Duren Kaligesing Lan Sejatining Hurip

  11 - Jan - 2012 -   masdodi -   16 Comments »

Kita musti banyak belajar dari cara hidup masyarakat Kaligesing di musim durian.
Ketika musim durian tiba, hampir semua sudut kota Purworejo penuh dengan pedagang durian. Pemandangan ini pada prinsipnya sama dengan pemandangan daerah lain ketika musim buah-buahan tiba. Sebut saja misalnya ketika musim mangga tiba, maka daerah sepanjang Indramayu di Jawa Barat atau Probolinggo di Jawa Timur penuh dengan pedagang mangga musiman. Demikian juga di Purworejo, saat musim durian tiba, pedagang durian musiman bagaikan laron di musim hujan. Di pasar-pasar, di emper toko, di pinggir jalan, bahkan di halaman masjid, penuh dengan durian. Saat musim durian tiba, stok durian di Purworejo berlebih, dampaknya harga durian terjun bebas hingga Rp 3000 per buah.

durian kaligesing

Ada beberapa wilayah di Purworejo yang merupakan sentra perkebunan durian, seperti Loano, Gebang dan Bruno, tetapi penghasil durian terbesar di Purworejo adalah wilayah Kecamatan Kaligesing. Kaligesing adalah nama salah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kecamatan dengan luas 69 km² ini memiliki jumlah penduduk sekitar 35.562 jiwa menurut data BPS tahun 2000. Kecamatan yang berada di perbukitan ini memiliki 21 desa atau kelurahan.

Kaligesing memiliki banyak keunikan. Ia bahkan lebih terkenal bila dibandingkan kecamatan lain di Purworejo. Nama Kaligesing menasional setidaknya karena beberapa hal seperti, tempat kelahiran Pahlawan Nasional WR Supratman, Kambing Ettawa, Goa Seplawan , Tari Dolalak, dan Duren Kaligesing.

Masyarakat di sekitar Purworejo sudah mafhum dengan “kehebatan” durian Kaligesing. Dulu, ketika musim liburan semester, teman saya yang kebetulan kuliah di UGM selalu main ke Kaligesing berburu durian. Pada musim durian, kota Purworejo menjadi “hidup”. Pecinta durian dari Wonosobo, Magelang, Kebumen, Jogjakarta berbondong-bondong ke Kaligesing untuk menikmati durian yang memang punya rasa khas. Bahkan, ada teman saya dari Jakarta, seorang lawyer yang rela ke Purworejo hanya untuk menyantap durian Kaligesing.

Mengapa durian Kaligesing punya daya “magis” sehingga banyak orang merindukannya? Iya, karena durian ini berbeda rasa dengan durian lain, meski sama-sama dari Purworejo. Kualitas rasa durian Kaligesing terjaga sejak zaman dulu hingga sekarang. Tak heran kalau banyak orang yang bilang ,”jangan bilang pecinta durian kalau belum makan durian Kaligesing”.

Rahasia Di Balik Rasa

Keistimewaan durian Kaligesing ada pada rasanya. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Yang jelas manis, legit, nyamleng, dan tidak bikin mual. Jika tidak ingat kolesterol, maka orang akan makan durian Kaligesing sepuasnya dan sekenyangnya sampai mblenger .

Keistimewaan ini bukan tanpa usaha. Awal Januari 2012, kebetulan ke Purworejo dan bertemu dengan teman saya yang asal usulnya dari Kaligesing. Teman saya ini sekarang tinggal di Jakarta, orang tua di Gebang. Ia memiliki silsilah dari Kaligesing. Setiap kali musim durian, keluarga yang di Gebang selalu dikirimi durian. Saya penasaran dengan kehebatan durian Kaligesing, lalu saya banyak tanya terhadap teman saya ini. Ia lantas bercerita.

Menurutnya, durian Kaligesing berbeda dengan durian lain karena buahnya masak dari pohon, tidak dipetik sebelum jatuh. Durian Kaligesing tidak diimbu sebagaimana durian-durian lain. Durian Kaligesing matang bukan karena disimpan, tetapi matang secara alami.

Masyarakat Kaligesing, kata teman saya, punya tradisi yang dipertahankan sejak dulu sampai hari ini untuk menjaga kualitas duriannya. Setiap kali musim durian, masyarakat se-Kaligesing sudah paham dengan aturan tak tertulis, bahwa siapapun dilarang memetik durian. Masyarakat sepakat durian sengaja dibiarkan jatuh dengan sendirinya. Masing-masing orang yang memiliki pohon durian wajib menjaga duriannya, baik siang atau malam hari. Setiap orang yang punya pohon durian wajib ronda menjaga duriannya.

