PURWOREJO PERLU PEMIMPIN BERJIWA “BUSINESS OWNER” bukan sekedar “MANAGER”

  9 - Jun - 2009 -   eko_juli -   20 Comments »

Sekali lagi sebelum menulis ada pesan-pesan khusus nih…. Bukannya pingin sok jago atau sok hebat. Saya cuma ingin menyampaikan apa yang ada dalam kepala kecil ini. Klu jaman dulu mungkin, saya akan bilang ini di warung kopi atau pos kamling sambil ngobrol ngalor ngidul ga tau juntrungnya. Sekarang ada warung kopi wordpress tempat saya bisa gobrol2 sama pak wik, mas meds, mas raf, mas dodi, pak indro, masnoer, dll. Klu ada yang “dengerin” ya syukur… klu ngga yaaa tidak apa2. Paling tidak kepala ini agak plong, karena sudah keluar apa yang ingin “diomongkan”. Hayah… kapan mulainya sih…???

Ehm… (seperti pejabat yang mau pidato pake “ehm”) setelah menuliskan kebanggan saya tentang Potensi Besar di Purworejo. Saya ingin mengatakan tentang Profil Ideal Pemimpin Purworejo bagi saya, supaya bisa menggali Potensi2 yang ada di Purworejo. Saya ingin Pemimpin Purworejo ( Bupati) adalah sosok yang bermental “Business Owner” bukan sekedar “Manager”. (Sebenarnya saya ingin menterjemahkan “business owner” dengan kata “pengusaha” tapi kok rasanya kurang pas. CMIIW)

Bagaimana mental Business Owner? Apa bedanya dengan sosok “Manager”…?

Perbedaan mendasarnya adalah Business Owner sosok yang mempunyai vision kedepan yang jelas dan berusaha mewujudkan vision tadi dengan segala upaya yang praktis dan selalu melakukan terobosan baru untuk mengalahkan pesaing2nya. Seorang business owner selalu bisa mengkomunikasikan visi-nya kepada angggotanya. Sedangkan seorang manager, cenderung hanya mengelola, memanage, sumber daya yang ada.

Seorang Pemimpin juga harus berpikir “diluar kotak”. Tidak hanya melulu memainkan mainan yang dipegangnya, tetapi juga melihat keseluruh penjuru dunia, ada berapa banyak mainan yang bisa dimainkan di daerahnya. Think globally, act locally… gitulah kira-kira!!!

Seorang Business Owner juga cenderung berani mengambil resiko. Tentu saja keberanian mengambil resiko ini harus bejalan seiring dengan visi yang jelas, pengetahuan yang luas, dan… intuisi. Jangan abaikan intuisi seseorang, segila apapun idenya. Sejarah mengajarkan, banyak penemuan besar diawali dengan “kegilaan” penemunya.

Seorang business owner tidak terlalu berpikir, saya tidak punya uang yang cukup.. apa yang bisa saya perbuat? Banyak Perusahaan Besar yang dimulai dari “gudang”, simaklah cerita kesuksesan ” Honda” atau “Google” atau lihat lah perusahaan besar disekitar anda…. Pinjam istilah mas raf, start with nothing… (artine opo iku mas?)

Seorang business owner yang berhasil untuk jangka panjang, adalah seseorang yang dilandasi dengan niat bersih, selanjunya berpikir jernih, berucap sopan, dan bertingkah santun… Itu adalah business values yang harus dianut. Business owner yang berhasil memperoleh keuntungan besar, tapi melenceng dari business values yang dianutnya, biasanya…. (pada akhirnya) dia akan terpuruk kedalam kenistaan yang sedalam-dalamnya. Saya rasa Hukum Alam Tuhan Berlaku sepenjuru jagad raya, termasuk Purworejo.

Sejak 10 tahun, meninggalkan kota tercinta, saya kurang mengikuti profil Pemimpin Purworejo. Terlepas pada prestasi2 yang telah dicapai, bagi saya seharusnya Purworejo berhak mendapatkan lebih dari yang dicapai sekarang.

Saya berkhayal, seandainya saya pulang ke Purworejo (setahun sekali misalnya) sampai di Purworejo saya bingung…. mau pulang ke rumah orangtua pun harus bolak balik nanya, karena saking “berubahnya “Purworejo…. Atau bingung  ini Gedung Apa Kok bagus bener? Ini jalan kemana kok sudah ada? Ini kegiatan apa kok hebat bener? Atau melihat sesuatu yang menginspirasikan saya orang lain… sehingga saya orang lain berpikir… wah bisa nih ditiru….!!!

