Ketika Kita Gagal Mempertahankan Kemerdekaan Ekonomi

  16 - Aug - 2013 -   indra.ngombol -   6 Comments »
foto ofKetika Kita Gagal Mempertahankan Kemerdekaan Ekonomi

merah-putih

Bagi Para veteran kemerdekaan, arti kata merdeka sangatlah dalam. Berjuang dengan segenap jiwa raga, dalam keadaan serba kekurangan, militansi yang tinggi, untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa ini.

Setelah 68 tahun Indonesia Merdeka, makna mempertahankan kemerdekaan identik dengan pembangunan. Capaian paling mudah yang bisa diunggul unggulkan adalah Pendapatan perkapita Indonesia yang katanya mencapai USD 3000 per tahun, tetapi bila ditinjau lebih dekat, marilah kita melihat kota kita tercinta, Purworejo. Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita hanya USD 346 per tahun, data tahun 2005 menunjukkan Purworejo menduduki peringkat 22 dari 35 daerah di Jawa Tengah, padahal Jawa Tengah termasuk propinsi TERMISKIN di Indonesia, Jadi sudahkah terbayang hasil pembangunan 68 tahun di Purworejo?

 Sementara itu tantangan besar siap menggilas perekonomian rakyat atas nama pasar bebas. Banyak kondisi perekonomian negara lain jadi kacau akibat serbuan produk impor, sehingga produksi dalam negeri kalah bersaing dan berakhir bangkrut. Contohnya petani bawang putih versus importir bawang putih. saat ini tidak ada lagi yang menanam bawang putih sehingga Indonesia bergantung pada impor bawang putih, membuat harganya mudah dipermainkan kartel bawang seenak perutnya mereka. Bawang merah impor menghancurkan harga panen petani bawang merah, Jahe impor juga berimbas pada kesejahteraan petani jahe Purworejo.

Mempertahankan kemerdekaan tidak hanya sekedar membangun fisik. Dengan mayoritas penduduk Purworejo berprofesi petani, maka pembangunan pertanian adalah sektor utama yang harus tetap didahulukan.  Tidak hanya sekedar membagi bagi bibit, pupuk dan obat hama, tetapi update pengetahuan tentang pertanian modern yang masih sangat jarang didengar oleh para petani Purworejo. Modal utama Purworejo yang harus dibangun dan dikembangkan sebagai sentra pertanian adalah :

1. Lahan sawah Purworejo seluas 54 ribu hektar

2. Semangat petani dan kemampuan bertani yang terus di update

3. Militansi para penyuluh pertanian yang harus mau turun blusukan tiap hari se seluruh pelosok wilayah Purworejo

4. Pembangunan prasarana pertanian: saluran irigasi teknis, Gudang gudang hasil panen, pasar pasar lelang

5. Kredit pertanian dengan bunga rendah, bukan KUR dengan bunga 22% SETAHUN

6. Asuransi pertanian untuk melindungi  resiko gagal panen

Kemerdekaan ekonomi hanya bisa ditumbuhkan manakala kita bisa memproduksi sendiri dengan biaya minimal dan hasil maksimal, bisa menjual ke luar wilayah agar mendapat pemasukan pendapatan dari luar wilayah, serta mengurangi konsumsi produk luar agar perputaran uang kita  di dalam wilayah semakin membesar. Praktek monopoli dan kartel dihapuskan dan diganti dengan serikat dagang yang transparan.

Harus Tetap MERDEKA !!

