Renungan (secangkir kopi)
7th June 2010 | By: agus
Sekelompok alumni University California of Bekeley yg tlah mapan dalam karir masing-masing berkumpul & mendatangi professor kampus mereka yg tlah tua.
Percakapan segera terjadi & mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan & kehidupan mereka.
Menawari tamu-tamunya kopi,professor pergi ke dapur & kembali dgn poci besar berisi kopi & cangkir berbagai jenis.Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa,beberapa diantaranya gelas mahal & beberapa lainnya sangat indah & mengatakan pada para mantan mahasiswanya u/ menuang sendiri kopinya.
Setelah smua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan,professor itu mengatakan:”Jika kalian perhatikan,smua cangkir yg indah & mahal tlah diambil,yg tertinggal hanyalah gelas biasa & yg murah saja.Meskipun normal bagi kalian u/ mengingini hanya yg terbaik bagi diri kalian,tapi sebenarnya itulah yg mjd sumber masalah & stress yg kalian alami.”"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tak mempengaruhi kualitas kopi.
Dalam byk kasus,itu hanya lebih mahal & dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yg kita minum.
Apa yg kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya,namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik & kemudian mulai memperhatikan cangkir org lain.
“PESAN MORALKehidupan bagai kopi,sedang pekerjaan, uang & posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.
Cangkir bagaikan alat u/ memegang & mengisi kehidupan.Jenis cangkir yg kita miliki tak mendefinisikan ato juga mengganti kualitas kehidupan yg kita hidupi.
Seringkali, karna berkonsentrasi hanya pd cangkir,kita gagal u/ menikmati kopi yg disediakan bagi kita.
Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.”Sadarilah jika kehidupan anda itu jauh lebih penting dibanding pekerjaan anda
(Copas dari BBM). from aguss cah porjo
Tweet
Home| Category: blog | Trackback URI
Tulisan sesudahnya: Terimakasih Ayah, Sudah Nunjukin Betapa Miskinnya Kita »




