Kemiri.
harapan saya buat para pejabat Purworejo yang sedang berkuasa mohon pembangunan ditingkatkan sampai kedesa-desa,terutama jalan dan pengadaan air bersih untuk desa Sukogelap & sekitarnya.
[Reply]
Comment by manto — 21 June 2009 @ 1:28 pm
Hidup mas manto…!!! hidup…, anda lah satu2nya org yg mewakili suara kami… you are my inspiration? luck.. to be continue… wis ngantuk soale..
[Reply]
Comment by ar — 23 June 2009 @ 4:16 am
Assalamu’alaikum wrwb.
Buat seluruh warga purworejo tercinta kita harus bersabar atas kasus yang menimpa Bupati kita Pak Kelik Sumrahardi semoga kasusnya segera selesai sesuai dengan apa yang semestinya. saya berharap untuk para pemimpin di Purworejo tolong pembangunan di lanjutkan keseluruh pelosok desa termasuk kedesa saya (Sukogelap)jalan dari desa Kalimeneng-Purbayan dari dulu sudah rusak parah, katanya mau di aspal tapi kok diukur lagi diukur lagi sampai sekarang kapan realisasinya ya……………?tolong ditindak lanjuti donk pak!
[Reply]
Comment by mar — 29 June 2009 @ 8:06 pm
Assalamualaikum wr wb, tolong dengarkan suara2 kami, warga desa gunung teges, SUKOGELAP, wanurojo. dan kami pun msh dlm kedaulatan NKRI, yg brhak mndptkan ksjahteraan yg merata dr pemerintah pusat maupun daerah. dr jaman londo sampai michael jackson meninggal ttp saja desa kami kekurangan air, padahal air mrpkn sumber utama dlm khidupan. prnah sich dpt bantuan saluran air, yaitu 1. pengambilan sumber mata air dr daerah NGLAMAT BRUNO dg menggunakan pipa peralon 15 thn yang lalu ,,proyek gagal,,bisa diperbaharui,, yg nmny plastik hanya bersifat sementra,ya klu bantu kami jangan sementara to pak.karena kamipun jadi warga nkri tidak untuk sementara tapi untuk selamanya dn untuk anak cucu kami. 2. bantuan proyek di sukogelap 4thn yg lalu,,proyek gagal,, pengambilan sumber air dr bawah bukit yg sangat dlm,dengan hny memakai mesin diesel berkekuatan 20 pk yg shrusnya 3 kli lipat,sampai skrg tdak berjalan,klu jadipun hanya mencukupi 200 kk.,,apakah sebanding dgn biaya yg dikeluarkn.,, 3.proyek di ds wanurojo,sekarang, ,,proyek belum jelas,, kemarin kami mendaptkan laporan wrga yang memanfaatkan sumur tersebut ktnya sudah kering karena musim kemarau.berarti termasuk proyek gagal. berarti budaya kami yg selalu membeli air yg cukup mhal setiap musim kemarau berlanjut,klu pemerintah tidak untk memprhatikan nasib2 kami.sdangkan semakin tahun smakin berat dan besar kebutuhan hidup. itulah benak hti kami setiap waktu,dr warga gunung tgs,sukogelap,wanurojo. pak tolong kami…. kami butuh kesejahteraan.
[Reply]
Comment by ar — 3 July 2009 @ 1:36 am
Assalamu’alaikuw wrwb.
saya setuju yang disampaikan sama-rekan-rekan (mas manto,mar dan mas ar)itu semua yang kami rasakan hingga saat ini, padahal kami juga warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban. kewajiban kami diantaranya bayar pajak yang selalu kami bayar. hak kami sebagai warga negara yaitu menerima fasilitas dari pemerintah yang berupa pembangunan untuk mencapai kesejahteraan’ tapi apa yang kami dapatkan kesengsaraan yang dirasakan.sekarang musim kemarau sudah tiba yang artinya penderitaan kami semakin bertambah untuk hidup.tolong pak/ibu yang sedang berkuasa perhatikan nasib rakyat kecil seperti kami yang selalu kesulitan mencari air bersih dimusim kemarau, kami semua juga menginginkan hidup yang selayaknya sebagai warga negara yang merdeka……………..
