KONSER KOES PLUS DI PURWOREJO TAHUN 70-AN

  21 - Nov - 2011 -   geblex -   8 Comments »

Kali ini saya akan melaporkan konser Koes Plus di Purworejo sekitar tahun 1974-1975. Tentu saja, laporan ini hanya mengandalkan memori atau ingatan saja. Jadi, saya tidak punya fotonya, apalagi videonya. Harap maklum, waktu itu belum ada hp berkamera. Di satu sisi, masyarakat atau bahkan personil Koes Plus tidak tahu bahwa grup band tersebut akan menjadi legenda sehingga dokumentasi kurang diperhatikan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi para Koes Plus Mania.

Waktu itu, Koes Plus sedang mencapai puncak ketenarannya dan telah merampungkan rekaman lagu pop sampai volume 9 dan album pop jawa volume 1. Volume 10 , yang ada lagu Bujangan dan Kapan-kapan, sudah dibuat tetapi belum diedarkan secara luas.

Iklan tentang konser disebarkan melalui radio-radio. Harga karcisnya 415 rupiah. Saya membeli karcisnya di toko buku Selecta (selatan toko Merdeka) di utara perempatan Pantok.

Rombongan Koes Plus menginap di Hotel Indra (sekarang dijadikan kantor agen bis) di utara perempatan Pantok Sebelum konser, Koes Plus diarak keliling kota tetapi mereka ada di dalam mobil jenis station dengan pintu yang dibuka sedikit. Jadi, mereka tidak kelihatan dengan jelas. Selain itu, waktunya sudah terlanjur sore, sekitar jam 5 lebih. Waktu itu saya sempat mengangkat ayam saya ketika mereka lewat dan ada lambaian tangan dua orang yang tidak jelas karena mereka di dalam mobil.

Tempat konsernya adalah kompleks tentara di timur alun-alun Purworejo sebelah selatan gereja, tepatnya di lapangan basket sekarang sampai ke selatan. Jadi, ruangannya tidak terlalu luas. Lokasinya dipagari dengan gedeg (anyaman bambu) setinggi kurang lebih 2,5 m. Kawasan dalam konser dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh pagar gedeg setinggi dada manusia. Bagian depan adalah untuk penonton yang duduk di kursi sedangkan bagian belakang adalah untuk penonton berdiri seperti saya ini.

Panggungnya tidak begitu luas, mungkin sekitar 4 m x 8 m. Tata lampunya tidak memakai yang berwarna-warni. Seingat saya hanya lampu biasa yang digantung di atas. Posisi alat-alatnya menurut pandangan penonton, drum ada di sisi paling kiri, kemudian bas, gitar pengiring, dan paling kanan adalah organ dan gitar melodi.

Konser dimulai sekitar pukul 20.00. Mereka tampil dengan formasi Tonny Koeswoyo pada organ dan gitar melodi, Yon Koeswoyo pada gitar pengiring, Yok Koeswoyo pada bas, dan Murry pada drum. Mereka semua menjadi vokalis. Organ yang digunakan adalah alat musik semacam keyboard sekarang ini tetapi hanya menghasilkan bunyi satu macam. Bunyinya net net seperti bunyi organ dalam lagu Nusantara II. Kostumnya, mereka memakai t-shirt kecuali Yok yang memakai jaket (seingat saya).

Yang menjadi MC adalah Tonny Koeswoyo. Konser dimulai dengan aba-aba Tonny…ji..ro..lu,,pat…dan laguku Sendiri pun dinyanyikan. Laguku Sendiri adalah lagu mereka yang selalu dinyanyikan pada awal setiap konser Koes Plus.  Kata Tonny, mereka dahulu sering membawakan lagu orang lain dan mereka kemudian ingin membawakan lagu mereka sendiri. Lagu berikutnya saya tidak ingat semuanya. Saya takut ingatan saya terkacaukan oleh ingatan konser Koes Plus lain yang pernah saya saksikan. Yang saya ingat benar adalah Nusantara I, Nusantara II, Telaga Sunyi, Tul Jaenak, Mari-mari, Why Do You Love Me, Jeritan Hati, Desember, Muda-mudi, Omah Gubug, dan Kasihku Yang Hilang.

Setelah konser berjalan sekitar satu jam, Koes Plus beristirahat dan acara kemudian diisi oleh grup lawak Yogyakarta, Junaedi cs yang terdiri dari Junaedi dan Buang. Lawakan mereka dikaitkan dengan konser yang baru berlangsung dengan bumbu eksploitasi gigi Junaedi yang mrongos. Setelah lawakan sekitar 30 menit selesai, Koes Plus kembali melanjutkan konsernya.

Apresisi penonton tidak seperti penonton jaman sekarang. Penontonnya cuma menonton saja. Yang berteriak oh dalam lagu Mari-mari hanya satu orang, yaitu teman saya. Sampai-sampai, Yok memasang tangan ditelinganya pertanda ingin mendengarkan teriakan oh tadi. Tidak ada menyayi bersama, jingkrak-jingkrak, atau teriakan semua tangan di atas.

