Gagal panen gara-gara tikus

  30 - Oct - 2013 -   Adi Degreen -   6 Comments »
foto ofGagal panen gara-gara tikus
Sumber foto: http://carabudidaya.com/hama-tikus-sawah/

Lebaran Idul Adha kemarin kebetulan saya pulang kampung, tepatnya desa Pacor kecamatan Kutoarjo. Ada sedikit cerita tidak menggembirakan dari warga desa kami khususnya para petani. Panen padi bulan September kemarin jauh dari harapan. Dibandingkan dengan panen sebelumnya, hasilnya sangat mengecewakan. Satu hektar sawah yang biasanya ketika panen menghasilkan padi 8 s/d 10 ton ternyata hanya menghasilkan 1 ton gabah. Hal ini tenyata diakibatkan oleh serangan hama tikus.

Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.), tikus got (Rattus norvegicus), Tikus sawah (Rattus argentiventer), Tikus Wirok (Bandikota Indica), Tikus Nyingnying (Mus Musculus), Tikus Celurut (Suncus Murumus).

Tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah hama penting pada tanaman padi. Serangan berat pada fase generatif tanaman padi dapat menyebabkan gagal panen. Serangan tikus di sawah sudah dimulai sejak benih disemai di pesemaian. Di sini tikus memakan biji-biji yang sedang berkecambah, akibatnya petani terpaksa menyemai ulang.

Serangan kedua terjadi pada saat tanaman padi dalam fase anakan (vegetatif). Pada saat ini tikus mengerat anakan pada bagian pangkalnya untuk memakan bagian dalam (titik tumbuh). Serangan ketiga terjadi pada fase generatif, saat mana pembentukan anakan sudah berhenti dan dimulainya pembentukan bakal biji sampai panen. Tikus menyerang padi malam hari. Pada siang hari tikus bersembunyi di dalam lubang pada tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, dan daerah perkampunagn dekat sawah. Pada periode sawah bera, sebagian besar tikus bermigrasi ke daerah perkampungan dekat sawah dan akan kembali lagi ke sawah setelah pertanaman padi menjelang generatif.

Sebagai hewan pengerat (rodent) tikus sawah sering merusak tanaman padi dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan makannya. Hal itu disebabkan tikus perlu “mengasah” gigi serinya yang selalu tumbuh agar senantiasa dalam ukuran yang pas. (wikipedia)

Hama tikus menjadi salah satu penyebab gagal panen di sejumlah wilayah di Indonesia. Berikut contohnya:
Diserang hama tikus, ribuan petani Karanganyar menjerit


Diserang hama tikus, petani Kuta Cot Glie terancam gagal panen

Untuk mengendalikan tikus di sawah sebenarnya tidak terlalu sulit. Bisa dengan cara-cara tradisional dan alami atau dengan obat-obatan anti hama. Sebenarnya alam mempunyai cara sendiri untuk menyeimbangkan dirinya. Adanya banyak tikus mengindikasikan pemangsa alami tikus (misalnya: ular, burung hantu, atau elang) berkurang jumlahnya. Karena jumlah pemangsa berkurang, populasi tikus meningkat. Selama ini ular-ular di sawah sering diburu untuk dijual. Ketidaktahuan ini yang menyebabkan ekosistem sawah terganggu keseimbangannya. Tikus yang sedikit tidak begitu mengganggu, tapi kalau jumlahnya banyak menjadi hama yang merusak.

Beberapa cara menanggulangi hama tikus
Umbi gadung merupakan tumbuhan yang efektif untuk mengendalikan hama tikus. perlakuan rodentisida gadung blok dan beras yang dicampur ekstrak gadung lebih efektif dalam menarik tikus untuk mengonsumsi dibandingkan dengan umpan ekstrak gadung dengan konsentrasi 25%.

Rempah-rempah juga efektif sebagai repelen pada tikus. Pada pengujian repelensi di arena, campuran dari cabai rawit merah, bawang putih dan merica merupakan repelen yang efektif untuk mengusir tikus, sedangkan untuk perlakuan di laboratorium bawang putih merupaka repelen yang paling efektif.