Jika kebetulan ada orang yang melihat durian tetangga jatuh, maka orang itu wajib melaporkan durian itu kepada pemiliknya. Ia dilarang menyembunyikan apalagi memilikinya. Jika melanggar, ndilalahnya ada saja sial yang dialaminya. Atau bisa jadi, tetangga yang lain ramai-ramai mencemoohnya.
Jika ada orang yang memaksakan diri memanen duriannya dengan cara memetiknya, maka orang itu akan terkucil dengan sendirinya. Jika ada orang yang menyembunyikan durian tetangga yang tidak diketahui pemiliknya, orang itu lama kelamaan akan mengakui, bahwa ia telah nyolong durian tetangga. Maka, di Kaligesing tidak ada pedagang yang membeli durian yang masih di atas, apalagi dengan sistem ijon, sebagaimana yang dilarang syariat Islam.

Tradisi ini terpelihara sejak ratusan tahun yang lalu, hingga kini. Hebatnya, masyarakat Kaligesing seolah satu suara, koor dan sepakat mempertahankan tradisi yang luar biasa ini. Maka, tidak heran kalau Kaligesing adem ayem dan aman tenteram, karena setiap orang memiliki kesadaran yang tinggi. Setiap orang tahu betul hak dan kewajibannya dan setiap orang tahu sanksi yang bakal diterimanya jika melanggar aturan itu.

Hikmah yang Terkandung

Berkaca dari pola hidup masyarakat Kaligesing dalam hal menjaga cita rasa duriannya, maka sejatinya orang hidup di mana pun, sejatining hurip, setiap orang harus bisa menahan diri, harus bisa menempatkan diri, dan harus bisa menjaga diri. Masyarakat Kaligesing bisa menahan diri untuk tidak terburu-buru memanen durian. Masyarakat Kaligesing bisa menempatkan diri untuk tidak menyerobot durian tetangga yang jatuh. Masyarakat Kaligesing bisa menjaga diri untuk tetap mempertahankan ciri khas durian “miliknya”. Masyarakat Kaligesing sepakat “berpuasa “ untuk memetik hasil yang maksimal. Dan, hasil maksimal itu adalah sebagaimana yang saya dan Anda semua rasakan, “Duren Kaligesing memang Beda

Prestasi dan perjuangan masyarakat Kaligesing seharusnya mendapatkan perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah. Setidaknya pemerintah bisa membantu mengampanyekan potensi ini hingga ke luar daerah, jika perlu ke tingkat nasional. Lebih jauh pemerintah daerah harus bisa menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa durian Kaligesing memiliki keunikan tersendiri, sebelum diklaim oleh daerah lain atau oleh Malaysia. Itu saja. Sri Widodo Soetardjowijono.

Category: blog,potensi, Tags: | posted by:masdodi


16 Responses to “Duren Kaligesing Lan Sejatining Hurip”

  1. Gunarso Ts says:

    Mas Sri Widodo, matur nuwun atas informasinya. Saya baru tahu bahwa masyarakat Kaligesing punya “kode etik” tersendiri dalam mengelola panen durennya. Terus terang saja, sedari kecil saya tak bisa membedakan duren mana yang dibawa simbok sebagai oleh-oleh dari Pasar Krendetan. Apakah duren Kaligesing, atau duren produk tempat lain.
    Yang jelas, hingga sekarang asal tercium bau duren ingatanku selalu melayang ke Pasar Krendetan dan protelon Cangkrep sebelah kidul Buh Ngandul. Di kedua tempat itu dulu bursa duren ditemukan. Ketika musim duren, di rumah simbok juga sering nggodog pongge. Meski kulitnya cukup “nglimer”, rasanya enak juga. Ketika hal itu kuperkenalkan pada anak-anakku, katanya jijik. Wong habis dilomoti orang kok dimakan!
    Dalam usia 6 tahun (1957) aku pernah diajak bapak ke Siwo Nggunung di Hargorojo. Saat pulang esok paginya dibekali sejumah duren yang sudah dikemas daun kelapa. Bapak tinggal memikulnya, sementara aku nginthil jalan kaki di belakangnya. Tiba di nambangan Sembir bapak sempat jatuh terpeleset karena tanah yang licin. Begitulah Mas Sri Widodo, kenangan manis yang tak pernah terlupakan. (Gts).