Tanpa bermaksud, mengabaikan kemampuan managerial dan birokrasi… Menurut saya Purworejo memerlukan sosok yang lebih dari sekedar mampu mengelola dan mengatur…. tetapi mampu membuat gebrakan, sesuatu yang lain… yang barangkali tidak terfikirkan oleh saya orang lain…

Terakhir, saya paham bahwa tulisan saya bisa mengandung pro atau kontra, tapi tetap… bahwa tulisan ini hanyalah pandangan saya sepihak, yang saya anggap sebagai obrolan warung kopi.

Category: blog,cerita, Tags: ,, , , | posted by:eko_juli


20 Responses to “PURWOREJO PERLU PEMIMPIN BERJIWA “BUSINESS OWNER” bukan sekedar “MANAGER””

  1. Fayyaz says:

    salut kepada penulis diatas atas obrolan warong kopiya boss……….
    smoga itu bisa diwujudkan oleh warga masyarakat purworejo siapapun orangnya………

    Add-pamuji_69

    ekojuli:
    barangkali mas fayyaz mau ndaftar???

  2. Mas Eko, karena ini sekedar “obrolan warung kopi”, marilah santai saja.”Purworejo memerlukan sosok yang lebih sekedar mampu mengelola dan mengatur… tetapi mampu membuat gebrakan”, ini memang idealnya, tetapi apakah cukup realistis, melihat kondisi yang nyata di Pwr saat ini, apakah pemimpin tipe idaman ini akan segera muncul?
    Menurut saya yang paling “feasable” bagi calon pemimpin Pwr adalah, belajar dari “kisah sukses” beberapa kabupaten yang “sejenis” dengan Pwr khususnya mengenai potensinya dan menggunakan sebagai modal dasar, tentunya dengan penyesuaian untuk penerapannya yang khusus di Pwr.
    Saya mengambil contoh tetangga kita yang dekat, Kebumen,(tanpa bermaksud promosi) mengapa Bupatinya sampai dipilih 2 kali dan kemudian meningkat menjadi Wagub. Mestinya ya diakui sebagai “sukses”, nah kenapa tidak dipelajari leadership-nya? Pwr dan Kebumen itu kan satu daerah Bagelen juga, tentunya ya mempunyai ciri2 yang mirip2, walaupun secara geografis berbeda.
    Nah, demikian sekedar sharing untuk meramaikan obrolan warung kopi, kurang lebihnya mohon maklum, salam untuk keluarga, sw.

    ekojuli:
    lha iya ituuuuuuuuu…. (sambil manggut-manggut…)
    lho, apa sih yang ya itu…!!!! isin asline aku klu di comment pak wik kih… (cah wingi sore kok ngomonge ngecuprus… koyo iyo2 o … wekekeke…) suwun nggih pak sampun mampir ngopi…

  3. yogo says:

    memang mestinya begitu mas,tapi semua itu kembali ke masyararatnya nanti mau pilih pemimpin yg bagaimana,dan jgn hanya “Nrimo Ing pandum”,sampai2 ada seorang temen yg bilang (mohon maaf)dari jaman a*u ra enak nganti jaman a*u enak kok Purworejo begitu2 saja

    ekojuli: wekekek… ngekek sih mas yogo… moso ono a*u enak??

  4. Mas Eko, jangan begitu, saya bahkan kagum atas kepedulian mas Eko pada tanah kelahirannya, dan generasi Mas Eko lah yang harus “bergerak”, kalau nggak lantas siapa? Maka teruskan, kembangkan gagasan2, saya yakin itu akan merupakan sumbangan yang berharga. Nggak bener itu cah “wingi sore”, ide2 cemerlang datangnya dari orang2 bahkan lebih muda dari mas Eko. Bung Karno menulis “Mencapai Indonesia Merdeka” bahkan sebelum mencapai umur 30 tahun. Slamet Riyadi baru berusia 24 tahun sewaktu menjadi komandan pasukan penumpas pembrontak RMS.Kami ini kan “outgoing generation”, sekedar melatih otak agar tidak cepat karatan… salam,sw.

    ekojuli: jangan lupa sesepuh yang sudah banyak makan asam garam, yang justru perlu didengar pendapatnya. klu saya jadi presiden (ngayal lagiiii) , saya akan angkat salah satu penasehat saya seorang sesepuh yang modern updated.
    jadi menurut saya, tidak benar itu, outgoing generation, bahkan Kolonel Sanders memulai usahanya (KFC) ketika dia berumur 66 tahun, ketika dia pensiun dari tentara dan tidak mempunyai uang…. (bocah kok ngeyel…!!! nggak kok pak wik… becanda… he he…)
    Terlebih, sesepuh yang masih terus mengikuti perputaran dunia. jarang lho (jgn2 sudah ga ada), angkatan pak wik yg masih mau (atau mau tau bagaimana) nulis di internet.

