GAYA WAGUB BASUKI/A HOK MENGAMBIL PUTUSAN: CEPAT, TEPAT, TEGAS

  16 - Jun - 2013 -   slamet wijadi -   10 Comments »
foto ofGAYA  WAGUB BASUKI/A HOK MENGAMBIL PUTUSAN: CEPAT, TEPAT, TEGAS

Bagi para Veteran berlaku ketentuan untuk memperoleh keringanan pembayaran PBB sebesar 75%. Ketentuan ini didasarkan atas SK Menkeu No.362/KMK.04/1999 tertanggal 5 Juli 1999 yang diganti dan dikuatkan dengan Peraturan Menkeu No. 110/PMK.03/2009 tertanggal 17 Juni 2009. SK ini dikeluarkan dalam rangka menghargai jasa para Pejuang Kemerdekaan, sekaligus untuk meringankan beban kehidupan mereka. Tentu kebijaksanan ini sangat membantu dan dihargai oleh para Veteran.

Namun mulai tahun ini pengelolaan pajak termasuk PBB, berdasar Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 dan Peraturan Gubernur Nomor 211 Tahun 2012 diambil alih oleh DKI, Dinas Pajak dan Pendapatan Daerah. Dengan pengambil-alihan ini, tiba-tiba kebijaksaan 75% itu di batalkan dan Veteran hanya diberikan keringanan sebesar 50%.
Hal ini tentu “mengejutkan” dan dianggap memberatkan beban para Veteran yang pada umumnya sudah uzur yang jumlahnya juga makin sedikit, yang masih hidup berumur sekitar antara 80 tahun plus-90 tahun. Sesuatu yang sudah berlaku selama 14 tahun tiba-tiba dibatalkan/dikurangi, namun kemana harus mengadu? Keadaan fisik yang sudah rapuh, tidak memungkinkan untuk “lari kesana-kesini”guna mengurus hal ini.

IMG_0730-AC-kompress2

Silaturahmi beberapa kawan Veteran/TP dengan Wagub DKI di Balai Kota

Beruntung, beberapa waktu yl. kami “mencatat” ucapan Pak Wagub Basuki/A Hok dihadapan para Veteran yang menyatakan bahwa ia akan siap membantu bila ada masalah dengan Veteran, dia memberikan kartu-namanya agar dia dihubungi sewaktu-waktu bila diperlukan bantuannya.

Teringat akan “janji” itu kami dari Veteran/ Paguyuban Ex. Tentara Pelajar Brigade 17 Kedu Selatan coba-coba menghubungi dengan mohon bertemu untuk mengemukakan masalah kami dengan harapan agar Perda tentang pengubahan besaran potongan dikembalikan sesuai dengan Keputusan/Peraturan Menteri Keuangan sebelumnya. Diluar dugaan, kami langsung mendapat respons dan diberikan waktu, Jumat tanggal 14 Juni pukul 11.00, bertempat di kantornya di Balai Kota, Lantai Dua.
Berempat kami datang dengan jalan tertatih-tatih, teman kami yang tertua usia 85 tahun, lainnya diatas 81. Nampaknya semuanya telah disiapkan, kami disambut dengan ramah oleh Kepala Dinas Pajak dan Pendapatan Daerah, Bapak Arief Susilo beserta Stafnya. Kami adakan diskusi mengenai latar belakang masalahnya dan usulan agar SK/Peraturan Men Keu itu dikembalikan sebagai mulanya. Pada dasarnya mereka tidak berkeberatan, namun harus melalui proses revisi Perda/Peraturan Gubernur dan itu nanti terserah kepada putusan Pak Wagub.

