Mbah Tomo, Dukun Sakti Dari Desa Susuk

  4 - Jul - 2011 -   julian_putro_pardjo -   18 Comments »

11 September 2010, Hari kedua Lebaran. Siang hari di desa tempat kelahiranku, desa Susuk, desa yang begitu asri dan nyaman.  Aku mulai menyusuri jalanan di belakang rumah yang belum diaspal, “Lurung” kalau  kata orang desa menyebutnya. Tidak asing suasana desaku walaupun sudah aku tinggal selama 4 tahun pergi merantau di kota Bogor.

Lek Pawito yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku baru saja pulang dari “ngarit” (mencari rumput) untuk sapinya. “Ngarit lek? piye kabare ?sugeng riyadi sedoyo kalepatan nyuwun pangapunten, wong enom akeh salahe…”, kataku sambil berjabat tangan dengannya. ” Yo ngene iki mbar! kuru. Lha kowe piye nang Bogor? wes lulus durung kuliahe?”, balas dia sambil sesekali mengusap dahinya yang mulai berkeringat.

Percakapan pun berlanjut sampai aku melihat sebuah bangunan yang tak asing dalam ingatanku. Sebuah bangunan tua yang sudah tidak terawat. Karena tertarik, akupun minta pamit kepada lek Pawito, dan bergegas menuju bangunan tua itu, suasana seram dan angkerpun terasa. bangunan yang dibangun sekitar tahun 1970-an ini masih berdiri kokoh. Luasnya hampir mencapai  2000 m, disetiap sudut dipasang patung ular naga yang sedang memamerkan gigi-giginya yang tajam.Di bagian depan dipasang dua buah tiang yang besar, dan di bagian belakang dibuat bertingkat, itupun lebih menyeramkan, namun rasa penasaranku mengalahkan rasa takutku, Aku mulai masuk lewat pagar besi yang memang tidak dikunci, dan masuk lewat lorong garasi mobil yang gelap dan bau kotoran kelelawar. Maklum karena sudah ditinggal empunya selama hampir lebih dari 30 tahun. banyak penghuni selain manusia, maksudnya binatang.

Suasana di dalam lebih menakutkan, banyak burung, tikus, dan kelelawar yang bermukim di situ. Bau pengappun tercium, aku mulai masuk ke bagian ruang tengah yang menurut warga sekitar dulu dijadikan tempat sesaji. Walaupun jam menunjukkan pukul 1 siang namun, suasana kengerian masih bisa terasakan. Cerita horor di masyarakat sekitarpun mulai berkembang dari mulai ada penunggu rumah sampai hantu-hantu yang gentayangan di dalamnya. Ternyata itu adalah rumah Mbah Tomo, orang tua dari Pak Tami, seorang dukun sakti di jamannya.

Pak Tami adalah ajudan Harmoko, politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Republik Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie.

Pak Tami adalah sosok yang sangat menakutkan, karena berasal dari keturunan dukun, atau orang sakti. Semasa kecilnya, Ia adalah anak yang nakal dan suka mencuri uang ibunya yang waktu itu mempunyai warung di depan rumahku (aku belum lahir), dan karena kenakalannya itu tidak jarang dia selalu dihukum oleh orang tuanya, pak Tomo. dengan cara diceburkan di sungai depan rumahku, sampai kapok dan jera.

Alhasil dengan cara keras, akhirnya pak Tami besar dan tumbuh menjadi anak yang rajin dan sukses. Sekarang Ia tinggal di Jakarta di rumah yang lain yang juga lebih besar.

dari admin,
Mohon maaf postingan ini baru ditampilkan.

Category: blog, Tags: | posted by:julian_putro_pardjo


18 Responses to “Mbah Tomo, Dukun Sakti Dari Desa Susuk”

  1. mbah suro says:

    Tahun 66-67 saya sekolah di SMP Marhaen Wunut namun saya tidak begitu mengetahui tentang Mbah Tomo Dukun Sakti dari Susuk. Mungkin yang paling pas untuk mengomentari kisah ini barangkali Pak Slamet Wiyadi. Monggo…. supaya kisahnya lebih lengkap.

