Slogan “Purworejo Berirama” Kurang Inspiratif

  29 - Apr - 2009 -   masdodi -   34 Comments »

Slogan “Purworejo Berirama” Kurang Inspiratif

Kita semua tahu, kota kelahiran kita bernama Purworejo memiliki slogan Purworejo Berirama, yang artinya bersih, indah, rapi, aman, dan nyaman. Meski saya setuju artinya, tetapi menurut saya akronim BERIRAMA kurang bergairah atau kurang memberikan semangat untuk lebih maju, lebih baik dan lebih dari apa yang sudah didapatkan. Kata BERIRAMA tidak memberikan sugesti yang positif. Dari sisi rasa, kata BERIRAMA kurang enak, kurang greget dan kurang inspiratif. Apa sih yang diharapkan dari kata BERIRAMA. Mungkin kita bisa diharapkan membayangkan sebuah lagu, sebuah alunan, atau seseorang yang sedang berdendang. Inikah yang dicita-citakakan petinggi Purworejo dengan menyematkan istilah Berirama?

Berbeda dengan misalnya Bogor Tegar Beriman, Jakarta BMW (dulu), Solo Berseri, Sleman Sembada, Sukoharjo Sukses, Wonogiri Makmur. Kata-kata yang menyertai nama-nama kota ini, dari segi rasa jauh lebih enak, dari segi makna juga jauh lebih berarti, dari segi semangat jauh memberikan sugesti positif dan bergairah. Ada energi positif ketika kita menyebut Sukoharjo Sukses. Ada kebanggaan tersendiri ketika menyebut Bogor Tegar Beriman. Coba bandingkan dengan menyebut kata Purworejo Berirama. Ini hampir mirip dengan kata Cirebon Berhias, yang tidak memberikan rasa apa-apa, kecuali kita membayangkan seorang perempuan yang sedang meratakan bedak di wajahnya.

Memang, kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama. Tetapi, coba kalau kita gunakan kata Purworejo Bangkit, Purworejo Berjuang, Purworejo Dinamis, Purworejo Kesatria dll. Kata-kata ini terasa lebih menggairahkan. Soal kepanjangannya, bisa kita paksakan dengan makna bersih, indah, rapi, aman, nyaman atau yang sejenisnya. Semoga bisa menjadi masukan bagi penguasa Purworejo.

Salam,

Dodo

Category: blog, Tags: | posted by:masdodi


34 Responses to “Slogan “Purworejo Berirama” Kurang Inspiratif”

  1. meds says:

    menurut saya sih, ini ciri slogan era orde baru, purworejo dulu kan salah satu basis pemenangan partai orba. dari katanya, berirama, mungkin maksudnya, semua elemen masyarakat purworejo harus “berirama” dalam setiap gerak, pemikiran, sikap, dengan pemerintah. dan ujungnya dalam affiliasi politik.

    kata ini seperti menghindari sesuatu yang berbeda karena bisa dianggap tak seirama.

  2. Anston says:

    Saya setuju dengan Mas Meds..
    Menurut saya, siapa pun yang memberikan SLOGAN pasti sudah di perhitungkan semuanya.
    Ga cuma asal aslan bikin SLOGAN nya.
    Sama aja kita ga menghargai karya sesepuh purworejo.

  3. bertha says:

    tapi keren lho pak dhe ,, PURWOREJO BERIRAMA,,
    berirama brartikan ndangdutan terus… aw aw aw.

  4. yoyokr says:

    Tapi menurut saya sih cocok juga pakai slogan Berirama karena maestro musik Indonesia yaitu WR Supratman terlahir dari Purworejo, jadi ya slogan Berirama terinspirasi dari historis, ya kan?

  5. Raf says:

    Sepengetahuanku BERIRAMA kependekan dari Bersih,Indah,Rapi,Aman dan Makmur. Ini sesuai denga lirik mars Purworejo Berirama pada bait pertengahan yg berbunyi sbb :

    ” …………………”
    ” Ciptakan lingkungan yang sehat tertib teratur , Bersih,Indah,Rapi,Aman dan Makmur ”
    “Warga desa warga kota sadar …dst…..”