Penggunaan perangkap untuk pengendalian tikus rumah pada habitat pemukiman merupakan metode yang sederhana mudah untuk diaplikasikan dan aman serta tidak berisiko terhadap lingkungan (wikipedia).

Menggunakan obat-obatan kimia pembunuh tikus sangat efektif mengurangi hama tikus. Tapi harus diingat, tikus juga merupakan anggota ekosistem sawah, jadi kalau tikus hilang, ekosistem juga tidak seimbang.

Namun yang paling penting adalah kepedulian pemerintah untuk memperhatikan semua permasalahan bangsa, termasuk bidang pertanian, khususnya penanganan hama tikus. Banyak warga/ petani yang belum paham cara membasmi tikus sampai tuntas. Untuk itu peran para insyinyur pertanian yang mempunyai keahlian di bidang pertanian, yang jika ini dimaksimalkan salah satunya mnegatasi hama tikus.

Jika hal ini bisa dilakukan, maka hasil pertanian bisa ditingkatkan, dan peluang menjadi negara yang ber-swasembada pangan akan lebih mudah tercapai.

Namun sepertinya perlu perubahan paradigma para “penggede “ negeri ini, yang lebih senang import, tanpa harus bersusah payah dahulu, tapi langsung bersenang–senang dahulu,,,, susahnya kemudian. Adi Degreen

Category: blog, Tags: | posted by:Adi Degreen


6 Responses to “Gagal panen gara-gara tikus”

  1. mas agung says:

    Salam mas adi, saya mau nanya ???
    Saya tinggal di Jakarta, dirumah saya ada tikus. Sudah saya kasih racun banyak yang mati, tapi kok tidak habis2, tikuse onooo teruss?? nuwun

    • Adi Degreen says:

      Mas Agung,, cara paling mudah membasmi tikus me3mang dengan cara di racun ( umpan sistem ), namun demikian kita juga harus melihat sistem proofing di rumah kita. Kita teliti apakah ada akses / jalan / lubang yang menyebabkan tikus dapat masuk rumah. Bila rumah kita sudah di basmi tapi lingkungan kita belum dibasmi tentu populasi tikus akan ada terus. Jadi segera tutup lubang2 atau jalan akses tikus masuk kerumah kita. tq

  2. Fandiono says:

    Mas Adi… kulo saking kaliwatu,, mau tanya. Sebenarnya cara yang paling ampuh untuk membasmi tikus di sawah itu opooo sich. Matur nuwun

    • Adi Degreen says:

      Mas Fandiono, matur nuwun mau mampir kesini. Untuk sistem pembasmian yang paling ampuh tikus disawah salah satunya adalah dengan sistem pemasangan umpan. Namun yang harus diperhatikan adalah bersifat massal dan bukan sendiri sendiri. Disinilah dibutuhkan kekompakan dari para petani dan kepedulian para perangkat desa atau instansi yang berhubungan dengan pertanian.Karena kalau tidak massal hasilnya akan sis2 saja KARENA Tikus dapat beraktivitas mencari makan dengan jarak radius 500M s/d 1000M

  3. pulsa murah says:

    mbasmi tikus memang sulit ya mas, apalagi TIKUS BERDASI ….

    • Adi degreen says:

      Mas tukang pulsa,,,, sebenarnya basmi tikus itu gampang, yang penting mau dan tahu caranya. TIKUS BERDASI kalo ada kemauan dan tahu caranya ya gampang. wong di jual bebas di toko kimia kok mas. Di jamin ampuh,,,

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Matematika & Bilangan Prima

9 - Apr - 2010 | Anu Dhihasto | 13 Comments »

Subdomain gratis dari www.purworejo.asia

17 - Dec - 2008 | yoyokr | 3 Comments »

[cerita menyentuh] Ibu, Maafkan Aku…

24 - Jun - 2009 | eko_juli | 13 Comments »

INFO MUDIK KE PURWOREJO

24 - Jul - 2012 | Mbah Suro | 7 Comments »

Hipertensi

15 - Aug - 2009 | sugeng Ikasapala | 10 Comments »

© copyleft - 2013 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net