Pulang ke PURWOREJO

  22 - Dec - 2009 -   slamet_darmaji -   5 Comments »

Suara bising mesin grida, bor,orang pukul besi, orang ngelas, khas suara brisik di proyek, tiba2 telponku berdering dengan nada “ Bapakeee Ibue Telpooon” aku tahu bahwa itu telpon dari keluargaku karena memang aku set begitu, Halo,, disana terdengan suara Ibuk,, kowe iseh neng rembang? Aku, yo enek opo?, Ibuk, Iki kartu pemilune wis dadi noblos nangkene wae, aku, yo sesok tak bali nek ngono, yawis brisik iki, teloponpun ditutup.

Aku memang sedang ada kerjaan di Proyek PLTU Rembang, tepatnya di Ds. Leran, Kec. Sluke, Kab. Rembang, Jawatengah,suadah hampir dua bula aku berada Rembang,walaupun sama sama Jawatengah tapi Rebang dan Purworejo adalah ujung Utara dan ujung Selatan.

Pagi pagi saehari menjelang pemilu aku berangkat dari Lasem, tempat kost ku, naik bis dari Lasem ke Semarang, dari Semarang nyambung lagi bis jurusan Purwokerto, patas AC Sumber Alam kebetulan baru sampai mulut terminal Terboyo aku langsung turun, dan bis tersebut sudah menantiku, aku pun naik dengan semangat karena nggak perlu ngantri lagi langsung dapat tempat duduk nyaman, jam 1 siang aku sampai di Purworejo karena bis tidak masuk kota aku pun turun di perempatan sebelum masuk kota Purworejo dan naik angkot lagi sampai pasar Purworejo, Pasar Mbaledono, setelah aku beli oleh oleh seadanya akupun naik angkot lagi jurusan Krendetan, dan turun di pertigaan Bagelen, dari protelon Bagelen naik ojek ke Kahuripan yang jaraknya hanya 2 kilo meter dari protelon Bagelen, tapi ongksnya 10,000, cukup mahal untuk perjalanan yang hanya 2 Kilo.

Sampai di rumah Ibuk sudah menunggu dengan masakan yang enak khas masakan Ibuk ku, yang dari kecil aku makan jadi sudah cocok dilidah, sambil ngobrol tentang perkembangan kampung halaman yang aku lihat semakin sepi, ngak seperti dulu era 80an waktu aku kecil, terasa sekali kampong begitu hidup ( Regeng ) depan rumahku yang jaraknaya 30Meter dari Pasar Kuripan antrian Dokar / Andong kadang sampai depan rumahku dan pasar jugan rame baik pedagan maupun pembeli, tapi Dokar atau Delman itu sekarang sudah tersingkir dan habis karena masuknya angkutan PRIMKOPAD, yang membuat dokar dokar habis karena tak mampu bersaing, namun PRIMKOPAD juga sekarang sudah sedikit dan tak menentu jam lewatnya, mungkin memang cocok apabila Purworejo di juluki kota Pensiunan karena dikampungku juga mengalami hal yang demikian sekarang tinggal para Janda tua dan sedikit generasi muda ada dan mau tinggal di kampung, terusterang aku salut dan acungkan jempol pada mereka generasi muda sebayaku yang mampu hidup di kampong halaman apapun profesi mereka, karena aku sendiri nggak mampu seperti mereka dan harus mencari matapencaharianku dengan merantau ke Jakarta untuk bertahan hidup dengan layak.

Keesokan harinya aku ngantri di TPS untuk menggunakan hak ku sebagai warganegara yang baik walaupun aku memang aku merasa menjadi warganegara yang tidak baik karena aku tercantum dalam DPT di dua tempat, tapi dengan jarak yang jauh tidak mungkin memang aku menggunakan dua duanya, salah siapakah itu,,?

Setelah noblos akupun dan ngaso ( istiraht di rumah ) aku pun bersiap pulang lagi ke Rembang dan tengahari aku berangkat lagi dengan rute seperti kemaren namu aku naik bis dari Purworejo motong motong, pertama naik jurusan Magelang, terus naik lagi ke Semarang dan dilanjutkan lagi ke Rembang dengan bis jurusan Surabaya dan sampai di lasem sekitar jam 7 malam, dan kesokan harinya melanjutkan pekerjaanku di Proyek PLTU Rembang.

Rembang, September 2009

Salam,,,, Wayah Bagelen.

Category: cerita, Tags: | posted by:slamet_darmaji


5 Responses to “Pulang ke PURWOREJO”

  1. [...] 22 December 2009, Under: cerita — slamet_darmaji @ 5:27 pm , Comments (0) [...]

  2. Wan Adul says:

    Salam kenal aja dari Situ Ciburuy,Bandung Barat, Jawa Barat. Sy pernah ke Purworejo, dekat pasar Baledono, dan pernah ke alun-alunnya, jajan wedang ronde, waktu itu saya nganter istri yg asliny dari Bagelen Purworejo.

  3. 4589972 says:

    4589972 beers on the wall.

  4. Tony S says:

    Salam kenal saya juga berasal dari Purworejo, saya klo pulang ke Clapar disitu ada rumah orang tua. Memang sih kalo liat keadaan P. rejo sekarang sepi, dari Bagelen pasti naik ojek 15 ribu sampe Clapar, beruntung klo ada Primkopad itu. Malah waktu dulu sering jalan kaki dari Bagelen ke Clapar karena pagi-pagi belum ada angkutan ojek pun pada tidur. Maklum Sumber Alam sampai nya selalu kepagian klo dari Jakarta

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Hijaumu Balut Luka Rinduku (4)

31 - Mar - 2008 | Raf | 7 Comments »

Perjalanan Darat Brunei-Pontianak Naik Bus Damri

19 - Jan - 2010 | prigel_landwb | 58 Comments »

Bersekolah Tanpa Beli Buku

2 - Dec - 2008 | gios94 | 4 Comments »

Pengalaman Masa Kecil, Membuat wayang dari Kardus

10 - Jul - 2008 | meds | 6 Comments »

Kakekku Tentara Kompeni

25 - Jan - 2014 | slamet_darmaji | 4 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net