Desaku Dulu dan Kini

  19 - Jun - 2012 -   slamet_darmaji -   10 Comments »

Desa Dulu

Kampungku tepatnya dusun Kahuripan Desa Kalirejo kec. Bagelen kab Purworejo, Kedu,Jateng. Waktu aku masih kecil dulu di akampungku dibilang regeng atau ramai,para penduduk yang berbagai macam profesi, Petani, Pegawai Negri, Pedagang, juga Pengemudi Dokar, Sekolah dasar negri ada dua yakni SDN Klirejo dan SDN Khuripan semua penuh dengan murit dengan rata-rata satu kelas ada 30 murid, bapakku dinas di Depdikbud Kabupaten Purworejo, juga seorang Guru di SMP Pancasia Soka di Desa Soka kec Bagelen, yang didirikan bersama kawan kawannya sejak tahun 70an. Sebuah sekolah SMP partikelir yang dirikan jauh dari SMP lainya yang rata-rata ada di desa Krendetan, sekolah SMP untuk warga desa di sekitar desa Soka, Piji,Clapar,Semagung,
Semono,Somongari, SMP Pancasila Soka didirikan lebih mengutamakan pengabdian daripada faktor Bisnis, muridnya pun banyak dan pernah mencapaimasa keemasan di awal tahun 70an sd akhir 80an.

Cerita tantang pasar Kahuripan di kampungku, dulu waktu aku masih kecil sampai dengan STM 1991, pasar Kahuripan merupakan pasar transit pedagang yang akan ke pasar Krendetan pasar Jenar maupun pasar Purwodadi, para pedagang banyak yang melalakukan transaksi di pasar Kahuripan entah sayuran dan hasil bumi lainya seperti buah buahan, Durian, Manggis,Pisang, Kelapa,Mundong,Langsep, dan beberapa hasil olahan seperti Gula Merah/Gula Jawa yang banyak di produksi berasal dari desa kami, desa Sekangun dan desa Sokoagung yang berada di sebelah timur desa kami di antara perbukitan menoreh / pegunungan menoreh.

Cerita tentang tentang transportasi dulu di pasar kahuripan di dominasi oleh delman atu dokar, rumahku yang berada di sebelah utara pasar Kahuripan hanya berjaran 150Mtr, kadang antrian delman sampai didepan rumahku kearah selatan sampai pasar, antrian panjang itu terjadi pada waktu hari pasaran pasar Krendetan yaitu hari Rabu dan Sabtu, delaman yang masih mengalami masa keemasan pada waktu itu ada ratusan, delaman dari berbagai desa di sekeliling desa kami, belum lagi delman yang mangkal di pertigaan Bagelen dan pasar Krendetan juga,bahkan mereka mempunyai persatuan yaitu PPD Persatuan Pengemudi Dokar di desa kami setiap dua tauhun sekali selalu diselenggarakan pagelaran Wayang kulit untuk memperingati hari jadi PPD, dengan dalang di sekitar Purworejo seperti Dalang Bagong dari Geduren, Dalang Tarko dari Kutoarjo.Mobil menuju ke Purworejo hanya terdapat di pertigaan bagelen yang di dominasi mobil dari Wates juga Bis dari Jogja, angkutan umum menuju Purworejo juga ada di pertigaan desa Soka, mobil dari pasar Semagung yang melayani transport melewati desa Soka,Piji,Kemanukan,Cangkrep ke Purworejo sampai dengan prapatan pantok, baik pertigaan Bagelen maupun desa Soka berjarak sama dari kampungku yaitu 2 Kilo meter, Bagelen adalah ke arah selatan dan Soka ke arah utara dari desaku, namun para penumpang dari desaku cenderung ke Purworejo melalui pertigaan Bagelen daripada ke pertigaan desa Soka. Dari pasar Kahuripan naik delman atau jalan kaki 2Km ke pertigaan Bagelen dan naik mobile Tesen / elef / colt / kopada/ ke Purworejo.

Desaku kini

Kini Desa dan Kampungku sudah sepi, hanya bebrapa pegawi negri sipil , petani dan sebagian kecil pedagang, tidak adalagi pengemudi dokar.
Sekolah dasar yang dulu di desaku ada dua sekarang tinggal satu saja yang masih broperasi karena yang satu lagi sudah tidak kebagia murid entah karena berhasilya program keluarga berncana atau memang desaku sudah tak ada lagi kaum muda, SD Kalirejo itu tinggal puing puing saja, SMP Pancasila Soka juga sekarang bisa dikatakan sepi murid.

Cerita tentang pasar Kahuripan yang kini tinggal kenangan karena sudah tidak ramai lagi, hanya di dominasi pedangan di kampungku saja, tidak ada yang dari luar desa,karena para pedagang sudah mendistribusikan daganganya langsung ke pasar Krendetan, Jenar, Purwodadi bahkan ke pasar Purworejo.

