KARTINI
April 21st, 2010 | by: Riyadi
KARTINI gerimis riuh menebang malam pagimu datang tak berpeta di antara reruntuhan peradaban kelam kemana jasamu menimang bangsa engkaukah bintangku yang hilang saat transaksi ricuh di pasar pagi dirimu berpesta dengan nasib sendiri di antara kodrat dan harapan – kartini….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: puisi| 3 Comments »
Pandangan Politik
April 9th, 2010 | by: slamet_darmaji
Yen aku Setan aku ora doyan Yen aku dhemet aku ora ndolet SAYA CUMA KAMINO salat keno, ora yo keno pokoke mbela Bung Karno salat keno, ora yo keno sing penting mbelo Bung Karno. (Salat boleh, tidak pun tak soal,….. Read More
home | Categori: blog | Tags: Politik| 6 Comments »
Matematika & Bilangan Prima
April 9th, 2010 | by: Anu Dhihasto
Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan oleh ilmu ini dalam sains…… Read More
home | Categori: blog | 12 Comments »
Ayah yang Menakjubkan
April 9th, 2010 | by: Anu Dhihasto
Ternyata Ayah itu Menakjubkan Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia….. Read More
home | Categori: motivasi | 2 Comments »
Lomba Menulis untuk Pelajar se-eks Karesidenan Kedu
April 9th, 2010 | by: meds
Dalam rangka memperingati HUT ke-1 Komunitas Blogger PENDEKAR TIDAR Magelang dan memperingati Hari Pendidikan Nasional 2010, Komunitas Pendekar Tidar menggelar Lomba Menulis untuk Pelajar se-eks Karesidenan Kedu dengan tema ”Dengan Menulis, Mengenal Kearifan Lokal Lebih Dalam”. Maksud dan Tujuan Meningkatkan….. Read More
home | Categori: agenda | No Comments »
Purworejo Ditelan Hujan
April 4th, 2010 | by: Riyadi
Purworejo Ditelan Hujan (Puisi : Riyadi) Deru pecundang kembali bergema lantang. Barikade angin berontak menampar nampar malam. Garis garis hujan tak henti merajam jalanan. Kutatap dirimu terkapar dalam genangan rindu yang mencekam. Rimbun gelap menyekap tanah tanah jejak malam. Wahai….. Read More
home | Categori: puisi | Tags: puisi| No Comments »