    Kemudian untuk moto sendiri apakah relevan atau tidak perlu kajian komprehensif tidak saja dari sisi linguistik tapi juga melihat sisi historikalnya yang didalamnya memuat sebuah cita2,kultur sosial purworejo dll.

    Moto sendiri bukanlah sebuah pasal undang2 yang bisa mengikat kepada individu pelaku kekuasaan. Jadi moto lebih bersifat advertising yang bisa diterjemahkan sebagai penyemangat, cita2, psy war, pesan moral dan banyak lagi.

    Jadi? kembali kepada kita dari sudut pandang mana kita akan melihat moto Purworejo Berirama

  6. Seperti halnya manusia, kota atau daerah juga mempunyai identitas dan “kepribadian” yang berbeda satu sama lain sebagai akibat dari latar belakang sejarah, kebudayaan, karakter penduduknya, posisi geografi dan sumber penghidupan/ekonominya dan faktor2 lainnya yang menjadi ciri khas daerah/kota Purworejo. Hal itulah nampaknya yang kemudian terkemas dalam slogan/motto “Purworejo Berirama”, satu keinginan tentang keadaan yang harmonis,aman,makmur dan bersih. Kalau ditinjau dari sudut itu, slogan itu ya memang masih relevan. Berdasarkan itu nampaknya memang beralasan untuk menjadikan Purworejo sebagai kota pensiunan dalam arti yang positif. Syarat2nya sudah banyak yang dipenuhi… Salam, sw.

  7. setyohw says:

    Apalagi kalau slogannya adalah Purworejo Berirama Keroncong. Coba bayangkan seluruh masyarakat Purworejo bergerak lembut dan kemayu serta lemah gemulai. Betul komentar Bapak Slamet Wijadi sesuai dengan sebutan kota pensiunan yang berisi orang2 sepuh yang sukanya duduk2 sambil minum kopi atau teh sambil midhangetke keroncong, karawitan dll. Salam, setyohw

  8. masnoer says:

    wah senang ter us berirama ful musik

  9. Ilham Ozawa says:

    Wah
    tapi kalo dari dulu sampe sekarang Purworejo selalu diidentikkan dengan kota pensiunan lama2 repot juga sodara2!
    nanti jadinya purworejo seakan-akan hanya itu2 saja,jalan ditempat
    dan jadinya kota “kecil”terussssss

    utk slogan berirama mnrt saya udah lmyn baguslah
    walaupun kesan yang didapat berirama dangdut, keroncong dll, bukan berirama rock yang lebih progressive,hehehe

  10. Anston Bruno says:

    Wah ternyata semua sependapat kalo slogan purworejo berirama.
    Maju terus kota berirama..
    Jadikan Adipura kota Purworejo

  11. muntamah says:

    wah..aku setuju karo mas Raf..
    nyuwun sewu lho..nek kepanjangannya ae panjenengan salah kok bisa protes nek kurang inspiratif..

    • kull_kull says:

      Iya bener tuh mas kepanjangannya aja salah kepiye to.. yang mencetuskan sebuah slogan itu kan bukan orang bodoh, cobalah hayati dulu apa sih sebenarnya arti dan maksud slogan tersebut. jangan cumen bisa mengkritik tapi cobalah kasih pendapat atau masukan demi kemajuan kota kita Purworejo ini betulkan sodara²… segini dulu… monggo di pun lanjut…..

    • Dodo says:

      Baca lagi ya…

  12. Dodi says:

    . Menurut saya sih, ini ciri slogan era orde baru, purworejo dulu kan salah satu basis pemenangan partai orba. dari katanya, berirama, mungkin maksudnya, semua elemen masyarakat purworejo harus “berirama” dalam setiap gerak, pemikiran, sikap, dengan pemerintah. dan ujungnya dalam affiliasi politik. kata ini seperti menghindari sesuatu yang berbeda karena bisa dianggap tak seirama.
    Comment by meds — 29 April 2009 @ 10:00 pm

    Komentar saya: Saya setuju ini slogan orde baru. Tapi sekarang bukan zaman orde baru loh. Masih perlukah keseragaman?

