PETANI JUGA BISA MAJU

  4 - May - 2012 -   massito -   6 Comments »

Untuk bisa maju, seolah-olah hanya bisa dicapai bila merantau ke kota besar, padahal tidak, petani juga bisa maju. Memang kalau dilihat orang yang hidup dirantau kemudian pulang kampung, pakaiannya bagus, kesannya lebih kaya bila dibandingkan yang tinggal di desa, anggapan ini juga salah.
Walaupun merantau, kalau malas-malas hidupnya tidak akan maju, apalagi dikota besar kita tidak rajin bekerja pasti lebih sengsara dibandingkan yang di desa.
Persoalannya orang yang di kota biasanya kerjanya lebih rajin, sehari rata-rata 8 jam kerja, bahkan bisa lebih. Sementara kalau didesa mungkin rata-rata jam kerja per hari hanya 4 jam, tentu hal ini akan berpengaruh pada hasil kerja. Perlu enovasi supaya rata-rata jam kerja per hari lebih tinggi, tentu saja kerja produktif. Semisal kita jangan hanya terpaku pada pekerjaan disawah, yang kalau dihitung paling hanya 6 bulan musim kerja dalam setahun. Dan kalau dihitung lagi, dalam enam bulan maksimalnya 6 jam per hari, jadi secara keseluruhan kalau penghasilan dihitung berdasarkan jam kerja maka hasilnya tetap kecil karena jam kerjanya juga kecil.
Maka dari itu seharusnya ada pemikiran bagaimana para petani tidak bekerja hanya untuk padi, perlu dirubah menjadi bekerja untuk menghasilkan yang lebih banyak, bukan hanya padi, termasuk lainnya yang menghasilkan.
Pada dasarnya tanah bisa diolah untuk apa saja supaya menghasilkan, baik untuk cocok tanam pangan maupun polowijo, hanya karena kebiasaan menanam padi, seolah2 hanya bisa ditanami padi, padalah tidak, karena kalau kita tetap terpaku pada tanaman padi saja, peningkatan penghasilan akan sulit dicapai, Bertanam padi sangat tergantung pada alam, kalau lagi musim kemarau panjang pasti akan berpengaruh dengan hasil pertanian. Sementara itu ada juga tanaman yang walaupun tergantung dengan padi tetapi tidak perlu air yang melimpah, yang penting basah. Kalau pemikiran ini bisa dikembangkan tentu pertanian akan lebih berkembang. Semoga pemikiran ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. pursito

Category: blog, Tags: | posted by:massito


6 Responses to “PETANI JUGA BISA MAJU”

  1. Ratno says:

    Trimakasih banyak untuk Pak Pursito,
    Artikel bapak sederhana tapi memang benar kenyataanya.Banyak orang yang berfikir bahwa dengan hidup bertani di desa sangat suit untuk mencapai kesuccesan,padahal tidaklah demikian ,semua tergantung dari kita masing-masing kalau kita memang ulet dimanapun tempat /bidang pekerjaan kita .
    Memang aku sangat bangga sekali jika petani -petani kita Banyak yang succes,soalnya beliau-beliau ini lebih unggul dari pada yang succes di kota besar.
    Succes nya petani di desa mereka lebih adem ayem,yang tak di miliki yang succes di kota Besar.

  2. Agung Prastowo says:

    Saya pribadi kasihan dengan kondisi sebagian besar petani kita. Tidak salah kalau dahulu orang tua kita berharap dan bercita-cita agar anak-anaknya tidak berprofesi sebagai petani. Ini karena “nilai tukar” nasib petani lebih rendah daripada nasib profesi lainnya seperti PNS misalnya. Dengan lahan yang semakin menyempit akibat tekanan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat, tantangan produktivitas pertanian akan semakin berat. Kalau standar kelayakan petani dengan tanah garapan milik sendiri sekurang-kurangnya 2 ha, untuk daerah pertanian di Purworejo akan sangat berat.

  3. massito says:

    Terima kasih Mas Ratno dan Mas Agung, terima kasih atas komentarnya, sekedar pemberi semangat, untuk yang tinggal didesa, supaya terus giat bekerja, yang dikota saat ini tidak lebih baik dari yang di desa, asal yg didesa juga mau kerja seperti yang dikota.
    Perlu ada inovasi dan motivasi supaya tinggal didesa mempunya sisi lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani. amien amien, semua tergantungan dari kita-kitanya. pursito

  4. Yono says:

    Pengalaman petani didesa saya pada waktu habis panen musim kemarau, tanah ditanami lombok dan tembakau, hasilnya luar biasa, panen cabe dan tembakau hasilnya jauh lebih besar dari padi.
    Hal seperti ini berjalan sejak dari dulu secara turun temurun sampai pada musim kemarau beberapa tahun lalu.
    Tanaman cabe dan tembakau menghijau di persawahan yang cukup luas, petani merawatnya dengan penuh semangat dan penuh harap. Diluar dugaan tanaman yang menghijau tinggal tunggu panen, musim hujan tiba dengan curah hujan yang tinggi, semua tanaman yang menjanjikan dan harapan panen yang sudah didepan mata musnah kebanjiran.
    Ini terulang berkali kali, sehingga akhirnya petani membiarkan lahannya tidur sambil menunggu hujan untuk ditanami padi kembali.
    Hitungan mongso kesiji sampai mongso kesongo yang dulu dipakai pegangan untuk menghitung musim sudah tidak bisa dihandalkan keakuratannya lagi.
    Untuk itu kerja keras, ketekunan dan keuletan juga harus ditunjang oleh teknologi, Pemerintah mestinya bisa memberikan informasi ramalan cuaca yang akurat : kapan mulai kemarau, berapa lamanya dan kapan mulai hujan. Kalau informasi seperti ini bisa didapat dengan baik dan dapat dihandalkan, petani didesa tidak akan menidurkan lahannya begitu lama setelah panen musim kemarau sampai menunggu hujan tiba. Dan tanaman polowijo yang menghijau akan menjadi pemandangan yang menyejukkan hati disaat sawah tidak bisa ditanami padi.
    Keluhan dan harapan ini sudah pernah dimuat dalam surat pembaca harian kompas beberapa tahun lalu, saya tidak tau apakah ramalan seperti itu saat ini belum terjangkau oleh kecanggihan teknologi, atau malah jangan jangan sudah ada ramalan seperti itu, tetapi saya tidak mendengarnya…

  5. massito says:

    Terima kasih Mas Yono atas partisipasinya, setuju, tehnologi dalam bidang pertanian harus dikembangkan, tidak jamannya lagi tergantung sepenuhnya dengan alam, kalau kekeringan bisa di pompakan dari sumur, tetapi kalau kebanjiran tidak bisa ditahan lagi. mudah2an tulisan-tulisan sederhana ini dapat menambah wawasan bagi para petani, atau pamong desa.

  6. hendro says:

    untuk mengikuti perkembangan / kegiatan petani organik SRI purworejo ( produsen beras sehat BOGOWONTO )
    bisa singgah di http://www.sripurworejo.blogspot.com

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2012 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net