Kembali ke INDONESIA RAYA

  1 - Jun - 2014 -   indra.ngombol -   5 Comments »
foto ofKembali ke INDONESIA RAYA

indonesia_raja

 

Hiruk pikuk politik akhir akhir ini telah memanaskan situasi di kalangan masyarakat. Terakhir saat Pemilihan presiden, isu isu yang berkembang di masyarakat menjadi sangat liar dan membuat resah rakyat yang cinta damai

 

Padahal prinsip dasar Pilpres adalah memilih pemimpin. Rakyat tinggal melihat siapa calon calonnya, bagaimana prestasi dan kegagalannya di masa sebelumnya, sehingga kita bisa memutuskan layak kah calon ini dipilih atau tidak.

 

Berbagai upaya untuk merubah opini publik mulai bermunculan, dan yang membikin muak adalah santernya  isu isu berbau SARA, isu yang selalu saja bikin suasana tenteram menjadi gerah dan memanas.

 

Lupakah kita bahwa semuanya adalah rakyat Indonesia. Seharusnya saat kampanye kita tetap sibuk menyanyikan “dari sabang sampai merauke” , dan dilanjutkan lagu “ Indonesia Raya” yang semuanya menyuarakan persatuan, kesatuan , dan semangat bersama untuk mewujudkan negara yang damai, berdaulat, dan menyejahterakan rakyatnya.

 

Tidak ada gunanya terus terusan membicarakan perbedaan yang mengarah ke perpecahan. Pemilihan Presiden cukuplah menjadi sarana melihat seberapa besar mereka mampu meyakinkan rakyat atas program-programnya. Apakah program itu hanya sekedar omong kosong atau bisa dibikin menjadi nyata, silakan melihat prestasi prestasi mereka sebelumnya

 

Rakyat Indonesia harusnya lebih dewasa. Sudah hampir 69 tahun usia negeri ini, masih saja mudah dibikin rusuh oleh para pemecah belah bangsa. Dewasalah, berfikirlah, lalu PILIHLAH

Category: blog,motivasi,sejarah, Tags: ,, , , | posted by:indra.ngombol


5 Responses to “Kembali ke INDONESIA RAYA”

  1. slamet wijadi says:

    Mas Indra, betul sekali, demi meraih kekuasaan semua dihalalkan sepertinya lupa bahwa kita sesama saudara sebangsa. Masyarakat dibuat bingung dengan kampanye hitam yang tingkatnya sudah “gila-gilaan”. Saya mengalami semua Pemilu sejak tahun 1955, namun kayaknya cara-cara yang dulu mereka gunakan dalam kampanye tidak separah sekarang, sudah “habis-habisan”. Lupa pada cita-cita para Founding Fathers dan Perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Lupa juga pada pesan yang terkandung dalam nyanyian Indonesia Raya. Wassalam.

    • msdani says:

      Assalamualaikum wr, wb Eyang Slamet Wijadi, saya dani putra Bp.Yunus semarang, saya mau memberitahukan berita lelayu yang terjadi pada tanggal 23 Juli 2014 kemarin, mungkin eyang Slamet belum dengar kalau Pakde Jarno ngaglik yang mantan lurah dan juga keponakan Eyang Slamet sudah berpulang ke Rahmatullah tgl 23 kemarin, ya Pakde Jarno wafat karena sakit eyang, semua keluarga sudah datang kemarin, ini saya sekedar memberitahukan kepada eyang kalau-kalau eyang Slamet belum dengar. dan kalau Eyang btuh informasi silahkan Eyang hub keluarga di susuk atau ngaglik, trimakasih

  2. kasiyat says:

    sekolah sekarang yang diutamakan bahasa inggris , katanya kalau bisa bahasa inggris bisa kenal dunia,sedangkan pelajaran akhlak / moral sama sekali tak dikedepankan makanya sekarang generasi mudah banyak yg kuarng mengerti etika dalam pergaulan bermasyarakat,bahkan banyak pula yg merasa lebih mumpuni daripada gurunya sendiri. dan gampang sekali tersulut amarah. kayaknya untuk kembali lg dimasa lalu dimana kehidupan bermasyarakat yg mengedepankan gotong royong serta saling menghargai sesamanya mulai pudar.slam kagem mas Indra ngombol , ugi kagem pak Slamet Wijadi.wslm

  3. Gunarso Ts says:

    Anak muda sekarang memang banyak yang tidak beretika. Ketemu tetangga sendiri, mlirik thok,tak mau bertegur sapa. Apa di sekolah tak diajarkan lagi tatakrama semacam itu? Padahal di th 1970-an, yang naik sepeda pun pasti akan turun dari sepeda untuk menghormati pinisepuh yang ketemu di jalan. Ucapan “tindak pak” atau “tindak bu” akan selalu menyertainya.

  4. SiCupu says:

    semoga Indonesia kembali ke INDONESIA RAYA. Jujur saja saya juga sudah bosan mendengar berita dan isu SARA sebelum dan sesudah PILPRES. Semoga presiden terpilih kali ini bisa membawa Indonesia kearah yang lebih baik dan tidak ada lagi perpecahan akibat pilpres kemarin. Salam INDONESIA RAYA

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Google ngeDance, Blog Purworejo Hilang Dari Index

23 - May - 2008 | meds | 6 Comments »

KENANGAN NGLONJO DARI WINGKO KE PURWODADI

27 - Jun - 2011 | Mbah Suro | 8 Comments »

JePang..Menambah Sistem Monitoring GemPa dan Tsunami, Indonesia Kpn??

5 - Jul - 2008 | happyjuice | No Comments »

MUDIK LEBARAN

23 - Sep - 2008 | massito | 6 Comments »

Undangan Mengisi Blog

23 - Aug - 2007 | meds | 7 Comments »

Related Post

Ayah yang Menakjubkan

9 - Apr - 2010 | Anu Dhihasto | 3 Comments »

Membangun Purworejo dari penciptaan blogger desa

6 - May - 2013 | indra.ngombol | 11 Comments »

Tahta Sang Putri

25 - Feb - 2010 | sugeng Ikasapala | 1 Comment »

CERITA TENTANG WORTEL, TELUR DAN KOPI

27 - Dec - 2009 | Anu Dhihasto | 6 Comments »

SOICHIRO HONDA

14 - Jan - 2010 | Anu Dhihasto | 1 Comment »

Related Post

Awal mula tarian dolalak

2 - Feb - 2009 | agus | 26 Comments »

Kembali ke INDONESIA RAYA

1 - Jun - 2014 | indra.ngombol | 5 Comments »

Purworejo Berumur Lebih dari 1000 tahun?

23 - Jan - 2009 | geblex | 9 Comments »

© copyleft - 2014 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net