70 % APBD Purworejo habis untuk membayar gaji pegawai

  25 - Apr - 2013 -   indra.ngombol -   14 Comments »

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Hampir 70 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purworejo habis untuk belanja pegawai, namun Bupati Purworejo menepis anggapan bahwa pemkab bisa bangkrut karena penggunaan anggaran tersebut.

“APBD Kabupaten Purworejo saat ini nilainya Rp 1,2 triliun, sebagian besar untuk belanja tidak langsung khususnya gaji guru. Pada suatu kesempatan ada orang yang bertanya pada saya, apa hal itu tidak beresiko membuat pembangunan terhambat? Saya jawab tidak. Saya telah memiliki jalan keluarnya,” kata Bupati.

Ia menjelaskan, satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengurangi belanja rutin dan mulai membangun sektor infrastruktur.

========================

  PERDA APBD TA 2013.pdf by krtindra

Mungkin itulah salah satu jawaban kenapa Purworejo dari tahun ke tahun selalu sama kondisinya alias minim pembangunan, Bagaimana bisa maju bila 70% dana APBD selalu habis hanya untuk membayar biaya pegawai??

-  Pendapatan 1201 Miliar , 875 Miliar adalah dana Perimbangan  dari Pemerintah Pusat

- Dengan Pendapatan 1201 Miliar, 849 Miliar habis untuk belanja Pegawai

- Dengan Pendapatan 1201 Miliar, angaran untuk belanja modal HANYA 164 Miliar  (13 % anggaran)

Ini akan selalu menjadi tantangan siapapun yang memimpin Purworejo. Bila membayangkan pegawai sebagai asset daerah, dengan menggelontorkan anggaran hingga hampir 70% haruslah disertai dengan target / goal yang jelas, yaitu untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Purworejo. Bila selama ini belum mencapai itu, maka 70% anggaran  hanya untuk belanja pegawai perlu DIRUBAH POLA NYA, syukur syukur bisa menjadi 70% anggaran untuk belanja modal dan 13% untuk belanja pegawai

Category: blog, Tags: ,, , , | posted by:indra.ngombol


14 Responses to “70 % APBD Purworejo habis untuk membayar gaji pegawai”

  1. Adi Degreen says:

    Jika seandainya ADA 10.000 para perantau dari perworejo mau menyumbangkan Rp.50.000,- saja perbulan, maka akan terkumpul uang sejumlah Rp. 500.000.000 ( setengah milyar ). mungkin sumbangan yang kecil untuk personal, namun besar jika disatukan.( aku mingkur ngitung wae lho ).

    • Mas Adi, untuk soal sumbang menyumbang tentunya tidak untuk menambah APBD khan, angka 0.5 MILIAR tentu sudah sangat berarti bila dipakai secara underground untuk membangun gerakan gerakan menciptakan peluang usaha dari sumber daya sekitarnya di berbagai titik kemiskinan di purworejo.

      semua peluang usaha sampingan bisa dikembangkan, dan harus dicarikan PASAR nya. Mirip seperti sistem KUR tapi dengan pendampingan, TANPA BUNGA, dan dana bergulir ke kelompok lain PLUS pasar yang potensial, bukan sekedar pasar lokal yang daya serapnya rendah

      Usaha paling berat adalah membangun spirit usaha mandiri. butuh banyak sukarelawan dengan spirit saling membantu demi peningkatan kesejahteraan

      • Adi degreen says:

        Memang betul Mas Indra,,,,untuk mengelola sumbangan itu susah2 gampang, terutama masalah kepercayaan. Karena memang kejujuran dan amanah sudah barang yang sulit ditemui sekarang ini. Tapi mungkin ADMIN BP bisa tu. Saya lihat mereka berjuang tanpa pamrih untuk memajukan ( memperkenalkan ) Purworejo tercinta ke khalayak.

    • pisitor says:

      wah cmn 0.5*12=6M setahun?
      Coba itu pns purworejo (yg dpt 849M) semua mau nyumbang 5% dari bagiannya maka akan terkumpul 42.45M!
      Kalo semisal 5% dianggap kebesaran, 2.5% dari 849M masih terkumpul 21.225 milyar!

