BERTEMAN DENGAN MISS HAWAII YANG DI-“NGOK” OLEH BUNG KARNO

  1 - Dec - 2012 -   slamet wijadi -   8 Comments »
foto ofBERTEMAN DENGAN MISS HAWAII YANG DI-“NGOK” OLEH BUNG KARNO
Carol Ah Yu Miss Hawaii 1956 yang menyambut BK

Tahun 1956 bulan Mei Bung Karno (BK) berangkat ke Amerika Serikat memenuhi undangan Presiden AS Dwight D. Eisenhower. Ini adalah kunjungan BK pertama ke AS dan nampaknya pihak tuan rumah telah mempersiapkan momentum kunjungan BK ini dengan penyambutan yang istimewa. Dunia waktu itu sedang dilanda “Perang Dingin” antara Blog Barat/Kapitalis (Amerika) dan Blog Timur/Komunis (Uni Soviet) dan undangan ke AS ini adalah dalam rangka “merayu” agar BK/Indonesia berpihak/condong ke barat, makanya mereka mengganggap kunjungan BK ini “sangat strategis”. Segala usaha dilakukan untuk “menyenangkan” BK.

Yang akan saya ceritakan dalam kisah ini adalah salah satu dari episode kecil dari kunjungan BK yang mempunyai aspek “human interest”, yang sekaligus menggambarkan betapa BK memang pribadi yang luar biasa. Dan dari kejadian tsb. saya beserta teman-teman berhasil menarik “keuntungan” mendapatkan seorang teman gadis cantik Hawaii selama kami tinggal di Honolulu, sekaligus juga lebih memperkenalkan Indonesia.

Kisahnya dimulai pada waktu kedatangan BK di Honolulu, Hawaii, yang disambut secara istimewa dengan menampilkan seorang gadis cantik Miss Hawaii sebagai penyambut di Bandara yang adalah mahasiswi dari Universitas Hawaii, Honolulu, Miss Carol Ah You. Dengan mengalungkan bunga “selamat datang” khas Hawaii/ Lei, dileher BK, gadis tersebut memberikan ciuman “selamat datang” dengan ucapan: “Welcome to Hawaii, Your Excelency Mr.President”. Mendapat sambutan “istimewa” demikian tsb. dengan spontan tanpa menyia-nyiakan moment yang berharga, BK mengatakan, “Thank you, may I return your kiss?” dan terjadilah satu adegan sensasional yang “menghebohkan dunia”, dimana BK memberikan “ciuman maut” kepada gadis tsb.

Carol Ah Yu Miss Hawaii 1956 yang menyambut BK

Peristiwa dan adegan tersebut membikin “geger” Hawaii dan mainland Amerika. Pers memberitakan secara sensasional, lengkap dengan memasang foto adegan “ciuman maut” tersebut disertai dengan komentar2 yang pada umumnya bersifat positif, memuji dan mengagumi sikap dan perilaku BK yang, sebagai tamu negara, menyimpang dari kebiasaan konfensional namun dinilai sangat “luar biasa” dan “menyentuh” hati orang Amerika. Mereka bahkan merasa “tersanjung” dengan tindakan BK yang langsung membalas secara spontan atas “keramah-tamahan” tuan rumah yang agak “mengagetkan” itu namun yang dinilai sangat “tepat”. Peristiwa tersebut, ibarat sebuah kunci, telah “membuka” dan menyentuh hati tuan rumah, sehingga tidak mengherankan bahwa selama kunjungannya ke AS , BK dielu-elukan kemanapun dia pergi termasuk di Hollywood dimana hampir semua bintang film terkenal hadir untuk menyambut BK, termasuk Marilyn Monroe…

Di tanah air berita dari Hawaii itu mendapat sambutan yang cukup “menggemparkan”. Koran koran memasang headlines dengan judul al. “Bung Karno memberi ‘ngok’ pada Miss Hawaii”. Istilah “ngok” untuk ciuman menjadi populer. Kita jadi ikut bangga bahwa tindakan spontan BK tersebut ternyata sangat berkenan bagi tuan rumah orang Amerika. Nampaknya hanya BK lah yang mampu mengekpresikan tindakan yang begitu, baik cara, waktu dan tempatnya secara hangat, tepat dan tulus sehingga semuanya merasa happy…