(Indra)

Category: blog,desa,informasi,pertanian,potensi,usulan, Tags: ,, , , | posted by:indra.ngombol


6 Responses to “Ketika Kita Gagal Mempertahankan Kemerdekaan Ekonomi”

  1. Adi degreen says:

    Salam mas Indra : Tulisan yang bagus.. Menurut pendapat saya, ada yang salah dengan cara mengurus negaraini. Berdasarkan data, negara kita itu jumlah flora dan faunanya terbanyak di dunia, Gas Buminya terbanyak di dunia, Jarak bentang pantai atau laut no.2 terpanjang di dunia. Jumlah penduduk no.4 terbanyak di dunia. Begitu banyak potensi di negeri ini. Menurut saya negri kita lebih cocok menjadi negri maritim ( spt majapahit ) dengan pengelolaan laut dan isinya. Dan negri Agraris / pertanian ( spt Orde baru ) dengan luasnya tanah dan suburnya tanah negri ini. Namun rupanya banyak yang tidak sependapat, jika negri ini berswasembada maka tidak bisa import. Padahal jika dengan import akan mendapatkan fee. Sekarang banyak manusia yang individual tidak peduli dengan sesama. Ingin sukses dengan cara instant. Salam Adi Degreen.

    • Salam Mas Adi, trimakasih atas tambahan pemikirannya..

      kasus negara kaya SDA tetapi miskin tidak hanya Indonesia. Afrika adalah contoh benua dengan kandungan potensi alam yang besar, tetapi sibuk berperang dengan saudaranya sendiri, kekayaan alamnya habis dikuras untuk beli senjata. yang paling untung adalah pedagang senjata, pembeli minyak afrika dan mafia mafia narkoba lintas negara.

      Negara kaya SDA lain seperti Libya diadu domba, Irak dihancurkan hingga pecah perang saudara. semua demi masuknya investor minyak, atau terbukanya jalur pipa minyak antar negara spt kasus perang afganistan.

      Masih banyak orang pintar yang tidak paham arti mempertahankan kemerdekaan, membiarkan negaranya dikuasai dan di dikte negara luar, hanya demi secuil FEE.

      Maka bila ada calon pemimpin yang fokus untuk kemandirian bangsa, pasti negara luar akan merekayasa sedemikian rupa agar calon pemimpin ini bisa gagal, dengan cara apapun. Bila UU migas dan pertambangan tidak bisa di dikte asing, bila kebijakan impor tidak bisa di dikte asing, bila saham perbankan Indonesia tidak dikuasai asing, bila bank asing tidak bebas berkeliaran mengambil top nasabah, maka negara ini sudah jauh lebih maju dari saat ini, dan itu berarti sebuah kemerdekaan ekonomi.

  2. meds says:

    untuk pedesaan mungkin perlu digalakkan kelompok tani, tempat anggota berbagi informasi pertanian, memecahkan masalah, solusi panen, dll. di sini diperlukan peran para penyuluh pertanian untuk mendampingi para kelompok tani. kemudian dibangun komunikasi dengan kelompok2 tani di daerah2 lain. sementara untuk ekonomi, konsep koperasi bisa menjadi pilihan untuk lebih memandirikan petani menghadapi gurita neolib. selain itu koperasi dengan semangat gotong-royong lebih tahan menghadapi raksasa dunia yg mulai masuk ke pedesaan. gabungan ide kelompok tani yang lebih melek informasi dengan ketahanan ekonomi akan menghasilkan petani tangguh yang lebih punya posisi tawar. Indonesia butuh pemimpin yang visioner dan patriotik.

    • Trimakasih masukannya mas Meds, pengalaman saya di tempat yang hanya menanam padi tadah hujan, minat petani untuk berkelompok tani apalagi berkumpul upgrade kemampuan memang sangat rendah. membidik petani agar melek informasi bisa dimulai dari membangun generasi muda nya untuk melek internet. Generasi ini yang mudah menerima perubahan dan mau berubah demi peningkatan kualitas berfikirnya, dan kita butuh banyak generasi muda yang bisa berkomunikasi dengan kita di perantauan agar bisa saling mendukung pembangunan desa di purworejo tercinta
      kita butuh banyak blogger desa untuk jadi pionir pertumbuhan ekonomi baru dengan transfer informasi mengenai usaha usaha alternatif berikut pasarnya yang luas. bicara pasar tentu bukan di dalam purworejo, tapi di luar purworejo yang jauh lebih potensial. pengelolaan bisa melalui koperasi, atau perorangan untuk tahap awal, mengingat pendirian badan usaha yang belum maksimal juga mengancam keberlangsungan usaha kita sndiri

      • meds says:

        ide blogger desa bagus juga itu mas Indra. bisa menjadi perintis untuk komunikasi dunia maya. nanti bisa diarahkan untuk berbagi informasi pertanian.

