Hamil dan Resikonya ( Kontraksi yang Menyakitkan )

  16 - Mar - 2014 -   slamet_darmaji -   2 Comments »

Ada bermacam-macam resiko pada wanita hamil, menurut ku :

Pertama resikonya, melahirkan dan punya anak, he he he “yang ini paling membahagiakan “.

Kedua resikonya, ngidam ingin sesuatu yang aneh-aneh susah didapat, kadang menjengkelkan, kadang nyleneh, kadang lucu, kadang bikin geregetan, kadang pengen ngerjain suaminya, seperti dalam ceritaku berjudul “Kopi Blungkeng”.

Ketiga resikonya, KONTRAKSI yang menyakitkan.

Keempat resikonya, keguguran atau melahirkan namun kehilangan sang janin.

Kelima resikonya fatal, keguguran atau melahirkan namun kehilangan nyawa dua-duanya, yaitu janin dan ibunya “yang ini paling mengerikan”.

Aku bukan dokter kebidanan, aku hanyalah seorang Darmaji yang punya istri pernah hamil, pernah ngidam, pernah melahirkan, apa yang aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi, cerita teman, melihat tayangan di Youtube, bergaul atau ngobrol tentang orang hamil bersama teman-teman perempuan, dan membaca di internet.

Aku tak bisa cerita sedetil dokter kandungan namun aku hanyalah sedikit bercerita tentang wanita hamil, sebatas yang aku tahu.

Bagaimana trik atau cara jitu untuk orang bisa cepat hamil, ternyata tak banyak diketahui oleh pasutri yang ingin segera punya anak, ketika istriku hamil banyak pertanyaan dari teman teman istriku yang bertanya, bagaimana caranya supaya bisa cepat hamil ?

Ternyata faktor psikologis juga mempengaruhi seseorang untuk bisa hamil, setres, terlalu capek bekerja, atau faktor ekonomi dari pasutri yang dinyatakan subur dan tidak mandul.

Faktor psikologis contohnya aku sendiri, ketika awal aku menikah ingin segera punya momongan, ternyata aku tertunda sampai dengan empat bulan, hinga istriku bisa hamil, awal aku menikah dulu, aku dan istriku masih sama-sama nganggur, aku sedang tak ada Proyek, istriku juga sudah terlanjur keluar dari pabrik karena harus mengurus pernikahan di kampung halaman, meskipun aku punya tabungan yang cukup selama tak bekerja, namun itu sangat mengganggu pikiran aku dan istriku, baru setelah aku mendapatkan pekerjaan, juga istriku mulai berjualan meski hanya kecil-kecilan, istriku hamil di bulan keempat setelah menikah.

Salah satu cara supaya cepat hamil adalah berhubungan sex ketika masa subur pada wanita, yaitu adalah hari ke 14 sampai dengan hari ke 16 dihitung sejak pertama menstruasi, keterangan itu bisa dibaca jika kita membeli alat tes kehamilan di toko-toko terdekat, juga jika kita bertanya pada dokter kandungan atau dokter kebidanan, cara yang itu juga tak banyak diketahui oleh pasutri saat ini.

Bercerita tentang KONTRAKSI pada kehamilan, aku punya teman yang pernah mengalami kontraksi pada awal kehamilan saat usia kehamilan 2~4 bulan, sebut saja namanya Poniti teman perempuanku sama-sama orang Purworejo, yang dilahirkan pada hari pasaran Pon, maka namanya menggunakan awalan kata Pon.

Siang itu Poniti sedang berkunjung kerumah temannya dalam rangka menjenguk teman yang baru saja melahirkan, usia kehamilan Poniti baru 2 bulan, kebetulan Poniti ingin menumpang ke toilet untuk buang air kecil, “ pada awal kehamilan biasanya para ibu sering buang air kecil ” ketika Poniti jongkok hendak pipis, dilihatnya ada binatang kadal di dalam kamar mandi, maklum di kampung kamar mandinya tak terlalu tertutup rapat hingga binatang dari luar leluasa masuk, Poniti kaget juga takut akan binatang itu, tiba-tiba kadal lari kearahnya sehingga Poniti tambah takut juga kaget buru- buru ia lari keluar dari toilet sambil meloncat, tak sadar bahwa ia sedang hamil muda, gara-gara takut binatang kadal dan meloncat, Poniti mengalami kontarksi yang pertama.