Tahun 1957 saya bersama sekitar 15 orang dari seluruh Indonesia mendapat beasiswa dari Pemerintah AS. Yang lebih istimewa lagi ialah bahwa kakak saya yang baru selesai dari UGM juga termasuk penerima beasiswa yang sama dan karenanya kami bisa berangkat bersama. Inilah yang menjadi kebanggaan Ayah saya sebagai orang desa yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Kuliah di Perguruan Tinggi baru akan dimulai bulan September. Kami diberangkatkan bulan Juni dengan pengertian kami diharuskan masuk “Orientation Center” pada berbagai Universitas di Amerika selama 2 bulan sebagai bagian dari periode “adaptasi” untuk berkenalan dengan “American Culture” sekaligus juga untuk memoles kemampuan bahasa Inggris kita. Lima orang termasuk saya ditempatkan di University of Hawaii, Honolulu. Dalam kelompok saya itu termasuk dokter Teuku Yacob (alm.) dari Universitas Gajah Mada yang kemudian jadi tokoh terkenal dalam bidang Antropologi Ragawi dan juga Rektor Gajah Mada (’82-’86).

Penempatan saya di Univ. Hawaii itu sungguh satu keberuntungan yang menyenangkan, karena sekaligus terpikir akan merupakan kesempatan untuk “berkenalan” dengan gadis cantik yang begitu menghebohkan, gara-gara di “ngok” BK. Beberapa hari setelah keberadaan saya di Kampus Univ. of Hawaii, Honolulu, saya mulai “menelusuri” lewat Universitas tentang keberadaan si gadis itu. Hal itu tidak sulit karena disamping dia seorang mahasiswi, dia juga terkenal sebagai Miss Hawaii, apalagi setelah peristiwa ciuman dengan BK tsb. Akhirnya saya mendapatkan nomer telponnya dan dengan Bhs. Inggris yang masih belepotan saya kontak dia. Sungguh diluar dugaan, mendengar saya dari Indonesia dia menyambut dengan hangat, “yes, I like your President”, katanya dengan spontan. Hubungan telah terjalin. Saya “lapor” pada teman2 dan mereka sangat senang. Yang paling gembira adalah Dewanto (kemudian menjadi pejabat Protokol Istana/Sek. Neg.) yang penampilannya paling gagah diantara kita dan “cenderung” play boy…

Foto bersama sebagai kenangan persahabatan

Pertemuan pertama kami dengan Miss Carol Ah You berlangsung di kafetaria Kampus dan sungguh mengesankan, kami seakan berjumpa dengan “kawan lama”. Tidak diragukan lagi bahwa dia memang cantik namun sebagai seorang mahasiswi nampil cukup sederhana. Dia juga sangat ramah-tamah dan minta agar dipanggil Carol saja agar lebih akrab. Dia menyatakan terkesan dengan penampilan BK yang karismatik dan sikapnya yang begitu hangat dan “galant”. Kami tanyakan bagaimana kesannya sewaktu secara “mendadak” mendapat ciuman balasan dari BK, dijawab “agak surprise juga namun merasa senang dan terhormat”. Sejak saat itu dia tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Indonesia dan BK. Dengan sikap yang demikian itu hubungan kami dan dia terjalin menjadi akrab dan hangat. Beberapa kali kami mengadakan pertemuan, bahkan sempat diundang ke hotel Waikikian Beach, tempat dia bekerja paruh waktu sebagai Public Relation Officer.

Foto bersama setelah merayakan 17 Agustus 1957 di depan dormitory Univ. of Hawaii dimana kami tinggal..

