Slamet Tergolek Tak Berdaya Butuh Bantuan

  15 - Apr - 2009 -   eko_juli -   10 Comments »

Slamet Waluyo yang masih berusia 4 tahun, hanya bisa berbaring. Dia tergolek tak berdaya ditempat tidur yang beralaskan tikar. Slamet demikian nama panggilannya, tak pernah bisa bergembira dan bermain seperti anak-anak pada umumnya. Anak yang lahir dari pasangan Karsimin (47) dan Ponidah (40) ini, menderita sejak umur 27 hari. Dalam usia yang belum genap sebulan itu, Slamet mengalami kejang-kejang sampai tidak bisa tumbuh normal. Sebab badannya lemas, nafasnya susah seperti banyak lendir, tidak bisa berbicara, dan pertumbuhan badannya sangat kurang. Makanan kesehariannya yang bisa ditelan hanya bubur nasi dan minum. Untuk makan dan minum pun harus ekstra hati-hati, karena mudah tersedak.

Beberapa kali Slamet yang tinggal di rumah sederhana di RT 2 RW I Desa Kunirejo Kulon Kecamatan Butuh, diperiksakan di RSUD Purworejo yang kemudian dirujuk ke RS Sarjito Jogja. “Sanjange doktere Sarjito, enten saraf otak ingkang soyo mengecil. Lajeng disaranke supados operasi,” ujar Ponidah yang didampingi Karsimin.

Tapi sampai usia 4 tahun ini, operasi yang disarankan tidak pernah terealisasi, karena terbentur biaya. Bahkan ketika opname di RS Sarjito, Slamet dibawa pulang paksa, meski Rumah Sakit belum megijinkan pulang. “Saking bangete pengin anak kulo mantun, namung betah biaya ingkang mboten sekedik. Kulo tiyang dusun mboten mampu, namung buruh tani penghasilan pas-pasan. Kulo namun pasrah mugi-mugi anak kulo saget mantun, wonten ingkang kerso mbantu mantunke,” harap Ponidah.

Kini Slamet hanya diperiksakan di Puskesmas yang tidak jauh dari rumahnya. Kejang yang diderita Slamet hingga saat ini masih rutin disandangnya. Munculnya kejang juga tidak tentu, kadang dalam sehari semalam bisa 3 sampai 4 kali. Jika kejang itu muncul, dengan segera diminumi obat dari Puskesmas, sehingga bisa sedikit mengurangi kesakitan Slamet. Setiap 15 hari, harus membeli obat yang diminum 3 kali sehari. Kartu JPS yang dimiliki tidak banyak membantu karena sebagian obat harus dibayar sendiri.

Slamet memimpikan tumbuh normal seperti teman sebayanya, bisa bercanda, bermain, dan bersekolah. Meski tidak bisa berbicara tetapi impian itu sangat jelas terlihat ketika ada yang datang menengoknya. Termasuk ketika tim anjangsana Kabupaten Purworejo memberikan bantuan.

Dari matanya Slamet ingin bercanda, dari gerak bibirnya dia ingin berbicara., dan dari gerak tangannya yang lemah dia ingin melakukan sesuatu. Tetapi semua itu belum pernah bisa terwujud karena ketiadaan dana.

diposkan oleh: ekojuli

sumber: .: warta bagelan :.

Category: berita,cerita, Tags: ,, | posted by:eko_juli


10 Responses to “Slamet Tergolek Tak Berdaya Butuh Bantuan”

  1. slamet wijadi says:

    Keadaan yang sungguh sangat memprihatinkan yang menimpa nasib “wong cilik” tanpa daya, apakah ada usulan untuk menggalang solidaritas blogger pwr dalam meringankan beban penderitaan ini? Bagaimana caranya untuk menyampaikan sekedar bantuan langsung kepada orang tua si anak? Barangkali mas Ekojuli bisa memberikan jawaban. trims, salam, sw.

  2. Dodi says:

    Ikut simpati dan empati. Saya berdoa semoga ada jalan keluar yang lebih baik. Sekadar usul saja, bagaimana kalau keluarga Pak Karsimin meminta surat tidak mampu dari RT/RW dan dilegalisasi di kantor desa, kalau perlu sampai di kecamatan. Saat ini pemerintah masih memberlakuan Askeskin. Jadi, ada hak rakyat miskin untuk mempergunakan anggaran itu. Bawalah surat-surat itu ke RSUD. Jika ditolak, minta dukungan pejabat setempat. Bahkan, kalau tidak salah, wakil Bupati sekarang juga orang Butuh, sangat mungkin dia bisa membantu.

  3. muji says:

    Turut prihatin atas apa yg menimpa pada keluarga pak karsimin.
    andai usulan mas slamet riyadi diatas bisa tersosialisasi mungkin bisa sedikit mengurangi beban yg di tanggung pak karsimin sekeluarga.
    bagaimana cara itu bisa di lakukan..?
    namun begitu,mungkin pak karsimin juga (klo emang belum dilakukan)mencoba saran mas dodi diatas.

  4. eko says:

    @ Pak Slamet Wijadi,

    Saya hanya memposkan ulang berita ini Pak, barangkali ada jalan di blog purworejo tercinta ini untuk saudara kita ini.

    untuk bantuan langsung monggo langsung klik sumber berita.

    http://wartabagelan.blogspot.com/2008/09/slamet-tergolek-tak-berdaya-butuh.html

  5. Raf says:

    Sambil menunggu ada blogger BP yg bisa koordinir,

    do’a ku panjatkan agar Yang Maha Kuasa memberi kekuatan. amien..

  6. Anston says:

    Saya turut prihatin.
    Smoga cepat mendapatkan kesembuhan..

  7. Mas Eko Mulyanto pim.umum Warta Bagelen, menanggapi saran Mas Ekojuli, saya ingin usul, apakah Mas Mulyanto bersedia menampung dan menyalurkan bantuan langsung kepada Kel.Karsimin untuk sekedar membantu meringankan beban penderitaan anaknya?Kalau setuju kita bisa mentransfer ke rek. Warta Bagelen atau yang ditunjuk Mas Mulyanto.Mohon bantuan Mas Ekojuli untuk kontak Mas Mulyanto agar dapat di follow-up, salam, sw.

  8. eko juli says:

    @ pak slamet wijadi

    saya sudah hubungi via warta bagelen, tinggal menunggu tanggapan dari mas eko mulyanto.

    semoga mas eko mulyanto bisa memberikan tanggapan di blogger purworejo tentang penyaluran bantuan ini.

  9. Mas eko juli,terimakasih atas follow-up-nya, kita tunggu tanggapan dari mas Eko Mulyanto, salam, sw.

  10. blegog says:

    turut prihatin dan semoga cepet sembuh .

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net