Omah Gedong Magrong Magrong

  5 - Jun - 2012 -   slamet_darmaji -   8 Comments »

Maaf bila saya pakai bahasa Jawa tentang judul di atas, sekedar menulis opini pribadi tentang rumah tinggal kita, dan di sekitar kita.

Dulu waktu aku masih kecil di kampung ada beberapa rumah yang bisa dikataka…n Gedong Magrong Magrong atawa rumah gedongan yang bagus, dengan design bangunan moderen yang bagus pula dan semuanya terbuat dari tembok yang kokoh, namun usia manusia memang tidak lama dibanding usia rumah gedongan tadi,sehingga ketika si empunya rumah mewah tersebut sudah tiada dan anak2 pewaris rumah tidak bisa menempati karena sudah punya rumah di kota yag lebih nyaman dibanding di desa, maka rumah tersebut akan terlantar, tanpa penghuni dan berujung menjadi rusak tinggal tersisa dinding dinding yang kokoh yang tak mempan dimakan rayap namun semakin lama juga akan tergerus oleh umur bagunan itu sendiri sehingga akan rusak juga.

Di kota semua rumah sudah gedong magrog magrong karena memang umumnya seperti itu apabila dikota ada rumah kayu yang sederhana maka di sebut rumaha antik entah bagus atu jelek.

Dengan kejadian pengalaman tersebut maka aku pribadi untuk tiggal dikampung memilih rumah kayu, apabila sudah tak ber penghuni maka rumah itu dapat di jual kembali sebagai rumah second atawa tangan ketiga atawa bahkan ke empat.

Alkisah tantang rumah gedong magrong magrong yang sekarang sudah menjadi hutan kembali banyak di kampungku, dan apabila dinilai uang berapa banyak kah yang terbuang sia sia, tanpa bisa kembali menjadi uang, hanya untuk sekedar rumah tinggal yang tak lama bisa kita tempati, karena rumah yang gedong magrong magrong itu umurnya lebih panjang ketimbang umur kita.

Aku berhayal apabila tuwa nanti setelah pensiun jadi tukang listrik dan nggak kuwat lagi untuk penekan untuk mbetulin atawa pasang listrik, maka aku akan pulang kampung halaman sebagai petani dengan sawah dua hektar ( menghayal ) dan menetap disana sampai akhir hayat, rumahnya pun sederhana saja, karena hidupku ini juga sederhana dan Doa nya juga sederhana, duh Gusti paringono kuwat supados tetep sederhana & sabar.

Salam

Slamet Darmaji,24 Mei 2012

Ilustrasi : Omah suwong

Category: blog, Tags: | posted by:slamet_darmaji


8 Responses to “Omah Gedong Magrong Magrong”

  1. massito says:

    Memang ada baiknya, kalau kita sudah tidak produktif dikota kita kembali kedesa, karena disana masih banyak yang bisa kita kerjakan walaupun diusia diatas 50th. apalagi punya sawah 2 ha, dng uang pensiun tukang listrik yg sekian puluh juta pasti bisa hidup enak didesa, jauh dari keramaian, udara segar, ati tentrem dll, semoga terlaksana. purs

  2. Raf says:

    Pak Maji,
    Biar tambah semangat sawah yg 2 ha, 1/2 ha dibuat kolam ikan, 1 ha ditanamin padi, 1/2 ha untuk kebun buah & sayuran …wis manteep pagi refreshing di sawah, siang di kebun, sore di kolam …

    salam,

  3. mas adjie says:

    saya juga punya angan2 spt Pak Maji… pengin masa tua hidup di daerah Purworejo.. asal muasal
    leluhur… amin.

  4. Terimakasih atas semua koment dari teman-teman dan juga para pembaca setia,karena pengen hari tua nanti lebih tenang hidup di kampung,sambil kita bisa berbagi ilmu yang kita sudah dapatkan di perantauan kepada generasi kita.

  5. Sriyono Suke says:

    amiiinnnn…
    cuman nanti maculin sawah 2 hektar juga capek hlo… :D

  6. Untungsubagio says:

    Nuwun sewu bade sumbang saran Pak Slamet…ketika saya masih aktif ngantor punya cita-cita seperti panjenengan…eh akhirnya kaleksanan tahun 2001 saya dapet tawaran pensiun awal, dengan pesangon yg alhamdulillah lumayan banyak…terus saya boyong klg pulang ke Pwr, kalo saya asal Jenarwetan ning saya nyoba berwiraswasta di tempat istri di ngGebang, saya bikin poultry ambil DOC nya di ahong kulon Buh menceng…tiga tahun tak tekuni hasilnya pas-pasan..malah-malah karena biasa hidup di Jkt simpenan berupa tanah di boromukti permai dan ruko di pasar baledono ditambah 2 buah mobil kejual..entek nggo mangan, akhirnya saya putuskan kembali ke Jkt, yo mung bersyukur anak-anak SMA nya di Pwr bisa pada kuliah di Undip dan sekarang sudah pada mentas trus saya mulai berwiraswasta di Tgr….yg alhamdulillah malah berjalan lancar…rupanya alam Pwr wis jauh beda dengan masa thn 70-80an milo menawi kepareng saran kulo kondur wonten Pwr sae-sae mawon tapi untuk bertahan hidup sangat susah jadi mohon dipertimabngkan….matur nuwun

    • Terimakasih atas subang sarannya Mas Untungsubagio,,ternyata pikiran itu tidak cuma diriku saja dan mungkin masih banyak teman2 yang lain ber pikiran sama,,pengalaman panjenengan sangat menarik dan menjadi bahan pelajaran bagi kami, bahwa memang tidak mudah untuk beralih profesi apalagi sama sekali kita masih awam di bidang itu,,kalau saya berfikir mau jadi tani saja lalu pulangkampung, dengan catatan anak2 sudah mentas sekolahnya sehingga beban hanya suami dan istri yang menjalani, dan untuk sektor pertanian saya rasa sektor yang tidak terlalu beresiko, dan satu hal lagi bahwa gaya hidup kita di kota harus sudah mulai di rubah dengan gaya hidup di desa mengikuti lingkungan masing masing, jangan sampai besar pasak daripada tiang,..matur nuwun sanget..

    • Mas Untungsubagio,,njenengan dari Jenar Wetan, saya jadi Igat kalau Bapak saya Midi Atmodijoyo asli dari desa Piji,Kc Bagelen, pernah tinggal di Desa Jenar Wetan, namun karena tidak punya anak, maka bercerai dengan Ibu tiri saya ( tidak tahu nama aslinya ) kami masih sering ke rumah Ibu Jenar/Ibu tiri, saat lebaran naik dokar dari Kalirejo Bagelen,kalau njenengan pernah dengan kasus perampokan dan pembnhn sekitar thn 1992an ( maaf saya samarkan ) itu yang di rampok adalah Ibu tiri saya, panggilanya di sana BuMidi walau sudah menikah lagi dengan orang lain tapi tetangga2 masih memanggil dengan sebutan BuMidi..Nuwun

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Wah Blog Kok Sepi?

8 - Nov - 2007 | meds | 5 Comments »

Lebaran yang selalu kunanti

31 - Aug - 2011 | meds | 12 Comments »

SEKOLAH YANG DILUPAKAN

11 - Aug - 2009 | massito | 4 Comments »

Semua Berawal dari Blog

10 - Dec - 2008 | masdodi | 4 Comments »

Terimakasih Ayah, Sudah Nunjukin Betapa Miskinnya Kita

7 - Jun - 2010 | Anu Dhihasto | 4 Comments »

© copyleft - 2012 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net