SEKOLAH YANG DILUPAKAN

  11 - Aug - 2009 -   massito -   4 Comments »

Waktu masih duduk di bangku SR(SD) satu sekolah untuk beberapa Desa, itupun masing2 kelas hanya ada  satu kelas, selanjutnya aku memenruskan di SMP Marhaen di Wingkoharjo, melanjutkan ke SMEA Kutoarjo, terus merantau ke Jakarta. Sekitar th 1974, di desa Wingko Tinumpuk di bangun SD, maka semua siswa yang berasal dari desa ini pindah ke SD Wingko Tinumpuk.

Mundur kebelakang sebelum itu, Pemilu pertama jaman orde baru dimenangkan oleh golkar, maka sejak itu semua sekolah yang didirikan oleh yayasan yang berafiliasi ke Partai harus bubas atau bergabung ke golkar. Maka sejak itu SMP Marhaen Wingko harjo lebur menjadi SMP pembangunan Ngombol dan semua menggabung di Wunut, dulu numpang di SD wunut. Seiring perjalanan waktu, sekolah tersebut berkembang dan bisa mempunyai sekolah sendiri.

Pada waktu itu SMP negeri di kabupaten Purworejo bisa dihitung dengan jari, yakni di kota purworejo hanya ada SMP 1, 2 dan 3, sedangkan di Kotoarjo ada SMP 1 dan 2. jadi satu kabupaten baru ada 5 SMP negeri, sementara SR(SD) hampir setiap Desa ada, maka bila tidak tertampung di SMP negeri, kebanyakkan meneruskan di SMP swasta, seperti saya.

Jaman terus berubah pelan2 pemerintah mendirikan SMP negeri, ketika itu setiap kecamatan ada 1 SMP negeri. Pada waktu itu SMP pembangunan sebagai SMP swasta masih jadi alternativ, bila tidak tertampung di negeri, maka kebanyakan masuk di SMP swasta yang lokasinya dekat denga tempat tinggal.

Waktu terus berkembang, untuk SMP di tingkat kecamatan ada beberapa SMP negeri, daya tampungnya makin banyak, maka semenjak itu SMP swasta mulai ditinggalkan peminatnya, sebagian besar lulusan SD banyak yang memilih masuk ke SMP negeri. Maka di tahun 80an atau 90an SMP pembangunan menghentikan kegiatan, maka semenjak itu saya tidak bisa melihat lagi almamater saya, karena tanda-tandanya pun sudah tidak ada.

Kembali lagi ke tahun 70an, jenis sekolah pada waktu itu adalah SMA, SMEA, SMOA, STM, SGA masing-masing baru ada satu sekolah negeri untuk Kabupaten Purworejo, pada sekitar tahun itu SGA berubah menjadi SPG. Setelah ada perubahan lagi, maka sekolah tingkat atas hanya ada 2 yakni SMU dan SMK. SMEA dan STM tergabung dengan SMK, sementara SPG dan SMOA tidak ada lagi.

Maka seperti saya, bagi lulusan SPG dan SMOA tidak bisa lagi melihat almamater, yang bisa dilihat hanya bekas tempat sekolahnya tetapi namanya sudah berbeda.

Tetapi saya tetap berbangga karena dengan sekolah2 yang sudah tidak itu saya tetap bisa maju.

Category: blog, Tags: | posted by:massito


4 Responses to “SEKOLAH YANG DILUPAKAN”

  1. wahidpamudji says:

    wah aku dadi inget waktu sekolah SD, di Cimanah,Kel Bragolan,sekarang SDku itu sudah tinggal kenangan,murid sudah tdk ada,tinggal bangunannya saja,kalau lebaran sholat I’ed jadi pemandangan karena persis didepan pada saat sholat.Wasalam

  2. Purs says:

    Mas Wahid,
    Di beberapa tempat gejala seperti itu sering terjadi, masalahnya kemungkinan disekitar sekolah tersebut sudah tidak anak usia sekolah, karena mungkin penduduknya banyak yang merantau, jadi yang tinggal hanya para sepuh yang sudah tidak punya anak kecil lagi.
    Terima kasih.

  3. 1560370 says:

    1560370 beers on the wall.

  4. I’ll right away snatch your rss as I can not find your e-mail subscription hyperlink or e-newsletter service. Do you have any? Please let me understand so that I could subscribe. Thanks.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

PETANI JUGA BISA MAJU

4 - May - 2012 | massito | 6 Comments »

KOTA PURWOREJO TAHUN 70-AN

16 - Oct - 2011 | geblex | 58 Comments »

INFO MUDIK KE PURWOREJO

24 - Jul - 2012 | Mbah Suro | 7 Comments »

Selamat Idul Fitri 1431 H

9 - Sep - 2010 | meds | 1 Comment »

Vickynisasi Sebagai Dampak Gaya Bahasa Pejabat

13 - Sep - 2013 | indra.ngombol | No Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net