Sepuluh menit berlangsung, masuk Pak Wagub, setelah basa-basi dengan segala keramah-tamahannya langsung menanyakan pada Stafnya apa masalahnya dan setelah menerima penjelasan, dia MEMUTUSKAN, “Pak Arief tolong revisi Perda/Peraturan Gubernur itu segera disiapkan dan di laksanakan, SEBELUM AKHIR BULAN SUDAH HARUS SELESAI, kembalikan pada ketentuan keringanan 75%. Bapak-bapak Veteran tolong catat nomer telepon Pak Arief dan monitor perkembangannya, kalau ada masalah laporkan pada saya. ‘Pak Arief, sanggup menyelesaikan?’. ‘Sanggup Pak’. “Yang penting juga, Bapak-Bapak Veteran, untuk PBB tahun ini akan bayar sama dengan ketentuan sebelumnya. Saya kira cukup jelas”. Kami agak terperangah dengan putusan yang begitu cepat, tepat dan tegas. Luar biasa… rasanya belum pernah seorang birokrat berperilaku demikian…
Sambil mengucapkan terimaksih, kami pamit, masih diantar sampai pintu luar, tiba-tiba pimpinan rombongan kami ambruk/jatuh, namun untungnya Pak Wagub sigap dengan menahannya, rupanya vertigonya kumat. Kemudian Pak Wagub pesan kepada Stafnya “lain kali kalau ada pertemuan dengan Bapak-bapak Veteran tolong siapkan ruang di bawah, kasihan, Bapak-bapak ini sudah sulit jalan”. “Untuk Bapak Veteran jangan ragu menghubungi saya bila saya bisa membantu, ini kartu-nama saya”.

Nampaknya kejutan belum berakhir, kami masih diberikan “bekal tambahan”, masing-masing dapat satu box Gudeg Ayam komplit Ny. Suharti. “Ini untuk makan siang nanti setelah shalat Jum’at-an…” Rejeki yang tidak akan ditolak…

Terimaksih Pak Wagub, Bapak telah memperlakukan kami lebih dari harapan kami, semoga Tuhan akan selalu melindungi dan memberkahi Bapak….

Slamet Wijadi

Category: blog, Tags: | posted by:slamet wijadi


10 Responses to “GAYA WAGUB BASUKI/A HOK MENGAMBIL PUTUSAN: CEPAT, TEPAT, TEGAS”

  1. Pursito says:

    Selamat Pak Wik, tuntutannya terpenuhi, lebih dari itu sikap Pak Wagub yang berani memotong birokrasi perlu jadi contoh.

    • slamet wijadi says:

      Betul mas Pur, jaman sekarang umumnya banyak yang cari amannya saja, Pak A Hok ini tipe Birokrat istimewa, kalau merasa sudah benar sesuai ketentuan langsung mengambil putusan ditempat. Barangkali hanya para pejabat yang tidak punya pamrih dan tidak takut kehilangan jabatan berani mengambil tindakan seperti itu, seperti juga halnya Jokowi. Pak A Hok ini ternyata hatinya juga lembut dan peka, sehingga perilakunya bisa juga menyentuh, seperti perlakuannya terhadap senior, nampak sangat respek, misalnya dengan minta agar lain kali kalau ada pertemuan Veteran disediakan tempat di bawah agar orang yang sudah tua tidak sulit naik turun. Kita beruntung punya Wagub dan juga Gubernur DKI seperti itu.

  2. Untuk menghargai para pahlawan dan veteran perang memang dibutuhkan tindakan yang cepat dan tegas, bila bukan berwujud bantuan tunai, minimal dengan meringankan beban tanggungannya termasuk beban pajak, selain itu sebenarnya masih ada tanggung jawab pemerintah yang lain yaitu menjaga agar para veteran tidak bernasib sebagai orang terlantar

    seperti tradisi belaka, Beberapa kisah tentang veteran biasanya selalu diungkap saat perayaan 17 agustus dan hari pahlawan, setelah itu pun jarang dikupas di media, apalagi diperhatikan pemerintah, sedangkan di depan khalayak selalu berkumandang slogan: bangsa yang besar adalah bangsa yang mempu menghargai para pahlawannya.

    • slamet wijadi says:

      Mas Indra, di Rusia bila mas Indra melihat tayangan parade Kemenangan PD II di Moskow, nampak para Veteran duduk di deretan pertama, bersama Presiden, mereka sangat dihormati, mereka itu bangsa besar. Di Indonesia, Bung Karno Sang Pembebas Bangsa baru saja dinobatkan sebagai Pahlawan setelah sekian lama jadi perdebatan. Kalau seorang BK saja mendapat perlakuan seperti itu, jangan mengharap “macam2″ bagi tingkatan kroco”. Pemegang Bintang Gerilya yang sejak jaman BK berhak dimakamkan di TMP, oleh DPR di hapus, untung dikembalikan oleh Mahkamah Konstitusi. Anggota DPR itu samasekali tidak mengetahui sejarah bangsa ini, makanya tindakanya ya yang seperti kita lihat sekarang. Sangat sedih kalau melihat nasib Veteran yang tinggal dibawah jembatan dan cari makan sebagai pemulung… Sekarang ini siapa yang akan memperjuangkan nasib Veteran, sedang para Veteran sendiri jalan saja sudah susah… Trims untuk komentarnya, salam.

