Sapi Bagelen

  21 - Nov - 2009 -   slamet_darmaji -   11 Comments »

Waktu aku masih SD dulu, Bu Guruku pernah bercita bahwa di wilayah Bagelen / Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, tempat kami tinggal ada sebuah larangan diantaranya bahwa anak cucu orang Bagelen ngak boleh memelihara sapi dan menanam kedelai karena dahulu ada mitosnya memang ngak boleh sama leluhur bagelen yaitu Mbah Nyai Bagelen yang sekarang ada petilasanya di Pesarean Bagelen dekat pertigaan/protelon bagelen, detilnya saya ngak tahu mitos apa yang menyebabkan orang bagelen nggak boleh memelihara sapid an menanam kedelai, waktu itu peliharaan di kampungku antara laen kebo ato kerbau terus wedhus ato kambing atau mbeek,ayam,bebek,menthok.

Sebenarnya saya tahu tapi takut salah dalam menceritakanya, Mungkin teman teman ada yang tahu tentang mitos tersebut ? Saya menanti dengan senang hati.

Ketika aku beranjak besar kira kira SMP aku melihat di desa Bagelen mulai ada orang yang berani memelihara sapi yaitu Orang Ds Bagelen, tapi Orang tersebut itu adalah blantek atau orang tukan dagang sapi, judulnya sama sajakan punya sapi.

Lalu berikutnya yang menyusul di dukuh Kahuripan/Kuripan Kalirejo, yang berani melihara sapi adalah tempat teman ku yang rumahnya tepat depan pasar Kuripan namanya Kelik teman SD ku, tapi ya nggak ada yang ngaru arui nggak ada yang meden medeni ( menakut nakuti ) dan ya,, nggak apa apa sampe sekarang, teman ku sudah merantau ke Jakarta seperti aku, aku melihat baik orang bagelen maupun Kelik ya,, nggak apa apa nggak kena siku dari Mbah Nyai Bagelen, juga di tegalan sudah banyak orang yang menanam kedelai juga nggak apa apa, mungkin larangan itu sudah terkikis jaman ato terkena reformasi jaman, “karena jaman tak bisa dilawan” semoga Mbah Nyai Bagelen sudah tenang dialam baka sudah nggak ikut ikutan urusan Duniawi, aku mendukung reformasi itu.

Dan kira kira 3 tahun lalu Pakdheku pak Bejo setelah pension dari pekerjaan di Jakarta akhirnya pulang kampong ke Kahuripan/Kuripan dan sekarang menggeluti usaha penggemukan sapi tepatnya di Kahuripan lor Ds. Kalirejo Kec. Bagelen, Purworejo sampai sekarang, namanya “Kahuripan Jaya Farm”, waktu saya mudik lebaran kemaren 2009 saya lihat sapi2 Pakdhe ada 30an ekor, dan gemuk gemuk jantan betina juga pedet ( anak sapi ).

Terusterang salut sama Pakdhe, dengan usia yang tidak lagi muda masih semangat untuk berkarya, bayangkan memelihara sapi itu sama dengan memelihara bayi rumitnya nggak boleh telat makan, sapinya dikasih makanan yang bagus bahkan sapinya Pakdhe makananya direbus sampai mateng diantaranya dedek, ubi, ampas tahu, dikasih tetes tebu juga, pokoknya menyita tenaga.

Tapi yang namanya pekerjaan apapun apabila di tekuni pasti akan menghasilkan, kalo dikampung istriku Blora disana hampir setiap rumah ada sapinya, tapi rata rata betina, jarang yang memelihara jantan, dan yang lagi ngetren sekarang sapi sapi betina asli Blora dikawin suntik sama pak dokter hewan, cukup dengan 50 ribu dengan bibit sapi brahman, dan rata rata pedet sekarang sudah keturunan brahman guede guede.

Aku jadi ikut ter inspirasi nanti klow udah pension kerja di Jkt mau pulang Kampong, sekarang lagi mikir usaha apa yang cocok dengan ku ??

Salam dari Wayah Bagelen.