  5. Fayyaz says:

    “barangkali mas fayyaz mau ndaftar???”

    terima kasih mas eko atas tawarannya……….!!!!
    untuk membangun bumi purworejo dari semua pendapat,uneg2 nyampe ungkapan kesel saya pikir itulah aspirasi warga.
    siapapun yg menjadi pemimpin purworejo tidak akan sukses klo dia hanya mendengarkan pendapat,kepentingan bahkan tuntutan orang sekelilingnya.
    kenapa sy sebut tuntutan….?
    karena smua kembali pada apa yg telah mereka berikan…….
    jd mereka yg gantian akan menuntut…..bukan sekedar teman,relasi bahkan sodarapun tak kan peduli.makanya siapapun yg bercita-cita untuk jd pemimpin jgn kesampingkan pendapat orang2 yg berseberangan pendapat dgn anda karena itu bisa menjadi rem kemauan anda yg berkedok kepentingan rakyat…………………!!!!!!!
    maaf klo agak melenceng dr postingan datas….!!!

    ekojuli: masih nyambung kok mas fayyaz… lagian, biar melenceng juga ngga papa… namanya aja obrolan warung kopi

  6. Mas eko dan saudara2ku semua.. monggo kopinya disruput. Tapi btw kok tolok ukurnya materi melulu sih. kalau seumur bilung sih materi udah nggak narik lagi, coba saja kita pergi ke Bali.. ngapain kesana lha wong sekarang bali sudah sama dengan jakarta bandung ataupun suroboyo.
    Justru saya mengidamkam Purworejo yang puworjo banget sehingga orang mencari purworjo..
    wass.

    ekojuli: wah pak indro bawa pisang goreng (hiks hiks…)
    iya yah… kok tolok ukurnya materi banget??? yahhh namanya yang nulis seorang sales , yaaa taunya dari sudut pandang penjualan…
    memang uang (materi) bukan segala-galanya, tapi dengan uang (materi) kita juga bisa membuat lebih banyak pilihan… CMIIW
    jadi… klu ada yang ingin membahas profil pemimpin dari sisi sosial monggo…, atau sisi spiritual juga silakan… memang pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang bisa menjadi panutan dalam banyak hal …

  7. marurat.com says:

    Purworejo dimana sih? maaf orang sumatra nih :)
    salam kenal

    ekojuli : salam kenal kembali…. selamat datang di purworejo. marurat, purworejo ada di: SINI lohh

  8. Dodi says:

    Untuk Bung Marurat, Purworejo itu nama salah satu kabupaten dari 35 kabupaten di Jawa Tengah. Purworejo terletak di 60 km sebelah barat Yogyakarta, 44 km selatan Magelang. Secara geografis Purworejo termasuk wilayah yang ideal untuk berkembangnya kota wisata. Di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia yang memiliki hamparan pantai yang luas, indah, dan sedikit panas. Di bagian utara berdiri dataran tinggi yang terkenal dengan sebutan Geger Menjangan dan ke utara lagi Pegunungan Menoreh. Di bagian barat, dipenuhi dengan hamparan sawah yang luas yang tumbuh subur, menandakan masyarakatnya yang cukup makmur. Di bagian timur masih dikelilingi ratusan hektar sawah dan sedikit tumbuh pohon pinus dan jati, menandakan masyarakat Purworejo memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Purworejo memiliki Bedug terbesar di dunia, alun-alun terluas di Indonesia untuk kategori Dati II, kesenian khas Ndolalak, jajanan khas lanting, dan ternak khas Kambing Etawa. Tidak sulit menjangkau Purworejo Bung Marurat. Dari Jakarta bisa naik kereta api, baik yang ekonomi maupun yang argo, semua ada, turun di Kutoarjo. Naik pesawat, cuma 150 ribu turun di Yogyakarta, lalu naik taksi sekitar 100 ribu. Ada ratusan bus malam yang siap mengantar ke kota impian ini. Bahkan, kalau lebaran banyak orang yang mudik pakai motor. “Capek sih, tapi menyenangkan,” kata mereka. Purworejo memiliki banyak tokoh nasional yang idealis, terlalu sempit ruangan ini kalau saya sebutkan. Tetapi, Bung bisa baca-baca postingan sebelum ini yang ditulis oleh masyarakat Purworejo yang terseba di seantero dunia. Purworejo memiliki pelajar dan mahasiswa berprestasi di kancah nasional. Purworejo memiliki sekolah-sekolah ungggulan. Terbukti banyak siswa dari luar Purworejo (Kebumen, Yogya, Wonosobo, Magelang, Semarang, bahkan Jakarta) yang sekolah di Purworejo. Lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta ternama juga banyak berasal dari Purworejo.Bukan untuk menyombongkan diri, pada setiap pergantian kabinet, seakan ada persyaratan khusus bahwa salah satu menterinya harus dari Purworejo. Tapi, Bung Marurat dan juga jamaah Blogger yang dimulyakan Allah. Saya sedikit sedih dan kecewa karena mantan Bupati Purworejo Marsaid masuk penjara. Bupati Kelik, yang kini masih aktif jadi tersangka. Mereka ngapusi duit rakyat. Mereka telah berbuat “kotor” terhadap julukan orang Purworejo yang terkenal bersih dan idealis. Duh Gusti….

