Jangan Memberi Cap Anak Nakal

  28 - Aug - 2009 -   eko_juli -   14 Comments »

PARENTING

Seringkali mendengar orang tua mengatakan anaknya “nakal” atau “bandel” saya merasa risih. Istri saya bilang kepada pasiennya jangan katakan anaknya nakal… tapi pintarrr. Tetapi saya lebih suka mengatakan anak dengan energi berlebih.

rifqi

rifqi

Suatu hari Mbah AKung nya Rifqi dari Purworejo berkunjung ke Balikpapan. Dia mendapati Rifqi (4 tahun waktu itu) sedang melempari genting rumah tetangga dengan batu. (Untung tetangga lagi nggak ada di rumah… Sssst jangan bilang2 ma tetangga saya ya…). Tentu saja Rifqi tidak bermaksud merusak… dia hanya Fun… dia angap sebuah permainan. (Tentu saja bila ada orang lain melihat (bagi mereka) sangat mudah mengatakan “Rifqi tuh Anak Nakal…” )

Melihat kelakuan cucunya, Mbah Kung tidak menegur langsung… Dia mengambil potongan tripleks, dan membuat target sasaran berupa bundaran-bundaran ditulisi angka-angka tertentu. Mungkin sama seperti target menembak di kepolisian.

Selanjutnya dengan bekal sebuah batu kecil, Rifqi diminta melempar “terget’ yang telah dibuat tadi… Semakin kecil lingkaran semakin besar score-nya. Wah…. Rifqi semakin fun dengan permainannya…. Tentu saja sambil bermain Akung, menasehati Rifqi, jika melempari genting itu akan begini begitu bla bla….. Nice effort, Kung…!!!

Jadi?… Ya gitu deh…. Jangan Memberi Cap kepada Anak sebagai Anak Nakal… atau dia akan menjadi seperti yang di Cap oleh lingkungannya…
Banyak cara simple untuk mengarahkan anak-anak. Komunikasi kuncinya saya rasa.

Saya punya kisah Inspiratif untuk di sharingkan:

Pemenang Nobel Fisika : Murid yang Bandel

Ini adalah cerita tentang kejadian berpuluh-puluh tahun yang silam di daratan Eropa. Kisah ini bercerita tentang Millboard, satu-satunya pemenang hadiah Nobel Fisika dari Denmark.

Pada saat ujian fisika, ada sebuah pertanyaan dari seorang dosen. Pertanyaan tersebut adalah “Bagaimana menentukan tinggi sebuah gedung 35 lantai dengan menggunakan barometer. Pertanyaan ini sebenarnya relatif mudah.

Diantara sekian banyak murid ada satu murid yang sangat bandel. Dia menjawab, “Kita menggunakan benang yang diikatkan pada ujung barometer tersebut, lalu kita turunkan dari lantai 35 sampai menyentuh tanah. Kita berikan tanda pada benangnya, kemudian kita tarik lagi ke atas dan diukur berapa meter panjang benang tersebut. Lalu ditambah 35 cm (panjang barometer). Maka kita akan tahu berapa tinggi gedung tersebut.”

Dosenya sangat marah mendengar jawaban tersebut. Karena selain bandel, si guru juga sangat membencinya. Akhirnya si guru tersebut tidak meluluskan ujian nya. Si murid pun mengajukan keberatan kepada dewan sekolah untuk meninjau angka ujiannya. Di hadapan dewan, murid tersebut menjelaskan jawaban ujiannya.

Singkatnya, pada saat itu karena gurunya tahu bahwa anak ini pintar, maka dilakukanlah ujian ulang. Dipanggillah empat dosen paling senior untuk menguji murid ini.

Besoknya ketika ujian berlangsung, empat dosen tersebut hanya memberikan waktu 10 menit untuk menjawab pertanyaan semua soal ujian. Dengan secarik kertas, dia mencorat-coret, menggambar bintang, bulan, dan sebagainya.

Empat dosen ini mulai marah karena pada menit yang kedelapan dia belum juga memberikan jawaban apapun.

Sampai akhirnya dosen-dosen tersebut bertanya, “Sebenarnya kau bisa menjawab tidak?”

Si murid menjawab, “Saya sebenarnya mempunyai banyak jawaban tetapi saya bingung, saya harus memberikan jawaban yang mana”.

“Pertama, saya bisa saja melihat sinar matahari pada pukul 09.00. Gedung tersebut pasti mempunyai bayangan. Kita ukur bayangan tersebut. Kalau misalnya bayangan tersebut panjangnya 150 m, lalu saya akan mengambil barometer dan dikenakan ke matahari. Saya juga akan tahu berapa panjang bayangan barometer tersebut. Kalau panjang barometer tersebut 50 cm, maka dengan perbandingan sederhana saya bisa tahu tinggi gedung tersebut.