[Reply]
Comment by arianto — 3 July 2009 @ 6:24 am
wes pinter2 ki cah2
[Reply]
Comment by edi cahyono — 8 July 2009 @ 8:49 pm
hotmik mulus silakan dicoba sblm rusak kembali ntar liburan pulkam aja pd
[Reply]
ar Reply:
July 11th, 2009 at 10:37 am
86…, liburan 10 8…
[Reply]
Comment by edi cahyono — 8 July 2009 @ 8:50 pm
Kepada kepala stasiun Kutoarjo
(Tulisan sebaris pengalaman)
Sebagai warga Kutoarjo (Purworejo) yang hidup dirantau tentu kalau pulang kampung ke Kutoarjo adalah kadang-kadang. Setahun sekali atau dua kali.
Liburan kemarin saya pulang kampung. Dari cerita orang rumah, bahwa sekarang ada kereta khusus, Prameks, dari Kutoarjo ke Jogya. Promosinya menarik: cepat, ekonomis, langsung turun di depan jalan Malioro.
Tertarik dengan segala promosi itu, kami sekeluarga memutuskan naik kereta tersebut. Dari info yang saya dengar, bahwa anak-anak di atas 3 tahun harus bayar penuh -biasanya anak2 (anak saya 5 th) untuk kereta api bayar setengah. Tapi karena peraturan Prameks begitu, saya juga mengikuti dengan senang hati.
Tapi yang membikin saya jengkel (mangkel), adalah, ternyata ada orang2 yang tidak beli karcis buat anak-anaknya yang seharusnya sudah harus bayar penuh, tapi cukup ngasih uang Rp 1500 (harga normal Rp7000) ke penjaga pintu karcis, dan mereka cukup dikasih karcis putih (seharus tiket kecil biru tebal, seperti tiket kereta Jabotabek).
Saya langsung berpikir dalam hati, ini sih perbuatan korupsi yang dilegalkan: karena sudah tahu prosedurnya bukan begitu!
Kiranya dengan pengalaman saya ini, pihak PJKA Kutoarjo berani ngambil sikap, untuk menindak dari oknum-oknum karyawan PJKA semacam itu, yang jelas2 itu bentuk korupsi, sebab uang tersebut tidak masuk ke kas Pemerintah. Atau sekalian diambil peraturan bahwa untuk anak2 bayar setengah harga saja. Saya harap pihak-pihak pengambil keputusan menindaklanjuti akan hal-hal yang tidak benar ini. Terima kasih.
[Reply]
Comment by Agus Siswoyo — 10 July 2009 @ 4:22 pm
Puji syukur kpd Allah swt, sekali lg bangsa ini tlah menyelesaikan pesta demokrasi dg tertib aman dan terkendali, meskipun msh terdapat beberapa pelanggaran tp itu msh dlm batas2 kwajaran dan tdk menghalangi berjalanya proses demokrasi. kami byk menaruh harapan kpd presiden terpilih agar dpt menjadi sosok pemimpin yg ADIL JUJUR dan BIJAKSANA, mampu mmegang amanah yg telah di percayakan oleh rakyatnya dg penuh rasa tanggung jawab, bisa mjd suri tauladan bagi rakyatnya. Dan bisa membawa bangsa dan negara pada kehidupan yg lebih baik. masih byk PR dan brbagai problem di negeri ini yg hrs secepatnya diselesaikan, setelah badai krisis ekonomi yg tlah memporak porandakan negeri kita sepuluh tahun yg lalu, ditambah lagi belakangan ini terjadinya krisis global diberbagai belahan dunia yg tentunya berimbas ke negara kita, dan itu menambah deretan panjang betapa kejadian2 itu telah berdampak kepada penderitaan yg begitu mendalam ditengah masyarakat terutama kami yg berada dilevel paling bawah. kenaikan harga kbthan pokok dan minimnya lapangan pekerjaan membuat kami smakin tdk berdaya, byk anak2 yg putus sekolah dan tidak bisa mndptkan pendidikan yg layak, sungguh ironis sekali, jd boro2 buat sekolah la wong buat makan aja harus ngutang. sebetulnya bkn hanya krisis ekonomi yg melanda negeri kita tp juga terjadinya krisis moral terutama yg menimpa oknum2 yg duduk di kursi pemerintahan, dimana mrk tlah lupa akan jati dirinya dan lupa atas amanah serta tugas dan tanggung jwb yg di embanya, sehingga byk di antaranya yg terjebak pada praktik2 tindakan2 yg sangat tdk terpuji seperti korupsi dan aksi memperkaya diri sendiri, sementara diluar sana msh byk msyrkt kita yg kelparan. kami hanya bisa berdoa mudah2an pemerintah mendatang dpt membenahi itu smua. AMIEN. dan dg unggulnya salah satu pasangan Capres dan cawapres berdasarkan hasil quick count saat ini, mudah2an bisa berdampak positif pd prkmbngan pembangunan sampai ke pelosok2 daerah, terutama didaerah kita purworejo khususnya pengaspalan jalan yg menuju desa kami sukogelap, wanurojo, gunung teges, purbayan. dimana sdh ber abad2 lamanya jln utama di desa kami dibiarkan rusak dan blm trsentuh aspal. pdhal kami sbg warganegara sdh memenuhi kwajiban kami dg mmbyr pajak, pbb dan yg lainya. jd wajar khan kl hak2 kami jg dipenuhi, trmasuk perbaikan jalan.
