KEBAHAGIAAN

  2 - Feb - 2010 -   Anu Dhihasto -   1 Comment »

Darimana kebahagian itu sebenarnya ? John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.

Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara
di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell
duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan ? (Kalau satu arah mah namanya khotbah.)

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu
mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?”

Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.”

Seluruh ruangan langsung terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi, “John
Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Malu ui!

Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang
sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia
setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”

Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”

“Karena,” jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa
berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri,
kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang
menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya
dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu. Ini masalah
pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak .

Category: blog, Tags: | posted by:Anu Dhihasto


One Response to “KEBAHAGIAAN”

  1. “…tidak seorang pun didunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri”.Pola pikir kita sendiri yang akan menentukan apakah kita akan bahagia atau tidak, bukan faktor luar. Bahagia adalah masalah pilihan “apakah kamu memilih bahagia atau tidak”. Itulah intisari tulisan diatas.
    Memang semuanya itu betul, namun kalau sudah mengetahui itu apa yang harus kita lakukan secara praktis untuk menjabarkan “pola pikir” yang akan menuju ke “bahagia”. Jawabnya sederhana namun juga sulit untuk dilaksanakan, yaitu kita harus pandai mensyukuri semua nikmat yang kita peroleh setiap hari dari Gusti Allah, dan ini jarang orang yang menyadari. Rahasia kebahagiaan adalah menghitung semua berkah yang kita terima setiap hari pada saat orang lain justru menambah kesulitan hidupnya sendiri.
    Tulisan yang mencerahkan mas Dhihasto, salam.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Hari Ulang Tahun

16 - Jun - 2012 | slamet_darmaji | 9 Comments »

Jaran Mbedal

24 - Jun - 2012 | slamet_darmaji | 7 Comments »

Cara membasmi tikus di rumah

24 - Feb - 2014 | Adi Degreen | 11 Comments »

Purworejo, Kota Kecil, Barisan Bukit Menoreh

3 - Aug - 2007 | meds | 10 Comments »

PAK HARIO KECIK 90 TAHUN, PELAKU SEJARAH PERTEMPURAN SURABAYA 10 NOPEMBER ’45

27 - May - 2011 | slamet wijadi | 43 Comments »

© copyleft - 2010 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net