Mengenal Bapak Slamet Wijadi

9th April 2009 | By: meds

Pak Wik, bosen dengan urusan corang-coreng, kali ini saya mau menulis rasa kekaguman saya pada seseorang. Peristiwa akhir-akhir ini yang paling berkesan di hati saya adalah pertemuan saya/ lebih tepatnya perkenalan saya dengan pak wik di BP yang nama lengkap beliau adalah bapak Slamet Wijadi.

Beliau ada di sekitar kita, dan sangat mengesankan sehingga perlu kiranya saya memperkenalkan beliau secara khusus. Beliau seorang yang sudah cukup sepuh, senior saya yang telah berusia hampir kepala delapan. Mulanya saya kurang percaya kalau beliau masih mengayahi sendiri tulisan-tulisan beliau di bloggerpurworejo.com ini, “ah paling-paling suruhan cucu beliau,” pikirku.

Bagaimana tidak usia sudah tidak sedikit bukan? Tapi setelah lebih jauh saya mengenal beliau, terkagumlah saya, ternyata beliau di tahun 40-an lulus ongko loro, lalu masuk SMA lulus th 1953 dan th 1959 belajar di Oregon, USA Dari pengenalan saya beliau juga seorang penulis buku dan penerjemah buku administrasi negara yang tersimpan di library Fak Fisipol UGM.

Nah beliau hebat bukan? Dan dari telusur sini telusur sana ternyata beliau masih paman Mbah Suro konco kenthelku. Ini membuatku lebih surprise lagi. Untuk meramaikan persahabatan gimana mbah kalau kita bikin “paguyuban blogger sisa-sisa Laskar Pajang” sekaligus kita undang Mas Sito dan romo begawan Paromo. Pasti akan gayeng. Tentu saja empu Slamet Wiyadi sebagai kepolonya. Kita undang deh bloggers sepuh (semoga ada) dari Purworejo ini. Tapi ngomong-ngomong pak Wik ini sekarang bermukim di mana mbah?

Perlu diketahui bahwa bapak Slamet Wijadi lahir 1932 asli desa Mangunrejo (alm). Bener desa ini sudah almarhum lho, sudah terpecah jadi beberapa desa….buat para bloggers muda kita perlu salut angkat topi buat bapak Slamet Wijadi, yang masih terus berkarya sampai usia lanjutnya, selamat berkarya terus pak, kami anak cucu cicit menunggu cerita-cerita pengalaman bapak.

Kiriman:
bpk. dr. Indro Saswanto Sp.THT


Home| Category: cerita | Trackback URI


Tulisan sebelumnya: «
Tulisan sesudahnya:  »

36 Responses to “Mengenal Bapak Slamet Wijadi”

  1. Pak Dr.Indro, ini namanya kejutan habis Pemilu, bukan karena Demokrat menang (yang sudah di prediksi),tetapi menemukan tulisan di blogger ttg diri saya, dari seseorang yang secara pribadi belum saya kenal,walaupun dari “saudara satu kampung”, yang terlalu berlebihan dlm “menyanjung”.
    Saya tidak “sehebat” itu,namun sekedar anak desa yang bersyukur diberi umur panjang dalam keadaan sehat sampai saat ini, karenanya ingin memfaatkan waktu nganggur untuk tulis2 supaya tidak lekas pikun, syukur kalau dibaca dan ada manfaatnya.

    Saya sangat mendukung pembentukan paguyuban blogger “Sisa2 Laskar Pajang” dari Pwr.Mungkin jumlahnya tidak banyak tapi ada baiknya dimulai dulu.Saya tinggal didaerah Jkt selatan mbah Suro mungkin sudah tahu alamatnya.Sekali lagi matur nuwun sanget, salam,sw.

    [Reply]

  2. "Sadewo" says:

    Pak Indro : Saya dukung Pak, barangkali mas Admin nanti bisa siapkan label ‘nostalgia’ yang akan menampung tulisan ttg nostalgia / cerita unik para Begawan/Mpu saat masih di Purworejo.

    Hal ini akan bagus karena memuat keteladanan bagaimana berjuang ‘rikolo semono’ dimana infrastruktur di Indonesia masih kondisi permulaan.

    Mudah2an generasi Mataram ( ? ) bisa mengambil hikmah… bahwa semangat di dada itu adalah modal utama.