Tanggal 17 Agustus 1957 kelompok mahasiswa Indonesia mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan di Kampus dengan mengundang mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai negara Asia, Myanmar, Thailand, Pilipina, Jepang dan Korea. Dan tentu tak lupa tamu kehormatan kami adalah Carol Ah you Miss Hawaii 1957 yang dengan senang hati ikut “mempromosikan” Indonesia. Dengan kehadiran Miss Hawaii tsb upacara berlangsung cukup meriah dan sukses. Teuku Jacob yang paling senior diantara kita menyampaikan sambutannya yang cukup baik. Mengingat bahwa kami penerima beasiswa yang “pas-pasan” upacara diakhiri dengan sekedar hidangan minuman ringan dan snack. Peristiwa tersebut sangat membekas dalam ingatan saya dan hanya bisa terjadi berkah tindakan BK yang telah “ngok” Miss Hawaii setahun sebelumnya. Kini lebih dari 50 tahun kemudian, teman-teman saya dari satu kelompok waktu itu semuanya telah almarhum, sehingga saya hanya bisa berbagi cerita dengan pembaca Blogger Purworejo melalui tulisan ini sebagai kisah nostalgia yang indah.

Lebih dari dua bulan kami berada di Kampus Univ. of Hawaii, keberadaan kami selama itu cukup menyenangkan, namun yang menjadikan keberadaan kami itu lebih mengesankan dan terkenang sampai saat ini adalah perkawanan kami dengan Carol, seorang Miss Hawaii yang berkat “ngok” BK telah menyatakan “jatuh cinta” pada Indonesia dan menjadi teman akrab kami selama kami berada disana. Karenanya pada waktu kami harus meninggalkan Honolulu menuju Mainland Amerika permulaan September ’57, dengan berat hati kami pamit sambil menyampaikan salam khas Hawaii, “Aloha, till me meet again…”. Sw.

Category: blog, Tags: | posted by:slamet wijadi


8 Responses to “BERTEMAN DENGAN MISS HAWAII YANG DI-“NGOK” OLEH BUNG KARNO”

  1. mas adjie says:

    Sungguh luar biasa dampak dari “Ngok”nya seorang Bung Karno bagi hubungan bilateral Ind – USA bahkan menggegerkan dunia saat itu, termasuk dampak bagi pak SW dan kakak, sehingga bisa dpt bea siswa, jadi kalo boleh disebut “Bea Siswa Ngok”… nggih pak.. hehehe.. Perihal “Carol” memang cantik pak, Apakah saat ini “Carol” masih sugeng..? matur nuwun. salam….

    • slamet wijadi says:

      Mas Adjie, memang betul “ngok”nya BK berhasil “menyihir” AS sehingga BK dielu-elukan sebagai seorang “pahlawan”. Waktu BK pidato di depan gabungan Senat dan DPR AS, kedatangan BK disambut spontan dengan penghormatan berdiri seluruh hadirin, ini sangat jarang terjadi untuk tamu asing. Juga selama pidato sambutan tepuk-tangan gemuruh berulang kali memenuhi gedung. Menurut seorang wartawan hal ini sangat jarang terjadi, padahal pidato BK itu banyak mengeritik AS, itulah kehebatan seorang BK, yang menjelang akhir hanyatnya diterlantarkan oleh para penguasa bangsanya pada waktu itu, akhir tragis dari seorang pembebas bangsanya dari penjajahan…
      Carol Ah You memang cantik karena itu terpilih sebagai Miss Hawaii, namun kalaupun dia masih hidup mungkin kini hanya menyisakan kecantikannya masa lalu, karena usianya pasti sudah disekitar 75 tahun… trima mas Adjie untuk komennya.

      .

  2. gunadirayap says:

    Sebuah cerita yang menarik, dari kisah lalu yang menyentuh hati. Tapi pak WIEK ” Kalau menurut saya, kalau Sukarno me ” NGOK ” nya sekarang, bakal geger. Bisa bisa DPR, akan bikin pansul ” NGOK GATE ” He he he. salam

    • slamet wijadi says:

      Mas Gunadi, memangnya DPR kurang kerjaan, namun kalau melihat kwalitas DPR kita sekarang memang mungkin hal itu bisa terjadi, trims untuk tanggapannya.