Poniti dirawat di RSIA di Purworejo ( Maaf tidak perlu saya sebut nama RSIA itu ), rasa sakit teramat sangat di perut disertai pendarahan, membuat Poniti tak boleh bergerak dari tidurnya, ia tidur terlentang tak boleh geser sedikitpun, juga tak boleh miring, hingga tujuh hari Poniti baru boleh menggerakan tubuhnya dimulai dari boleh miring dan seterusnya, ketika sudah tak terasa sakit baru boleh bergerak.

Hari ke delapan Poniti masih dirawat, pagi itu datang seorang perawat ber perawakan besar alias subur yang ingin mengganti sprei tempat tidurnya, namun si perawat dalam mengganti sprei dengan cara menarik begitu saja sprei itu sementara Poniti masih diatasnya, meski Poniti sudah melarangya dengan alasan ia bisa jatuh, namun si perwat tetap nekat dan sprei ditarik kuat-kuat hingga Poniti benar terjatuh dari atas ranjang, belum sembuh dari kontraksi pertama Poniti mengalami kontraksi yang kedua, rasa sakit yang teramat sangat disertai pendarahan kembali ia rasakan, Poniti kembali tak boleh bergeming dari tidur terlentangnya, demi si jabang bayi Poniti rela menjalani semua itu, ketika dokter datang memeriksa Poniti menceritakan kejadian sesungguhnya, atas perlakuan perawat yang tak menghargai pasien, tak lama si perawat langsung diberhentikan dari pekerjaan karena kecerobohannya dalam bekerja, tujuh hari kemudian Poniti dinyatakan sembuh dan boleh pulang dengan catatan lebih berhati-hati.

Lima hari kemudian Poniti mengendarai Motor, kali ini agak ngebut seperti kebiasaanya yang tak bisa pelan, pas melewati jalanan berlubang yang tergenang air hujan, Poniti tak menyangka jika itu lubang yang dalam, Poniti kembali terkena goncangan yang keras hingga Poniti dinyatakan mengalami kontraksi yang ketiga, Poniti kembali dirawat di RSIA, di RS Permata sebelah barat alun-alun Purworejo, kali ini agak parah, hingga dokter Drajat berpesan sebisa mungkin untuk dipertahankan, diberikan obat penguat janin tiga butir yang harus diminum sehari sekali, jika dalam tiga hari pendarahan tak berhenti maka harus dilakukan kiret, hanya doa yang bisa ia lakukan dengan menerima dan harus bersabar tidur terlentang tak boleh bergerak sedikitpun, Tuhan masih melindunginya pendarahan berhenti, namun hingga lima belas hari Poniti harus berbaring di rumah sakit, kembali janin bisa dipertahankan dan dinyatakan sembuh.

Satu minggu kemudian anak pertama Poniti yang masih kelas satu SD mengalami kecelakaan, hingga harus dirawat di Rumah sakit karena cedera kepala ringan, menjelang sembuh si anak menjadi kolokan minta di gendong Ibunya, sebenarnya terlalu beresiko bagi Poniti dengan kondisi hamil muda harus menggendong anaknya yang bukan lagi seorang balita.
Kehawatiran Poniti benar terjadi, anaknya dalam gendongan meronta-ronta karena minta sesuatu, hingga kakinya membentur perut Poniti dengan keras, benturan keras itu membuat Poniti mengalami kontraksi keempat kalinya.

Untuk yang keempat kalinya kembali Poniti dirawat di RSIA Permata, dengan penuh kehawatiran akan keguguran janinnya, dokter Drajat pun kembali memberitahukan jika pendarahan tak berhenti dlam tiga hari, maka harus dilakukan kiret, namun dokter Drajat tetap berusaha semaximal mungkin dengan seperti sebelumya Poniti diberikan obet penguat janin tiga butir untuk diminum dalam tiga hari, dan untuk keempat kalinya kandungan Poniti masih bisa dipertahankan setelah dirawat itensif selama lima belas hari.