  2. Ery Kusriyanto says:

    Smp Marhaen Wunut itu dmn ya? Yg sy tahu dulu di Pwr ada Sma Marhaen lalu jadi sma Panbers),

    • mbah suro says:

      Sebelum saya menjawab ternnyata Pak Pur (massito) sudah memberi jawaban secara ‘gambang’ Saya hanya 2 th bersekolah di SMP Marhaen Wunut, Kepala Sekolahnya waktu itu Pak Wasito dari Ngawu-awu dan guru yang paling galak menurut teman-teman adalah Pak Sarwadi yang dalemnya dibelakang sekolahan. Namun menurut saya tidak galak, krn saya sering didawuhi ‘maem’ dirumahnya bahkan ada yg bilang sy murid kesayangannya. Salam kenal Mas Ery…

  3. massito says:

    SMP Marhaen Wunut dulu di SD Wunut, setelah pemilu TH 1971 berubah nama menjadi SMP Pembangunan dan pindah tempat agak ke Timur, kalau tidak salah sekarang sudah bubar, karena sudah banyak SMP Negeri di Ngombol

  4. Mas Julian, selamat untuk tulisan yang pertama di blogger pwr. Kisahnya menarik, tetapi karena cerita itu berdasar cerita orang lain, jadinya kurang akurat.
    Inilah yang saya ketahui tentang “mbah Tomo”. Namanya Pak Tomorejo, panggilannya pak Tomo, saya kenal pribadi dengan ybs.Bagi sebagian warga, ybs. dianggap mempunyai “kelebihan” yang bersifat “kesaktian”, tetapi saya sendiri belum pernah menyaksikan “kenyataannya”. Yang saya tahu Pak Tomo ini adalah salah satu pendiri Jidur Susuk yang terkenal pada jamannya.
    Kalau soal “dukun sakti” saya juga tidak tahu dari mana asal-usul cerita itu. Pak Tomo sering datang kerumah kami untuk bersilaturahmi dengan Bapak selaku Bekel desa Mangunredjo, banyak ceritanya, antara lain katanya dia bia “ngilang”, tetapi itu belum ada buktinya.Jadi saya belum bisa memastikan.
    Mengenai keberadaan rumah sebagaimana mas Julian ceritakan, itu bukan rumah pak Tomo, tetapi dibangun oleh Sdr. Tami,putra Pak Tomo, sekitar tahun 70-an dibekas rumah pak Tomo yang sederhana. Sdr. Tami termasuk sukses, dia jauh lebih muda dari saya dan sampai sekarang kadang masih ketemu, terakhir waktu pilihan lurah desa, adik iparnya magang, tetapi gagal.
    Dia dulu pengusaha mebel didaerah Pondok Pinang dan pada jaman Orba sering tampil di TV sebagai tokoh Paguyuban Penghayatan Aliran Kepercayaan. Sejak rumah di Susuk selesai dibangun yang mirip “kabupaten” itu, entah mengapa tidak pernah di huni, banyak cerita mengenai itu, saya sendiri juga heran mengapa rumah sebagus itu dibiarkan kosong dan jadi hunian macam2 makhluk, saya sudah berkunjung dan memang ada suasana “misteri”…
    Itulah sekedar tambahan/komentar atas tulisan Mas Julian, yang saya ketahui. Teruskan menulis, hanya dengan latihan nanti akan berkembang. Salam orang sedesa.Sw.

    • Terima Kasih Pak Slamet,sebenarnya sy hanya mencoba coba memposting tulisan yang belum rampung ini sekedar iseng, dan eh ternyata berhasil, dan gak taunya lagi malah ditampilkan! Tapi alhamdulillah sekali saya bersyukur bisa menjadi salah satu bagian dari BP, walaupun tulisan saya masih acak2an!
      Kalau mengenai kisah tentang Mbah Tomo, memang benar sekali saya hanya tau kisahya yang “sliwar sliwer” di telinga saya dari cerita warga sekitar dan kurang akurat. Jadi saya mohon maaf apabila ada informasi yang kurang sesuai. Dan terima kasih juga untuk Pak Slamet telah melengkapi kisah Mbah Tomo ini.
      Dulu sewaktu saya masih sekolah SMA, setelah pulang dari sekolah saya sering angon kambing di wetan deso, dan rumah Mbah Tomo memang cocok sekali untuk tempat berteduh atau sekedar numpang “ngiyup”, dan kebetulan juga lantai 2 merupakan tempat favorit saya “leyeh leyeh” sambil memantau kambing2 sy dari atas. Pernah suatu kali, karena saking penasarannya dengan kondisi di dalam salah satu kamar yang memang belum pernah dibuka sebelumnya, saya dan adik kembar saya nekat memasukinya. Hanya dengan bermodalkan tongkat kayu,kami berhasil masuk melalui jendela. Suasana di dalam kamar berukuran kurang lebih 4×4 meter itu terasa lebih pengap dam lembab. Tidak ada tempat tidur ataupun lemari, yang terlihat hanya di salah satu sudut kamar terpampang foto keluarga lengkap dengan busana adat jawa berukuran 60×40 cm, mungkin itulah foto keluarga Tami. Bukan itu saja di sudut kamar terdapat sebuah peti besar seperti peti mati yang sudah terlihat lapuk, Suasana di dalam kamar semakin menyeramkan apalagi di tambah tidak adanya celah yang memungkinkan cahaya matahari masuk. di samping peti tersebut berserakan botol-botol minuman keras, entah itu botol dari mana yang jelas botol2 itu jumlahnya mencapai belasan. Karena sudah terlanjur terlibat dalam petualangan itu, saya dan adik saya mencoba mengangkat tutup peti tersebut, bukannya tulang belulang atau tengkorak yang kami temukan di sana, tapi hanyalah buku2 yang sudah rusak dimakan rayap. Dan yang membuat saya bertanya2 sampai sekarang adalah salah satu buku yang berisi proposal pendirian kolam renang Arta Tirta Purworejo (satu2nya kolam renang di Purworejo saat itu)bertanda tangan Tami.
      Salam.

