Purworejo, Saat Senja Mengantar

  25 - Mar - 2009 -   Raf -   9 Comments »


Sinar mentari sore itu sudah temaram seiring dengan berakhirnya aktivitas penduduk dalam menggarap lahan pertanian. Warna keemasannya menerobos gumpalan mega dan menyentuh ujung dedaunan padi yang telah siap menyambut malam. Harmonisasi alam semakin tercipta saat gemuruh kereta senja meramaikan angkasa ketika memasuki stasiun tak jauh tempat kami berdiri.

Jalan – jalan sore kala itu kami isi dengan melihat keindahan sawah di kawasan Kabupaten Purworejo saat menjelang senja. Untuk menuju lokasi tempat kami berdiri menikmati segarnya angin sore tersebut, dari jantung kota Kutoarjo Anda harus ke arah selatan tepatnya menelusuri jalan raya Kutoarjo – Ketawang. Sekitar 700 meter setelah stasiun ada jalan kecil di sisi kanan jalan yang merupakan jalan masuk ke SMK Sawunggalih Kutoarjo , dan telusuri jalan aspal tersebut karena tidak jauh dari situ akan ditemukan areal persawahan. Ada banyak jalan menuju ke sana, tapi rute itu adalah yang paling mudah.

Area agraris tersebut terletak antara Kelurahan Semawung Daleman , Kelurahan Semawung Kembaran dan Kelurahan Bayem yang setia membentuk komunitas kehidupan pertanian di tengah geliat kota Kutoarjo. Benar – benar sore yang indah menurut kami.

Kondisi seperti itu akan banyak kita jumpai saat musim tanam padi di musim kemarau sehingga matahari bersinar sepanjang hari. Irigasi yang cukup di beberapa daerah pertanian membantu terciptanya sore indah di ladang padi. Bagi kami yang merantau dari kampung halaman suasana seperti itu sangat kami rindukan.

Senja terus mengantar, terompet kereta Sawunggalih sudah terdengar yang berarti sebentar lagi malam. Kereta tersebut menemani wargaku menuju kota impian dan suatu saat juga akan merasakan kerinduan yang sama dengan apa yang kami rasakan sore itu, bathin kami sambil beranjak karena hari semakin gelap.

Kutoarjo…setahun lalu…

( catatan : photo di set menggunakan Waktu Indonesia Tengah )

Category: cerita, Tags: | posted by:Raf


9 Responses to “Purworejo, Saat Senja Mengantar”

  1. =3= says:

    wah..keren banget mas Raf.

  2. muntamah says:

    Wah..jadi pengin mudik ki aku..
    Kok kayane aku ga asing karo tempat itu yo..
    kuwi sawah kulon smea sawunggalih po udu..?
    Emange Mas Raf wong Semawung Daleman yo..nek aku Semawung Kembaran..

  3. Raf says:

    @Mas Pram : iseng saja kok Mas, saat kangen berat sama kampung halaman…

    @Mas Heru : salam kenal kembali, salam dan sukses selalu

    @Mbak Muntamah : betul sekali itu gambar persawahan kulon SMEA Sawunggalih …apik yaa..
    Aku sendiri bukan dari SemDal , juga bukan asli Semawung Kembaran, tapi daerah sekitar situ aku sangat familiar , dan tentu kurindukan …ha..ha..

  4. nurrahman says:

    waaa…apik banget potone…aku pengen menikmati senja dgn seorang kekasih…seandainya….:D

  5. Anston says:

    Purworejo memang daerah idaman..
    yang selalu di rindukan ke indahanya..

  6. Raf says:

    @Mas Arif : lho… yang kemarin sama Sampeyan iku sopo …? wakakak..( sambil ngabur …)

    @Mas Anston : setuju Mas, setiap jengkal wilayah BERIRAMA bagiku indah. Makanya Ayo dong Mas Anston tulis ttg pedesaan di daerah Bruno. Saat ini Aku kalau arah ngalor paling pol cuman sampe Karang Duwur atau Kemiri Lor, seringnya malah belok kanan ke kota Pwr atau belok kiri ke Pituruh , padahal kalau ke Bruno tinggal lurus yaa….

  7. Anston says:

    bener banget..
    coba aja sekali kali lurus ke utara…
    skalian lihat curug muncar dan curug gunung condongnya…

    @ all ayo gabung di http://brunocommunity.webs.com

  8. Joko says:

    Kangen ingin ke Purworejo lagi hehe

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net