  3. gunarso ts says:

    Pak Wiek, ini kisah lama yang sungguh luar biasa. Jarang ada, apa lagi di masa itu, kakak beradik bersamaan memperoleh bea siswa untuk study di Amerika. Adik lulusan ADLN (Akademi Dinas Luar Negri), kakak lulusan UGM, yang di kampung kita waktu itu menyebutnya Gajah Modo. Jelas ini kebanggaan bagi keluarga besar Atmosudarman, karena saya juga merasakan suasana semacam itu. Saat Lik Bunandir warga kampungku di tahun 1960-an kuliah di Gajah Modo itu tadi, penduduk menanggapi dengan takjub.
    Keberuntungan Pak Wiek yang lain, baru kali pertama menginjakkan kaki ke negara Paman Sam, berhasil melacak Miss Hawaii yang menggegerkan dunia karena dia “dingok” oleh Bung Karno. Dari nama dan sosoknya, memang menggemaskan. Jika diterjemahkan dengan struktur bahasa kita, namanya kan menjadi: “Carol, ah…..kamu!” Dan dilihat dari fotonya, sepertinya dia masih darah “Putri Cempa” juga ya Pak?
    Kisah Miss Hawaii yang dingok Presiden RI pertama, mungkin ini latar belakang dari kegalauan BK sebagaimana yang diungkapkannya dalam buku “Bung Karno penyambung lidah rakyat Indonesia”. Dalam buku itu almarhum sangat tersinggung karena majalah “Time” dan “Life” menulis bahwa “Sukarno tidak bisa melihat wanita tanpa bernafsu”. Paling kurang ajar, begitu kata BK, dalam sebuah majalah remaja terbitan AS dipasang foto gadis striptease yang dilay-out sedemikian rupa sehingga nampak berhadapan dengan BK yang berpakaian seragam presiden.
    Saat kembali ke AS bulan April 1961, BK sempat mengeluhkan sikap pers AS itu pada Presiden John F Kennedy. Tapi apa boleh buat, presiden AS ke 35 itu juga tak berdaya menghadapi keganasan pers di negrinya, sehingga Kennedy hanya bisa menghibur BK dengan kalimat, “Tuan memang benar sekali, tapi apa yang dapat saya lakukan, sedangkan saya dikutuk juga di negeri saya sendiri.”
    Yang ironis, kedua kepala negara yang bersahabat akrab itu, nasibnya berakhir tragis sebagai presiden. JF Kennedy tewas ditembak 22 Nopember 1963, sedangkan Bung Karno 6 tahun berikutnya “dibunuh” pelan-pelan oleh Soeharto setelah sukses dengan “kudeta merangkak”-nya menurut istilah sejarawan Asvi Warman Adam.
    Kalau begitu benar kiranya Pak Wiek, kata pakar politik revolusi memang akan selalu makan anak sendiri. (gts)

    • slamet wijadi says:

