PURWOREJO (sesungguhnya) KOTA POTENSIAL

  2 - Jun - 2009 -   eko_juli -   28 Comments »

Barangkali, bukan kapasitas saya untuk menulis ini. Saya menulis hanya karena kecintaan saya terhadap tanah kelahiran saya.

Saya mulai tinggal di Balikpapan kira-kira baru 10 tahun lalu. Di Balikpapan pembangunan begitu cepat. Gedung-gedung megah berdiri ibarat pembangunan candi Prambanan yang Konon cuma satu malam. Iya loh… saya yang tiap hari muter balikpapan aja kadang heran… loh… kok sudah ada “gedung ini” kapan berdirinya???!! Lha kok malah ngomongin Balikpapan, oh iya… saya hanya membayangkan seandainya Purworejo bisa (paling tidak hampir) seperti Balikpapan pembangunannya… Pasti Purworejo Bakal terkenal seentero Nusantara. How Come?

Purworejo sesungguhnya kota yang terlalu amat sangat POTENSIAL sekali, mari kita telusuri satu per satu.

Letak Geografis

Purworejo terletak di Jalur Utama Jawa via Pantai Selatan. Jalur ini yang menghubungkan Jogya, Kebumen, juga Magelang. Tentu saja faktor letak geografis sangat menguntungkan Purworejo dalam hal distribusi. Semua barang bisa didatangkan dengan mudah, cepat, dan biaya yang relatif murah. Tentu saja ini akan sangat berpengaruh dengan seandainya, purworejo ingin mengembangkan industri. Bahan baku yang terpaksa didatangkan dari luarkota, relatif juga manjadi murah. (Apalagi dibandingkan dengan sama Balikpapan, wow… jauh)

Purworejo bisa dijangkau dengan segala macam alat transportasi: Bis, Truk (segala macam truk lewat), Container, Kapal (tapi harus bikin pelabuhan dulu. kenapa tidak?), Airport Jogya hanya 1 jam dari Purworejo pake kereta api PRAMEX (cerita tentang pramex baca disini), Kendaraan Pribadi Dari Barat (jakarta, bandung, Purwokerto) via jalur selatan pasti lewat Purworejo, Kedaraan Dari Timur Pun lewat Purworejo. Dari Situ bisa kita lihat Purworejo BISA menjadi Kota Transit. Ibarat Kata, Purworejo ini GADIS CANTIK, tinggal didandani sedikit orang-orang yang lewat pasti singgah, sekedar mampir ngombe… sambil membelanjakan sedikit uangnya.

Potensi Peternakan,

Purworejo memiliki ternak andalan yaitu kambing Peranakan Etawa, yang kualitasnya terkenal seentero nusantara. Dalam hal ini selain dagingnya, susunya-pun merupakan potensi yang luar biasa. Sungguh ini potensi yang luarbiasa (menurut saya), bahkan bisa jadi Purworejo menjadi Pemasok terbesar daging kambing di Indonesia bahkan bukan tidak mungkin di export ke manca negara. kenapa tidak?

Ditunjang dengan kesuburan tanah, yang menjamin ketersediaan pakan ternak.

Potensi Pertanian,

Sepanjang yang saya tahu, kabupaten purworejo, termasuk kebupaten agragris. Wong sempet terkenal gara-gara uji coba yang gagal padi supertoy yang “ditanam” presiden SBY. Back to the case, dari situ bisa terlihat bahwa tanah purworejo subur, tongkat dan kayu (ditancap) jadi tanaman, istilahnya… Kita bisa tanam apa saja di Purworejo: Padi (pasti), Jagung, Jeruk, Tebu, Kacang, manggis, durian, apa saja… ( Jadi ingat kisah Gubernur Gorontalo: Fadel Muhamad, yang berhasil membuat Gorontalo menjadi lumbung Jagung Nasional, bahkan, konon telah membuat perjanjian khusus dengan kerjaan malaysia, untuk hanya menerima jagung dari gorontalo… Wow. Cek disini untuk lihat gorontalo – ga papa dong studi banding dengan daerah lain- ). Purworejo? Ya pasti bisa, karena saya yakin purworejo juga subur seperti Gorontalo, bahkan (menurut saya ) Jauh lebih Subur…!!!