    Ayo Pak Indro,Pak Wik , Mbah Soero , Mas Sito dan Begawan Paromo ( lama Beliau nggak turun gunung ) segera dimulai…

    Wassalam,

    [Reply]

  3. @Pak Wik,
    mohon maaf sekiranya dlm tulisan saya diatas ada yang kurang pas dihati bapak, tetapi itulah yang ada didalam hati saya tidak saya tambah dan tidak saya kurangi. semoga berkenan dan tanpa seizin bapak kami postingkan.
    wass salam hormat saya sklg.
    @ dik raf “sadewo”
    mari kita contoh suri2 tauladan dari empu dan eyang kita.
    salam success selalu.

    [Reply]

  4. Pak Sadewo, salam kenal,trims untuk tanggapan posting Pak Indro. Saya usul bagaimana kalau labelnya “Blogger Wulan Purworejo” dengan sub label Forum nostalgia perjalanan hidup Warga Usia Lanjut Kab.Purworejo yang berisi pengalaman, cerita2 dan hal2 lain yang menarik yang berhubungan dengan Purworejo.Generasi muda juga di undang untuk meramaikan blogger dengan cerita tentang pengalaman yang diperoleh dari mbah2nya maupun ortunya mengenai tempo dulu di Pwr. dengan begitu maka ada jalinan komunikasi antar generasi. Ini hanya sekedar urun rembuk, silahkan yang lain, bagaimana Pak Indro dan mbah Suro? Juga Mas Medi sang Administrator.Salam nostalgia, sw.

    [Reply]

  5. Mas Srie,samasekali tidak perlu “mohon maaf”, bahkan saya yang harus menyampaikan ucapan terima kasih atas “sanjungan” itu. Kata orang Jawa rasanya “mongkok”, cuma saya pikir apa saya layak memperoleh kehormatan itu? Saya itu apa, “no body”. Soal “tanpa ijin”, saya justru ingin tanya pada Mas Srie, darimana belajar seni memberikan pujian, sebab komplimen yang “paling tinggi” itu, kata orang, disampaikan tanpa sepengatuhan orang yang di puji, apalagi terhadap seseorang yang belum di kenal secara baik.Sungguh saya “admire” Mas Srie, salam dari cah ndesa.

    [Reply]

  6. saya sangat menyambut baik usulan bapak slamet wijadi tentang “wulanrejo”= “warga usia lanjut king purworejo” untuk berkumpul di forum label “puorjo tempo doeloe”.
    mas admin saya daftar jadi wartawannya untuk cari bahan cerita.
    wass.

    [Reply]

  7. setyohw says:

    Nasihat2 dari Mbah Slamet selalu akan dinantikan di Blogger ini. Saya kira Mbah bermukim di kota pensiunan Pwr rupanya lenggah di ibu kota. Pasti Mbah nggak mau pensiun makanya Mbah menetap di Jkt. Tapi saya sangat appreciate dengan tulisan2 Mbah. Sangat bermanfaat. Bravo Mbah Slamet!

    [Reply]

  8. eyang bethoro indro, ini namanya gayung bersambut, kayaknya nama “puorjo tempo dulu” cukup antik untuk label wadah “wulanrejo” yang kedengarannya cukup “sejuk” di telinga; bagaimana pendapat yang lain, mas Dewo, mas meds, mbah suro, pak dokter (apa sama dgn eyang bathoro)dll.salam maju terus,sw.

    [Reply]

  9. mas setyohw, trims untuk tanggapannya, namun tulisan2 saya itu bukan untuk memberikan nasihat, tapi sekedar untuk “sharing”/berbagi pendapat dan pengalaman yang mungkin bisa ditarik manfaatnya, jadi lebih bersifat dua arah; syukur kalau mas setyo merasa bermanfaat. saya akan mencoba menulis terus untuk mengisi waktu nganggur dan agar nggak lekas pikun. Saya memang tinggal di jkt tetapi masih sering pulang kampung, salam,sw.

    [Reply]

  10. Aziz says:

    Nuwun sewu,lancang nderek komentar.Mbah,eyang,pak dhe.Nyuwun sumbang saran kalian dukungan saking panjenengan sedoyo biar banyak anak-anak muda purworejo yang sehebat eyang Slamet Wiyadi,hingga banyak anak-anak Purworejo yang menjadi tokoh yang mengharumkan nama dan peduli dengan Purworejo di masa depan. Matur nuwun

    [Reply]

  11. meds says:

    kalau saya setuju dengan forum nostalgia, mudah dipahami, dan mengena. tapi saya ikut saja, bagaimana keputusan poro pinisepuh.