    • Saya setuju dengan Mas Meds..
    Menurut saya, siapa pun yang memberikan SLOGAN pasti sudah di perhitungkan semuanya.Ga cuma asal aslan bikin SLOGAN nya.
    Sama aja kita ga menghargai karya sesepuh purworejo.
    Comment by Anston — 30 April 2009 @ 8:55 am

    Komentar saya: Saya tidak bilang, pencetus kata BERIRAMA tidak punya perhitungan, apalagi asal-asalan. Tidak. Kritik bukan berarti “tidak menghargai sesepuh”. Apakah karya sesepuh itu harga mati, sehingga tidak boleh diutak-atik. Santai saja Bos.

    • tapi keren lho pak dhe ,, PURWOREJO BERIRAMA,,
    berirama brartikan ndangdutan terus… aw aw aw.
    Comment by bertha — 30 April 2009 @ 2:00 pm

    Komentar saya: Ya, boleh saja ndangndutan terus, tetapi pencetus kata ini pasti punya tujuan yang mulia dan serius.

    • Tapi menurut saya sih cocok juga pakai slogan Berirama karena maestro musik Indonesia yaitu WR Supratman terlahir dari Purworejo, jadi ya slogan Berirama terinspirasi dari historis, ya kan?
    Comment by yoyokr — 30 April 2009 @ 8:06 pm

    Komentar saya: Mungkin ada benarnya, tetapi asal usul WR Supratman masih jadi perdebatan. Bahkan kalau tidak salah, pemerintah pusat belum mengakui kalau WR Supratman berasal dari Purworejo.

    • Sepengetahuanku BERIRAMA kependekan dari Bersih,Indah,Rapi,Aman dan Makmur. Ini sesuai denga lirik mars Purworejo Berirama pada bait pertengahan yg berbunyi sbb :
    ” …………………”
    ” Ciptakan lingkungan yang sehat tertib teratur , Bersih,Indah,Rapi,Aman dan Makmur ”
    “Warga desa warga kota sadar …dst…..”
    Kemudian untuk moto sendiri apakah relevan atau tidak perlu kajian komprehensif tidak saja dari sisi linguistik tapi juga melihat sisi historikalnya yang didalamnya memuat sebuah cita2,kultur sosial purworejo dll.
    Moto sendiri bukanlah sebuah pasal undang2 yang bisa mengikat kepada individu pelaku kekuasaan. Jadi moto lebih bersifat advertising yang bisa diterjemahkan sebagai penyemangat, cita2, psy war, pesan moral dan banyak lagi.
    Jadi? kembali kepada kita dari sudut pandang mana kita akan melihat moto Purworejo Berirama
    Comment by Raf — 1 May 2009 @ 9:25 am

    Komentar saya: Ini bukan soal ikat mengikat. Ini soal pilihan kata. Apalagi, menurut Saudara motto bukanlah Undang-undang. Justru karena bukan UU, apalagi kitab suci, maka sesuatu bisa diubah sesuai perkembangan zaman. Kecuali kalau pencetus kata BERIRAMA itu menganggap kata ini sebagai sesuatu yang sakral, sehingga tidak bisa diubah.

    • Seperti halnya manusia, kota atau daerah juga mempunyai identitas dan “kepribadian” yang berbeda satu sama lain sebagai akibat dari latar belakang sejarah, kebudayaan, karakter penduduknya, posisi geografi dan sumber penghidupan/ekonominya dan faktor2 lainnya yang menjadi ciri khas daerah/kota Purworejo. Hal itulah nampaknya yang kemudian terkemas dalam slogan/motto “Purworejo Berirama”, satu keinginan tentang keadaan yang harmonis,aman,makmur dan bersih. Kalau ditinjau dari sudut itu, slogan itu ya memang masih relevan. Berdasarkan itu nampaknya memang beralasan untuk menjadikan Purworejo sebagai kota pensiunan dalam arti yang positif. Syarat2nya sudah banyak yang dipenuhi… Salam, sw.
    Comment by slamet wijadi — 1 May 2009 @ 10:42 am

