Merdi deso

  24 - Feb - 2011 -   Anston Bruno -   10 Comments »

DESA Gn Condong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, memiliki tradisi merdi desa (semacam bersih desa -Red). Acaranya biasa dilaksanakan setelah musim panen padi. Acara di laksanakan di halaman rumah Kepala Desa.

Merdi desa itu merupakan acara syukuran setelah warga panen padi. Dengan diadakannya acara itu, mereka berharap panen mendatang hasilnya akan lebih baik. Kecuali itu, acara tersebut juga untuk mendoakan para pepunden masyarakat setempat,..

Tatacara merdi desa diawali dengan kenduri yang diikuti seluruh warga desa itu pada pagi hari. Setelah itu warga dihibur dengan kesenian tradisional tayub. Selama ini, menurut sumber yang sama, jenis hiburannya memang harus tayub.

Untuk merdi desa Di desa Gn Condong ini, panitia mendatangkan dua orang ledhek (penari -Red) Biasanya dari Daerah Gombong, Banyumas atau Wonosobo. Layaknya pertunjukan tayub atau ronggeng pada umumnya, di acara itu ledhek menghampiri tamu undangan dan mengajaknya berjoget. Dan biasanya tamu yang diajak menari itu lalu memberikan uang tips kepadanya.

Hiburan tersebut berlangsung sambil menunggu kehadiran tamu undangan dari desa tetangga dalam acara kenduri massal. Untuk acara itu, biasanya mengundang warga desa sekitar seperti Wonosido (Kecamatan Pituruh), Pamriyan (Pituruh), Kemranggen (Bruno), Karanggedang (Bruno), Cepedak (Bruno), Pakissarum (Bruno), Purbayan (Kemiri). Dan juga tamu kehormatan dari Kecamatan dan Kabupaten. Sekitar pukul 15.30 pada hari yang sama barulah dimulai kenduri massal.

Ambeng

Hal menarik dalam acara itu, warga setempat menyuguhkan puluhan ambeng yang diletakkan di atas lincak. Rata-rata setiap ambeng dibuat beberapa kelompok warga. Nilai ambeng tersebut kalau dihitung bisa menghabiskan uang jutaan rupiah.

Bagaimana tidak, setiap ambeng paling sedikit dilengkapi dengan sepuluh ayam jago panggang.

Bahkan ada satu ambeng berisi Ratusan ayam panggang. Kalau setiap ekor ayam jago seharga Rp 45 ribu, maka untuk penyediaan 100 ayam panggang saja sudah menghabiskan uang Rp 4.500.000,- itu baru ayamnya saja

Pada setiap ambengdilengkapi nasi dalam jumlah banyak, aneka macam buah-buahan, lauk pauk lengkap, jadah/gemblong yang terbuat dari ketan, serta jenang dalam jumlah banyak.

Di sana juga dilengkapi rokok dengan koreknya, susu kental, serta minuman Sprite. ”Pokoke empat sehat lima sempurna,”.

Ambeng tersebut sebelum dibawa ke tempat kenduri massal terlebih dahulu dinilai oleh panitia. Bagi yang nilainya paling baik (A1), biasanya diserahkan kepada tamu terhormat dalam kenduri massal itu. Sementara ambeng lainnya diberikan kepada tamu undangan yang rata-rata dari luar desa.

Selepas kenduri massal itu warga setempat masih bisa menikmati hiburan tayub sampai pagi hari berikutnya.

Sumber : cahkemplung.blogspot.com

Category: budaya, Tags: | posted by:Anston Bruno


10 Responses to “Merdi deso”

  1. assalamu’alaikum Mas Anston
    Begitu banyak tradisi dari kota Purworejo, cuman kurang terpublikasi!Betul?
    Wss

  2. Anston says:

    wa’allaikum salam mas jul…
    Ya makanya dengan adanya bloggerpurworejo.com ini kiranya cukup membantu agar kita bisa mempublikasikan tradisi dan budaya purworejo tercinta..

  3. ilyasa' says:

    sing bener MERTI DESA

  4. Anston says:

    Bener pak ilyasa.. tapi akeh wong kok ngomonge merdi desa yo. aku mung melu2 keplayu.. he

  5. soeratno says:

    salam akrab,smoga sering2 di angkat nilai2 tradisi di purworejo,bisa nambah wawasan kita semua.

  6. Anston says:

    iya mas ratno… monggo di gali tradisi dan budaya desa kita

  7. Suryanto says:

    Hebat Ton, jangan lupa ikutlah pertemuan dan arisan Warga Gunung Condong yang di Jakarta………

  8. numpang lewat yaa… mau jalan-jalan ke medan? atau mau wisata kuliner di medan? jangan lupa mampir di blog http://www.indrahalim.com ya. Blog kuliner top kota medan. Situs yang lengkap reviewnya tuk resto or kedai yg menyediakan makanan enak di medan.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Purworejo Berumur Lebih dari 1000 tahun?

23 - Jan - 2009 | geblex | 9 Comments »

Budaya Kita

26 - Jun - 2008 | mastogog | No Comments »

INDOSIAR HAVE BEEN BLOCKED

24 - Mar - 2009 | eko_juli | 10 Comments »

Merdi deso

24 - Feb - 2011 | Anston Bruno | 10 Comments »

Bedhug dan Kenthongan

6 - Mar - 2008 | meds | 8 Comments »

© copyleft - 2011 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net