Musim Bal- balan Telah berlalu

  22 - Jun - 2009 -   purwanto agus -   4 Comments »

( Sebuah Renungan dan Tanda Tanya ?? ). Sedulur-sedulur, beberapa hari yang lalu Liga Super Indonesia serie awal (seperti juga liga-liga di belahan dunia lainnya ) sudah selesai dengan menasbihkan saudara kita dari Papua sebagai juara dan runner up ( Persipura & Persiwa ) juga mengantarkan Boaz Salossa sebagai Best Player dan Top Score ( bersama Cristian Gonzales dari Persib ). Sedangkan ajang Copa Indonesia empat tim ( Persipura, Sriwijaya FC, Persijap dan Deltras ) berjibaku meraih tiket ke final.

Sedulur-sedulur inilah yang menjadi tanda Tanya dan rasa penasaran ( juga malu ). Mengapa?

Sedulur kabeh, sudah hampir 13 tahun saya tinggal dan mencari kehidupan di kota yang atmosfir sepakbolanya sangat tinggi di Indonesia ( hal ini diakui oleh KNBV / PSSI nya Belanda ). Berbagai kalangan tua muda bahkan anak-anak dari berbagai kalangan ( dari tukang becak, ojek, sopir angkot, PNS dll ) selalu membicarakan PERSIB, pernik-pernik berbau Persib dijual laris manis bahkan semua hal yang dialami pemain menjadi bahan isu dan gossip bak selebriti. “ PERSIB DARAHKU” “ PERSIB JIWA RAGAKU”, dan berbagai istilah lainnya selalu menghiasi spanduk, kaos hampir semua warga Bandung. Militansi bobotoh patut diacungi jempol ( sampai mereka berani demo menurunkan pelatih bila dianggap tidak mampu mengangkat prestasi PERSIB ) semua itu karena kecintaannya pada PERSIB yang sudah mendarahdaging.

Bila sedulur-sedulur main ke Bandung, iseng –iseng lihat di Lapangan Tegallega, Supratman, Batununggal, Sidolig sampai ke gang-gang sempit tempat anak-anak kecil bermain bola ( baik resmi melalui SSB / klub intern atau cuma main-main ), tanyakan pada mereka pengin jadi pemain bola mana, jawabnya hampir dipastika satu kata “ PERSIB”.
Pemain Persib baik yang asli Bandung ( Jabar) maupun dari luar Bandung ( termasuk pemain asing ) kalau sudah masuk ke Persib enggan pindah ke klub lain, alasannya atmosfir sepakbola disini sangat bagus.

Sedulur sedulur, setelah PSIS Semarang yang pernah disegani harus turun tahta, kembali ke Divisi Utama, satu lagi wakil Jateng tetangga kita, PPSM Magelang mencuat ke tingkat nasional dengan promosi ke Divisi Utama. Ada yang miris di hati saya, kemana dan dimana sih wakil dari POerworedjo dimana ada ISP ??

Apakah sepakbola Poerworedjo masih ada atau sudah terlelap dalam mimpi-mimpi indahnya ? Jalan – jalan disekitar Jateng aja atau hanya jadi ajang tarkam?

Dulu sewaktu saya masih standby di kampoeng halaman ( sampai sekarang juga kalau pas pulang kampoeng ), saya memperhatikan dan melihat para pemuda main / latihan bola dilapangan kampoeng dengan bola yang sangat berat, tentunya ini hanya ajang seneng-seneng atau sekedar cari keringat ( kadang-kadang dijadikan ajang taruhan kecil-kecilan ) setelah capai sekolah dan membantu ortu bekerja di sawah. Tanpa tujuan yang jelas paling-paling hanya untuk memperkuat di ajang Agustusan di kecamatan.

Pernah dulu sekitar tahun 1998, atas inisiatif salah satu pemuda kampoeng, didatangkan pelatih dari ISP.
Sang pelatih setelah melihat potensi yang ada, mulanya sangat bersemangat, hal ini dibuktikan dengan berbagai uji coba dengan berbagai tim dari Kompetisi Intern ISP ( baik dari Divisi Utama maupun dari Divisi di bawahnya ). Tidak hanya itu pernah juga diadu dengan team dari BNI 46 Bandung yang diperkuat oleh beberapa mantan pemain Persib 86 dan Timnas antara lain Sumendap bersaudara ( Yuce Roni dan Yance ), R Iwan Sunarya, R Barnas, Wawan Hermawan, Wowo Sungkowo ( sayang Robby Darwis tidak jadi ikut ). Tapi lama – lama pemain-pemainnya bosan dan tidka mau latihan, yah inilah penyakitnya, nggak pernah main hanya uji coba terus mungkin itu alasannya.

Dari contoh kasus tersebut, dapat dipetik hikmah bahwa atmosfir sepakbola di Poerworedjo masih kurang ( kalau tidak mau disebut nggak ada ), hal ini terlihat saat pulang kampoeng saya tidak menjumpai berbagai hal yang berbau ISP, tapi kalau sedulur sekali-kali main ke Bandung, aroma Persib akan sangat terasa.
Padahal Purworejo punya sosok Danurwindo ( mantan pelatih timnas, Persija ), tapi kemana sih sepakbola Poerworedjo.
Sedulur-sedulur, tulisan ini tidak bermaksud merendahkan kampoeng halaman tapi semoga menjadi pacuan agar harapan saya SEPAKBOLA POERWOREDJO ikut meramaikan kancah sepakbola nasional, jangan malu dan sungkan belajar dari tetangga Magelang, Sleman, Bantul yang terbukti lebih baik dari kita untuk mengangkat wajah kampoeng halaman kita lewat olahraga.
Sedulur-sedulur saya punya mimpi sewaktu saat bersama anak dapat menonton Liga Super Indonesia antara ISP melawan Persib, Persija, Persipura dll di Purworejo. Semoga ini bukan mimpi tapi kenyataan yang akan terjadi entah kapan. Amien

by_agus ( d460es_poer@yahoo.co.id )

*kagem mas Agus, mohon maaf terlambat publish.

Category: blog, Tags: ,, | posted by:purwanto agus


4 Responses to “Musim Bal- balan Telah berlalu”

  1. HARYO says:

    bolanya rame ya mas kita juga sudah seperti bola mas ditendang sana sini yang rame pengamat mas tapi pemainnya sebenarnya sudah maksimal trims salam dari kota udang

  2. cah condong says:

    Sepak Bola Purworejo( ISP ) hem…..hehe….hem..
    kemana pemain sepak bola purworejo …..?
    sebelum SDMnya di perbaiki sy pikir,kecil kemungkinan dunia sepak bola purworejo akan terbangun lagi…pribadi sy berpendapat bagaimana mungkin kita bisa menyempatkan untuk olahraga bola yg notabenenya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari aja pemudanya nyari sampai luar daerah bahkan luar pulau,kapan akan pulang untuk latihan apalagi untuk mbayar pemain dr luar daerah?…pemerintahannya memble apalagi sekarang bupatinya aja di sel…yang selama ini begitu disegani warga purworejo pada umumnya ternyata apa….?( kita tunggu hasil persidangan )
    semua tergantung dr keadaan,kemauannya pemerintah,warganya gimana itu baru akan bisa terjawab arah tujuannya bahkan cita2 akan tercapai.

  3. HARYO says:

    Eydnya mohon di koreksi bal-balan gitu

  4. sekarang belalu,
    tapi tar ada lagi.
    he2

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net