    • masdodi says:

      Matur nuwun juga Pak Gunarso yang telah berkenan membaca ocehan tak berguna dari saya. Mungkin saja apa yang saya tuliskan tidak berlaku mutlak seperti itu, tetapi setidaknya ada nilai-nilai kebaikan yang perlu diketahui oleh masyarakat Purworejo lainnya, syukur-syukur oleh masyarakat Indonesia atau bahkan dunia. Ini hanya bentuk keheranan subyektif dari saya saja Pak Gun, apalagi saya masih bau kencur bila dibandingkan dengan Bapak. Saya lahir tahun 1969, sementara Bapak tahun 1957 sudah berusia enam tahun, tentu saja Bapak tahu lebih banyak jeroannya Purworejo. Satu hal yang membuat saya iri adalah Bapak masih senang membaca dan menulis, sesuatu yang tidak banyak dilakukan oleh orang seusia Bapak. Semakin banyak yang ditulis, semakin banyak kenangan manis. Salam untuk keluarga, Pak Gun.

      • rizal says:

        mas sri widodo punya nda no cp petani durian di kaligesing, klo punya sy boleh minta dong, ini no hp sy 0858 422 78 098. matur nuwun rizal tegal

  2. Raf says:

    Libur akhir tahun kemarin, saya mengakhiri puasa makan duren di Purworejo( setelah -+ 2 th krn alasan kesehatan tidak menikmati duren). Uji coba dilakukan di tiga tempat..pertama di pinggir jalan Purworejo – Kutoarjo, karena ini jalur utama walaupun musim panen tapi harga relatif sudah tinggi…. kedua ingin merasakan durian dari Bruno maka perburuan dilakukan kedaerah utara, namun kondisi cuaca mendung banget sehingga putar arah menuju daerah seputaran Kali Jali, dekat situ ada pondokan, dengan kualitas sedikit bagus dari uji coba pertama dapat harga sekitar 50% … uji coba ketiga rencana mau lgsg ke daerah produsen di Kaligesing ( kebetulan ada info akan diadakan festival duren), tapi lagi2 hanya sampai dipertigaan goa seplawan – Jogja, dipinggir jalan banyak duren, berhenti disatu pondok habis sekitar rp.50.000 sudah klenger …sebenarnya masih ingin ujicoba ke daerah Grabag, tapi kami harus segera kembali ke Jakarta…akhirnya “ke Purworejo aku kan kembali…walaupun hanya untuk makan duren…”..he..he..

    salam utk Mas Dodik & all BP-ers

    Raf

  3. hasmadji says:

    Kearifan lokal yang patut diacungi jempol, hendaknya dapat terus dipertahankan dalam menjaga mutu. Saya sangat setuju dengan Mas Sri Widodo kalau perjuangan masyarakat Kaligesing seharusnya didukung oleh Pemkab. Purworejo.
    Ada baiknya untuk berkaca kepada Pemkab. Kulon Progo yang kini sedang giat membudidayakan unggulan durian Menoreh Kuning dan Menoreh Jambon yang telah dipatenkan sejak tahun 2007. Lahan seluas 20 hektar di desa Banjaroyo kec. Kalibawang di lereng pegununungan Menoreh ini siap ditanam lebih dari tiga belas ribu bibit yang telah berhasil dikembangkan, bahkan kini sedang diteliti lagi Varietas baru yakni durian Menoreh Legit.

    Mengingat Kaligesing juga masih termasuk gugusan Menoreh yang kaya akan buah lokal, kiranya masyarakat dan Pemkab. Purworejo dapat mengoptimalkan lagi potensi yang ada.

    Beberapa tahun silam kami sempat berkunjung ke Desa Kaligono di rumah Pak mardi yang letaknya dipinggir jalan raya persisnya seratusan meter sebelum Jembatan Kaligesing, ketika itu pas musim durian, wah jan nyamleng tenan.

  4. ardiyanto says:

    Betul Mas sebelum diklaim oleh daerah lain, sebaiknya pemerintah daerah lebih gencar melakukan promisi,syukur2 ampe keluar negri,, he,,he

    kalo sampe terkenal kan,, bisa nambah2 juga buat pendapatan daerah,,

  5. mbah suro says:

    Pada musim duren tahun ini di Purworejo saya sempat 2 kali kecewa (mungkin karena keterbatasan saya dalam hal memilih duren), 2 kali membeli duren kalau nggak busuk yo mentah, mana harganya hampir sama dengan duren di Jakarta.

    Ini menjadi “cambuk” bagi petani duren Purworejo bagaimana meningkatkan kwalitas duren lokal agar menjadi pilihan penggemarnya. Semoga…..

