KARTINI
21st April 2010 | By: Riyadi
KARTINI
gerimis riuh menebang malam
pagimu datang tak berpeta
di antara reruntuhan peradaban kelam
kemana jasamu menimang bangsa
engkaukah bintangku yang hilang
saat transaksi ricuh di pasar pagi
dirimu berpesta dengan nasib sendiri
di antara kodrat dan harapan – kartini
angin tiada berjalan
kutipan-kutipan ayat pun jadi suram
bulan kehilangan cahaya rindunya
ia nyelinap di antara mega mega kelam
bulan sungguh menahan malu
atas titipan rindu yang kusampaikan
entah berapa malam berlalu
semata wayang terkapar hanya penantian
desak desak kian terpancar dalam dunia
kegelapan diri tiba-tiba tanpa hati
menyekap luka demi luka menyeret jiwa entah kemana
mendung ini
sejak pagi hati pun terkurung sepi
jembatan ilusi begitu panjang dan sunyi
seberkas cahaya menebang belantara
mengerdip bening menyeret jiwa
tatapanmu merindu
Tweet
Home| Category: puisi | Trackback URI
3 Responses to “KARTINI”
-





salam kenal
mohon masukannya
http://www.hafidzcollection.blogdetik.com
[Reply]
Riyadi Reply:
May 26th, 2010 at 8:07 am
kembali salam… bung hafidz : blog koleksi… akan saya coba mengetuk gerbangnya…
[Reply]
4942280 beers on the wall.
[Reply]