Cerita sang mantan penjual Baso

  21 - Jan - 2014 -   slamet_darmaji -   2 Comments »

Satu saat di daerah Bekasi aku bertemu dengan penjual tape keliling dengan gerobak doronganya, namun ketika mendekat aku kaget melihat tangan kanannya yang terluka, luka seperti penyakit kadas, seperti mengelupas dari pergelangan hingga jari-jari ?..

Akupun ingin tau dan bertanya,,

Aku : Bang tangannya itu kenapa ?
Abang : Ini mas, saya dulunya dagang baso,, gara-gara bahan kimia yang saya pakai tangan saya jadi begini,,saya sudah berobat kemana-mana dan habis banyak hingga saya beralih menjadi jual tape,..karena modal saya juga habis buat berobat tangan saya ini,,dulu saya sudah punya kios sendiri dan rame,,tapi sekarang sudah habis karena uangnya buat biaya berobat kemana-mana tapi tak kunjung sembuh juga,..
Aku : Oh begitu,,berarti bahan kimianya keras juga ya Bang ? tanyaku,,
Abang : Ya begini akibatnya di saya,..

Lalu aku beli tape setengah kilo dan meninggalkan si abang,,satu pengalaman yang mengerikan bagiku, ngeri dengan akibat bahan kimia yang dipakai si abang untuk campuran baso sapinya, entah pengawet, pengenyal atau pemutih, aku tidak tau,, tangan saja pelan tapi pasti terluka hingga seperti itu,,bagaimana dengan perut sang pembeli baso si Abang yang setiap hari mengkonsumsinya ?

Berbeda dengan cerita tukang penjual bakso yang aku pernah dengar, cerita si penjual baso yang mempunyai anak perempuan kira-kira umur 5 tahun yang entah bagaimana caranya dan entah bagaimana ceritanya si anak gadisnya ditemukan meninggal didalam panci untuk merebus basonya, namun sepeninggal anaknya, dagangan basonya semakin bertambah laris dan semakin bertambah maju hingga sekarang bisa dikatakan menjadi seorang pengusaha sukses.

Jika bercerita tentang baso, setiap aku pulang ke Purworejo aku tak lupa mampir ke baso SIPUT,,bukan promosi tetapi dalam rangka bernostalgia disana, mengingat masa dulu ketika aku bersama si Dia.. oh indahnya… jadi lebay ah,,..

Jika cerita tentang bisnis aku jadi ingat kata Bob Sadino, Bisnis itu ada dua akibatnya, Negatif dan Positif dan semua harus kita terima ketika kita sudah terjun ke dalam dunia Bisnis.

Begitu juga dengan hal makan, disamping sudah tentu menjadi kenyang, tetapi masih ada dua lagi akibatnya, Negatif atau Positif,,jika negatif akan mambuat kita sakit, namun jika positif akan membuat kita semakin sehat.

Sehat itu perlu diperjuangkan,,dan dengan teliti dalam memilih serta membatasi diri dalam hal makan mestinya kita bisa memilih, manakah makanan yang tidak sehat, manakah makanan yang sehat dan LAIK “ layak dan baik” untuk kita makan,.

Semoga tetap sehat selalu..

Salam dan tetap “Roso”..!! ( jadi ingat alm. Mbah Marijan )

Slamet Darmaji
17 Oktober 2013

Category: blog, Tags: | posted by:slamet_darmaji


2 Responses to “Cerita sang mantan penjual Baso”

  1. adi degreen says:

    Aslm. Mas kemana aja??? Baru muncul. Perum banjir mboten?? Ceritane kok medeni temen???

  2. Wlkmslm,,Mas Adi maaf saya setengah Taun nggak nongol & baru absen lagi,,Perum 2 nggak banjir,,Ceritanya nggak buat “meden-medeni” lho,cuma buat nge’warning supaya berhati-hati,,he he

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Daftar Logo Blogger Purworejo

12 - Mar - 2008 | meds | 3 Comments »

Blogger Purworejo

28 - Aug - 2007 | meds | 6 Comments »

MENGENANG MAS KARDIYONO DARI PURWODADI, BUPATI MADIUN (‘6I-’65)

19 - Feb - 2011 | slamet wijadi | 21 Comments »

PABRIK GULA JENAR

11 - May - 2011 | slamet wijadi | 52 Comments »

Nostalgia Nonton Wayang Bersama Bung Karno

5 - Jun - 2010 | slamet wijadi | 21 Comments »

© copyleft - 2014 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net