Bandingkan Purworejo dengan “kesuburan tanah” Balikpapan, untuk menanam bunga aja saya harus membeli “tanah subur” satu karung kecil seharga Rp.5000 wedew… Saking… tanah yang ada tidak bisa langsung buat nanam bunga. Itu pun masyarakat sangat antusias untuk menanam. Istilah disini: Balikpapan Go! Green Clean Healthy

Tentu saja potensi “tanah yang subur” ini juga terkait dengan ketersediaan pangan bagi ternak yang potensial tadi.

Potensi (Home) Industri

Purworejo juga potensial untuk dikembangkan industri, mulai dari Empon-Empon, industri gula kelapa (harus ada sedikit inovasi dongg… jangan yang gitu-gitu aja, misalnya gula kelapa dalam bentuk serbuk… ada kok pernah liat di tipi), empling mlinjo (yang pohonnya betebaran di seluruh wilayah purworejo), manggis kaligesing, durian somangari ( nahh… yang ini terkenal nih sampai ke jakarta juga), apa lagi? Industri makanan tradisional: gebleg, clorot, keripik belut, lanting, keripik tempe… wedew banyak deh… (saya jadi tahu bahwa makanan itu diminati setelah saya tinggal jauuhhhhh dr purworejo).

Potensi Daerah Wisata,

Tentu saja, semua tulisan diatas apabila bisa bekembang akan menjadi tujuan wisata juga, selain daerah wisata yang sudah ada:

Wisata Pantai (Pasir Puncu, Ketawang, Glagah)

Wisata Gua (Seplawan)

Wisata Sejarah ( Bedug, Gereja Belanda, Makam Bagelen, Museum Tosan Aji, dll)

Air Terjun…

Dan banyak lagi saya kira dan rasanya pernah diulas oleh rekan blogger lain di forum ini.

Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)

Ini saya rasa yang paling penting. Purworejo “terkenal” dengan sebutan kota pensiun. Ya karena banyak “anak muda” merantau jauhhh, setelah tua ga bisa apa2 baru pulang ke Purworejo. Contohnya ya seperti saya ini… weleh…

Banyak hal yang menyebabkan mereka merantau. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Diantara sekian banyak alasan, diantaranya adalah karena kata mereka Purworejo “Kurang Potensial”… (nah klu yang ini saya tidak termasuk diantaranya). Bagi Saya Purworejo Sangat Potensial…!!!

Buat anak muda yang tetap jaga kandang di kota tercinta. Ayooo kita manfaatkan setiap peluang yang ada. Apalagi dengan internet, sekarang pasar menjadi tidak terbatas.

Siapa bilang SDM Purworejo tidak potensial??? Yuk simak, orang-orang purworejo yang berhasil “menjadi orang”:

SDM yang ditulis diatas adalah orang-orang yang sangat terkenal. Bagaimana orang Purworejo kebanyakan? Kita bisa liat klu pas Lebaran tiba. Di Purworejo, didepan Rumah Orang Purworejo Parkir Berbagai Macam Mobil Plat Luar Kota. Belum lagi yang pulang Naik Pesawat (jadi ga bawa mobilnya). Mereka Bisa Sukses di Negeri orang, y ang jaga kandangpun PASTI BISA Sukses di negeri sendiri. Manfaatkan Potensi yang ada…!!!

Pemda seharusnya juga memfasilitasi, anak muda yang ingin mengembangkan kota tercinta. Mereka yang merantau bisa sukses, barangkali yang jaga kandang … ehm.. karena kurang fasilitas di kota sendiri, sehingga tidak bisa “bergerak”.

Mungkin Purworejo Juga perlu melirik calon Bupati yang berwawasan luas, mungkin bukan hanya birokrat atau politisi, seorang pengusaha juga bisa jadi bupati, sehingga tidak hanya mengelola tapi juga bisa memimpin untuk membuat terobosan “menjual” potensi Purworejo. Mungkin diantara Blogger Purworejo ada yang mau maju?

.

.

.

Tulisan diatas sifatnya sangat subyektif, dari sudut pandang seorang “lugu” tanpa penelitian ilmiah sebelumnya. Hanya kliping tulisan dari sana sini. Minta maaf jika ada yang tidak semestinya.