Cerita tentang transportasi yang dulu di dominasi oleh Dokar, kini sudah tinggal satu atu dua saja bahkan telah menjadi transportasi yang antik. Hilangya dokar pada saat itu oleh masuknya angkutan umum yang dinamakan Primkopad jenis kendaraan bis tiga perempat seperti Mikromini dan mempunyai rute dari Kutoarjo ,Ngombol, Purwodadi, Pendowo, pertgiaan Bagelen dan ke utara melewati desa Kalirejo,Clapar,Soka,Piji,Kemanukan, Cangkrep sampai dengan Purworejo, dengan rentang waktu 30menit sekali lewat, orang beralih kepada Primkopad karena lebih murah ketimbang Dokar, maka pelan namun pasti dokar tidak mendapatkan penumpang lagi dan gulung tikar. Angkutan bahan kebutuhan dan barang dagangan lainya dari desa Sekengun, Semagung di timur desa kami sudah langsung dibawa ke pasar Purwodadi, Krendetan, Jenar, bahkan pasar Purworejo, tidak lagi transit di desa kami, dengan menggunakan Mobil kecil mereka langsung ke pasar pasar besar.

Sekarang ini Primkopad sudah tidak ada lagi, dokar juga tidak ada lagi. Desaku menjadi semakin sepi karena banyak generasi muda yang merantau ke kota besar untuk hidup yang lebih baik dan lebih menjanjikan di jaman yang semakin ketat dalam persaingan hidup ini, dari pada hidup di desa yang sepi dan sulit mencari pekerjaan, termasuk saya.

Jaman sudah berganti desaku tetap menjadi desaku walaupun sudah tak seindah dulu.

Desaku yang kucinta

Pujaan Hatiku

Tempat Ayah dan Bunda

Dan handai tolanku

Tak mudah ku lupakan

Tak mudah bercerai

Selalu ku rindukan

Desaku yang permai

Salam

Slamet Darmaji, 17 Juni 2012

Category: blog, Tags: | posted by:slamet_darmaji


10 Responses to “Desaku Dulu dan Kini”

  1. massito says:

    Ya lagu DESAKU YANG KUCINTA pernah dinyanyikan waktu dikampungku ada reuni perantauan, sungguh menyentuh, lagunya sederhana, mudah dicerna dan cukup menggambarkan keadaan desa kita,
    Desa kita tetap akan menjadi desa kenang-kenang, apakah kita masih bisa kembali kedesa untuk hidup seperti dulu, kita tunggu saja.
    Tetapi cita-citaku tetap ingin kembali kedesa. purs.

  2. Didik Winarko says:

    Duh…. tak terasa berkaca-kaca saat kubaca kata demi kata di tulisan ini..
    Aku menjadi teringat betapa bahagianya masa kecilku di sebuah desa di ujung utara purworejo sana..
    Dingin alami, damai, tanpa polusi, sahabat-sahabat kecilku yang selalu ceria dan kreatif versi doeloe..
    Miris memang… saat kita kembali ke tempat dimana dulu kita menghabiskan masa kecil kita, ternyata keadaan sudah 180derajat jika dibandingkan masa dulu… Kemajuan jaman dan teknologi telah “memaksa” perubahan di segala bidang… Tak ada lagi permainan-permainan tempo doeloe yang dulu setiap hari mengisi hari-hari…
    Budaya “kampung” yang dulu terasa begitu indah sekarang sudah dibilang “kampungan” digantikan dengan budaya modern… Ah… sungguh aku merindukan masa-masa itu…

  3. Saya menangis pada saat teringat lagu Desaku yang Kucinta, dilantai 11 Hotel Regent Kuningan, bukan sedang piknik nginep di hotel bintang 5 tapi saya menjadi pekerja Proyek pembangunan Hotel tsb, waktu itu aku barusaja merantau ke Jakarta dan dan kerja sebagai pembantu tukang listrik yang memasang instalasi listrik di proyek pembangunan Hotel bintang 5 itu, aku tak pernah membayangkan bahwa akan bekerja menjadi pekerja kasar,dekil,berat, ditambah dikerjain sama teman-teman yang sudah senior, naik turun tangga dengan beban yang berat,dll. menjadi seorang kuliproyek tak pernah terbayangkan ketika aku masih di desa,bapaku seorang pegawai negri yang bisa dikatakan terpandang pada waktu itu, tapi aku menjadi kuli proyek,namun semua aku jalani dengan iklas karena aku belajar listrik dan hanya sampai STM maka langkah demi langkah saya tidak terlalu sulit, dari helper,tukang,Mandor,Supervisor,dst,dan itulah yang dinamakan karier.Thanks for all comment.Salam

  4. mas adjie says:

    dear mas Darmaji… sptnya Tuhan mempunyai cara tersendiri dlm memberikan rejeki seseorang termasuk kpd anda, spt dulu mas Dar menjadi seorang kuliproyek yg tak pernah terbayangkan sblmnya. Apalgi Ayah mas Dar seorang pegawai negri yang bisa dikatakan terpandang pada waktu itu. Namun apakah kita pernah tahu sejauh mana lika liku ayah mas Dar sehingga dpt mjd seorang pns yg sukses? mungkin beliau juga melalui berbagai rintangan dan cobaan yg berat juga. Sangat setuju bhw mas Dar menjalani semua itu dengan iklas, dari helper,tukang,Mandor,Supervisor,dst, semua profesi itu gak ada ruginya harus dijalani supaya kita bs merasakan hidup mereka pd saat kita menjadi atasannya…

