[cerita menyentuh] Ibu, Maafkan Aku…

  24 - Jun - 2009 -   eko_juli -   13 Comments »

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”

” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.

“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…

ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata

“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.

“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

sekedar sharing, copas dari blog ekojuli

cerita selanjutnya baca blog eko juli

Category: blog, Tags: ,, , , | posted by:eko_juli


13 Responses to “[cerita menyentuh] Ibu, Maafkan Aku…”

  1. Anston says:

    Thanks mas eko. Ceritanya sungguh sangat menyentuh hati, semoga ini bisa jadi pelajaran buat kita dan generasi yang akan datang…

    ekojuli: iks iks… ikut terharu mas…

  2. poyot says:

    Ini adalah suatu cerita yg sngat bagus/baik. Karena dijaman modern ini/era globalisasi, cinta anak kpd seorang ibu sdh luntur, hal ini tnpa disadari oleh kita smua.
    jangankan kita mlanggar perintah/nasehatnya, kita membantah omongan seorang ibu aja itu sudah dosa

    tanpa ada ibu kita tdk ada, sebesar-besarnya kasih/cinta org kpd kita, tak sebesar kasih seorang ibu. Ibu adalah segala-galanya buat kita. Kalo kita bs membuat ibu bahagia, syurga jaminannya.

    ekojuli: semoga kita termasuk orang yang bisa berterimakasih

  3. Mas Eko, ini cerita bagus untuk menyadarkan kita betapa besarnya pengorbanan ortu kita,khususnya ibu,kpd kita. Namun sayangnya spt kata pepatah “kasih ibu sepanjang ‘lurung’, kasih anak sepanjang ‘gurung’”. Hubungan ibu (ortu) dengan anak diibaratkan seperti antara “jempol kaki (anak) dan mata (ibu)”. Kalau jempolnya tersandung mata-nya “mbrebes mili” tapi kalau mata-nya yang kecolok apa jempol kakinya merasa sakit? Mudah2an perumpamaan itu tidak benar… salam, sw.

    ekojuli: terimakasih sudah mampir “ngunjuk”, pak Wik. Paling tidak ini cerita untuk mengingatkan diri saya sendiri. Klu ada yang lain ikut tersentuh… yaaa itu bonus. :p

  4. marurat says:

    bisa dijadiin buku nih…..artikel yang cukup menyentuh hati………..thanks

    ekojuli: wahhh marurat jd sering masuk purworejo… mau jd warga purworejo pow mas??

  5. Fayyaz says:

    Sebagian pembelajaran juga dr ungkapan yg mana kita kadang kurang sadar diri hanya karena secuil kata yg kita kurang menerima arti kata itu,
    lebih kurang baik lagi kata itu terucap dr ortu kita…….
    tanpa kita cerna arti kata itu kt seakan jd ngerasa benar sendiri……..
    padahal kenyataan sebenernya … orang tua pernah ngalami jadi anak,sedang kita sebagai anak belum pernah jadi orang tua bahkan klo bukan karena peran orang tua kita bahkan tidak akan ada di dunia …….ini.

  6. endang says:

    Begitulah terkadang kita lupa dengan orang yang paling dekat dengan kita.

  7. suryo says:

    matur nembah nuwun…, kembali ada yang mengingatkan betapa saya masih sangat kurang menyayangi ibu, mudah-mudahan belum terlambat.

  8. [...]   Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "[cerita menyentuh] Ibu, Maafkan Aku… | Blogger Purworejo" [...]

  9. free says:

    apik tenan mas ceritane, enek meneh ora ? arep tak ceritake karo anakku mbesok

  10. cerita ini sangat menyentuh kalbu, bagi setiap anak yang telah dilahirkan oleh saeorang ibu yang telah mengandungnya selama sembilan sepuluh hari,disusui,dibesarkan dengan penuh kasih sayang,sepatutnya kita harus selalu dan selalu hormat kepada IBU kita.

  11. Vhe Novalia says:

    hikz…hikz…hikz…jadi ingat ibu dirumah.

  12. mahes5758 says:

    Luar biasa mas, cerita sederhana tapi bener-bener mampu menyentuh hati yang keras ini. Berbahagialah buat kita yang masih diberi kesempatan untuk berbakti kepada orang tua..

  13. dhona says:

    sederhana tapi sangat menyentuh qolbu semoga cerita ini bermanfaat bagi semuanya n 9A hangat2 tahi ayam (hanya sebantar),,,

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Resensi Buku

21 - Nov - 2009 | Riyadi | 1 Comment »

PETANI JUGA BISA MAJU

4 - May - 2012 | massito | 6 Comments »

Anak Malas Sekolah

21 - Mar - 2009 | eko_juli | No Comments »

Kemiskinan di Kabupaten Purworejo

27 - May - 2009 | masdodi | 21 Comments »

KISAH SUKSES PERJALANAN HIDUP MAS KAMTO

8 - Dec - 2012 | slamet wijadi | 19 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net