Ketika Lebaran berbalut aksi Teroris di Purworejo

  6 - Aug - 2013 -   indra.ngombol -   10 Comments »
foto ofKetika Lebaran berbalut aksi Teroris di Purworejo

Lebaran yang seharusnya menjadi suasana yang indah, jadi ajang silaturahmi, ternyata bisa berubah menjadi ajang pamer, berbuat mubazir dan berbuat zalim

Tidak terkecuali di Purworejo tercinta, yang biasanya aman tenang dan tenteram, cocok untuk para pensiunan dsb, berubah penuh suara ledakan di sana sini. Bagi para lanjut usia dan penderita penyakit jantung, mereka menyebutnya : TEROR

Bila petasan peredarannya sangat diawasi, berbeda halnya dengan kembang api yang masih bisa dijual bebas tanpa pelarangan, padahal ledakan kembang api yang dinyalakan di tengah desa dan pemukiman sesungguhnya sangat mengganggu dan menjadi TEROR ketenangan warga, karena di tengah desa memang bukan tempat yang cocok untuk menyalakan kembang api. Selain suara ledakannya yang sangat keras dan meneror para tetangga, bagi yang menyalakannya pun tidak bisa melihat maksimal, karena terhalang pepohonan.

Celakanya lagi, para teroris penyulut kembang api ini tidak lurus ke atas, tapi miring ke atas lahan dan rumah tetangganya. Suaranya jauh lebih keras dari aksi teror yang sering diberitakan di media media massa, tapi tidak pernah ada aparat yang menyelidikinya, meski nilai terornya berkali lipat karena ledakan kembang api itu terjadi berkali kali

Bila ada yang mengira kembang api tidak berbahaya, anggapan itu salah besar. Kembang api terbentuk melalui campuran bahan peledak seperti belerang, sodium, klorin, magnesium aluminium, barium klorida dan atau barium nitrat. Zat zat kimia itu tentu berbahaya saat terhirup manusia, selain juga menimbulkan efek bakar yang bisa menimbulkan bahaya kebakaran. Untuk penderita jantung juga sangat beresiko terkena serangan jantung. Tegakah kita, sudah berbuat mubazir, juga mencelakakan orang lain, di hari yang fitri..?

Karenanya untuk bisa menyalakan kembang Api sesungguhnya ada aturannya. Pada saat perayaan yang menyelipkan acara pesta kembang api, harus mengajukan perijinan mendetail ke polres setempat. Untuk menyalakan kembang api di desa tentunya juga harus menggunakan etika dan menghormati tetangga. Masih banyak hamparan sawah yang luas dan jauh dari desa untuk bisa menyalakan kembang api sepuasnya, tanpa harus menjadi teroris saat lebaran.

Lebih baik lagi bila dana untuk kembang api dialihkan untuk berbagi makanan atau sembako untuk para tetangga, lebih bermanfaat, mendatangkan pahala berlipat, kita pun selalu didoakan agar selalu mendapat berkat.

Selamat hari raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin. (Indra)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Category: blog, Tags: ,, , , | posted by:indra.ngombol


10 Responses to “Ketika Lebaran berbalut aksi Teroris di Purworejo”

  1. Adi degreen says:

    Salam mas indra,,, saya juga termasuk orang yang tidak suka suara berisik yang berlebihan seperti, kembang api gede, petasan,mercon, pandemen dll. Sudah mubazir bikin kuping sakit. Juga tidak bagus untuk anak kita, takut mereka meniru niru. Alhamdulillah inyong sudah pulang kampung dan tidak terlihat ada ” TERORIS ” disekitar saya. matur nuwun

    • Trimakasih Mas Adi,selamat datang di kampung halaman. Biasanya kalo di tempat saya teror itu datang seiring dengan datangnya pemudik, Teroris nya ya orang orang itu saja, sehari menjelang teroris balik seperti saat menghabiskan amunisi, menjadi saat teror tiada henti yang tersebar di berbagai titik. Ketika semua sudah balik, Desa Susuk pun menjadi tenang dan damai..

      Selama belum ada aturan dan tindakan yang tegas melarang, rasanya lebaran di desa tidak benar benar damai dan tenang.

  2. Mas Indra

    Itu betul terjadi dimana-mana,,saya Lebaran kemaren posisi tak di Purworejo namun kejadianya sama dengan cerita anda,,saya di Blora di kampung yang jauh dari keramaian kota pun mengalami hal yang sama,,petasan yang meledak di angkasa ada dimana-mana,,dan menjadi teror bagi penderita jantung dan bagi siapapun yang tak suka dengan bunyi ledakan,,sebuah pergeseran budaya yang memprihatinkan,,Salam…

    • Salam Pak Slamet, mohon maaf lahir dan batin nggih..