  5. suwarto says:

    manusia hidup itu sudah ditakdirkan ada yang rejekinya pas-pasan , ada yang cukupan ,ada yang kaya raya ,ada pekerja dari pengulung sampah sampai presiden , orang hidup hanya menjalani apa yang sudah digariskan /ditakdirkan yang maha kuasa pekerjaan dan rejeki sudah ada takarannya sendiri kita hanya bisa berdoa,berusaha dan bersyukur kepada allah SWT.

  6. Tuk Pratisto says:

    Sugeng pinanggih mas Slamet D. Yen mboten klentu panjenengan putranipun pak Midi.Dos pundi kabaripun sederek sedoyo. Seratan panjenengan yektos ngengetaken masa kecil kawulo rikolo taksih wonten dusun Piji.Kulo sanget anggenipun ngestosi seratan panjenengan salajengipun. NuwunG

    • Sugeng pinanggih maleh,leres pangandikanupin Bapak bilih Pak Midi meniko kaleres Bapak,sinarenng serat meniko dalem ugi sedherek tansah ginanjar wilujeng, mugi mugi panjenengan sekeluarga injih makaten ugi.Injih pak dalem ngaturaken gunging panuwun amargi Bapak sampun kerso pinarak wonten seratan dalem.Kejawi saking puniko dalem bade ngaturi perso dumateng bapak bilih dalem sampun damel seratan maleh engkang bade dalem unggah wonten ing mriki,sugeng amersani,,Nuwun..

      Maturnuwun ugi dumateng Mas Massito, Mas Didik Winarko, Mas Ajie, Mas Suwarto engkang sampun kerso angrawuhi dumateng seratan dalem..

  7. ismanu says:

    Nuwun sewu para pinisepuh…saya yang kelahiran Purworejo tidak pernah menikmatinya. Kota kelahiran pun saya ketahui lewat Akte (walaupun akte tersebut terbit th. 1980 ketika masih kelas 2 SMA). Masa kanak2 saya tinggal di Bojonegoro sampai SMP, sedangkan SMA saya minta bersekolah di Malang dan menetap sampai sekarang. Baru th. 2004/2005 saya singgah ke Purworejo dalam rangka penyetelan dan pelatihan penggunaan VACUUM FRYING (penggoreng kripik buah) di Kantor BLK. Itupun tidak lama, hanya sekitar 6 jam karena harus pindah ke kota2 lain di Indonesia.
    Dalem ngaturaken matur sembah nuwun sanget, amargi saget nyerat punapa ingkang dados angen2 kawula. Nuwun

  8. harna says:

    Kulo nuwum pak Slamet Darmaji tepangaken kulo gawanipun Sunaryani (Ponisih) alumni SMP Pancasila Soka angkatan tahun 1985/1986, Nuwun sewu maringi perso, kebetulan istri saya di angkatan tahun 1985/1986 sudah dua kali mengadakan reuni, yang pertama lebaran pada tahun 2012 kemudian reuni yang ke dua dilaksanakan lebaran tahun 2014 tepatnya pada tanggal 30 Juli 2014 kemarin, jika Bapak Slamet Darmaji berkenan bergabung dapat menghubungi Bapak Pairin selaku Ketua Paguyuban reuni tersebut, dan bukan hanya itu saja yang saya tahu alumni tersebut juga mengadakan temu kangen setiap tiga bulan sekali keliling di Jabodetabek, maaf jika saya lancang ini hanya sekedar informasi, matur nuwun.

    • Mas Garwanipun Mbak Ponisih,,maturnuwun informasinipun,,dalem inggih hadir wonten acara reuni tahun 2012 ugi reuni akbar tahun 2014, namung mawon, reuni akbar wingi mboten kathah engkang rawuh,..pepanggihan membahas pertanggungjawaban laporan keuangan bade dipun selenggaraaken wonten ing Ragunan akhir September 2014, menawi pejenengan wonten wedal, monggo di rawuhi lan pinanggih rencang-rencang,,Maturnuwun..

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Hamil dan Resikonya ( Kontraksi yang Menyakitkan )

16 - Mar - 2014 | slamet_darmaji | 2 Comments »

Surat Kepada Daromi Irjas dan Mahsun Zain

28 - Oct - 2010 | fauzan novianto | 5 Comments »

BUDI DAYA ITIK (BEBEK)

25 - Jul - 2011 | Ratno | 13 Comments »

Pulang ke Purworejo 3

3 - Aug - 2010 | slamet_darmaji | 5 Comments »

Pesarean Bagelen

4 - Mar - 2014 | slamet_darmaji | 5 Comments »

© copyleft - 2012 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net