[Reply]
mar Reply:
July 11th, 2009 at 12:34 pm
halo ini ar mana ya?
[Reply]
ar Reply:
July 11th, 2009 at 7:21 pm
ky nya cm ada satu ar di sukogelap…
[Reply]
TO Reply:
October 22nd, 2009 at 10:25 pm
mas ardany yea maksudnya?
Comment by ar — 10 July 2009 @ 7:22 pm
baru2 ini memang pengaspalan jalan sdh sampai ke desa wanurojo, mudah2an bisa terus dilanjutkan sampai ke desa sukogelap, gunung teges dan purbayan. sebetulnya ada 2 hal yg sangat kami butuhkan yaitu pengaspalan jalan dan pengadaan air bersih, yg mana bila musim kemarau tiba desa kami selalu saja kekeringan dan kesulitan air, itu terjadi karena desa kami letaknya di sebuah pegunungan, perbukitan yg gersang. dimusim kemarau kami hrs mencari sumber air sampai ke bawah bukit turun dg brjalan kaki sampai kurang lebih 3 kilometer dg jalan setapak dan terjal. menjadi pemandangan biasa bila musim kemarau tiba para bpk2, ibu2 dan anak2, bahkan ibu hamil juga memikul sepasang ember menuruni bukit dan naik kmbali dg air didlmnya, tragis bukan? mudah2an segala permasalahan itu dpt segera teratasi. AMIEN…., to be continue….
[Reply]
sujatmiko Reply:
September 6th, 2009 at 6:32 pm
ya betul,kadang2 sy jga pengguna jalan tersbt
[Reply]
Comment by ar — 10 July 2009 @ 7:49 pm
My Facebook ; Dhany Ardan
[Reply]
Comment by ar — 11 July 2009 @ 10:24 am
Assalamu’alaikum Mas Meds kulo tiang Purworejo tulen alamatku nang Pancoran Jaksel. bade nunut sade griyo .Sanak-kadang ingkang bade tumbas griyo siap huni. monggo dipun serat alamatipun.
” PERUMAHAN KOMPAS UTAMA BLOK C2 NO. 9
LUAS 100 M2 RENOV. 95% AIR PAM.GARASI. 2 KM T SERTIFIKAT.HARGA PASEDULURAN Rp.175.000,-
Ingkang sami ngersaaken Hub kulo tlp. 021 794 6513.
HP. 0612919 6748. nuwun.
makasih Mas Meds
[Reply]
Comment by Budi — 17 July 2009 @ 9:51 am
kesupen alamate griyo
Wonten TAMBUN BEKASI JAWA BARAT
[Reply]
Comment by Budi Manuang — 17 July 2009 @ 9:54 am
Teringat masa kecilku, saat aku masih tinggal di Purworejo rasanya begitu rame oleh anak2 muda yang cerdas2 dan ramah dengan alam yang indah, sungai mengalir dengan air yang jernih dipenuhi dengan ikan ikan yang tak pernah habis tapi apa yang kita lihat sekarang?, ikan habis karena disebabkan oleh banyak hal, diantaranya banyak orang menebang pohon menanam. yang mengakibatkan sungai kering, benih ikan habis. lalu kemana anak muda yang ceddas itu?.
meraka terpaksa pergi meninggalkan kota Purworejo tercinta. itu disebabkan karena miminya lapangan pekerjaan, yang ada tinggal orang tua dan dan para janda yang ditinggal anaknya merantau mencari penghidupan dikota besar.
