Hamil dan Resikonya ( Bayi di bawa makluk Halus )

  25 - Mar - 2014 -   slamet_darmaji -   4 Comments »

Ada bermacam-macam resiko pada wanita hamil, kali ini aku menulis adalah versi Jaman Dulu, untuk melengkapi tulisanku sebelumnya, “ Kontraksi yang Menyakitkan “ berikut resiko kehamilan versi jaman dulu yang masih sama menurut pendapatku, tanpa mengurangi rasa hormat dengan yang berbeda pendapat sbb :

Pertama resikonya, melahirkan dan punya anak, he he he “yang ini paling membahagiakan “.

Kedua resikonya, ngidam ingin sesuatu yang aneh-aneh susah didapat, kadang menjengkelkan, kadang nyleneh, kadang lucu, kadang bikin geregetan, kadang pengen ngerjain suaminya, seperti dalam ceritaku berjudul “Kopi Blungkeng”.

Ketiga resikonya, KONTRAKSI yang menyakitkan ( Seperti dalam ceritaku sebelumnya )

Keempat resikonya, keguguran atau melahirkan namun kehilangan sang janin ( Cerita dibawah ini )

Kelima resikonya fatal, keguguran atau melahirkan namun kehilangan nyawa dua-duanya, yaitu janin dan ibunya “yang ini paling mengerikan”.

**********

Orang hamil jaman dulu ( Orang Jawa ) banyak sekali pantanganya, selain makanan atau buah-buahan yang ada juga dalam ilmu kedokteran, juga pantangan yang kadang tak masuk dia akal, karena berhubungan dengan hal mistis atau hal goib yang tak semua orang tahu, tak semua orang bisa mengerti, serta tak dapat dibuktikan secara ilmiah, ilmu kedokteran di jaman ini.

Berbagai pantangan diantaranya omongan yang tak boleh kasar, atau omongan yang jelek baik si ibu hamil maupun suaminya, atau jika ingin melakukan kegiatan yang mencelakai atau membunuh binatang atau menyembelih binatang, memotong sesuatu baik makluk hidup ataupun pepohonan, jika terpaksa harus melakukan hal itu maka harus mengucap dulu dengan kata “ amit-amit jabang bayi “ atau bisa diterjemahkan sebagai kata permisi kepada si jabang bayi, bahkan melihat sesuatu yang sifatnya tidak baik supaya tak ingin menularkan kepada si jabang bayi, juga harus mengucapkan kata “amit-amit jabang bayi”, contohnya melihat Bencong “ amit amit jabang bayi “ supaya anaknya nanti tidak ketularan jadi seperti Bencong, dan lain-lain.

Bagi ibu hamil harus membawa sesuatu untuk memproteksi dirinya dan si jabang bayi dari gangguan makluk halus dan sebangsanya, seperti membawa Dlingo dan Bangle, bawang putih, membawa pisau lipat kecil, membawa gunting lipat kecil, membawa sapu lidi aren, dan lain-lain.

Semua itu adalah budaya ( orang Jawa ) yang sudah turun temurun, dan aku yakin ada sebabnya juga ada maknanya, mengapa orang tua kita dulu menganjurkan seperti itu, meski secara ilmu ilmiah di jaman sekarang ini bisa dikatakan tak masuk di akal.

**********

Cerita ini aku melihat sendiri bagaimana seorang Ibu kehilangan bayinya yang menurut ilmu kedokteran sangatlah bisa di jelaskan penyebabnya, namun secara goib juga orang punya pendapat lain tentang penyebab kematian si janin.

Saudara sepupuku yang tinggal di Bekasi keguguran anak yang kedua, kata saudaraku yang lain, “ mbak Sum itu kalau dibilangin susah, maghrib-maghrib jangan keluar rumah, disuruh membawa gunting lipat kecil nggak mau, trus pas melihat binatang bebek mati juga dia berkomentar dengan kata-kata mati disebutkan beberapa kali tanpa mengucapkan “amit-amit jabang bayi”, benar saja kalau anaknya dalam kandungan meninggal karena diambil makluk halus”, kata mbah dukun urut bayi yang asli betawi itu setelah melihat si jabang bayi yang tak bernyawa itu “ ini mah, ketemper namanya “ alias dibawa makluk halus .