    [Reply]

  12. bilung says:

    Monggo mbah suro …….????
    sajakx bar nyoblos terus ngibrit mudik. terus matakaji panglimunan. titi dj yo mbah. jangan lupa ol olx. pangandikanx simbah ditunggu lho.

    [Reply]

  13. Mas Azis, trims untuk tanggapan yang “menggebu2″. Tapi jangan “menghebatkan” saya,krn saya ini siapa; itu kan gara2 Pak Indro yang memunculkan nama saya. Bayak sekali tokoh2 Pwr yang layak jadi panutan untuk maju, untuk menyebut beberapa saja,Pak Yani, Pak Urip, Pak Sarwo, Pak Wilopo PM tahun 50-an, Pak Kasman, orang desa Clapar yang menjadi Komandan Peta Jakarta Raya, kemudian Jaksa Agung pertama RI, Pak Kanto, Kepala Kepolian RI pertama, kabarnya orang Ketangi, WR Supratman,bahkan Pak Habibie,mengaku turunan Kyai Brengkelan dan berkunjung kesana sewaktu masih jadi presiden. Kalau yang jadi jendral mah udah nggak itungan, mereka itu layak jadi panutan anak2 muda pwr untuk maju, salam,sw.

    [Reply]

  14. Mas Meds, monggo saja diatur bagaimana baiknya, yang penting sasaran dan tujuannya tercapai, salam,sw.

    [Reply]

  15. blegog says:

    wah..sudah saatnya , para pinisepuh memberikan wejangan buat saya , yang mulai tidak muda tapi tak berguna . :( , semoga kisahnya jadi inspirasi buat kami .

    [Reply]

  16. mas trie….. “blegog”?……. ha ha ini yg ngangeni… sudah 40th lebih saya tidak dengar kata (blegog) ini. yang gini2 Ini lho yang menarik saya untukmembuka BP.
    Saya ini sudah merantau lebih setengah umur, jadi kalau dengar istilah2 puorjoan sewaktu saya sekolah disana dulu, rasaanya nano2… hal tsb bisa saya temukan di BP….
    mungkin kata seperti itu sudah hilang dari puorjo ya?
    salam dari “bilungsoroito” “gentho” sik “kemaki”.

    [Reply]

  17. ariesudjiwati says:

    Menanggapi tulisan dr Indro Saswanto Sp THT tentang Bpk Slamet Wijadi, saya Aries mantan sekretaris Pak Slamet Wijadi (dari th 1974-2001)selama 27th tahun saya mendampingi dan melayani beliau selama bertugas di PT Semen Cibinong (sekarang namana HOLCIM).Saya tidak heran atas kekaguman dr Indro tentang Pak Wik, wong saya aja sampai sekarang juga masih kagum kok? Beliau amat sangat memperhatikan kwalitas hidup, terutama kesehatan dengan cara olah raga teratur, makan teratur, tidur teratur dan masih banyak lagi yg teratur. Sampai2 kalo saya boleh bilang kadang2 waktu beliau sudah diprogram hampir spt robot hehehe jangan marah ya pak?
    Saya sampai hafal kalo pengin ngobrol lewat telpon harus lihat jam dulu jangan sampai mengganggu waktu tidur beliau itu salah satunya. Menjadi sekretaris beliau memang ada suka dukanya tapi kalo boleh jujur banyak sukanya lha buktinya tahan sampai 27th. Saya banyak sekali belajar tentang kehidupan dari beliau, sampai sekarang masih sering sharing lewat email. Selamat untuk BP semoga lebih semarak dengan tulisan2 yang menarik dan bisa diambil manfaatnya. Salam Aries.