    Komentar saya: Semua manusia, termasuk manusia Purworejo pasti mendambakan suasana yang harmonis,aman,makmur, indah, rapi, nyaman, bersih. Saya sangat setuju itu. Saya hanya mengkritik kata BERIRAMA saja. Apakah tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pencetus, tanpa mengurangi subsatansi dari keinginan masyarakat Purworejo, kata BERIRAMA bisa diganti dengan kata lain?

    • Apalagi kalau slogannya adalah Purworejo Berirama Keroncong. Coba bayangkan seluruh masyarakat Purworejo bergerak lembut dan kemayu serta lemah gemulai. Betul komentar Bapak Slamet Wijadi sesuai dengan sebutan kota pensiunan yang berisi orang2 sepuh yang sukanya duduk2 sambil minum kopi atau teh sambil midhangetke keroncong, karawitan dll. Salam, setyohw
    Comment by setyohw — 1 May 2009 @ 3:40 pm

    Komentar saya: He..he.. ada beberapa sih yang melecehkan kata BERIRAMA, tapi saya tidak mau mengundang polemik yang tidak prooduktif.

    • wah senang terus berirama ful musik
    Comment by masnoer — 1 May 2009 @ 4:05 pm

    Komentar saya: Ini sama dengan ndangndutan tadi.

    • Wah tapi kalo dari dulu sampe sekarang Purworejo selalu diidentikkan dengan kota pensiunan lama2 repot juga sodara2! nanti jadinya purworejo seakan-akan hanya itu2 saja,jalan ditempat dan jadinya kota “kecil”terussssss
    utk slogan berirama mnrt saya udah lmyn baguslah
    walaupun kesan yang didapat berirama dangdut, keroncong dll, bukan berirama rock yang lebih progressive,hehehe
    Comment by Ilham Ozawa — 2 May 2009 @ 8:36 am

    Komentar saya: Soal pensiun saya setuju, maka perlu diskusi lebih jauh. Soal BERIRAMA, ya kita gelindingkan saja wacana ini sampai sejauh mana pendapat dan masukan.

    • Wah ternyata semua sependapat kalo slogan purworejo berirama.Maju terus kota berirama..Jadikan Adipura kota Purworejo
    Comment by Anston Bruno — 2 May 2009 @ 10:11 am

    Komentar saya: Mengapa musti buru-buru disimpulkan, wong nyatanya tidak semua setuju kok. Masih ada beberapa pendapat lain. Lagipula ini bukan koor untuk menyanyikan lagu kesetujuan atau ketidaksetujuan. Apalagi voting. Ini cuma wacana dari pada blogger, beberapa hari kosong.

    • wah..aku setuju karo mas Raf..
    nyuwun sewu lho..nek kepanjangannya ae panjenengan salah kok bisa protes nek kurang inspiratif..
    Comment by muntamah — 2 May 2009 @ 10:50 pm

    Komentar saya: Sebaiknya gunakan argumen sendiri, agar diskusi agak kelihatan bervariasi. Kalau kekeliruan saya menuliskan kepanjangan BERIRAMA ada yang salah, ya mohon ampun lah. Tapi bukan itu substansi diskusi ini. Apapun kepanjangan itu, silahkan saja. Saya hanya mengkritisi kata BERIRAMA. Dan satu hal, KRITIK beda jauh, jauh banget dengan PROTES. Kecuali ada spanduk besar di depan kantor bupati bertuliskan,”yang tidak mau mengganti kata BERIRAMA, usut tuntas,” bolehlah saya dikatakan protes. Wong ini cuma isi waktu luang, bahkan saya sambil ngopi di pinggir jalan. Mengutip salah satu teman, jika pulang kampung ia mengatakan, Hidup RHOMA IRAMA.

    Salam,
    Dodo. Damai di darat, laut, udara dan dunia maya.