“Kedua, saya bisa saja membawa barometer tersebut ke lantai paling atas. Dengan memakai time watch, saya jatuhkan barometer tersebut. Tunggu beberapa detik sampai barometer itu menyentuh lantai. Saya langsung tahu berapa waktu yang dibutuhkan oleh barometer untuk

menyentuh lantai bawah. Dengan menggunakan pengukuran gravitasi bumi dan kecepatan barang itu jatuh, saya bisa tahu tinggi gedung itu tetapi sayangnya barometer tersebut akan pecah”. “Saya juga sempat berpikir begini, kalau saya naik tangga darurat, kemudian saya ukur tingginya tangga tersebut dengan barometer satu per satu. Tinggal mengalikan 35cm maka saya akan mengetahui berapa tingginya gedung tersebut. Tentu banyak cara lain”.

“Saya juga bisa menggunakan dengan cara yang sederhana dengan melihat tekanan udara di bawah berapa dan di atas berapa. Dengan menggunakan rumus sederhana, saya bisa tahu jawabannya”.

Jawaban inilah yang sebenarnya diinginkan oleh dosen, tetapi tentu saja ini adalah jawaban yang sangat bodoh.

Lalu diteruskannya, kalau ingin yang lebih scientific, maka kita bisa gunakan pendulum. Ikatkan pendulum pada seutas tali sepanjang1 m kemudian swing-kan pendulum tersebut di lantai bawah.

Si mahasiswa meneruskan kalimatnya. “Saya juga akan melakukannya di lantai atas.

Perbedaan kecepatan swing dengan menggunakan rumus yang complicated, bisa mendapatkan tinggi gedung tersebut. Karena gaya gravitasi yang berbeda pada ketinggian lantai 35 dan lantai dasar. Tentu cara tersebut sangat sederhana dan bermacam-macam.

Tetapi yang paling saya sukai adalah jika saya tinggal bertanya saja pada satpam berapa tinggi gedung ini, kalau Anda bisa jawab saya kasih hadiah barometer.”

Nah, akhirnya Niels Bohr diluluskan dan dia adalah satu-satunya pemenang hadiah Nobel fisika dari Denmark.

Dalam kehidupan ini banyak yang nyleneh seperti itu. Kita tidak bisa menilai bahwa orang itu nakal, bodoh dan sebagainya. Mereka kadang-kadang akan mengejutkan dunia ini.

sumber: tanadisantoso

Bagaimana??? Setuju untuk TIDAK MEMBERI CAP seorang anak itu Bandel atau Nakal?

sumber: ekojuli

Category: cerita,informasi, Tags: ,, | posted by:eko_juli


14 Responses to “Jangan Memberi Cap Anak Nakal”

  1. [...] Jangan Memberi Cap Anak Nakal PARENTING Seringkali mendengar orang tua mengatakan anaknya “nakal” atau “bandel” saya merasa risih. Istri saya bilang kepada pasiennya jangan katakan anaknya nakal… tapi pintarrr. Tetapi saya lebih suka mengatakan anak dengan energi berlebih. rifqi Suatu hari Mbah AKung nya Rifqi dari Purworejo berkunjung ke Balikpapan. Dia mendapati Rifqi (4 tahun waktu itu) sedang melempari genting rumah tetangga dengan [...] [...]

  2. anak-anak sebetulnya tidak nakal,ia hanya mencari jati dirinya,maka sebagai orang tua kita harus selalu mengingatkan ,mengarahkan dan memberi suri tauladan serta mendampingi sianak,agar terhindar dari hal-hal yang merugikan bagi dirinya dan orang tuanya.wasalam

  3. liqpsed says:

    N0CF0t smxsjxqnwopz, [url=http://ractbbdflgta.com/]ractbbdflgta[/url], [link=http://vpxyjtojyrhn.com/]vpxyjtojyrhn[/link], http://rnoboempuxlk.com/

  4. These no-sew blankets are simple to make and are a cheap present concept for distinctive occasions. The incontrovertible fact that polar fleece comes in a mixture of patterns makes it simple to tailor-make each no-sew blanket for everyone. Make a plaid or sports theme blanket for the men, floral or animal print blankets for the ladies and character prints for the kids. The alternatives are unlimited.

  5. 2807950 says:

    2807950 beers on the wall.

  6. pretty helpful material, overall I believe this is well worth a bookmark, thanks

  7. psyllium says:

    Your current blogs constantly include a decent amount of really up to date info. Where do you come up with this? Just stating you are very creative. Thanks again

  8. Gucci Scarpe says:

    you’ve gotten a terrific weblog here! would you like to make some invite posts on my weblog?

  9. It is highly helpful for me. Large thumbs up for this blog post!

  10. The amazing recent content keep me coming here several times over. Thanks so much.

  11. Admiring the persistence you put into your website and in depth information you offer. It’s nice to come across a blog every once in a while that isn’t the same unwanted rehashed information. Great read! I’ve bookmarked your site and I’m adding your RSS feeds to my Google account.

  12. artikel menari.. dan blog yang luar biasa…
    Saya juga punya koleksi lagu anak-anak..
    cocok banget untuk media pengajaran anak-anak usia dini…
    ada juga tips parenting..dan tips pendidikan kreatif..
    pokoknya komplit deh..
    kunjung ya…
    http://lagu2anak.blogspot.com
    kalau mau bertukar link…silakan..

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net