Ballada Hitam Manis
August 15th, 2010 | by: Riyadi
BALLADA HITAM MANIS “hidupkan semata jejak di trotoar-trotoar deru tersenyum simpul menganyam rindu bersolek sederhana meminang gula-gula semakin hitam semakin manis” … aku lahir dari rahim perawan musim ketika panen terperangkap jembatan matahari menyeberangi lautan padi dari desa ke desa….. Read More
home | Categori: kuliner,puisi | Tags: kuliner, puisi| 2 Comments »
Puisi-Puisi Riyadi
June 3rd, 2010 | by: Riyadi
Ballada Sungai Urban aku datang dari balik bukit pagi meminang senyummu di antara rimbun cahaya nurani masihkah teringat sungai romantis yang kauseberangi hingga kini riak dan bisikmu masih kusimpan di telinga pagi riuh sungai adalah sorak masa lalumu yang aku….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: puisi| 1 Comment »
KARTINI
April 21st, 2010 | by: Riyadi
KARTINI gerimis riuh menebang malam pagimu datang tak berpeta di antara reruntuhan peradaban kelam kemana jasamu menimang bangsa engkaukah bintangku yang hilang saat transaksi ricuh di pasar pagi dirimu berpesta dengan nasib sendiri di antara kodrat dan harapan – kartini….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: puisi| 3 Comments »
Purworejo Ditelan Hujan
April 4th, 2010 | by: Riyadi
Purworejo Ditelan Hujan (Puisi : Riyadi) Deru pecundang kembali bergema lantang. Barikade angin berontak menampar nampar malam. Garis garis hujan tak henti merajam jalanan. Kutatap dirimu terkapar dalam genangan rindu yang mencekam. Rimbun gelap menyekap tanah tanah jejak malam. Wahai….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: puisi| No Comments »
Geguritan
March 29th, 2010 | by: Riyadi
DHAPUR PRING APUS rerambatan dhapur pring apus persasat ati saya mupus candrane blekithi jumangkah anggro sru sumbar ing jaban rangkah kalimput ing lugut-lugut prandene tan kengguh ing pakewuh lumarap mrambat rantap-rantap rintip ngibrit ngambah carang-carang anganthi rowang denceng-dencengan mbreganggang wewara….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: Geguritan| 2 Comments »
Pematang Malam
March 3rd, 2010 | by: Riyadi
Pematang Malam kembali dari kampung sawah ladang meniti garis rumit menuju rumah rindu terbayang wajahmu menghadang di pematang pada gerimis penggores abjad malam kubacakan ayat-ayat asing keagungan berkaca pada bilah kalbu larut menujumu berhenti pun aku tak sanggup melupakanmu kampungku….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: puisi| 1 Comment »
Hatiku Saat hujan
February 18th, 2010 | by: budiqof
Deras hujan terus mengalir Gelap malam berteman petir Cerianya katak bermain air bersama sesama nyanyikan syair Harap cemas kapankah berakhir Badan menggigil bibir mencibir Detik demi detik bergulir Harap fajar segera hadir Indahnya mentari akan tergelincir Berawan putih langit terukir….. Read More
home | Categori: puisi | No Comments »
Mengapa Kau tegur kami ?
September 10th, 2009 | by: purwanto agus
I Suara takbir, istigfar terselang jerit dan tanya yang merongga tersirat ada ketakutan dan penyesalan termenung, binggung dan gagap ketidaktahuan dan ketidakmauan meratakan seluruh sanubari antara doa, dosa dan kata hati ( rerumputan desir angin dedauanan lambaian tangan yang dingin….. Read More
home | Categori: blog,puisi | 2 Comments »