Category: potensi, Tags: | posted by:slamet_darmaji


11 Responses to “Sapi Bagelen”

  1. sugeng-Ikasapala says:

    Sepengetahuanku kenapa orang Bagelen dilarang piara Sapi, itu sebetulnya hanya mitos. Menurut mbah Kakung saya dulu katanya Nyi Bagelen itu dulu orang yang disegani karena mempunyai kesaktian dan meninggalnya ( kelemahan ) karena ditetek sapi ( menurut cerita maaf , teteknya nyi bagelen itu panjang pas ditaruh /disampirke(jawa ) dipundhak di tetek sapi dari belakang.
    Maka mulai saat itu orang di sekitar Bagelen dilarang piara sapi.

  2. nurrahman says:

    wah kayaknya peluang bisnis, hehehe

  3. Terimakasih atas comentnya memang mirip dengan cerita saya hanya saja dulu saya nggak tahu kalau apabila, maaf,, tetek Mbah Nyai Bagelen di susui sapi maka kesaktianya akan luntur,, sekali lagi terimakasih u semua, salam, wayah Bagelen..

  4. cah karangjati says:

    menurut cerita dari orang tuaku.. mbah nyai bagelen itu memang seperti yang diceritakan diatas. punya (maaf) tetek yang panjang trus di’sampirke’ ke pundak. suatu saat pernah di susui sapi. tapi bukan sapi biasa,melainkan sapi perah.
    tentang kedelai itu yakni anaknya nyai bagelen meninggalnya dilumbung kedelai hitam.bukan kedelai putih seperti yang biasa kita tahu.
    nah.. itulah mengapa sampai sekarang orang bagelen (asli) mempunyai pantangan tidak boleh memelihara sapi perah dan tidak boleh menanam kedelai hitam.
    peninggalan itu ada di petilasan nyai bagelen. dan katanya lumbung kedelai itu adanya di dukuh nadri desa krendetan.-/+ 1km dari pasar krendeta. kearah timur. boleh percaya boleh tidak, setiap malam jumat ato selasa kliwon,di “watu lumbung” serung terdebgar suara seperti “tledekan’,ato bunyi gamelan.dan itu bisa didengar cuma dari kejauhan…

  5. Banyak asumsi yg Masuk akal ataupun tidak Yang penting,kita sbg trah Bagelen ada pepatah “YEN WANI OJO WEDHI-WEDHI LAN YEN WEDHI OJO WANI-WANI” dan jgn lupa Alloh Swt adalah Segala Nya.
    Mari kita bangun kampung kita “BAGELEN”

  6. Trimakasih untuk semua comentaya..

  7. haris says:

    Kalo boleh saya mau berkomentar..:
    Sesungguhnya mitos tsb. memang benar, dan memang benar klo orang bagelen nggak boleh mlihara sapi. Tapi perlu diketahui, orang Bagelen yang dimaksud disini adalah “Orang Asli Keturunan Bagelen”. Jadi klo bkan keturunan asli, ya gak papa lox mw melihara sapi. Dan jika Anda keturunan orang bagelen asli, pasti deh nggak bakalan berani mlihara sapi. Coz pernah ada yg nyoba dan ternyata benar, beberapa bulan kmudian smua sapinya mati.
    Yah semua itu boleh dipercaya/tidak.. tergantung sudut pandang orang masing2. Sexlagi WALLAHU ALAM

  8. panggih says:

    mungkin yg di maksud keturunannya nyi Bagelen ya? bukan orang Bagelen, sekarang banyak kok orang Bagelen asli yg piara sapi, tapi kalau yg nanam kedele hitam kayaknya memang belum ada, nek kedele biasa sih banyak

  9. Cah kalibelung says:

    Untuk sdrku di Bagelen Tidak harus memelihara sapi,Yg laen Banyak yang sebaiknya kita lakukan yang penting tdk menyipang dari aturan yg ada.

  10. henda teguh bakti says:

    teriring salam…kakek saya asli purworejo,dari bagelen,anak lurah bagelen atau apa,saya kurang tau pasti,nah ayahnya kakek saya yang lurah tadi rumahnya di tengah sawah,sampai sekarang katanya jadi tempat yang di keramatkan,ada sumur yg di keramatkan di tengah sawah,nama kakek saya adalah Mas pardi (alm) pensiunan AURI,dulu stiap tahun kami suka berziarah kesana…nah di sini apakah ada keturunan dari lurah jaman dulu itu yang seperti Mas Pardi ini?,kalo ada…mari kita sambung lagi tali silaturahmi ini…

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

Click here to cancel reply.

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net