Ballada Hitam Manis
15th August 2010 | By: Riyadi
BALLADA HITAM MANIS
“hidupkan semata jejak di trotoar-trotoar deru
tersenyum simpul menganyam rindu
bersolek sederhana meminang gula-gula
semakin hitam
semakin manis”
…
aku lahir dari rahim perawan musim
ketika panen terperangkap jembatan matahari
menyeberangi lautan padi dari desa ke desa
dibelai matahati persada
aku bergerak dari pematang ke pematang
meminang padi dalam cahaya keemasan
O, bulan dalam pikulan
tidakkah engkau didera kehausan
Angin pun bertitah di antara bunga-bunga
- minumlah sayang
- reguklah muara kemerdekaan
aku cendol diberi santen air putih
gulaku jawa diparut kelapa pinang muda
tapi aku takbisa berkata
sebab kampungku cuma sebentar tiba
…
“hidupkan semata jejak di trotoar-trotoar deru
tersenyum simpul menganyam rindu
bersolek sederhana meminang gula-gula
semakin hitam
semakin manis”
Purworejo, Medio Agustus 2010
(“Dhawet Ireng” dikisahkan sebagai Hitam Manis sebuah kuliner khas asli dari daerah Purworejo.)
Tweet
Home| Category: kuliner, puisi | Trackback URI
Tulisan sesudahnya: Mengapa kita sulit untuk Tertib Lalu Lintas ??? »





ass.aku rohmat nyari konco koncoku alumni smp setyabudi loano thn 1986 / 1987.waktu kelas 1 walikelasku pak siswanto kelas 2 bu atmi kelas 3 pak amin.asalku desa karangrejo .telp yg bisa dihubungi 085694223004
[Reply]
wah puisine keren gan.nggak kira tentang makanan artikelnya
[Reply]