Mengapa Kau tegur kami ?

  10 - Sep - 2009 -   purwanto agus -   2 Comments »

I
Suara takbir, istigfar
terselang jerit dan tanya yang merongga
tersirat ada ketakutan dan penyesalan
termenung, binggung dan gagap
ketidaktahuan dan ketidakmauan
meratakan seluruh sanubari
antara doa, dosa dan kata hati
( rerumputan
desir angin
dedauanan
lambaian tangan
yang dingin
menelusuri jiwa yang ingin
memeluk dalam limpahan karunia_Nya )
dalam untaian nada Asma-Mu
beribu rasa dan bahasa
tak terbendung berpacu denting detak jantung
Yaa Rahman
maafkan kami
ampuni kami
selamatkan kami

II
Ya Allah
mengapa Engkau
tegur kami dengan Kau getarkan
samudera pantai, bukit dan gunung
sehingga gedung-gedung
tinggi menjulang dengan kaca-kacanya
tak lagi bisa angkuh memandang-Mu
Ya Alllah
mengapa Engkau tegur kami
sedang kami dalam keadaan lapar dan dahaga
Ya Alllah

mengapa Engkau tegur kami
dengan kau retakkan kesombongan teknologi
sehingga kami binggung apa yang terjadi

Ya Allah
Engkau tegur kami
di saat kami dengan sombong
bertanya kepada-Mu:
‘ Apa salah dan dosa kami ? ‘

Ya Allah
Engkau tegur kami
di saat kami dengan angkuh
menginterupsi -Mu
‘ Mengapa Kau timpakan kepada kami Ya Allah ? ‘

Ya Allah
Engkau tegur kami
apakah karena rasa malu kepada-Mu
sudah terbang ke lapisan ozon ?
apakah karena rasa syukur kepada-Mu
sudah terkubur ke rusuk samudera ?

apakah karena kehormatan kami
sudah terbungkus oleh antrian uang baru ?

apakah karena lapar dan dahaga kami
sudah hancur tertelan ludah kami sendiri ?

apakah karena iktikaf kami
sudah tergadai oleh baju baru, sepatu baru ?

apakah karena semua ibadah kami
masih belum cukup untuk mengimbangi dosa kami ?

lalu kemana semua ibadah kami Ya Allah ?
apakah sudah tergadai oleh tagihan kartu kredit ?
atau sudah tergores pena riba
atau sudah suram karena ternoda
rangkaian erotis disetiap sudut mata dan pandang kami ?

ataukah ….
ataukah….
masih banyak yang kami tanyakan
tapi kami malu
bila nantinya Engkau menjawab
dengan membenarkan semua pertanyaan kami

Ya Allah

Engkau tegur kami
Saat kami merasa ragu untuk berkata
“kami malu untuk bermaksiat lagi ”

Category: blog,puisi, Tags: | posted by:purwanto agus


2 Responses to “Mengapa Kau tegur kami ?”

  1. ass..wr.wb
    salam sahabat n salam kenal
    subhanAllah rangkaian kata yang menyentuh hingga dhana netesin air mata..makasih ya…good luck
    wass…wr.wb

  2. eka wianty says:

    jempol 2 deh………………q jg pnya puisi nih .blh ngikt gga?………………

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Angka liter unik

15 - Jan - 2009 | yoyokr | 5 Comments »

Renungan (secangkir kopi)

7 - Jun - 2010 | agus | No Comments »

Berwisata ke Ketep Pass

16 - Jun - 2012 | slamet_darmaji | 2 Comments »

“SEKOLAH ONGKO LORO” DI AKHIR JAMAN PENJAJAHAN BELANDA

24 - May - 2009 | slamet wijadi | 13 Comments »

Triwarno, Banyuurip, Purworejo

21 - Dec - 2010 | triwarno | 20 Comments »

Related Post

Puisi-Puisi Riyadi

3 - Jun - 2010 | Riyadi | 1 Comment »

Purworejo Ditelan Hujan

4 - Apr - 2010 | Riyadi | No Comments »

Hatiku Saat hujan

18 - Feb - 2010 | budiqof | No Comments »

Ballada Hitam Manis

15 - Aug - 2010 | Riyadi | 2 Comments »

Pematang Malam

3 - Mar - 2010 | Riyadi | 1 Comment »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net