Tapi saya yakin, potensi Purworejo seharusnya lebihhhhhhhhhhhh dari yang saya tulis.


sumber: blog eko juli ditulis dengan judul yang berbeda >>> Ayo Berkunjung ke Purworejo

(silakan jika ada yang ingin menambah, akan di update dari comment anda)

Category: blog,cerita,Uncategorized,Wilayah,wisata, Tags: ,, | posted by:eko_juli


28 Responses to “PURWOREJO (sesungguhnya) KOTA POTENSIAL”

  1. Dodi says:

    Ya, kalau dilihat faktanya seperti itu, seharusnya memang Purworejo tidak seperti yang ada sekarang. Para pengambil kebijakan di Purworejo harus mengubah pola pikir, menyusun langkah, dan membuat prioritas mau di kemanakan “wajah” Purworejo. Dan satu hal, mereka jangan alergi untuk dikritik yang dilontarkan oleh Masyarakat Pecinta Purworejo di mana pun berada. Mengutip slogan para capres, Purworejo Harus Bisa (SBY Bud), Purworejo Lebih Cepat Lebih Baik (JK WIN), Bela Wong Cilik (Mega-Bowo).

    ekojuli: wahhhh cocok itu mas dodi….

  2. muntamah says:

    wah..aku jan seneng nek ono postingan koyo ngene..aku salut karo mas Ekojuli..dengan ngublek2, muter2 tapi ujungnya tetep purworejo itu oke..tapi emang mas..kalau bukan kita yo sopo maneh yang mau mengakui kehandalan purworejo, walaupun ada yang ngakunya pecinta Purworejo tapi kerjanya cuma nyari2 kejelekannya thok, tanpa melihat sisi baiknya..walaupun saya akui, saya memang tidak berkontribusi banyak akan kemajuan purworejo, tapi setidaknya saya mengakuinya..yo tho..

    ekojuli: barangkali kasih comment di blogger purworejo juga kontribusi mbak muntamah :p

  3. Dua judul postingan secara “kebetulan” tampil secara berurutan yang bila digabungkan menjadi satu judul, terasa pas: “Kemiskinan di Kabupaten Purworejo” padahal “Purworejo (sesungguhnya) Kota Potensial”. Mengapa demikian? Apanya yang salah? Mas Eko membandingkan dengan pembangunan di tempat tinggalnya Balikpapan yang layaknya sebagai pembangunan candi Prambanan oleh Bandung Bondowoso, begitu cepat, hanya “semalam”. Andaikata Purworejo “paling tidak hampir” seperti Balikpapan pembangunannya, alangakah bangganya kita sebagai warga Purworejo. Saya kira semua kita setuju dengan Mas Eko, la wong potensinya ada, tetapi kenapa tujuh dari enambelas kecamatan masuk dalam kategori “miskin”.
    Menurut saya sebagai orang awam, kekurangan Purworejo saat ini adalah tiadanya “leadership” yang mampu memotivasi dan menggerakkan masyarakat untuk menggali semua potensi yang terkandung di bumi Purworejo, baik alam maupun manusianya.
    Secara berturut-turut pimpinan Purworejo terjebak dengan “kasus” yang sama, sungguh memprihatinkan. Apa yang kita harapkan dan nantikan adalah tokoh semacam “Bandung Bondowoso” modern yang akan mampu mengubah judul dua postingan diatas menjadi “Purworejo Telah Menggali Potensi-nya” dan “Kemiskinan Telah Terhapus Dari Bumi Purworejo”, semoga ini bukan sekedar impian…salam, sw.

    ekojuli: DICARI Pemimpin Purworejo yang bisa seperti Bandung Bondowoso…!!!
    Terimaksih sudah nyemepetin kasih comment. Salam kagem keluargi, pak.

  4. yogo says:

    ojo ojo ancene wis garis uripe ngono mas..Kabupaten sing denyut jantunge alon2

    ekojuli: wew…. bisa jadi bahan diskusi baru nih

  5. Mas Yogo, saya kurang sependapat “wis garis uripe ngono”, faktor usaha manusia sangat menentukan. Saya ingat, Belanda mengirim orang2 Bagelen sebagai rombongan pertama (pelopor) untuk “bubak alas” di Lampung permulaan abad 20 bukan tanpa alasan dan terbukti orang2 Bagelen ini tangguh menghadapi ganasnya hutan belantara yang kemudian berkembang jadi “tanah kolonisasi” yang makmur… Jaman Perang Diponegoro, korban terbesar yang diderita tentara Balanda adalah juga didaerah Bagelen, jadi mestinya orang2 Purworejo/Bagelen itu cukup tangguh… salam, sw.

    ekojuli: setujuuuuuuuuuuuuu…. wong gorontalo yang “tandus” bisa jadi lumbung jagung nasional karena sosok fadel muhammad, apalagi “cah pordjo” tangane wes kapalen nyekel pacul…. macul sambil sms-an juga iso…

  6. sewa mobil says:

    salam kenal :D
    nice post about purworejo…
    saya belom pernah kesana……….