  3. iahlah pasti bagi paraveteran ..

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Resensi Buku

21 - Nov - 2009 | Riyadi | 1 Comment »

Info Lebaran:Jalur Mudik 2007, Mudik Gratis

24 - Sep - 2007 | meds | 6 Comments »

Purworejo Berirama

21 - Aug - 2007 | meds | 2 Comments »

TANAM PADI SETAHUN 3 KALI

14 - Jul - 2010 | massito | No Comments »

Demokrasi Kita

23 - Apr - 2013 | massito | 2 Comments »

Related Post

Apa Kabar Stasiun Jenar?

19 - Jan - 2015 | Febri Aryanto | 5 Comments »

Ketika Kita Gagal Mempertahankan Kemerdekaan Ekonomi

16 - Aug - 2013 | indra.ngombol | 6 Comments »

Desa & Kelurahan di Kabupaten Purworejo

26 - Jan - 2009 | Raf | 89 Comments »

Menengok ke Desa Bulus

29 - Oct - 2008 | yoyokr | 22 Comments »

Mengembangkan PKBM Purworejo berbasis IT menuju usaha produktif

26 - May - 2013 | indra.ngombol | 4 Comments »

Related Post

Baru nyontreng langsung ngeblog

9 - Apr - 2009 | indra | 2 Comments »

TES PENGACAU OTAK KIRI DAN OTAK KANAN. MAU COBA?

16 - May - 2009 | eko_juli | 38 Comments »

Jangan Memberi Cap Anak Nakal

28 - Aug - 2009 | eko_juli | 14 Comments »

Satu lagi situs dan forum dari dan untuk Purworejo

5 - Aug - 2013 | indra.ngombol | 2 Comments »

Selisih harga obat paten vs obat generik hingga 26 kali lipat

11 - Oct - 2013 | indra.ngombol | No Comments »

Related Post

Kambing Purworejo

23 - Jan - 2009 | lentera-ijo | 9 Comments »

Gedang Pank

14 - Mar - 2009 | Anston Bruno | 8 Comments »

Ketika Kita Gagal Mempertahankan Kemerdekaan Ekonomi

16 - Aug - 2013 | indra.ngombol | 6 Comments »

paguyuban tani bangkit

19 - Feb - 2010 | singgih | No Comments »

Durian Purworejo

23 - Jan - 2009 | geblex | 8 Comments »

Related Post

Purworejo Selatan

4 - Jul - 2008 | massito | No Comments »

Durian Purworejo

23 - Jan - 2009 | geblex | 8 Comments »

Goa Seplawan, Pesona Alam Yang Mengagumkan

24 - Mar - 2009 | budiqof | 21 Comments »

Sekedar Mudik ke Purworejo atau Mudik Selamanya

21 - Jul - 2013 | indra.ngombol | 6 Comments »

Curug Gunung Condong, Bruno

25 - Feb - 2009 | meds | 35 Comments »

Related Post

Mencari Celah mengembangkan potensi.

26 - Jul - 2008 | massito | 4 Comments »

Foto-foto Purworejo 2

21 - Jan - 2009 | meds | 20 Comments »

Vickynisasi Sebagai Dampak Gaya Bahasa Pejabat

13 - Sep - 2013 | indra.ngombol | No Comments »

Feodal dan Power Distance

20 - Dec - 2008 | nurrahman18 | 11 Comments »

Rakyat Purworejo Terancam BANGKRUT Tahun 2015

6 - Sep - 2013 | indra.ngombol | 2 Comments »

© copyleft - 2013 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net