    [Reply]

  18. slamet wijadi says:

    Wah mbak Aries,kok jadi “buka-bukaan” begini, maunya sembunyi2, kok malah mbukak “wadi”, ini kan “gara2″ Mas dr.Indro, padahal maksud saya nulis2 ya sesungguhnya hanya untuk melatih pikiran agar tidak lekas pikun, syukur kalau ada yang mau baca dan bermanfaat.Komentar mbak Aries terlalu berlebihan krn setiap hubungan itu hakekatnya bersifat timbal balik,tidak mungkin bisa bertahan sampai begitu lama kalau tidak punya sifat2 yang saling mengisi,jadinya saya juga belajar banyak dari mbak Aries sampai sekarang. Yang sangat saya syukuri adalah hubungan kekeluargaan yang tetap terbina walau sekian lama telah lepas dari kaitan kedinasan, inilah berkah yang sesungguhnya yang diberikan oleh Allah SWT. Betapapun, saya thanks sekali atas tanggapannya yang “ruaar biasa”, salam untuk seluruh keluarga, sw.

    [Reply]

  19. hariadi says:

    assalamuallaikum,
    membaca comment2 diatas saya jadi tertarik, perkenalkan bapak2 sy hariadi dari pogung jurutengah, bayan, tp skrg lagi kerja di Kepri mau ikut nimbrung nih..

    [Reply]

  20. Saya senang Ms Hariadi tertarik membaca comment2, silhkan ikut “nimbrung” untuk meramaikan forum ini, siapa tahu kita bisa sharing hal2 yang bermanfaat. Ingat Pogung jadi ingat guru saya waktu di sekolah desa jaman dulu yang berasal dari Pogung, tapi nggak tahu apakah dari juru tengah; sudah berapa th di Kepri? semoga sukses, salam, sw.

    [Reply]

  21. hariadi says:

    saya disini dari 2003 pak, tepatnya lulus kuliah langsung kesana, tp tiap lebaran Insyaallah pasti balik kampung, nah pas ada blog ini jadi appreciate bgt, jadi inget kampung.Walau sy dr generasi 80-an, tp tertarik untuk ikutan, salam untuk bapak2/mbak2 semua.

    [Reply]

  22. Mas Hariadi, sudah cukup lama juga yaa, kalau boleh tanya kerja dlm bidang apa dan lulusan jurusan apa. Apakah di Kepri itu berati di Tg.Pinang? Saya pengin juga dengar “sharing” ttg pengalaman selama berada di daerah situ, mungkin berguna juga bagi teman2 blogger yang lain, salam, sw.

    [Reply]

  23. hariadi says:

    Betul sekali Pak tanjung pinang ialah ibukota provnya, kalo sy di Tg uban, kebetulan dulu sy ngambil electro penerbangan dan sekarang bekerja di perush itu jg, tp yang namanya buruh pak, tetep aja, mendingan wiraswasta aja, pengennya gitu, mugkn bpk/mbak2 aja advice bagusnya usaha apa yg menguntungkan…hehehe

    [Reply]

  24. Mas Hariadi, kok saya baru tahu kalau di Tg.Uban ada perush. yang berhubungan dengan electro penerbangan. Semua orang kerja pasti ada “suka duka”nya, namanya juga cari makan. Kalau ingin jadi wiraswasta memang bagus juga,tetapi kerja harus extra keras dan risikonya besar, tinggal pilihan kita saja. Apapun pihannya , semoga sukses dalam meniti kehidupan, salam, sw.

    [Reply]

  25. hariadi says:

    makasih Pak,rencana Insyaallh mau wiraswasta juga, soalnya dah bosen kerja sama orang terus, ini baru mau prepare tuk kesana.Oh itu perusahaan US masih baru disini kurang lebih th 2004 baru dibuka, tp kalo di USnya dah lama, namanya PT Honeywell Avionic Indonesia. Wass

    [Reply]

  26. hariadi says:

    Kalo Bapak sendiri Tinggal dimana pak? Insyallah lebaran saya balik dan nanti kalo ada kesempatan bisa sowan ke rumah bapak..

    [Reply]

  27. Mas Hariadi, honeywell Avionics itu perusahaan terkenal di AS, mestinya bisa tenang bekerja disitu sambil cari kesempatan yang lebih “promising”. Sebelum pensiun menjelang umur 70 tahun saya sudah “mencoba” berbagai pekerjaan, setelah sebagai peg. negeri hampir 30 tahun,pindah ke swasta asing AS, kemudian joint venture, akhirnya perush.Indonesia sampai pensiun. Yang belum dicoba wiraswasta, mungkin krn sudah terlambat.Kalau sudah diperhitungkan matang2, why not.Ini adalah dunia yang diperuntukkan bagi “pemberani”. Salah satu anak saya juga wiraswasta sebagai konsultan,kayaknya berhasil juga.
    Kalau lebaran biasanya saya pulang kampung, jadi kalau ingin datang silahkan, kan nggak jauh dari Pogung. Domisili tetap saya di Jakarta, dekat dng anak2. Salam,sw.