  7. yogo says:

    leres meniko Pak Wik ugo Mas Eko,mungkin saya hanya merasa tdk sabar aja lihat perkembangannya Pwr,memang hrs ada good will dari pemda serta punya sosok kepemimpinan yg “pendobrak”..ibaratnya jgn hanya menanam kangkung apa bayam tapi harus berani tanam jati apa sono keling..orientasinya harus jangka panjang..pemerintahannya jgn hanya memikirkan 5 thn ke depan saja..harus bisa bikin blue print sistem kepemerintahaan yg handal dan berjangka,untuk kemajuan daerahnya,serta libatkan peran masyarakatnya secara adil dan bermartabat..hopefully.

    ekojuli: optimis…. wong potensinya ada!!!

  8. nurrahman says:

    turut berduka atas meninggalnya potensi pwr sejak dl

    ekojuli: potensinya ada, mas nur… yg nggarap nih pada kemana? saya di balikpapan, masnur dimana? :p

  9. Mas Nur, yang “meninggal” itu saya kira bukan potensi pwr, tetapi yang “tertidur” (bukan meninggal) adalah “kawulo2 pwr” yang tidak sadar bahwa “hari telah siang” dan di sekitarnya orang2 lain telah pergi kesawah, sibuk ngerjakan sawahnya. Makanya kapan ada orang (pemimpin) pwr yang mampu membangunkan dan “mengajak” para kawulo menggarap sawahnya (potensi)nya. Jangan sampai kata pepatah, “pitik mati neng njero lumbung”, dan kalau terjadi demikian, siapa yang salah?….salam, sw.

    ekojuli: wah tragis klu “pitik mati neng lumbung”. sekarang mungkin petani juga harus berpikir…. tidak hanya “rutinitas” macul-tandur-matun-panen-macul- tan…. tapi sambil ngaso sambil ngelamun mikir…..
    misalnya gimana caranya macul pake remote (misalnya), 1 jam selesai… tau gimana tandur ga usah nunggu rendeng, atau apa lahhh…
    yang pasti… sawahnya itu ADA.. luas dan subur….!!!

  10. Dodi says:

    Baca postingan Muntamah, lama-lama mau m****h. Orang hidup kok kerjanya nyari musuh. Gunakan anugerah terindah dari Tuhan berupa otak, untuk berpikir kritis. Berpikir kritis bukan berarti memusuhi atau hanya cari kejelekan. Coba kalau ada waktu, baca juga posting-posting saya yang lama. Tapi, Muntamah kalau merasa tidak nyaman di sini, saya bisa rekomendasikan moderator untuk mengundurkan diri. Harap diingat, tidak ada forum-forum diskusi di mana pun, yang isinya melulu memuja-muja, berpesta pora tentang keindahan, keberhasilan, bernostalgia tentang kehebatan, tetapi ada sisi lain yang perlu dikritisi. Sesuatu yang indah 20 tahun yang lalu, belum tentu indah untuk zaman sekarang. Tapi ada juga keindahan yang abadi, yang tak lekang oleh waktu. Sudahlah Muntamah, tidak ada orang yang bisa “mengadili” pikiran orang, apapun isinya. Anda akan capek sendiri. Biarkan blog ini berjalan apa adanya, tidak usah diatur-atur, karena pengguna internet sudah tahu etika dan tata kramanya. Tapi, kalau Anda tetap alergi terhadap kritik, termasuk kritikan yang ditujukan bukan untuk anda pribadi, saya hanya bisa ngelus dada: Kasihan sekaligus Lucu.

    ekojuli: (maaf mas dodi saya edit sedikit comment-nya) waduh…. sedulur purworejo kok malah padha padudon….
    ehm… ini yang kadang bisa bikin kita “lupa” sama potensi….
    mas dodi, saya yakin mbak muntamah punya niat baik… sama baiknya dengan niat baik mas dodi, untuk urun rembug… gimana supaya purworejo lebih maju….
    saya rasa semua harus sama2 instropeksi, untuk cara memberi dan menerima kritik.

