PAHLAWAN DEVISA

  21 - Aug - 2009 -   massito -   12 Comments »

Ya, Pahlawan devisa, demikian sebutan bagi para TKW yang sukses mengirimkan hasil keringatnya di negeri orang. Kira2 tahu nggak ya kalau ditanyakan kepada mereka mengenai sebutan tersebut?. Di daerah2 yang banyak mengirim TKW konon kabarnya rumahnya bagus2 ekonominya meningkat. Saya percaya, dari sekian yang sukses itu pasti bisa memberi manfaat bagi keluarga yang ditinggalkan, karena tujuan mereka kan mau membantu keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan.

Tetapi kalau kita lagi nonton TV kemudian disuguhi korban2 penyiksaan oleh majikan, sungguh IBA, bangsa kita disiksa dengan tanpa perikemanusiaan, badan kadang menjadi lumpuh, cita2 tinggal cita2. Belum lama ini di TV swasta disiarkan bahwa di Arab Saudi, ada suatu tempat dibawah kolong jembatan layang ada seratus lebih orang yang tidak punya tempat tinggal dan tidak punya penghasil, mereka hanya mengharap belas kasihan orang. Berbagai alasan kenapa mereka sampai terdampar, inginnya pulang tetapi tidak punya uang, bahkan dokumen pun tidak punya, terus siapa yang harus bertanggung jawab.

Melihat hal tersebut ada kontrakdiksi antara sebutan pahlawan dengan kenyataan, Bahkan seorang menteri mengatakan, mereka menjual kesengsaraan supaya orang/pemerintah kasihan, kemudian mereka dipulangkan gratis. Jadi seolah2 mereka begitu biar bisa pulang gratis. Sungguh kasihan, betapapun mereka dianggap bersalah seharusnya persoalannya diatasi dulu, baru setelah tiba ditanah air, diproses sebagaimana mestinya.

Mereka pencari kerja khususnya yang baru2, sering kurang mendapat informasi yang benar, yang selalu dihembuskan adalah kalau kerja diluar negeri gajinya besar, sedang kalau tidak pergi tidak punya apa2. Tentunya yang menyampaikan berita seperti itu adalah para Calo TKW, yang penting dia padat komisi setiap dapat calon TKW. Pare Calo TKW tidak pernah tahu bagaimana nasib selanjutnya bila kemudian TKW tadi menerima nasib buruk dinegeri orang.

Sayangnya orang kita cepat lupa, misalnya saja hari ini berita santer mengenai penyiksaan TKW, beberapa saat lenyap dan lupa, pada saat yang sama pengiriman TKW jalan terus, alasannya karena pemerintah kita belum atau tidak mampu memberikan lapangan kerja, maka boleh2 saja bagi yang mau pergi silahkan asal mengikuti jalan yang benar.

Dari dulu pesannya ya begitu, tapi prakteknya lain, banyak yang ilegal. Terus sampai kapan kita harus menyaksinya berita penyiksaan.

Pengirim TKW bukan hanya Indonesia, contohnya Philipina, banglades, tapi untuk Philipina derajatnya lebih tinggi, bengan bekal bahasa Inggris mereka tidak bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi pada sektor yang lebih terhormat.

Category: blog, Tags: | posted by:massito


12 Responses to “PAHLAWAN DEVISA”

  1. wahidpamudji says:

    Mas,memang sih TKW itu pahlawan devisa,soalnya mereka membawa pemasukan kepemerintah kita,tetapi itu yang punya ketrampilan khusus,la kalau yang pas-pasan/tdk punya keahlian cuma jadi sapi perahan bisa-bisa malah ditangkap aparat dibui lagi(karena masuknya ilegal),kalau saya mending cari kerja di negeri sendiri,masih bisa ketemu keluarga sewaktu-waktu,apalagi dekat lebaran seperti ini.wasalam

  2. nurrahman says:

    kadang2 pahlawan devisa tertindas di negeri orang, ah kasian

  3. Purs says:

    Setuju Mas Wahid dan Mas Nurrahman,
    Yang perlu dilakukan oleh aparat adalah bagaimana supaya para pencari kerja tidak mudah terbuai dengan gaji besar diluar negeri. Padahal yang gagal juga tidak sedikit. Tapi kenyataannya para calo sangat mudah mempengaruhi para pencari kerja untuk kemudian identitasnya dipalsukan. Bahkan kadang2 desa asal tidak tahu menahu tentang adanya warga yang berangkat ke luar negeri untuk jadi TKW. Mudah2an tulisan ini dapat menggugah para pecari kerja untuk tidak mudah terbujuk dengan janji gaji besar. Terimakasih.

  4. Melihat kondisi TKI sebenernya mengenaskan, saya pernah bertemu di bandara kuala lumpur saat mau balik ke Jakarta, saya ketemu para TKI, sejujurnya sedih melihat nasib mereka.

    Tapi kadang rasa gengsi untuk bekerja di luar Indonesia membuat TKI itu nekad, padahal sebenernya menyedihkan kerja dan kondisinya.

    Kenapa kita tidak memajukan pertanian, lalu berdikari menjadi bangsa yang terhormat.

    Warga kita perlu adanya edukasi, dan ditanamkan rasa bukan hanya uang yang dicari tapi harga diri pribadi juga mesti diangkat.

  5. Purs says:

    Setuju mas Wahyu,
    TKI sering jadi korban pembodohan, mereka selalu ndi iming2 oleh calo, seolah2 semua enak tidak ada masalah, padahal masalahnya banyak sekali. Akibat dari itu juga, Malingsia sering ngenyek kita dengan berbagai cara. Kalau mau melawan Malingsia, stop dulu TKI baru kita sejajar. Selama masih terus mengirim TKI rasanya kita ini jadi eksportir TKI. Hasilnya masalah melulu.

  6. 4362976 says:

    4362976 beers on the wall.

  7. Hey there! Do you know if they make any plugins to safeguard against hackers? I’m kinda paranoid about losing everything I’ve worked hard on. Any suggestions?

  8. June Eves says:

    You completed certain fine points there. I did a search on the subject and found most folks will go along with with your blog.

  9. Thanks, beautiful weblog with great informational content. This is a really interesting and informative post.

  10. Have you thought about introducing some social bookmarking buttons to these blogs. At least for twitter.

  11. John Martin says:

    Hi…

    I’m John. I like Pie. American Pie….

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Perjalanan dari Bogor – Purworejo 2008

8 - Oct - 2008 | cahmbegelen | 9 Comments »

Berbagi Inspirasi

25 - Feb - 2010 | agus | 2 Comments »

Sopir Taxi Purworejo

25 - Mar - 2009 | slamet wijadi | 16 Comments »

Kembali ke INDONESIA RAYA

1 - Jun - 2014 | indra.ngombol | 5 Comments »

Gagal panen gara-gara tikus

30 - Oct - 2013 | Adi Degreen | 6 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net