    [Reply]

  28. hariadi says:

    Kalo yang di US kebanyakan dah transisi ke bintan pak, tapi untuk dept2 tertentu semacam flight control masih ada disana, sekarang lagi lesu pak, permintaan pesawat menurun drastis, so imbasnya ke karyawan, apalagi sekarang singapore dah mulai pegang kendali, yahh bapak tahu kan seperti apa management s’pore.sementara ini sy bertahan dulu, ngumpulin modal dulu, mgkn th depan plg ke pogung, mau miara ayam gitu..hehehe (jauh dari background pak)

    [Reply]

  29. Mas hariadi, saya memahami apa yang anda katakan,tetapi kalau melihat kondisi saat ini sebaiknya dipikir matang2 spy tidak ada penyesalan. Pulang kampung dan pelihara ayam kayaknya simple, tetapi ini bidang yang membutuhkan keahlian dan pengalaman khusus. Saya punya temen pensiunan tetangga desa yang pelihara ayam besar2an mengalami “jatuh-bangun”,tetapi saya tidak bermaksud untuk mengendorkan semangat lho… salam, sw.

    [Reply]

  30. krulayar says:

    ALLAH BERADA DI BUMI MENJELANG KIAMAT!!!!

    Tenang-tenangkan diri…
    Sila layari manatuhanallah.wordpress.com/

    Setelah layari, sila rujuk ke jabatan agama atau pihak berwajib, sebelum membuat sebarang penilaian…

    - Terima Kasih,

    Krulayar

    [Reply]

  31. fitri retnosari says:

    Ass.Wr.Wb.
    Salam Kel Besar Atmosudarmo,

    Membaca tulisan di Blog Purworejo, banyak kisah & nasehat yang berguna dari Eyang kita tercinta ” Eyang Slamet Wijadi” saya , Fitri adalah generasi ke-3 ( CICIT )dari Alm Eyang Buyut ATMOSUDARMO, Cucu dari kakak Eyang Slamet Wijadi ( ALM. H. SUROTO ) anak dari Bpk. Haryatno ( Cijantung ) memang banyak cerita yang mengesankan dari Eyang, yaitu Sewaktu Eyang Slamet sudah pensiun dari PT. SEMEN CIBINONG Tbk./ PT.HOLCHIM terakhir sebagai Direktur Keuangan( kalo ndak salah ) banyak komentar dari para karyawan disana bahwa Eyang adalah sosok yang DISIPLIN & SEDERHANA, kebetulan saya bekerja di Perusahaan SEKURITAS ( Bali Securities/ Anak Perusahaan Bank Permata Tbk./ sbg.Sekretaris ) dimana salah satu Emiten kami adalah PT. Semen Cibinong ( SMCB ) setiap ada undangan RUPST kita diundang & Ibu Penny adalah panitianya dan Saya pernah kebagian dititipkan Sovenirnya oleh teman yang datang keacara tsb. ( bangga menjadi cucu Keponakan )dan yang tidak saya sangka lagi ada salah satu nasabah kami adalah teman baik Eyang Slamet Wijadi yaitu “Bpk. Ignatius Surjono” beliau selalu bilang kalo Eyang orangnya Rajin, suka bersilatuhrahmi/ kumpul-kumpul dengan mantan teman2 sekantor,Saya jadi berpikir ternyata apa yang dinasehatkan oleh para Ustad bahwa “BERSILATURAHMI” dapat memeperpanjang umur Seseorang. Kita panggil Pak Ignatius Surjono dengan sebutan OPA, karena sampai saat ini beliau tetap mempunyai portofolio saham & tetap bertransaksi walau sudah Sepuh…. OPA selalu Salam setiap Telepon kami.” biar tidak PIKUN & jantung-nya deg2an terus lihat INDEKS SAHAM,he….he… kata si OPA”.
    KAMI para cicit bangga punya Eyang yang masih terus Berkarya & selalu memberikan Inspirasi bagi Anak, Cucu & Cicit untuk Selalu berusaha keras menjalani hidup ini, dan saat ini Eyang SLAMET WIJADI juga yang membina PAGUYUBAN TRAH “ATMOSUDARMO” PURWOREJO, smoga kita dapat menjaga tali persaudaraan kita, amin
    Kami selalu berdoa untuk EYANG SLAMET W. smoga Allah SWT. selalu memberi kesehatan,Kekuatan, untuk tetap berkarya sampai akhir Hayat, Amin Yaa ALLAH.TERIMA KASIH.