    (setelah treath ini saya harap tidak berlanjut tentang “kesalahpahaman” ini, yg ada maaf dan memaafkan !!! wong ga ada yg salah… cm salah faham… klu masih berlanjut -khusus di treath saya ini- mohon maaf akan saya hapus semua, mulai dr comment ini)

  11. eko_juli says:

    POTENSI (dalam pemahaman saya) adalah sumber daya yang kita miliki tetapi belum kita pergunakan. Potensi siap digunakan (sebagian perlu sedikit di olah dulu sebelum digunakan) kapan saja.
    masalahnya adalah mengapa potensi belum digunakan?
    1. pertama, karena kita belum tau potensi kita
    2. belum berani mempergunakan
    3. belum mampu mempergunakan
    4. belum memiliki tenaga ahli (SDM)
    5. tidak memiliki otoritas untuk mempergunakan
    6. belum memiliki teknologi yang cukup

    Purworejo termasuk yang mana? Paling tidak treath ini membahas yang pertama. Sekarang (bagi yang belum tau) kita sudah tahu potensi kita. Yang ke-2 sampai ke-6??? Entahlahhh….

    Potensi yang tertulis di treath ini (menurut saya) sangat sedikit dibanding Potensi yang sesungguhnya. Ibarat Gunung Es, yang nampak cuma sedikit, berpuluh kali jauh lebih besar potensi yang “tersembunyi” di bumi Purworejo.

    Sambil menunggu “Bandung Bondowoso” datang (entah kapan) ada baiknya kita juga bercermin. Kalau kita belum/tidak punya otoritas, paling tidak kita bisa berbuat untuk memberdayakan diri kita sendiri. Jika mungkin memberdayakan keluarga kita, orang disekitar kita, desa kita, kecamatan kita, dst…
    Jangan cuma berpikir -maaf- “mencari kerja” tapi harus berpikir membuat “lapangan pekerjaan” (minimal buat diri kita sendiri) wong (sekali lagi) potensinya ada. Lihat, Sadari, dan manfaatkan Potensi dalam diri kita lebih dahulu

    Bagaimana dengan saya? Sambil menyusuri takdir, sambil berusaha mewujudkan yang saya pikirkan….

  12. muntamah says:

    Waduh..saya mohon maaf sebesarnya kalau komentar saya membuat orang jadi ingin muntah waktu membacanya..tapi saya nggak marah atau apapun, karena menurut saya semua orang bebas mengeluarkan uneg2 dalam hatinya dalam sebuah forum blog seperti ini..saya baru sadar kalau tidak semua pikiran orang itu sama..mungkin bagi saya cinta pada sesuatu ya diwujudkan dengan melihat baek2nya..tapi mungkin tidak bagi yang laen..
    bagi yang merasa tidak nyaman dengan komentar saya..mohon maaf..anda tidak usah repot2 merekomendasikan saya untuk mundur dari diskusi ini, seperti halnya ibu Prita Mulyasari..saya hanya seorang ibu rumah tangga yang ingin sedikit ikut berkomentar tentang Purworejo, tapi kalau ternyata membuat anda tidak nyaman..sekali lagi saya minta maaf..tapi perlu dicatat..saya tidak pernah cari musuh dan saya tidak pernah mengatur2 apapun itu, toh anda sendiri yang bilang para pengguna internet sudah punya etika dan tata krama..walaupun anda jelas2 manyebut nama saya..
    buat mas EkoJuli, maaf saya sudah mengotori forum anda dengan apapun itu..

  13. rental mobil says:

    yup setuju setiap kota di indonesia ini punya potensi masing2…..:)

  14. Saya senang membaca komentar mbak Muntamah yang terasa cukup menyejukkan. Sungguh bijak kata2 mbak Mun yang mengatakan bhw “saya baru sadar kalau tidak semua pikiran orang itu sama”, memang demikian adanya. Salut untuk mbak Mun, salam, sw.

  15. Welah aku disebut2 terus ….,baiklah aku tak turun dari pertapan lihat dan simak potensi yang urgen untuk kuselesaikan …mulai yang mana dulu yaa…

    Semua potensi kayaknya bagus dan berdampak luas, mana dulu ya..kok aku bingung juga

    tiba2 … kukuruyuk … kukuruyuk
    waduh Rorojongrang kok iseng pukul lesungnya tho padahal waktu belum subuh…

    terpaksa aku harus kabur ..ganti jurusan Bandung – Purworejo saja ..ha..ha..ha..