    ekojuli: bangkit purworejo… go international..

  9. wahid says:

    manfaatin smber daya pemudany..jdkn mrk aktif tuk brkegiatan yg positif.soalny kbnyk pemuda purworejo mnat akan organisasi kurang..nah org tua sngt brpern yuk itu..kbnykn org tua mlarang anknya tuk nrkecimpung d organisasi yg nyata..org tua mnyruh anknya hanya tuk fkus ma sklah…alibtnya dssaat memasuki prkuliahan slit tuk dajak mndiri…

  10. sogimin says:

    saya sangat setuju dgn obrolan warung kopi di atas,dgn adanya pemimpin yang di sebutkan diats saya yakin purworejo akan maju seperti daerah2 lain,ayooo purworejo bangkit supaya dikenal diluar sana

  11. Raf says:

    test …sebelum komen di test

    ekojuli: gimana? suaranya udah ok? wes gek ndang mulai koment…

  12. Raf says:

    Mengharapkan laju pembangunan infrastruktur Pwr seperti katakanlah kota Balikpapan memang berat. Ini tidak terlepas dari kondisi kemampuan konsumtif warga di dua daerah tsb sangat berbeda. Di Balikpapan orang investasi dengan membangun tempat belanja sekelas superblok saja tetap ramai , dan hotel berbintang lima bisa dipasarkan di kota tsb. ( ma’af sbg pembanding diambil kota Balikapapan karena penulis dan komentator paham betul mengenai seluk beluk kota tsb ..kota lain tentu juga bisa dijadikan rujukan )

    Namun kita juga tidak bisa memaksa Pwr utk dikembangkan secara infrastruktur spt itu. Karena kondisi pendukung ( alam & kekayaannya ) berbeda. Pwr disokong penuh oleh kondisi masyarakat agraris. Jika kita bobot maka potensi pertanian ini punya bobot yang lebih besar dan mampu memberikan dampak kehidupan secara lebih luas. Nah inilah potensi yang harus segera di angkat melalui intensifikasi pertanian. Jika saat ini komoditas pertanian lebih bersifat musiman dan tergantung alam bagaimana kedepannya dibuat bisa punya daya tahan dan daya saing konstan sepanjang waktu. Berita ttg agrobisnis terpadu di Pwr sempat mencuat namun sekarang gaungnya kurang menggema, entah apa sebab…

    Menurutku disamping kriteria pemimpin diatas kita juga butuh kriteria pemimpin yang visioner dan penuh keteladanan serta mampu mengilhami.

    Satu lagi pembanding, Kaltim saja yg setiap jengkal tanahnya berisi aneka bahan tambang, gubernurnya sekarang sejak masih menjabat bupati menumpu-kan ekonomi kaltim di masa mendatang pada sumber daya yang bisa diperbaharui yaitu komoditas kelapa sawit. Targetnya akan menyaingi negeri jiran dalam memproduksi CPO…

    Bagaimana dgn Pwr ? kenapa duren dari dulu hanya berputar di tingkat lokal ? di mana padi kita ? bukannkah ngombol sawahnya luas ?

