Pematang Malam

3rd March 2010 | By: Riyadi

Pematang Malam

kembali dari kampung sawah ladang
meniti garis rumit menuju rumah rindu
terbayang wajahmu menghadang di pematang
pada gerimis penggores abjad malam
kubacakan ayat-ayat asing keagungan
berkaca pada bilah kalbu
larut menujumu
berhenti pun aku tak sanggup melupakanmu
kampungku laut rindu kian bertaut
sawahku ombak hati beku kaurenggut
ladangku langit sepi menunggu pagi
jauh menyeberangi sunyi demi sunyi
satu termin lagi …
pagi kembali ke jagat puisi
menikmati harga musim terus membubung tinggi
dari secangkir kopi hingga pahitnya madu asli
betapapun buntu kuingin kembali
ke pematang malam
rumah singgah keseharian

Cakrawala Mayapada

ke pematang malam aku kembali
rumah bahagia anak dan isteri

walau buram telanjangi mata
tetap kuraih kutimang setia

sudah kuduga malam tenggelam
menghardikku menyamar kelam
ketika kata tiada bertatap
merabamu sepi merupa warna

engkau bukan bernama malam
karena membenam sunyi berdiam
meski hidupku sebuah malam
kepadamu aku pulang membisu

malam bicara pada siapa
mimpinya tiada terduga
cakrawala mesra di padang maya

diriku kembali sebatang kara

http://riyadiwp.wordpress.com/2010/01/25/pematang-malam/


Home| Category: puisi | Trackback URI


Tulisan sebelumnya: «
Tulisan sesudahnya:  »

One Response to “Pematang Malam”

  1. [...] 3 March 2010 — Pematang Malam (0) [...]

Leave a Reply

  • Nggoleki

Random Post

Banner

Banner

  • Pin Blogger Purworejo 150px

    Pin blogger Purworejo
  • Arsiiip

  • Kategori

  • Pin Blogger Purworejo 100px

    pin blogger purworejo 100px
  • Kalender

    March 2010
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031