    Btw,
    nice post Mas Juli…

    ekojuli: jikakakakak….. ketawa sampe kepuyuh2… kacauuu kacauuuuuuuuu…
    yen aku dudu Bandung Bondowoso, Mas Raf… Aku Bandungkidul, Kec Bayan, Purworejo…

  16. Dodi says:

    Tentu Muntamah saya maafkan, karena sudah minta maaf dan menyadari bahwa pikiran orang berbeda-beda. Pengakuan dia bahwa ,”saya baru sadar kalau tidak semua pikiran orang itu sama”, sudah cukup bagi saya untuk memakluminya.

    Kembali ke pokok diskusi soal potensi, saya meyakini banyak di antara kita sudah tahu potensi yang ada, tetapi tidak tahu harus berbuat apa, kapan memulai, serta siapa yang memulainya.

    Kalaupun sudah ada yang pernah memikirkan itu, tentu akan berbenturan dengan masalah dana dan dukungan pemerintah provinsi atau pusat. Kecuali Pemkab Purworejo mau membiayai semuanya, sendiri.

    Satu hal yang mungkin menjadi satu penyebab mengapa “Purworejo tidak maju-maju”, karena letaknya yang kurang strategis. Jalur-jalur distribusi dari Jakarta atau Surabaya lebih suka lewat jalur utara. Jalur selatan hanya dipilih jika terpaksa. Purworejo bisa strategis hanya untuk kawasan lokal: Kebumen, Magelang, Wonosobo, dan Bantul.

    Karena letak yang kurang menguntungkan itu, seyogyanya pemerintah daerah bisa menciptakan sesuatu yang baru sehingga bisa membuat Purworejo lebih bergairah.

    Belajar dari pengalaman antara Bali dan Mataram (NTB). Dulu, jarang sekali orang berwisata ke Pantai Senggigi. Tapi pemerintah sana cukup visioner bahwa suatu saat ada kejenuhan bagi wisatawan yang berlibur ke Bali. Ternyata benar, saat ini banyak wisatawan yang datang ke Senggigi, karena pemerintah menyiapkan infrastruktur yang baik dan tentu ditunjang oleh alam yang indah. Melimpahlah PAD NTB, meski tidak harus membebaskan wisatawan bertelanjang bulat di pantai dan mabuk-mabuk di pasir putih.

    Saya tidak bermaksud mendikte Pemkab Purworejo membangun pantai seindah Senggigi. Dalam pandangan saya, ada satu peluang terbuka lebar di mana Purworejo sebagai kota terdekat Yogyakarta, bisa memanfaatkan kedekatan itu, terutama dalam bidang pendidikan dan transportasi. Di bidang pendidikan Purworejo bisa menjadi tujuan kedua setelah Yogya. Ketika semakin banyak mahasiswa yang tidak tertampung di Yogya, Purworejo bisa memanfaatkan peluang itu. Teknisnya dibicarakan kemudian.

    Di bidang transportasi, saya dengar Bandara Adi Sucipto mau dipindah ke daerah Brosot, karena Bandara yang ada sangat berdekatan dengan Bandara Adi Sumarmo, Solo. Bahkan kabarnya, kalau ada dua pesawat satu ke Yogya satu ke Solo, waktu mau turun sayapnya bersentuhan.

    Usul saya. Bisa gak pemerintah Purworejo menawarkan kerjasama kepada DIY lokasi Bandara yang baru untuk ditempatkan di wilayah Purworejo saja. Pemerintah Purworejo harus bisa meyakinkan mereka tentang untung ruginya kalau Bandara berada di wilayah Purworejo dengan menawarkan harga lahan yang murah, misalnya. Pemkab Purworejo juga bisa “njokok-ojoki” Bupati Kebumen, Magelang, Wonosobo, Banyumas agar memuluskan rencana itu. Mereka pasti setuju, karena selama ini masyarakat di wilayah itu cukup kesulitan jika ingin naik montor mabur.

    Mumpung ibu negara masih berkuasa, dekati dan yakinkan bahwa Purworejo juga BISA seperti kata SBY.