    [Reply]

  32. Fitri, terimakasih atas tanggapanmu yang kayaknya berlebihan dalam menyanjung eyang. Saya bangga punya “cucu” spt Fitri ini yang terkesan “aktif-dinamis”, cocok untuk profesi di pasar saham yang bergerak sangat cepat. Saya juga mengagumi Pak Suryono yang masih lincah di dunia yang penuh gejolak itu, pasti jantungnya kuat…belum lama ini dia merayakan “kawin emas” usianya pasti lebih tua dari saya, namun masih tegar dan aktif. Contoh baik untuk generasi skr. Tolong sampaikan salam saya.
    Saya senang pertemuan terakhir Paguyuban Trah Atmosudarmo di rumah kel.Neny Sasono tanggal 11 Okt.yl. berhasil sukses dan dihadiri lebih dari 80 orang, ini bukti bahwa anak-cucu-cicit keluarga besar Atmosudarmo telah melaksanakan amanat terakhir beliau “sing podo rukun karo sedulur”, itulah yang saya cantumkan di prasasti rumah pusaka Susuk. Saya ingin itu yang menjadi acuan pokok Paguyuban Trah Atmosudarmo untuk selamanya. Mungkin gagasan tentang forum komunikasi Trah Atmosudarmo sebagaimana diusulkan dalam pertemuan itu bisa segera di realisir,entah dalam bentuk blok atau fb.Bagimana tanggapan Fitri dan Sdr2 lain? Saya tunggu, salam dari eyang, sw.

    [Reply]

    fitri retnosari Reply:

    Maturnuwun Sanget Eyang Atas Tanggapannya, wah eyang ini komentar ttg sya kok rasanya berlebihan sekali sya merasa belum apa2 seperti Om,Tante & kakak yg lain.
    Oh iya Eyang SW. insya alllah forum komunikasi “Trah ATMOSUDARMO” akan kami realisasikan via FB ( menurut On Hary ) & suami saya Mas ROHAN akan coba2 bikin via WEB Trah Atmosudarmo disela-sela kesibukan kantornya (mas Rohan kerja di AISN INDONESIA /ASTRA GROUP)Div.IT.
    Salam dari Bapak Haryatno u/ Eyang Kakung & Eyang PUTRI

    Salam,
    Fitri Retnosari

    [Reply]

    slamet wijadi Reply:

    Fitri, makin cepat direalisasikan lebih baik tentunya di sela-sela kesibukan pekerjaan, saya yakin dengan adanya forum ini hubungan “Trah Atmosudarmo” akan makin erat dengan saling tukar-menukar berita dan hal2 lain. Salam untuk Bapak dan keluarga semua.SW.

    [Reply]

  33. Julian says:

    Buat mbah Slamet, kulo kagum bgt sama Simbah Slamet!

    [Reply]

  34. Artikel Unik says:

    Selamat pagi, kunjungan perdana saya. Salam kenal bro. Blog nya bagus :D

    [Reply]

Leave a Reply

  • Nggoleki

Random Post

Banner

Banner

  • Komentar

    • meds: bisa pak. ukuran apa saja, soalnya harus...
    • suwarto: pesan kaos kalau hanya 5 buah apa bisa...
    • oscar dhanee: wow… mantep ya prinsipe...
    • Zakki: Salam kenal, Mas. Saya Zakki, orang...
    • Gunarso Ts: Betul Mas Raf. Saya nggak tahu bila...
    • Raf: Pak Gun, itu bis BAKER yg jurusan Jogja...
    • widibintoro: Selamat Mas Lufti, semoga sukses...
    • tatang: ini mah dihubung-hubungkan saja…
    • yoyo.s: Gini Mas Pur, mungkin Mas Pur kurang...
    • Gunarso Ts: Benar Mas Purwanto. Di kota saja...
  • Pin Blogger Purworejo 150px

    Pin blogger Purworejo
  • Arsiiip

  • Kategori

  • Pin Blogger Purworejo 100px

    pin blogger purworejo 100px