    Ayolah kawan ..siapa yg mulai duluan … lebih cepat lebih baik ….jika ada waktu tak perlu tunggu jadi bupati/wedana/camat/lurah/rw/rt…

    btw,
    ditinggal kasih komen kok kopi di cangkir hitam ada yg nyruput itu kopi ku …

    wassalam,
    Raf

    ekojuli: Jian…. pidatonya persis koyo pak lurah…. (nganggo mucrat-muncrat barang iks…!!!). Kopine aku sing nyruput mas.. sorry, takarani kopiku jew… ra sadar sambil manggut2 ndengerin njenengan pidato…

  13. cahloano says:

    mugo-mugo durung telat yo kang nek aku melu urun rembug…

    saya setuju dengan opini sampeyan. memang pemimpin seyogyanya memiliki potensi “business owner” karna dengan hal tersebut ia akan mampu mengejawantahkan misi, visi dan kebijakan terutama bidang ekonomi, menjadi lebih maksimal (bener-bener bisa dinikmati oleh masyarakat). saya juga setuju dengan pencapaian (pembangunan) pemerintahan sekarang yang terkesan kurang terarah dan kurang terpola.

    hanya saja begini kang, mengurus kepemerintahan tidak sesederhana mengurus badan usaha (company), walaupun banyak persamaan dalam hal management.
    berkaitan dengan sosok pemimpin purworejo saat ini dan mendatang, kalo boleh saya tambahkan, dia/mereka juga harus bermental : BIROKRAT yang berkemampuan MANAGERIAL baik (mampu mengelola SDA dan SDM), mampu menerjemahkan MISI dan VISI layaknya seorang BUSINESS OWNER, memiliki kemampuan yang cukup dalam berkomunikasi baik vertikal (kepada yang dipimpin) dan horisontal (kepada lembaga setingkat), MERDEKA (tidak ada intervensi kepentingan kehewanan manusia dan pihak “asing” = bukan sebagai boneka kelompok tertentu), BERMORAL (taat HUKUM : hukum Tuhan dan Hukum Manusia), dan yang tidak kalah penting adalah mampu menjadi REPRESENTASI semua pihak.

    mungkin itu yang saya sampaikan -mohon diralat- bila ada kesalahan dalam peng-istilah-an yang kurang logis.

    matur nuwun.
    semoga PURWOREJO tidak hanya BERIRAMA, namun juga menjunjung tinggi nilai-nilai MORAL.

    buat blogger purworejo. LUV U ALL n PISS

    ekojuli: lha ini… cocok nih cah loano jadi bupati…. piye?

  14. nasib rahardjo says:

    permisi, saya orang purworejo juga, asalku desa durensari, bagelen purworejo, jadi secara geografis letaknya 400 m dpl. sangat jauh tertinggal.
    sejak sy merantau ke 20 tahun yang lalu, sampai sekarang pwrejo belum ada kemajuan krena pemimimpinnya kasus terus
    semoga rakyat pwrejo kedepan bisa memilih pemimpin yang amanah peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya
    semoga……………

  15. Mas nasib, aq jg dr durensari. Alamate sampean nandi saiki?
    Trim, bls ke no. 02194092570. Trim

  16. Sutarno says:

    Warung kopinya sudah terlalu lama ga ada yang mampir ya,ok kalau begitu aku mampir niih, nepangke aku orang Bendungan, Kec Gerabag tepatnya desa paling barat perbatasan dengan Kec Butuh dan Kebumen. Saya interested apa yang disebutkan mental Business owner,karena dengan memiliki mental tersebut calon pemimpin ini sudah mempunyai upaya meningkatkan perekonomian daerahnya/masyarakatnya walaupun masih dalam angan – angan, lah dari pada engga … jangan sampai calon pemimpin di tanya hanya sekedar mencatumkan visi dan misi nya saja tapi ga tau bagaimana plan yang akan dilakukannya. Tapi para pemimpin Purworejo yang sudah melakukan tugasnya saya yakin beliau2 nya sudah melakukan yang terbaik dan hasilnya sudah bisa dinikmat dan di rasakan oleh masyarakat yang merasakan. Namun akan lebih baiknya bilamana management pemerintahannya ini memiliki Quality Policy – Quality Objectves yang mensuport untuk peningkatan perekonomian. Apa?: Aspeknya, Objective nya, programnya, sampai di mana tagetnya, statusnya bagaimana??? evaluasinya?? sampai target tercapai, tapi semua penyelenggara pemerintahan ini harus comittment juga, jangan kerja setengah hati, wis wis wis….panjaaang.Tentunya tidak kalah pentingnya masyarakatnya juga harus menyadari apabila memilih pemimpin jangan kepencut karena iming2/uang . naaah apa lagi kalu berfikir mau coblos kalau ada duitnya … ya sama saja DO korupsi/bagi2 dulu. mudah2 han di purworejo tidak ada yang melakukan ini..nah kalu ada?? jangan begitu.. takut ada pikiran setelah jadi pemimpin berupaya balik modal untuk kepentingan pribadi.. namun demikian kita wajib mencyukuri nikmat yang sudah kita rasakan bersama dari perantara hasil kinerja mantan pimpinan Purworejo dan penyelenggara pemerintahannya, buktinya beberapa infrastruktur dan perekonomian daerah terlihat ada peningkatan. terimakasi kepada para penyelenggara pemerintahan Kabupaten Purworejo yang komit n jujur, yang tidak mudah2 Tuhan membalikan hatinya ke jalan yang benar amiin…, Naahh sudah sampai di mana nii perkembangan akan ada acara Pikada??? Aku di Jakarta..ha ha ..