  5. Jamil says:

    wah dadi pengin balik kampung mas,ngrasak ake asrine ndesoku,jenenge Sudimora rodo nggunung sitik ngisore panembahan Gunung Wangi,syeh Maulana Magribi konon kabare.
    Perkembangane agama ketok e rodo mudun yo..akeh sing isih seneng ngabdi pepunden,ayo podho eling wis wayahe nggolek sangune mulih akhirate men enak mengkone podho mlebu surgo nkabeh

  6. yonanda says:

    apakah masih ada dukun yg lain di skitar susuk ini

  7. raden mas jojo says:

    wow…, sampeyan masih perlu info perdukunan toh…masih ada kok di pogungtrukan/pogungrejo rumahnya gak jauh dari mesjid…silahkan tanya wrga di sana….

  8. Dwi yn jabrq says:

    Jadi terbawa ke suasana desaku(klandaran)…

  9. Bambang says:

    saya menyebut siwo tomo pada masanya almarhum orang yang sangat disegani dan tokok masyarakat desa susuk. saya sering datang sungkem dengan almarhum, bukan dukun seperti yang ditulis. Saya termasuk keluarga dari silsilah almarhum

  10. kangumar says:

    tahun 90 an saya kenal. baik dengan bu guru Tamj. Dimanakah sekarang ? salam buat beliau.

  11. acmilan says:

    Dukun tersakti?
    085270133799
    Pin ? 2A093F10

    Di jamin,atas izin Allah
    Tidak ada yg tidak bisa.

  12. johan handoyo says:

    Di daerah slipi ada dukun tuh perempuan cakep umurnya sekitar 30 minta aja do’anya dia, 5 dari6 orang temen ?? ?ª?? pernah kesana keinginanya terkabul salah satunnya baru kepilih jadi kades di desa mundu cirebon, tapi kalau kesana mesti bawa minyak gahari dibotol minyak wangi ?ª?? 5 ml atau telor angsa, atau kipas cendana, oiya dia namanya lili selain dukun mba lili J??ª sarjana hukum dari universitas terkenal di daerah grogol beliau nggak buka praktek hanya tau dari mulut ke mulut, rumahnya tepat dibelakang kelurahan slipi, jakarta-barat, buat ?ª?? sakit aneh,penglaris dagang, yang kehilangan motor atau yang mau jadi kades ky tmn ?? …. Semoga sukses ya….

    • semar bodronoyo says:

      Wah…hari gini kok msh percoyo tho dhukun mas….klo ada 10 dhukun..yg 9 pasti ngapusi, yg (satu) mungkin betul karena kebetulan, selebihnya goroh alias bohong bin bolgodog..wkt muda didesa, sy sering tidur di tempat sepi dan wingit, tp ndak ada apa-apa..stlh saya gagas ternyata segala muzijat itu adanya pada kebesaran Alloh SWT..dadi kalo rajin Sholat, rajin poso, rajin moco AlQur’an, rajin sedekah, berbuat baik dgn sesama,dan rajin usaha…InsyaAlloh bakal kobul penuwune (Percoyo monggo…ora yo ra popo)

  13. untuk pncari duku says:

    buat yg nulis diatas, bohong tuh yg namanya mbak Diana. saya sdh tlp di nomer tsb, dan mbak diana tdk merasa mnjd guru spiritual atau mempunyai keahlian di bidang tsb. mohon kl coment yg tertib, jgn asal-asalan.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Semua Berawal dari Blog

10 - Dec - 2008 | masdodi | 4 Comments »

Kembali ke INDONESIA RAYA

1 - Jun - 2014 | indra.ngombol | 5 Comments »

LEGENDA SUMPAH “BANYU MENDIRO”

23 - Nov - 2009 | slamet wijadi | 49 Comments »

LUMBUNG PADI KEDU SELATAN

25 - Jul - 2009 | massito | No Comments »

Menakar Pentingnya Bahasa Ibu

1 - Jul - 2009 | eko_juli | 11 Comments »

© copyleft - 2011 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net