  3. gunarso ts says:

    Veteran adalah pejuang Tanah Air yang di masa lalu ikut mendirikan republik lewat angkat senjata. Cuma ironisya, meski punya andil demi kemerdekaan negara, banyak sekali pejuang tanah air yang di kota-kota besar tanah ngontrak dan air beli. Maka beruntunglah para veteran masih memiliki rumah dan tanah di Jakarta ini.
    Celakanya, para pemangku kebijakan negara masa kini yang di kala masa perjuangan masih di “pucuk pring” (baca: belum lahir), kurang menghayati betapa para veteran itu berjuang demi republik. Buktinya itu tadi, kaum veteran yang selama ini bayar PBB hanya 25 % dari tarif resmi, setelah pungutan PBB diambil alih Pemprov DKI Jakarta, tarifnya dinaikkan menjadi 50 % dari yang seharusnya. Bisa dimaklumi jika pata veteran yang sudah berusia senja dan tak produktif lagi tersebut, keberatan.
    Untung Pemprov DKI kini punya Wagub Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Dia dengan cepat menyikapi keluhan para mantan pejuang republik tersebut. Kita butuh pemimpin yang thas-thes dan cag-ceg macam dia. Dan ini kompak sekali dengan Gubernurnya, Jokowi, yang juga selalu gerak cepat untuk membereskan sejuta masalah di Ibukota.
    Jokowi – Ahok memang tipe pemimpin yang mau mengabdi, tidak mbathi. Beda dengan kebanyakan pejabat, yang punya “motto” klasik: kalau urusan bisa dipersuluit, kenapa dipermudah? Maka bila benar Jokowi nanti jadi RI-1 di 2014, ditinggal Jokowi pun Ahok akan bisa mrantasi gawe, melanjutkan program “cuci piring” di Jakarta. Begitu Pak Wiek. (gts)

    • slamet wijadi says:

      Mas Gun, silahkan lihat komen” di Kompasiana untuk tulisa saya dgn judul sama, cukup banyak tanggapan yang sangat menggembirakan/mendukung, juga di You Tube yang di Up Load secara lengkap oleh pihak DKI banyak tanggapan yang bagus, saya jadi merasa lebih bersemangat untuk memperjuangkan nasib para Veteran yang kurang beruntung ini. Kesan saya tentang A Hok ini memang sangat positif, tegas, cepat, tepat dan manusiawi bila menyangkut masalah orang” yang memerlukan bantuan. Kayaknya jarang pemimpin sekwalitas dia, memang cocok berpasangan dgn Jokowi, saling melengkapi dan mendukung, semoga akan menjadi pemimpin bangsa dimasa depan ini… Ternyata menurut info, rencana pengurangan besaran PBB menjadi 50 % itu berasal dari jamannya Foke, jadi DKI skr tinggal meneruskan… Salam.

  4. widibintoro says:

    Pak Wik, kami setuju dengan beberapa komentar diatas, memang miris melihat perlakuan pemerintah terhadap nasib veteran RI apalagi kalau dibandingkan dengan perlakuan veteran di Rusia dan AS serta negara-negara besar lainnya. Mereka dihormati sebagai layaknya pahlawan besar tidak hanya slogan tetapi nyata dalam kehidupan sehar-hari, dan tentunya mendapat fasilitas yang layak dari pemerintah setempat. Sementara disini mau mbayar pajak (mbayar kepada negara) saja suliiit…Para veteran hanya dimunculkan di media menjelang peringatan hari pahlawan dan acara 17-an berlangsung, setelah itu siapa yang peduli….Padahal para veteran tidak pernah menuntut yang aneh-aneh bahkan hak-hak mereka sekalipun, yang sebenarnya adalah KEWAJIBAN SAUDARA-SAUDARA. Veteran tidak pernah menuntut apa-apa selain sekedar sebuah kehidupan tenang di sisa hayatnya. Kapada Pak Wagub terima kasih atas ketegasan sikapnya untuk segera merevisi kembali keringanan pajak bagi para veteran. Semoga kedepan kepedulian Pak Wagub ini menjadi contoh dan diikuti oleh yang lainnya untuk lebih peduli pada nasib para veteran RI. Wassalam

    • slamet wijadi says:

      Mas Widi, lama tidak muncul, semoga tetap sehat untuk seluruh keluarga. Memang betul, bangsa kita itu pandai membikin slogan yang indah dan muluk-muluk, namun kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, jauh panggang dari api. Saya kagum kalau melihat tayangan para Veteran di negara2 lain, yang jelas di Rusia,juga di AS menjadi Veteran adalah satu posisi yang sangat prestisius, banyak kemudahan dan kehormatan diberikan. Coba lihat kalau ada Parade di Lapangan Merah, Rusia, paling menonjol adalah deretan para Veteran dengan segala bintang2nya dan nampak dalam raut dan ekspresi wajahnya betapa mereka bangga atas prestasi dan kehormatan yang diberikan oleh bangsanya. Disini bagaimana mau menuntut “yang aneh-aneh”, sedangkan haknya yang telah diberikan saja akan dicabut, ini dalam kasus pajak. Juga tentang hak dimakamkan di TMP, dulu diberikan, kemudian dicabut, bahkan Bintang Gerilya yang dulu merupakan bintang tertinggi di”turunkan” derajatnya menjadi ketingkat yang rendah dengan pencabutan hak dimakamkan di TMP,untungnya kemudian Undang-Undang ini di koreksi oleh MK, mengurus tunjangan Veteran yang cuma beberapa ratus ribu Rp juga sulit, mana mungkin orang uzur harus kesana-kemari untuk uang yang tidak seberapa itu. Di Kompas Minggu kemarin ada Cerita Pendek yang mengupas hal ini, nasib seorang Veteran yang berprofesi jualan dawet…padahal dia punya Bintang Gerilya. Miris juga. Sekian dulu, saya ragu apakah masih ada saat ini yang peduli pada nasib Veteran. Setelah ketemu Pak A Hok ternyata masih ada secercah harapan bahwa masih ada Pejabat yang peduli…Salam.

  5. yono says:

    Wah ternyata Pak Wiek pengalamannya dimana mana, saya menunggu tulisan Pak Wiek tentang pengalaman bergerilya dimedan pertempuran, pasi seru…… atau sudah pernah diulis tapi saya belum baca?

    Selamat Pak Wiek atas kesuksesan memperjuangkan kepentingan para veteran, saya pernah menyaksikan seorang pria sepuh memakai seragam lengkap dengan atribut veteran membawa proposal permintaan sumbangan di pertokoan elektronik Jl. ABC, Bandung, tidak ada yang peduli, keberadaannya dianggap mengganggu pengunjung toko, sehingga kalau ada yang ngasih sumbangan harapannya agar segera pergi, Bapak sepuh yang di Jl. ABC ini barangkali senasib dengan penjual dawet pemegang Bintang Gerilya, dan barangkali malah tidak merasakan keringanan PBB 75% yang Bapak perjuangan, kaena tidak memiliki objek pajak.

    • slamet wijadi says:

      Trimakasih untuk tanggapannya mas Yono, betul sebagian besar Veteran hidupnya memang cukup menyedihkan. Pemerintah mengakui hal itu dan ada usaha untuk meringankan, misalnya dengan adanya Tunjangan/Dana Kehormatan Veteran, namun jumlahnya sangat kecil dan untuk mengurus hal itu umumnya mereka sudah “tidak mampu” disamping birokrasi yang berbelit, juga keadaan fisik serta daya berpikir sudah mundur, jadinya ya begitu, banyak yang terlantar dan mengedarkan “proposal untuk permintaan sumbangan” yang oleh masyarakat dianggap “mengganggu”, mereka kemudian hidup dalam keadaan apa adanya dan berusaha sebisanya untuk bertahan, seperti kasus cerita pemegang Bintang Gerilya yang jual dawet, walaupun itu juga pekerjaan halal. Sama juga mengenai potongan 75% itu yang rencananya mau “disunat”, padahal sudah ada Peraturan Menteri, itupun memang baru dinikmati oleh sebagian Veteran yang memiliki obyek pajak dan bila nggak ada yang mau “bergerak”, ya ketentuan itu akan berjalan. Salam.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Test Purworejo Blog

27 - Jun - 2007 | meds | No Comments »

PABRIK GULA JENAR

11 - May - 2011 | slamet wijadi | 52 Comments »

Matematika & Bilangan Prima

9 - Apr - 2010 | Anu Dhihasto | 13 Comments »

Selamat Idul Fitri 1431 H

9 - Sep - 2010 | meds | 1 Comment »

Angka liter unik

15 - Jan - 2009 | yoyokr | 5 Comments »

© copyleft - 2013 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net