      Bagi orang orang kebanyakan yang hanya jadi pendengar kebisingannya, kembang api yang meledak adalah sebuah gangguan, bagi orang tua yang mempunyai bayi dan penderita sakit yang butuh ketenangan, itu adalah teror yang benar benar membahayakan. Saya jadi sering bertanya sendiri, apakah aparat keamanan itu milik rakyat atau milik penguasa, karena teror ribuan kali di masyarakat dibiarkan, tetapi bila ada bom molotov atau bom paralon saja di sebuah tempat heboh nya bisa se-Indonesia. Memang perlu dirumuskan kembali, makna teror dan terorisme itu untuk siapa

  3. meds says:

    sama. di desa saya yang sunyi juga ada kejutan seperti itu (kembang api + mercon), padahal tetangga ada bayi 3 bulan. tapi ya gitu deh, anak-anak yang main, dan para orang tua menganggapnya biasa.

    • Salam mas, Di jaman yang sudah minim kepedulian sekarang, mungkin memang harus dimulai dari diri sndiri untuk memberitahu mereka bahwa tindakan itu mengganggu tetangga lain yang harus dihormati hak hak nya, lebaran kemarin saya juga coba mengingatkan tetangga krn masih meneror di atas jam 9 malam, meski mendapat tanggapan yang angkuh dan tidak mau minta maaf, setidaknya kita telah berusaha menjaga ketentraman desa kita tercinta, dari gangguan orang orang yang sombong lagi membanggakan diri.

  4. mbah suro says:

    Intinya mereka “pamer” dan mencari perhatian, ini lho aku punya dan bisa. Mestinya mereka sadar bahwa didesa saat ini baru saja gagal panen karena hama walang sangit dan wereng.

    Lebih baik untuk sedikit “berbagi” kepada saudara-2 kita yang betul-2 membutuhkan perhatian dan bantuan dan bukan justru sebaliknya.

    Golek duit rekoso kok diobongi muspro……..

    • Sebenarnya harus bisa diantisipasi dari jauh jauh hari, sebagai warga desa atau kelurahan setempat bisa membuat aturan bersama yang berisi sanksi denda bagi siapapun yang meledakkan petasan atau kembang api udara. semakin besar kembang api atau semakin sering maka nilai dendanya semakin bertingkat, sanksi terakhir DIGREBEG WARGA. besaran denda bisa untuk kesejahteraan warga desa atau kompensasi rakyat miskin.

      Memang harus ada tindakan yang lebih tegas dari warga setempat bila terganggu dengan aksi terorisme itu. Tidak perlu menunggu aparat yang sibuk dengan urusan mereka sndiri

  5. Begitu juga saya, turut prihatin dengan kondisi anak anak muda di Kutoarjo, walau tidak semuanya semua pemuda disana kurang baik, namun pada lebaran satu hari, kebetulan saya mengantar adik ipar ke rumah sakit palang biru untuk berobat, ternyata disana ada 3 orang pasien yand baru masuk terkena Ledakan Petasan yg begitu Dahsyak sampai kepala mereka bercucuran darah. Nah kalau sudah demikian siapa yg salah, siapa yang bertanggung jawab. saya hanya bisa mengatakan Astaugfirulloh. apakah Pemerintah setempat tidak ada Siping terhadap Penjualan Obat Petasan atau bahan peledak Mercon . Smoga ditahun yg akan datang tidak ada korban petasan lagi.

  6. Begitu juga saya, turut prihatin dengan kondisi anak anak muda di Kutoarjo, walau tidak semuanya pemuda disana kurang baik, namun pada lebaran satu hari, kebetulan saya mengantar adik ipar ke rumah sakit palang biru untuk berobat, ternyata disana ada 3 orang pasien yang baru masuk terkena Ledakan Petasan yg begitu Dahsyat sampai kepala mereka bercucuran darah. Nah kalau sudah demikian siapa yg salah, siapa yang bertanggung jawab. saya hanya bisa mengatakan Astaugfirulloh. apakah Pemerintah setempat tidak ada Swiping terhadap Penjualan Obat Petasan atau bahan peledak Mercon . Smoga ditahun yg akan datang tidak ada korban petasan lagi.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

Click here to cancel reply.

 

Related Post

informasi kerukunan orang purworejo di kaltim

21 - Mar - 2009 | eko_juli | 7 Comments »

facebook antara positive dan negatif

19 - Feb - 2010 | singgih | No Comments »

Mohon Maaf bagi yang belum di Approve

17 - Feb - 2009 | meds | 3 Comments »

Mbah Tomo, Dukun Sakti Dari Desa Susuk

4 - Jul - 2011 | julian_putro_pardjo | 22 Comments »

Mengunjungi Purworejo Melalui Dunia Maya

29 - May - 2016 | Febri Aryanto | 3 Comments »

© copyleft - 2013 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net