    Saya bisa membayangkan kalau Bandara Adi Sucipto pindah ke Purworejo. Syukur-syukur nama Bandaranya diganti dengan nama Bandara Sarwo Edi Wibowo, wah tambah gayeng. Kemajuan, keramaian, dan PAD Purworejo perlahan namun pasti akan beranjak naik. Para perantau yang mudik ke Purworejo tentu akan bergumam “Purworejo saiki bedo, salut deh”. Dan yang pasti, saya dan juga teman-teman Blogger pulang dari Bandara naik ojek.
    Duh, mimpi kali ye…

  17. Fayyaz says:

    waduh………sungguh jauh titik pandang mas dodi,cukup besar semangat itu untuk menggugah warga purworejo pada umumnya…..
    sy sbg anak ndeso condong,bruno sangat setuju dgn ide itu,sbnrnya yg jd pertanyaan saya adalah orang PEMDA itu gimana rasanya nanggepi uneg2 warganya yg sebagian di tuangkan di blogger ini.
    apa kira2 mereka merasa tergugah dgn ungkapan2 ini…..????

  18. Anston says:

    Saya setuju banget sama kata2 yang ini..

    (Pemda seharusnya juga memfasilitasi, anak muda yang ingin mengembangkan kota tercinta. Mereka yang merantau bisa sukses, barangkali yang jaga kandang … ehm.. karena kurang fasilitas di kota sendiri, sehingga tidak bisa “bergerak”.)

    Lihat di desa Gn condong tanah kelahiranku saja.
    Banyak sekali potensi yang belum tergali. Ada CURUG ATE, dan banyak lagi GOA yang sebenarnya bisa di manfaatkan jadi obyek pariwisata.
    Tapi sejenak kita melihat ke utara kecamatan kemiri. ALAS SILAMBUR yang dulunya hutan rimba, masih bener2 hutan alami. sekarang tinggal cerita.

  19. Wah salut aku purworedjo beber-bener hebat,SDMnya hebat-hebat,potensi kesuburan tanah pertanian/petenakan/kewilayahan hebat,wisatanya hebat kulinernya hebat,opmane hayoo sing ora hebat,cuman mungkin masih ada yang nakal dalam pengelolaan in come perkapita,sehingga lapangan kerja sangat sulit,tapi mungkin kita harus berangkat menggali potensi wisata dengan cara menggugah kembali kebudayaan kedaerahan,misalya tanjidur,ketimpring,jaran kepang dll,kayaknya sekarang tiap-tiap orang hajatan wis ra tau nanggap piye tho iki?,mungkin karena dollar naik po,tapi wong kampung kan nggak doyan dolar,aaah wis kok dadi blandang.Wasalam

  20. samson says:

    Mas-mas, mbak-mbak, pak dhe lan bu dhe sing podo nyandang pangkat seko pametune porjo … kapan arep duwe gawe mau?

    Yen tak etung-etung… sing peduli wis akeh lho… nopo podho ora kumpul wae… ayo mulai mbaleni nggarap potensi sing akeh kui.

    Aku mung wong cilik, ning yo wis kawit mbiyen karep mulih tharjo wae. Karep ngabdi mbangun tharjo tapi yo sih wedi karo awake dhewe… nyaline rung gedhe.

  21. hasmadji says:

    Kulonuwun, ikutan komentar. Tulisan Mas Ekojuli dan semua teman yang telah mengomentarinya, saya acungkan jempol. Meskipun ada perbedaan pendapat tetapi saya kira sangatlah wajar, dan ini juga sudah sama-sama disadari dan dimaklumi.Namun mengingat bahwa masing-masing kita mempunyai GOAL yang sama yakni supaya PURWOREJO MAJU, saya mengusulkan bagaimana kalau dibentuk forum yang solid dan fokus untuk mewujudkan impian kita, yaitu secara resmi dapat mengakses Pemda atau pihak-pihak terkait lainnya. Terima kasih. terkait

  22. ahyadi says:

    beul betul…. sebenarnya purworejo yang kita cintai memang luarbiasa potensinya makanya setelah 15 tahun merantau saya putuskan untuk kembali dan membangun tanah kelahiran kita ini. makanya saya langsung terjun di dunia agro komplek. membuat kolam buat budidaya grameh, mengolah lahan, karena peninggalan orang tua sudah lengkap, traktor, pompa air, gilingan pari, tanah. ilmu insyaallah sudah ada tinggal take action… doakan semuanya ya teman- teman, barangkali suatu ketika kita bisa bersilaturahmi bersama. saya di desa popongan kecamatan banyuurip. terimakasih….

