SBY Nyekar ke Purworejo, Diamankan 776 personil TNI Polri

  17 - Oct - 2013 -   indra.ngombol -   2 Comments »
foto ofSBY Nyekar ke Purworejo, Diamankan 776 personil TNI Polri

PURWOREJO  -  Sebanyak 776 personil dari TNI dan Polri telah disiagakan untuk mengamankan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabupaten Purworejo. Presiden yang akan didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono bersama rombongan rencananya akan melakukan ziarah di Makam Jend Sarwo Edhi Wibowo di makam keluarga Kelurahan Pangenjurutengah Kecamatan Purworejo besok, Jumat (18/10) sore nanti.

“Presiden juga akan melakukan pertemuan keluarga di Purworejo,” kata Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol (Inf) Arry Sundoro SSos selaku Dansatsus dalam pengamanan RI satu di Purworejo ini.

Arry Sundoro didampingi Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu usai gelar pasukan pengamanan Presiden dai Alun-alun besar Purworejo, Kamis (17/10) menjelaskan, selain pengamanan khusus yang dilakukan oleh TNI/Polri, juga akan dibantu oleh FKPPI. “Ratusan anggota Pramuka dan anak-anak sekolah juga akan menyambut kedatangan Presiden,” jelas Arry Sundoro.

Presiden bersama rombongan para menteri lanjut Arry Sundoro, sesampainya di Purworejo akan langsung menuju makam mertua dan kerabatnya di makam keluarga, sebelum dilanjutkan pertemuan dengan keluarga besar dari Ibu Ani di Purworejo. “Tidak ada pertemuan khusus kecuali keluarga,” tandasnya.  (sumber & foto: KRJogja)

———————————-

Tanpa bermaksud membandingkan apple to apple , kondisi ini sangat berbeda saat jokowi bolak balik Solo – Jakarta, naik pesawat ekonomi sendirian, tanpa pengawalan.

————————

0559388-jokowi-ekonomi-3-620X310

JAKARTA, KOMPAS.com — “Is he Jokowi (Joko Widodo)?” tanya salah satu warga negara asing yang menumpang pesawat Garuda Indonesia rute Solo-Jakarta, Minggu (14/4/2013) malam. Penumpang itu bertanya kepada rekannya ketika suasana kelas ekonomi sedikit riuh setelah Jokowi melintas bersama ibundanya, Sujiatmi Notomiharjo.

Orang asing lain yang duduk di barisan tengah lalu berdiri untuk melihat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Jokowi duduk di bangku nomor 28 atau di deretan belakang. “I can’t see. Where is he?” kata penumpang lain sambil celingak-celinguk mencari celah.

Malam itu, Jokowi usai menghadiri rangkaian acara deklarasi pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung PDI Perjuangan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Jokowi datang ke kampung halamannya pada Sabtu (13/4/2013) sore.

Ketika tiba di Bandara Adi Sumarmo, mantan Wali Kota Surakarta itu sudah disambut masyarakat Solo. Begitu pula selama acara deklarasi di Stadion Manahan. Masyarakat berebut untuk berjabat tangan atau foto bersama.

Ketika berbincang-bincang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jokowi mengaku masih suka kembali ke Solo. Biasanya, ia kembali untuk menghadiri acara nikahan kerabat di akhir pekan. “Anak-anak kan juga di sana (Solo),” kata Jokowi.

Lalu, mengapa Anda duduk di kelas ekonomi? Jokowi bercerita, jika bepergian ke luar kota ketika masih menjadi pengusaha dulu, ia memang biasa duduk di kelas bisnis Garuda. Namun, ia memilih turun kelas setelah menjadi orang nomor satu di Surakarta. Kebiasaan itu diteruskannya ketika menjadi DKI 1. “Kalau dulu beli tiket bisnis kan pakai duit saya. Kalau sekarang kan duitnya masyarakat (dari gaji). Enggak berani saya (duduk di kelas bisnis),” kata Jokowi sambil menarik satu kopernya.

Rupanya, Jokowi mempunyai tempat duduk favorit di dalam pesawat. “Dari dulu saya di (nomor) 28 atau 29. Kalau enggak di situ enggak mau naik,” kata Jokowi terkekeh-kekeh. Tanpa memberi jawaban, ia kembali tertawa ketika ditanya mengapa memilih dua nomor itu.  (sumber & foto: lipsus kompas.com)

—————————-

Bagimana menurut pendapat anda..??

 

-Indra-

Category: berita, Tags: ,, , , , , | posted by:indra.ngombol


2 Responses to “SBY Nyekar ke Purworejo, Diamankan 776 personil TNI Polri”

  1. Capitano Sinbad says:

    Ya jelas berbeda antara Presiden dan Gubernur. Kalau Jokowi seorang presiden, walaupun dia tidak mau dikawal pasti dipaksa oleh aturan itu sendiri. Ada protokoler yang harus dipatuhi oleh seorang presiden karena kalau presiden celaka, perpolitikan negara bisa chaos. Salam…

  2. Ada banyak kisah pemimpin yang merubah aturan protokoler demi kedekatannya dengan rakyat, gus dur membuat istana jadi lebih terbuka, bung karno yang membaur dengan rakyat, Sultan HB IX yang rajin menyamar ke tengah rakyat jogja, Jokowi yang menghilang dari kawalan voorijder pengawalan gubernur, hingga kebiasaan jokowi naik pesawat ekonomi sendirian dan duduk di kursi belakang.
    Aturan protokoler bukanlah Tap MPR, UU bikinan DPR, keppres, maupun peraturan menteri. Tentu masih bisa dibuat, dibenahi dan diperbaiki sesuai kondisi dan situasi di lapangan.
    Pengamanan hingga 776 personil aparat untuk kota yang tenang dan tenteram seperti purworejo justru bisa dipersepsikan lain, amankah berkunjung ke Purworejo??

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2013 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net