  13. muntamah says:

    yang namanya menggelindingkan wacana..sah2 saja orang mau komentar apa, apalagi pada forum blog seperti ini,semua komentar tidak disetujui juga sah2 saja lha wong namanya juga diskusi..apalah arti kritik atau protes, karena saya bukan ahli bahasa..tapi kalau ujungnya tidak setuju, bagaimana..? tp okelah kalau cuma untuk isi waktu luang, malah sambil ngopi dipingir jalan..wong saya nanggepinya juga sambil nungguin suami saya pulang ronda, yowis lah..aku tetap setuju.. kalau Purworejo tetap BERIRAMA, titik.

  14. Anston says:

    Gimana mas dodi?
    Anda kecewa?

  15. Dodi says:

    Kecewa, maksudnya? Ehm…

  16. bocah kemiri says:

    apapun yang terjadi dg Purworejo…”Gue suka Gaya Lo”…Aku Kangennnn Desoku…

  17. nurrahman says:

    warga suka nyanyi semua mungkin..hehehe

  18. kull_kull says:

    saya s7 dengan mas raf

    Iya bener tuh mas kepanjangannya aja salah kepiye to.. yang mencetuskan sebuah slogan itu kan bukan orang bodoh, cobalah hayati dulu apa sih sebenarnya arti dan maksud slogan tersebut. jangan cumen bisa mengkritik tapi cobalah kasih pendapat atau masukan demi kemajuan kota kita Purworejo ini betulkan sodara²… segini dulu… monggo di pun lanjut…..

  19. kull_kull says:

    “Mohon di ralat” pak admin tampilan depan blogernya

  20. kull_kull says:

    Eh maaf bukan tampilan depan tapi untuk “Slogan Purworejo Berirama” terimakasih…

  21. hasmadji says:

    Boleh ikut komentar, kata-kata berirama kedengarannya memang agak kurang greget meskipun maknanya sangat bagus. Berganti slogan/motto sepertinya bukan hal yang tabu, kita tahu beberapa tahun yang lalu banyak beberapa BUMN, Bank Pemerintah bahkan Departemen Kementerian atau Lembaga Negara lainnya rame-rame ganti logo, konsekwensinya memakan biaya yang tidak sedikit, tetapi kalau sudah menjadi keputusan dari para petinggi, kenapa tidak? Ini sekedar ungkapan pendapat saya. Betapapun saya tetap cinta PWR meskipun bermotto tetap ataupun akan berganti.
    Salam sejahtera buat semua teman-teman, khususnya kepada Mas Dodo.

    • Dodo says:

      Terima kasih Mas Pudjo. Ini yang saya harapkan, menemukan teman diskusi, bukan lawan diskusi. Satu lawan/musuh terlalu banyak, seribu kawan masih kurang. Mari berdiskusi untuk Purworejo yang lebih baik.

  22. singgih says:

    siapa yang tau lirik lagu purworejo berirama..bagi bagi dong

  23. Sarmono,Spd says:

    Maaf bagi saya apapun SLOGAN nya yang penting kita berkarya, saya sendiri bingung penulisnya aja menurutku salah mengartikian singkatan BERIRAMA,dalam tulisan menulis (Kita semua tahu, kota kelahiran kita bernama Purworejo memiliki slogan Purworejo Berirama, yang artinya bersih, indah, rapi, aman, dan nyaman.)*) petikan penulis. sementara arti dari BERIRAMA yang ku tahu sesuai mars yang kudengar dan ku nyanyikan saat sekolah dulu BERIRAMA (Bersih Indah Rapi Aman dan Makmur) satu hal yang dijadikan visi dan misi para pembuat slogan, sangat indah cita cita yang akan di capai jika kita mampu memaknai tentang misi tersebut, bayangkan jika kita menganalisanya secara luas akan makna BERIRAMA ( BERSIH : pemerintahan yang bersih, lingkungan yang bersih,dan masyarakat yang bersih,dan seterusnya, INDAH dalam cakupan yang luas seperti Indah etika dan budayanya, Budi Bahasanya, kebersamaannya, kedamaian, kemakmuran, dan lainnya dan bukan hanya indah dalam arti yg sempit, RAPI, makna rapi mulai dari pemerintahan yg memiliki sistem yang rapi dan mengakar pada pelayanan masyarakat, rapi dalam pelayanan, rapi dalam perencanaan dan pembangunan, tertata, terstruktur, terukur, dan terwujud, bukan hanya dimaknai “berbaju rapi atau berpagar rapi”, AMAN: memaknai secara luas makna aman, aman dari kriminal, aman dari bencana, Aman Berbisnis, aman berekspresi, aman bekerja, aman tanpa hama, hingga aman beribadah, bahkan aman di dunia akhirat, MAKMUR, makna makmur yang sangat luas yang dinikmati dari desa hingga kota, Makna, Makmur, sebenar-benarnya makmur dan makmur dalam pemerataan, makna BERIRAMA itu sendiri Irama meraih cita dalam irama kebersamaan, berkarya, dan bukan hanya sekedar orasi, irama kebersamaan dalam rentak pembangunan, kecuali jika irama yg dimaknai hanya irama sempit yang mungkin hanya disamakan dengan not/nada, tapi apapun Slogannya ujungnya adalah bersama membangun PURWOREJO, disana tempat lahir beta….. dibuai dibesarkan bunda…. meski sekarang lagi merantau makasih pak bupati dan Pak Kyai Chalwani yang sempat memberikan semangat pada kami untuk berkarya lebih baik meski kini kami di Pulau Batam, wassalam

    Mohon maaf tak ada maksud apapun kecuali untuk tukar pikiran

  24. Sarmono,Spd says:

    Mars Purworejo Berirama moga masih hafal karena dah dari tahun lama nggak dengar tapi paling tidak masih ingat.

    Wahai semua warga wilayah kita tercinta
    Purworejo bumi luhur dan mulia
    Kita himpun kita susun Sgala daya pembangunan
    Demi terwujud cita kita bersama
    Ciptakan lingkungan yang sehat tertib teratur
    BERSIH INDAH RAPIH AMAN DAN MAKMUR

    Warga desa warga kota sadar dan bangkitlah kini
    Berirama gerak langkah yang serasi
    Pegang teguh Pancasila sebagai dasar negara
    Serta Undang undang Dasar Empat Lima
    Galang terus persatuanian dan smangat patriot kita
    Junjunglah tinggi kepribadian Bangsa
    Bernaung Payung Lindungan Tuhan yang Maha Esa
    Sejahtera Purworejo Berirama,

    kalau ada yg perlu pakai not Insya Allah saya juga Punya,

    Selamat bernostalgia kampung halaman dengan mars Purworejo Berirama

  25. Guswid says:

    Ass, Menurut saya ide gagasan merubah slogan sah-sah saja, apabila slogan yang lama sudah dianggap oleh seluruh masyarakat Purworejo tidak mampu manampung cita-cita serta kultur budaya masyarakat Purworejo. akan tetapi kalau acuannya hanya sekedar untuk nyentrik kalimatnya kemudian makna sama untuk apa? maaf apalagi mengaitkan dengan kebijakan politik Orba sangat kurang bijak mas,mau Orba,Orla itu sejarah yang telah kita lalui. Apalagi sampai seolah-olah mengesankan Slogan itu sesuai tafsir anda , saya setuju teman teman sudah meluruskan Makna BERIRAMA Trims GW

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

MERANTAU

26 - Apr - 2012 | massito | 8 Comments »

Cerita sang mantan penjual Baso

21 - Jan - 2014 | slamet_darmaji | 2 Comments »

Forum Blogger Purworejo

28 - Aug - 2007 | meds | 12 Comments »

BERTEMAN DENGAN MISS HAWAII YANG DI-“NGOK” OLEH BUNG KARNO

1 - Dec - 2012 | slamet wijadi | 8 Comments »

Jaran Mbedal

24 - Jun - 2012 | slamet_darmaji | 7 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net