AKU PUNYA USUL UNTUK PEMKOT PURWOREJO.
- Bapak pemimpin Purworejo, Tolong usulkan ke pemerintah pusat untuk didirikan Universitas negeri di wilayah pedesaan Purworejo supaya nanti nilai rumah tinggal disana bisa lebih baik untuk bisnis kos-kosan misalnya.
- adakan penghijauan yang dilaksanakan dengan padat karya.
- lampu jalanan ke pedesaan dipasang supaya tidak terlalu gelap.
- Subsidi Transportasi ke pedesaan
Matur nuwun mudah mudahan saran saya salah satu aja direspon saya akan senang sekali
Dari saya yang mencintai Purworejo.
[Reply]
Comment by toro lor gedong — 21 July 2009 @ 5:18 pm
Ralat : Baris 4 -Banyak orang menebang pohon menanam.
Maksut saya banyak orang menebang pohon tapi tidak pernah menanam.
[Reply]
Comment by toro lor gedong — 21 July 2009 @ 5:28 pm
aslm..
saya Lis dr KTA. sy sdg kuliah di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI ciptat smt 3. saat ini sy sdg ksulitan keuangan. mo nanya, di pemda tu ada beasiswa ga? yg sy tau, pemda ada jatah bwat qt yg sedang menimba ilmu. klo ada, mhon bantuannya, persyaratannya apa j? knp slm ini tdk ada info sm sx mengenai hal ini? trima kasih ats bantuannya.
wslm..
[Reply]
Comment by Lis Purwanti — 31 August 2009 @ 11:34 am
Andai saja di purworejo ada gedung bioskop,maka..
ga perlu lg jauh2 k,jogja bwt nonton film terbaru,
saya pengen Purworejo memperhatikan kebutuhan anak mudanya, pemuda dan pemudi pwr kurang disaranai. jd bnyk deh yg pacaran d,t4 remang2,kebut2an,dll abis mw ngapain?
Mungkinkah Pemda Purworejo bisa bekerja sama dgn pihak lain utk menghidupkan kembali Bagelen cinema yg dlu dibakar krna memutar film2 porno, yg skarang jd gedung kosong (bnyk yg blang jd t4 porno)
terima kasih semoga Purworejo Maju.
[Reply]
Comment by andai — 20 September 2009 @ 11:51 pm
saya salah satu warga purworejo di perantauan (di Pekanbaru)mohon di lakukan penelitian terhadap penggunaan pestisida di daerah jalur selatan-selatan yang mayoritas pertaniannya palawija. Waktu lebaran kemarin kami melihat bahwa kondisi tanah sudah jenuh. Dalam jangka panjang ini akan merugikan petani. Mohon dikembangkan ke arah pertanian organik. Ajak perguruan tinggi seperti UGM, UNY, atau yang lain. Saya optimis mereka mau…
[Reply]
Comment by sudaeni — 16 October 2009 @ 7:56 am
Piye kabare konco2 smpn2 lulusan 85/86..ayo kapan podho ketemuan..
Yen nilik kasuse pak Kelik kuwi korban konspirasi.mugo2 sing becik ketitik sing ala ketara.
Yen ngomong bioskop bagelen,kuwi jaman cilikku nek riyaya dho nonton film warkop dki.wong manggonku nang ngeposan.saiki gedunge mlompong malah dadi ra karuan.yo nek ono budget APBD ben digawe gedung sing migunani..
[Reply]
Comment by wiwid genthong — 20 October 2009 @ 10:51 pm
apa dibaca ni saran dan kritiknya,,,,,,, kayaknya pejabate sibuk tho,,, mboh sibuk opo bae????????????? tuing tuing
[Reply]
Comment by dgfhghh — 7 November 2009 @ 9:59 am
maleesssssssssssssss ngomong pwr,,, padahal yo kotaku
[Reply]
Comment by dgfhghh — 7 November 2009 @ 10:00 am
dibikin blogger klo ndak ad tanggapan dr pemda jg percuma.