  6. Gunarso Ts says:

    Mbah Suro, untuk mengetahui duren bagus atau tidak, serahkan saja pada ahlinya, begitu kata Gubernur Jakarta, Bang Foke. Tapi jangankah Mbah Suro, sedangkan Presiden Sukarno yang mengaku ahli memilih duren, paling tidak begitu pengakuannya pada anak-anaknya, Guntur dan Guruh, ternyata terkecoh juga kok.
    Kala itu Bung Karno membeli duren bersama anak-anak. Sebelum membeli, mereka memilih dulu. Kata Bung Karno, “Tok (panggilan akran Guntur), duren yang bagus ini begini ciri-cirinya, bla bla bla…..” Sejumlah duren pun kemudian diboyong ke Istana.
    Menguji keahlian sang ayah, Guntur penasaran untuk membuktikannya. Begitu dibuka, ternyata memang bagus, manis dan tebal dagingnya. Tapi ketika membuka pada duren berikutnya, duren pilihan BK ternyata busuk. Guntur pun minta pertanggungan-jawab sang ayah. Apa kata Bung Karno? “Nah, yang itu namanya duren kontra revolusi…!” (gts)

  7. aku juga pernah beli sama pacarku..

  8. suwarto says:

    duren di palembang murah manis manis mas sekarang musim duku manis murah sepuluh ribu tiga kilo siapa mau kepalembang borong duku sama duren

  9. HM Mustar>jhr says:

    Sallam.duren kaligesing.pertama kali ku cicipi pada februari 2012 lalu.semasa kunjungan ke puwerjo.di tepian jalan.ramai orang berjualan duren..saat itu tak silap sudah mulai hujung musim panen..apabila saudara ku pak hj hamid dan anaknya Hj Rohman dari desa cocolan,kretek .datang ke rumah ku di johor Malaysia..mereka merasa pelik kerna duren disini buahnya lebat dalam satu tangkai(setangkai ada yg 6/7 biji.apapun namanya duren juga kan..kini kangen dgn keindahan sawah padi,gunung sindoro, beduk mesjid puwerjo.insyAllah Aku akan datang lagii..nanti.

  10. imam says:

    subhanalloh, pagi tadi sy baru pulang anter temen yg wafat, wkt msh urip sdh rasan2 minta dipendem di sidarejo, kaligesing. wkt msh sehat dia jg suka ngajak kita2 utk nyicipin duren kaligesing…meski jare udh hampir abis musimnya, ternyata tadi malem keturutan…dg dianter mas nur tentara yg dr jkt walau penuh perjuangan ujan deres naik2 keatas bukit, kebayar semua dg nyamlengnya duren kaligesing. asli kalo pulang ke kebumen malah pengen ngetan terus smp purworejo nih…

  11. kangmas aji says:

    hahaha aku oleh royalti ora bro,, gambar durenne kui lho wkwkw… salam seduluran saking tlatah kaligesing menoreh hill

    kangmasaji.blogspot.com

  12. Masih ada cara agar Durian Kaligesing bisa semakin bernilai dan lebih menyejahterakan petani pemilik pohon durian, yaitu dengan TEKNOLOGI BERBUAH DI LUAR MUSIM,

    tehnik seperti ini yang bisa membuat Buah buahan Indonesia bisa lebih bernilai karena kelangkaan stok nya, ditambah dengan pengadaan PASAR LELANG BUAH di tempat asal, agar petani bisa menikmati harga, bukan dipermainkan para tengkulak buah

  13. Kabar dari Petani TVRI says:

    Kami ingin meliput durian. Bisa kontak ke mana ya. Untuk acara Kabar dari petani

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Sepenggal Cerita Seputar Kunjungan Presiden Soekarno ke Desa Ngadagan tahun 1947

11 - Jun - 2010 | prigel_landwb | 45 Comments »

Rencana 2009

1 - Jan - 2009 | meds | 21 Comments »

Mengapa kita sulit untuk Tertib Lalu Lintas ???

25 - Aug - 2010 | shuenk | No Comments »

Kelemahan atau Kekuatan

22 - Dec - 2009 | Anu Dhihasto | 2 Comments »

Pandangan Politik

9 - Apr - 2010 | slamet_darmaji | 7 Comments »

Related Post

Membangun Purworejo dari penciptaan blogger desa

6 - May - 2013 | indra.ngombol | 11 Comments »

Purworejo produksi Biodiesel Nyamplung

25 - Mar - 2012 | meds | 1 Comment »

AYO, TUNJUKKAN KARYA MUSIK REKAM ASAL PURWOREJO

13 - Dec - 2008 | indiez | 1 Comment »

Kambing Purworejo

23 - Jan - 2009 | lentera-ijo | 9 Comments »

Goa Seplawan, Pesona Alam Yang Mengagumkan

24 - Mar - 2009 | budiqof | 21 Comments »

© copyleft - 2012 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net