Gaya panggung yang menarik perhatian saya waktu itu adalah gerakan menggangkat gitar pengiring Yon dan bas Yok ke atas disertai dengan mengangkat kaki kanan sedikit dalam lagu Nusantara II. Setiap selesai membawakan lagu, mereka membungkukkan badan. Kadang-kadang, Yok pura-pura tetap membungkuk dan mau berdiri setelah dikode Murry dengan pukulan drum. Yang menarik lainnya adalah cara mereka mengakhiri lagu Kasihku Yang Hilang. Dalam akhir lagu itu, Tonny menyanyikan bagian syair berbunyi kembali dengan cara meninggikan nadanya dan kemudian mereka membungkuk agak lama tanpa suara. Suara drum Murry terdengar seperti trek tetek. Gaya pukulan drum Murry yang menarik menurut saya adalah gerakan mau memukul simbal (yang bunyinya jesss) tetapi tidak jadi.

Ketika Tonny menanyakan lagu apa?, seorang penonton menjawab Bujangan. Tonny tidak setuju dan dia malah menyetujui lagu Jeritan Hati permintaan penonton yang lain. Memang, lagu Bujangan sudah dibuat tetapi belum beredar secara luas. Tampaknya, mereka tidak mengira bahwa lagu tersebut akan menjadi lagu yang sangat terkenal sampai sekarang.

Konser diakhiri dengan lagu Selamat Tinggal. Kemudian, mereka berfoto bersama dengan Pak Bupati Purworejo waktu itu. Keesokan harinya, rekaman konsernya diputar di sebuah radio. Sayang, saya lupa nama radio tersebut. Kemungkinan, radio tersebut adalah Amatron  atau RPD (Radio Pemerintah Daerah).

Demikianlah laporan konser Koes Plus berdasarkan ingatan saya. Semoga pembaca terhibur dan mohon maaf kalau ada ingatan yang eror. (GEBLEX)

Category: Nostalgia, Tags: | posted by:geblex


8 Responses to “KONSER KOES PLUS DI PURWOREJO TAHUN 70-AN”

  1. Raf says:

    Karcis seharga rp.415 pada saat itu termasuk mahal, ya Pak? karena seingatku dulu sebelum tahun 80 (akhir 70-an) harga semangkok bakso keliling masih seharga rp.35

    salam

  2. Anston says:

    Makasih banget informasinya. saya salah satu pendengar lagu2nya koes plus, walaupun sa’at ada konser di purworejo saya belum lahir..

  3. Meriahkan acara malam tahun baru
    bersama komunitas Koes Plus Jogja dan Tembang Kenangan,
    + Pesta Kembang Api ….
    HTM : GRATISSS…..
    di Dapur Bolo resto JL. Kledokan ct depok sleman (amplaz ke timur ada SPBU ke kiri 300m kanan jalan)
    Kami tunggu kedatanganya ditempat kami, salam jiwa Nusantara
    Sekaligus Konsolidasi Komunitas
    http://www.dapurboloresto.blogspot.com
    NUWUN

  4. Rochid Supangat says:

    Klo tahun tahun 60 an akhir saya sempat nonton sebab tahun 70 an saya ud di Kalimantan Timur , waktu itu manggungnya di Gedung Bandung Bondowoso BTC, aku masuknya mbludus aja agak gampang sebab malam itu hujan, sampai didalam lagunya ,kelelawar sayapnya hitam ‘ asyik dikenang skg,

    • Ery Koesriyanto says:

      Aku jg pernah nonton sktr thn 69 atw 70 anlah, tp masiih Koes Bersaudara masih ada Nomonya(blm ada Kasmuri); mainnya ya di BTC itulah. Tp seingatku jam 10 an sdh bubaran.

  5. sudiman says:

    ‘Tuk Suwarni di Purworejo, beberapa waktu lalu aqu kasih alamat e mail. Belakangan e mail itu bermasalah ini yang sekarang aqu pakai. Na pa ya sampai sekarang aqu dapat balas lewat blog… ini terimakasih

  6. david says:

    senang sekali kalo bisa melihat konser koes plus di tahun itu….sayangnya saya belum lahir…
    ah ya saya mau tanya tentang rumah yang penah saya tinggali.
    saya dulu tinggal di vanlar,sekarang saya di salatiga.
    saya mau tanya vanlar tempo dulu,senang sekali jika ada foto2 nya

    matur nuwun

  7. Bodronoyo says:

    critane bikin gregel di hati, waktu tahun 74 konser Koes Plus saya hanya lihat mercynya podho liwat waktu itu sekolah di SMPN 1 KTA, ada Mas Bin alm, Mas Bambang W,dll, Mbak Drg Nunik PW, Mbak Endang H cuantik , tak tunggu cerita2 selanjutnya.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2011 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net