Sementara dokter mengatakan si bayi tak mendapat masukan oksigen yang cukup hingga menyebabkan kematian, dilihat dari warna biru pada muka si mayat bayi itu, Allahualam.

**********

Adalagi cerita tetanggaku kontrakan di Bekasi juga yang pada waktu itu katanya ada seseorang pemuja setan ingin cepat kaya dengan jalan pintas yaitu cara mencari pesugihan yang memerlukan tumbal “anak angkrem” atau bayi dalam kandungan.

Tetanggaku yang lain, Ibu hamil tujuh bulan yang mengeluh menderita keputihan hingga cairan yang keluar dari vagina itu berwarna hijau dan bau, temanku sesama ibu sudah mengatakan coba diperiksakan ke dokter kebidanan karena itu berbahaya, cairannya sudah berwarna hijau dan bau, namun ia tak menghiraukan, bahkan malah periksa ke Mbah dukun yang dianggapnya leibih tahu dan berpengalaman, akhirnya si jabang bayi meninggal dalam kandungan alias keguguran.

Ketika ada beberapa ibu hamil yang tinggal disekitar rumah orang yang dikatakan punya pesugihan mengalami keguguran bayinya, lalu dihubungkan dengan orang yang punya pesugihan itu, namun orang-orang para tetangga tak punya bukti yang dapat membawa orang itu ke pengadilan karena tak ada bukti ilmiah.

Itulah sedikit cerita tentang kehilangan nyawa bayi dalam kandungan alias keguguran, entah apa penyebabnya yang pasti, mereka sendiri tak ingin tahu lebih dalam, para tetangga hanya menghubung- hubungkan saja dengan hal-hal bersifat goib, yang susah untuk dibuktikan, namun mereka tak dapat berbuat apa-apa selain merelakannya.

Meski jaman sudah berganti semakin canggih, dimana kita bisa memanfaatkannya supaya lebih mudah, lebih aman, lebih terjamin, lebih sehat, namun masih ada diantara kita yang mempunyai keyakinan yang berbeda dalam menghadapi dan menyikapi suatu masalah khususnya kehamilan, inilah perbedaan yang seharusnya kita hormati serta syukuri, bukan sebagai bahan untuk perdebatan dan terpecah belah, akhirnya semua kembali kepada kepercayaan dan keyakinan diri kita masing-masing, “ yakin kepada diri kita sendiri, akan membuat kita lebih tenang ”.

Semua yang terjadi berhubungan dengan hidup dan mati adalah misteri, hanya Tuhan yang Maha Tahu segalanya, hingga aku hanya bisa berdoa semoga kesedihan seperti cerita diatas tak terjadi pada aku dan keluargaku “ amit-amit jabang bayi, salah siji seng nglakoni ”.

Salam

S. Darmaji, Bekasi, 12 Maret 2014

Category: blog, Tags: | posted by:slamet_darmaji


4 Responses to “Hamil dan Resikonya ( Bayi di bawa makluk Halus )”

  1. Jimy says:

    Memang orang Jawa banyak pantangannya mas. Kadang-kadang nggak masuk akal. Namun itulah budaya, yang kadang sudah berakar sampai dengan sekarang. Tergantung kita mensikapinya. Nuwun.

    • IBU SITI AISYA says:

      Saya Atas nama IBU SITI AISYA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<>> saya menang togel (150,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.

  2. Adi Degreen says:

    Assalamualaikum wr,,wb,,, Mas Darmaji ini pengalaman saya ya,,Pernah ketika istri saya hamil anak yang pertama, ketika itu saya diminta oleh tetangga saya untuk menyembalih ayamnya. Karena saya ( maaf ) tidak percaya dengan yang di pantang2in itu, saya tetap mau menyembalih ayam itu. Malah tetangga saya yang nyuruh saya itu malah di omelin oleh ibu2 di sana. Katanya ” Kamu nyuruh orang nyembelih ayam padahal istrinya sedang hamil. Emang kamu mau tanggungjawab kalau ada apa2? Namun alhamdulillah anak saya sehat, lancar . Masalah sugesti dan kepercayaan itu pilihan seseorang. yang penting sebelum melakukan sesuatu kebaikan bacalah BISMILLAH HIRROHMAN NIRROHIM. Salam Adi Degreen.

  3. baru baca judulnya udh merinding ihhh

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2014 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net