  17. mas Pras says:

    ‘Purworejo’ sebuah kabupaten yg cukup indah & penuh kenangan. Nenek moyang saya berasal dari sana. Walaupun saya lahir di Jakarta, tapi sekitar 18 thn (TK – SMA) saya tinggal di sebuah desa di Kec Grabag Kab Purworejo. Saya sangat bangga bisa mengeyam pendidikan dari TK, SD, SMP & SMA di Purworejo. “PENDIDIKAN”…. ya, itu salah satu yg harusnya bisa dibanggakan dan dikembangkan oleh para juragan-juragan di Purworejo. Memang,… saya kuliah dan cari uang di kota lain, tapi saya tetap MENGAKUI bahwa PENDIDIKAN yang saya terima selama sekolah di Purworejo, menurut saya sangat BAGUS. Malah saya pengin anak2 saya ambil SMA di Purworejo (semoga kualitas sekarang masih sama seperti zaman saya sekolah dulu…). Rindu Pemimpin Purworejo yg berjiwa ‘Business Owner’. Ya..!!! saya setuju..!! tapi mari kita bersama instropeksi diri kita masing2… Bukannya kita ini dan ada beberapa temen2 dari Purworejo banyak yang berjiwa Business Owner..??? tapi ada satu pertanyaan mendasar : KAPAN KITA2 YANG NGAKU BERASAL DARI PURWOREJO DAN SUDAH SUKSES DENGAN JIWA BUSINESS OWNER NYA DI KOTA LAIN AKAN KEMBALI KE PURWOREJO…? KEMBALI UNTUK MENGAMALKAN ILMU YANG KITA PUNYA DI TANAH IMPIAN…..PURWOREJO……. JANGAN JADIKAN PURWOREJO HANYA SEBAGAI KOTA PENSIUN men……………………..

  18. Yenny says:

    numpang kenal mas sy jg orang pwr mas… tp dari tahun 94 merantau. salut mas obrolan sampeyan mantep tenan… semoga kedepan pwr makin berkembang dan menjadi daerah percontohan go…go… purworejo….

  19. Indra says:

    Masih banyak potensi yang bisa memajukan kesejahteraan rakyat purworejo dan melonjakkan PAD nya, beberapa usulan yang muncul sebagai berikut :
    1. Pembangkit listrik tenaga angin dan ombak, potensinya cukup sebagai sumber energi alami yang bisa meningkatkan potensi ekonomi dan bisnis
    2. Potensi wisata selancar air, silakan dihitung berapa panjang pantai selatan purworejo
    3. Optimalisasi pertanian lahan pasir
    4. Pemanfaatan hutan rawa, kerajinan eceng gondok
    5. Desa wisata, back to village
    6. Massalisasi pertanian organik dan peternakan organik
    7. Produksi / konveksi skala rumah tangga ala tasik.

    Sementara 7 poin dulu, bila bisa dikerjakan ini bisa menarik banyak tenaga kerja kembali dari urbanisasi, kembali ke desa, memakmurkan desa dan semua warganya
    Dan jangan lagi pendapatan APBD Purworejo yang hanya 1201 MILIAR hilang 68% dihabiskan hanya untuk belanja pegawai sebesar 819 MILIAR, sedangkan belanja modal nya hanya 164 MILIAR saja, kapan bisa membangun daerah berusia 1112 tahun ini..

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net