[Reply]
Comment by slamet — 25 November 2009 @ 8:21 pm
KEPADA YTH BPK BUPATI,KAMI SANGAT PRIHATIN DG KONDISI DESA WONOYOSO KEC PITURUH.YG DOSA SIAPA?DESA KECIL TP TATANAN PEMERINTAHANNYA KELIHATANYA SEMRAWUT.SAMPAI MASALAH BENGKOK KEPALA DESA.TLG DIBANTU UTK PENTELESAIANYA.SDH KE BPK CAMAT TP HASILNYA NIHIL HIL.TERIMA KASIH.
[Reply]
Comment by slamet — 25 November 2009 @ 8:33 pm
Dinas pariwisata…., coba kreatif ! bangun sarana pariwisata ketawang, keburuan, jatimalang, congot dengan lebih serius. Pasukan bodrex yang bukan petugas dari pemda dilarang ikut – ikutan berperan dalam pintu masuk maupun parkir. Ciptakan suasana aman dan nyaman. Saya yakin kita tidak kalah menarik dengan wisata kota yogya maupun kebumen. Dengan banyaknya pengunjung maka PAD daerah purworejo akan meningkat tajam, ayo gali pendapatan daerah dari obyek wisata bukan dari pajak rakyat.
[Reply]
Comment by Kelik — 26 November 2009 @ 10:12 pm
setuju Mas Kelik,contone pintu masuk wisata jatimalang, sing narikin duit berjibun,duite nguap mbuh nang endi opo dimakan demit.oalah kesempatan dalam kesempitan.
[Reply]
Comment by Wahid Pamudji — 27 November 2009 @ 6:38 pm
KEPADA YTH BUPATI PURWOREJO
MOHON JALAN ANTARA NGABEAN DUKUH KEDUNGSARI – WONOROTO DIASPAL SERTA IRIGASI YG TIDAK MEMADAI TOLONG DIPERBAIKI TERIMA KASIH…..
Heru pamungkas warga ngabean dukuh kedungsari purworejo sekarang merantau di karawang
[Reply]
Comment by HERU PAMUNGKAS — 11 December 2009 @ 11:35 am
[...] Usul ke PEMDA [...]
Pingback by Blog Komunikasi Blogger Purworejo Jawa Tengah – Indonesia « feeds.bloggerpurworejo.com — 25 December 2009 @ 11:00 pm
Ass..mo usul buat pemda porjo..aku lahir di desa berto,sudorogo kec.loano..jalannya jelek banget.sejak aku lahir pe umur aku 24 tahun ini,jalannya masih tetap dengan kondisi sama.mirip kali asat juga mirip kubangan kerbau kalau musim ujan.meski aku tinggal di bener,tapi aku sering nengokin tanah kelahiran aku itu..mbokya dibenerin napa,jangan cuma aspal teplok yang langsul luntur kalo ujan turun.kenapa cuma jalan yang kearah kaligesing yang diaspal bagus,yang dari desa ngelo menuju berto bener2 parah!!!!heran deh,gimana mau maju kalo sarana & prasarana aja ga dibenahi???
[Reply]
Comment by solikhah — 31 December 2009 @ 11:59 pm
pemda purworejo…
blokir donk situs porno di pourworejo gitu aja ga bisa
http://q-kliping.blogspot.com/
[Reply]
Comment by singgih — 11 February 2010 @ 9:54 pm
KEPADA SELURUH WARGA DAN PEMERINTAH PURWOREJO SAYA MENGUSULKAN TENTANG ADANYA PURWOREJO RESCUE.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN DARI PURWOREJO RESCU ADALAH UTUK MENJADI BAGIAN DARI MASARAKAT PURWOREJO DAN SEKITARNYA YANG SIAP SIAGA DALAM MEMBANTU DAN MENGINFORMASIKAN KEADAN SEKITAR SERTA BERPERAN SEBAGAI COMMUNITAS MASARAKAT.
BAGI REKAN2 YANG BERSEDIA UNTUK BERGABUNG SILAHKAN HUB. YM. guntur84_pwr e-mail. guntur84_pwr@yahoo.com
[Reply]
Comment by guntur — 23 February 2010 @ 11:23 am
Pak Bupati, tolong jalan dari tursino ke desa dilem tepatnya pamriyan dibangun
[Reply]
Comment by utami — 24 February 2010 @ 1:22 pm