      Komentar mas Gun selalu melengkapi apa yang telah saya tulis. Memang benar, keberangkatan kami kakak beradik ke AS dengan beasiswa itu sungguh luar biasa, namun karena Bapak selalu “low profile”, beliau hanya menyambutnya dengan bangga dan ucapan syukur, samasekali tidak terkesan ingin “pamer”, itu yang saya kagumi dan ingin saya warisi dari sifat Bapak saya.
      Seperti saya katakan, saya beruntung ditempatkan di Honolulu dan berkesempatan berteman dengan Miss Hawaii( “gara-gara BK”), kakak saya langsung ke AS dan ditempatkan di Kansas, sedang Hasjim Djalal (kemudian Prof.) yang berangkat bersama juga, langsung ke Washington. Ada cerita kecil yang lucu, sewaktu kami tiba di Honolulu, kami juga disambut dengan kalungan bunga dan “ciuman” selamat datang. Rupanya salah seorang teman saya agak Gr, dan ingin “membalas” ciuman seperti gaya BK, namun sigadis dengan halus “menolak” cara yang kebablasan itu. Kemudian saya bilang “rasain lu emangnya lu siapa mau niru BK?” ha, ha, ha….
      Miss Hawaii itu, menurut dia, memang berdarah campuran ibunya berdarah Rusia dan bapaknya berdarah Jepang. Di Hawaii memang tempat campur baur macam2 bangsa, sebagian Jepang, Cina, Filipino dan kulit putih. Ingat dengan kasus Barack Obama dan Maya Sutoro.
      Harus di akui bahwa BK memang pengagum wanita cantik, dari situ barangkali timbul energi BK yang luar biasa, namun sebaliknya wanita cantik juga banyak yang mengagumi BK, ini sama dengan Jack Kennedy, makanya mereka bisa bersahabat, sama2 selera… yang tragisnya juga bernasib mirip-mirip, mungkin di alam sana mereka bisa meneruskan persahabatannya…
      Revolusi memang selalu makan anaknya sendiri, tragis karena anak yang “dimakan” itu yang telah menjadikan revolusi itu berhasil sehingga bangsanya bebas dari penjajahan ratusan tahun. Kalau saya ingin katakan bahwa “demi kekuasaan manusia mampu dan bersedia berbuat apa saja” ingat kan kisahnya Ken Arok?… Trims Mas Gun dan salam.

  4. Jefry says:

    Ini merupakan cerita tentang Bung Karno yang tidak ada dalam sejarah, senang bisa tahu langsung dari anda betapa karismatiknya beliau hingga menjadi sorotan publik luar negeri kala itu
    Apakah suatu saat nanti negeri ini bisa mendapatkan seorang presiden yang seperti beliau ya mengingat makin lama Indonesia makin semrawut saja..

    Selamat tahun baru 2013 Pak..

    • slamet wijadi says:

      Mas Jefry, trims untuk tanggapannya. Secara umum berita tentang kedatangan dan penyambutan BK di Honolulu itu dimuat oleh media di seluruh dunia,khususnya di AS dan tentunya di Indonesia, karena sangat istimewa dengan peristiwa “ngok” itu. Di AS pengaruhnya luar biasa, seakan telah membuka hati orang AS terhadap tamunya yang istimewa yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mempunyai perilaku demikian, namun bagi mereka sangat berkenan. Sampai-sampai Presiden Eisenhower, dalam salah satu kesempatan menyatakan bahwa “kalau orang mencari persahabatan dia akan dapat persahabatan”, ini menandakan bahwa dia berkenan dengan sikap-sikap BK yang memang sangat tulus untuk mencari persaudaraan.
      Secara khusus apa yang saya ceritakan itu memang tidak mungkin “ada dalam sejarah”, karena itu kisah pribadi, dan saya ingin agar kisah tersebut bisa dibagi untuk teman-teman/orang lain, sekaligus ingin mengingatkan betapa beruntungnya kita punya sosok manusia seperti BK yang tidak hanya dikagumi oleh rakyatnya, tetapi juga oleh dunia. Manusia seperti Sukarno ini barangkali belum tentu akan hadir seabad satu kali. Kita merindukan lebih2 karena melihat kondisi negara dan bangsa kita yang seperti sekarang ini, dimana tidak nampak adanya kepemimpinan dan pemimpin yang sejati. Salam.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Apakah Bloggerpurworejo perlu di upgrade ke WP 2.7?

25 - Dec - 2008 | indra | 4 Comments »

Arisan Warga Purworejo Radio P2SC Walet Emas Jakarta

21 - Jun - 2009 | Febri Aryanto | 11 Comments »

Awas Nyamuk Demam Berdarah

26 - Jun - 2013 | Adi Degreen | 4 Comments »

Grup Keroncong Purworejo tampil di TVRI

24 - Nov - 2009 | sugeng Ikasapala | 10 Comments »

Teman Sejati

15 - Dec - 2008 | a *NaGaReBoSHi* | 1 Comment »

© copyleft - 2012 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net