  23. bambang says:

    untuk membangun purworejo lebih baik kita mulai dari diri kita sendiri(apa yang akan kita lakukan dan perbuat) banyak orang yang komentar namun hanya sebatas pemikiran dan harapan(mimpi kali, bagai seseorang yang tidur dan bermimpi) potensi kita banyak namun adakah yang bisa kita berikan tuk purworejo,tertulis nama-nama besar yang berasal dari purworejo namun apa yang mereka lakukan hanya sebatas mengharumkan(bagai pahlawan kesiangan,yang cukup dikenang, any yudhoyono ibu negara cuma asalnya saja purworejo termasuk anda!purworejo bisa maju dan berkembang dari apa yang bisa kita berikan, kita lakukan, dan kita perbuat bukan hanya sebatas wacana dan impian.mulailah dari diri kita sendiri,lalu ke sekitar kita, dan terakhir mewujudkan purworejo, ga usah menunggu sampai pensiun apalagi sampai ( maaf) dipanggil yang kuasa

  24. eko budi santoso says:

    aku orang yogya aku bisa disain batik,bisa jual,butuh dukungan masyarakat dan pemerintah
    aku cinta purworejo, aku tinggal diporworejo dan menetap diporworejo

  25. d says:

    http://student.d3ti.mipa.uns.ac.id/Nurhadi/ sebarkan ke twitter _ chat _ fb_ grup dsb ya,..

  26. emang Purworejo nggak bakal bisa maju dan berkembang…

  27. Suwarto says:

    KALAU MAU RAME BUKA PASAR SIANG MALAM MENDATANGKAN H. RHOMA IRAMA PASTI RAME

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Perencanaan Mudik Lebaran

11 - Aug - 2009 | Cah-DkDungus | 8 Comments »

Tampilan Baru, Responsive

11 - Jan - 2014 | meds | 10 Comments »

facebook antara positive dan negatif

19 - Feb - 2010 | singgih | No Comments »

PILKADA

30 - Jan - 2009 | lentera-ijo | 4 Comments »

KOTA PURWOREJO TAHUN 70-AN

16 - Oct - 2011 | geblex | 58 Comments »

Related Post

Purworejo produksi Biodiesel Nyamplung

25 - Mar - 2012 | meds | 1 Comment »

Feodal dan Power Distance

20 - Dec - 2008 | nurrahman18 | 11 Comments »

Jumpa Setelah 70 Tahun Pisah

19 - Apr - 2009 | slamet wijadi | 56 Comments »

Mbah Jurang

3 - Mar - 2010 | Riyadi | 8 Comments »

Jangan Memberi Cap Anak Nakal

28 - Aug - 2009 | eko_juli | 14 Comments »

Related Post

Terbentuknya Kelompok Sadar Wisata Curug Muncar Bruno

14 - Aug - 2008 | ekowisata-curugmuncar | 28 Comments »

Purworejo, Akibat Air Asin Lahan Pertanian Pantai Selatan Kritis

3 - Aug - 2007 | meds | 2 Comments »

Sangkar Burung Pak Salman, Asli Made in Bruno

14 - Aug - 2008 | ekowisata-curugmuncar | No Comments »

Kemeriahan Isra’ Miraj di Antara Bukit Bruno

14 - Aug - 2008 | ekowisata-curugmuncar | 1 Comment »

Sukses, Pameran Fotografi ”Pesona Terpendam Bruno"

24 - Aug - 2008 | ekowisata-curugmuncar | No Comments »

Related Post

PURWOREJO (sesungguhnya) KOTA POTENSIAL

2 - Jun - 2009 | eko_juli | 28 Comments »

Related Post

Goa Seplawan, Pesona Alam Yang Mengagumkan

24 - Mar - 2009 | budiqof | 21 Comments »

How Do You Go to Purworejo ….? ( from Jakarta )

29 - Jan - 2008 | Raf | 9 Comments »

Curug Gunung Condong, Bruno

25 - Feb - 2009 | meds | 35 Comments »

Menengok ke Desa Bulus

29 - Oct - 2008 | yoyokr | 22 Comments »

Pantai Jatimalang Andalan Wisata Purworejo

25 - Jul - 2008 | gusboret | 7 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net