Selain kontraksi Poniti juga mengalami mual-mual hingga tak bisa makan, hanya makanan tertentu saja yang dapat diterima oleh perut Poniti hingga usia kehamilan masuk dalam empat bulan, setelah itu kembali Poniti dapat makan normal seperti biasanya justru cenderung ingin makan lebih banyak.

Menunggu dalam masa hamil bagi Poniti sangat menegangkan karena rentan terhadap gangguan yang sifatnya dari luar atau dari dalam, namun hingga masa melahirkan Poniti dapat melalui meskipun dengan susah payah.

Pada saat genap sembilan bulan Poniti harus melahirkan dengan cara operasi Caesar karena faktor usia yang tak lagi muda, saat itu usia Poniti sudah menginjak 41 tahun, Proses kelahiran berjalan lancar, Poniti bisa melahirkan anak keduanya meski dengan perjuangan yang begitu berat, dan biaya yang tak sedikit, semua sudah terbayarkan, usia bayi Poniti saat ini sudah menginjak lima bulan.

Itulah sedikit cerita tentang kontraksi dalam kehamilan, namun aku tak akan bercerita tentang resiko yang keempat dan kelima, karena itu sangat menyedihkan jika terjadi pada siapapun, dalam kesempatan yang lain semoga aku dapat bercerita lagi, meski berbeda versi.

Semoga ceritaku dapat menjadi sebuah peringatan atau pun pelajaran bagi pasutri yang ingin segera hamil dan mempunyai anak.

Tehnologi kedokteran saat ini sudah semakin canggih, berusaha dengan mengedepankan logika serta di iringi Doa adalah cara terbaik untuk menghadapi masalah dalam kehamilan, selalu ingatlah bahwa “Gusti Allah ora Sare”.

Salam

S. Darmaji, 07 Maret 2014

Category: blog, Tags: | posted by:slamet_darmaji


2 Responses to “Hamil dan Resikonya ( Kontraksi yang Menyakitkan )”

  1. Adi Degreen says:

    Asslamualaikum”" sugeng ndalu mas Slamet,, Membaca tulisan sampeyan , saya jadi teringat pengalaman saya juga. Akhir tahun 2005 saya punya anak yang pertama. ketika itu perut istri saya sudah berasa ingin lahiran ( wis pembukaan ) ketika itu saya masih tinggal di daerah Cibubur. Kata bidan ketika itu, di vonis harus di Cesar ( di bedah )karena sesuatu hal. padahal ketika itu sudah jam satu malam. Akhirnya saya membawa di ke rumah sakit di daerah itu. Ketika pembukaan itu saya menunggui istri saya dengan harap2 cemas. Dia menangis mungkin karena menahan sakit, juga berulangkali meminta maaf kepada saya, saudaranya dan ibunya atas segala kesalahan yang dia perbuat selama ini. Tentu ini membuat saya jadi deg-degan. Apalagi ini kelahiran anak saya yang pertama. Namun Alhamdulliah semua dapat berjalan dengan lancar. Bila terinagt itu semua saya jadi terinagt betapa ibu kita dulu mempertaruhkan nyawanya untuk kita. Matur nuwun. Cerita yang bagus.

  2. Mas Adi

    Terimakasih sudah mampir, hanya bercerita tentang pengalaman pribadi juga pengalaman teman, semoga bermanfaat juga semoga menjadi “pepeling”, bahwa proses dari mengandung sampai persalinan adalah penuh perjuangan dengan pertaruhan nyawa Ibu maupun janin,,,Nuwun

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

PAHLAWAN DEVISA

21 - Aug - 2009 | massito | 12 Comments »

Heboh Katolik di Musim Kampanye

29 - Jun - 2009 | masdodi | 9 Comments »

Resensi Buku

21 - Nov - 2009 | Riyadi | 1 Comment »

Sopir Taxi Purworejo

25 - Mar - 2009 | slamet wijadi | 16 Comments »

Hipertensi

15 - Aug - 2009 | sugeng Ikasapala | 10 Comments »

© copyleft - 2014 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net