  2. Pursito says:

    Itu namanya rakyat subsidi daerah, siapa yang jamin akan dikelola dng baik, karena kalau dana dapatnya dari sumbangan biasanya pemakaiaannya tidak produktif. sebetulnya para perantau Purworejo saya yakin banyak yang sudah memberikan sumbangan seperti itu tetapi jatuhnya ke individual memang tidak kelihatan.

    • betul Pak, yang seperti ini tentu tidak diserahkan birokrasi, tapi lembaga sosial yang bener2 punya komitmen membangun masyarakat yang berani transparan dan diaudit publik secara berkala, semoga bisa segera terwujud

  3. nurokhim says:

    perlu dicermati adanya Belanja Tidak Terduga pada komponen Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 14.888.018.696,00 (empat belas miliar delapan ratus delapan puluh delapan juta delapan belas ribu enam ratus sembilan puluh enam rupiah). Seharusnya dalam penyusunan rencana kegiatan dan anggaran (RKA) tidak ada kegiatan yang tidak terduga, karena penyusunan RKA harus berbasis pada kinerja.

  4. Memang Purworejo nggak bisa maju dan berkembang,jauh tertinggal dengan kabupaten lain.kotanya sepi dan membosankan…..

  5. Bila memang susah membangun Purworejo dengan mengandalkan pemerintah dan APBD, tidak ada salahnya RAKYAT MEMBANGUN SENDIRI dari jalur lain. SDM asli Purworejo yang merantau sangatlah banyak, sedangkan SDM produktif di purworejo masih sering terkendala kualitas pendidikan dan melek teknologi

    saya suka membayangkan Purworejo yang tetap terlihat tenang tapi industri UKM dan UKM kreatifnya bisa berkembang, anak-anak dan pemuda yang berpotensi mengembangkan desa disupport dalam bentuk apapaun (beasiswa, IT, buku, pelatihan). muncul gerakan nyata seperti Solo Peduli di kota solo

    modal utamanya adalah semangat, relasi dan komunikasi. semoga di waktu mendatang impian impian ini bisa perlahan terwujud dengan kerja keras kita bersama. di Indonesia rakyat bisa makmur karena mau bekerja keras, karena pemerintahan sejauh ini memang cenderung auto pilot, bukan berorientasi pada target kesejahteraan rakyatnya

  6. Jangan bermimpi di siang bolong….
    cb bandingkan dengan kabupaten tetangga spt Kebumen,Magelang,Wonosobo?apa ya nggak malu punya predikat sebagai Kabupaten Miskin,Terbelakang,dan paling tertinggal di Provinsi Jawa Tengah….

  7. Bicara soal malu, biarlah pemerintah daerah nya yang malu..

    Di dalam dunia bernama optimisme, selalu ada peluang dan kesempatan bagi orang orang yang mengusahakannya. tidak ada hasil yang bersifat instan, melainkan lewat perjuangan berat – bahkan hingga berdarah-darah

  8. banyak pns di Purworejo yang pindah ke kabupaten lain karena tidak betah.generasi muda juga banyak yang mencari pekerjaan di kota lain.ini membuktikan bahwa kabupaten Purworejo tertinggal,statis dan tidak berkembang dalam segala hal…..

    • Sebuah gerakan positif kepedulian biasanya muncul karena sebuah keprihatinan, tinggal kita nya mau hanya ikut ikut prihatin ataukah memulai gerakan kepedulian dan menularkan kepedulian itu ke semua kalangan

  9. IDA NAFILA says:

    sebegitu mirisnya kah kota kelahiranku purworejo…..
    dimana para pejabat yg telah diberikan amanah…
    bukankah dana pajak yg di berikan harusnya kembali kpd rakyat lagi…. kenapa malah dinikmati para atasan yg tdk bertanggung jawab… coba tengok ke daerah yg terpencil sprti bruno jalannya masih memprihatinkan….
    sebenarnya pejabatnya gimana si apa cuma titelnya aja yg dibanggakan… samapai saya di perguruan tinggi pula .. setiap saya kenalan gak ada yang tahu nama purworejo, padahal sbnrnya purworejo pnya wisata yg bgus seperti bedug bagelen cba xlo itu dikembangkan pasti akan ada bnyk wisatawan……
    kapan ya aku bisa masuk kejajran pemkot agar bisa ikut andil membantu perkembangan purworej…..

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2013 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net