Sepakbola Purworejo, Apa Kabar …?

  9 - Jan - 2009 -   Raf -   16 Comments »

Di pelataran sepakbola nasional , kesebelasan dari wilayah selatan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Purworejo memang kalah ekpansif jika dibandingkan dengan kesebelasan pesisir Muria seperti PSIS Semarang , Persiku Kudus , Persijap Jepara dan PSIR Rembang yang sudah lebih dulu malang melintang di dunia sepakbola pro maupun semi pro Indonesia.

Jika dikelola dengan baik sepakbola sebenarnya bisa dijadikan ikon untuk mengerek prestise daerah. Lihat contoh bagaimana kota Jayapura bisa begitu terkenal berkat prestasi Persipura di kancah nasional atau kota Tondano dan Tomohon yang langsung tenar saat Persmin Minahasa mampu menyodok kemapanan tim dari wilayah Jawa dan Sumatra.

Padahal sebagai olahraga paling populer di dunia , tidak tertutup kemungkinan tersimpan bibit pemain unggul dari wilayah Kabupaten Purworejo. Namun karena hingga kini belum ada wadah yang memadai bibit – bibit tersebut belum bisa muncul ke permukaan.

Sepakbola Purworejo, dulu banyak diisi kegiatan turnamen yang biasa masuk kategori tarkam. Dari situ banyak memunculkan klub – klub dari beberapa daerah seperti PS Seribu Daya Kemiri , PS Siluman Sakti Pituruh , PS Sawunggalih Kutoarjo , PS Maron , dan beberapa klub dengan mengusung nama desa masing – masing. Walaupun kategori tarkam tetapi sekali waktu peserta ada yang berasal dari luar wilayah seperti DIY dan Kebumen .

Secara hirarki PSSI , perserikatan sepakbola Purworejo bernaung dibawah organisasi yang bernama Ikatan Sepakbola Purworejo ( ISP ) . Organisasi inilah yang diharapkan mampu membawa nama Purworejo ketataran yang lebih tinggi melalui sepakbola. Namun mengingat kondisi persepakbolaan nasional saat ini yang sedang mengalami lesu darah akibat masalah pendanaan yang diatur ketat , nampaknya tantangan bagi ISP tambah berat untuk berkiprah di level yang lebih tinggi lagi. Kesulitan utama karena rata – rata tim perserikatan di Indonesia pendanaannya melalui APBD. Beda cerita andai ada investor atau sponsor yang peduli dengan ISP dan bersedia menopang anggaran secara mandiri.

Mati Suri …?

Apakah dengan kondisi diatas lantas sepakbola Purworejo mengalami masa hibernasi …? Tentu saja tidak , di level lokal kompetisi berjalan dan beberapa turnamen digelar secara sporadik. Seperti yang diberitakan oleh harian Kedaulatan Rakyat terbitan DIY yang saya kutip dibawah ini menunjukkan bahwa sepakbola Purworejo masih menggeliat. Berikut petikannya :

“27/12/2008 09:03:01 PURWOREJO (KR) – Tim Al-Barokah Cokroyasan Kecamatan Ngombol menundukkan Tim Sawunggalih Kecamatan Kutoarjo, 3-2, dalam lanjutan kompetisi Pengcab PSSI Kabupaten Purworejo divisi utama tahun 2008, Jumat (26/12), di Lapangan Garnizun Purworejo. Dengan kemenangan ini, Al Barokah mengumpulkan nilai lima dari empat kali tanding. Sedang Sawunggalih mengantongi sembilan poin. Pada pertandingan divisi utama Sabtu (27/12), Muda Adikarsa berhadapan dengan Tim PS Seribu Daya Kecamatan Kemiri.

Al-Barokah memimpin menit ke-10 lewat Sulaiman. Dua menit kemudian disusul gol pemain yang sama. Al-Barokah kembali mencetak gol menit ke-32 melalui gelandang tengah Samsi Abdul Kohar. Sawunggalih membalas menit 16 dan 60 melalui gelandang kiri Muhammad Aryanto. (Nar) –e ”

Berita lain yang dilansir dari situs resmi Pemkab yaitu Purworejo.go.id melaporkan pada kamis 6 november 2008 bahwa :

Kesebelasan sepakbola Purworejo akhirnya menang telak 4 – 0 atas kesebelasan Kebumen dalam pertandingan Pra Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Jawa Tengah di stadion WR Soepratman ( 26/10 ). Empat gol tersebut dicetak oleh pemain andalan Laskar Bagelen , Angga Putrawan.

Atas kemenangan itu tim kesebelasan Purworejo berhak mewakili eks Karesidenan Kedu maju mengikuti pertanding tingkat propinsi Jawa Tengah yang rencananya akan berlangsung Juli 2009 di Surakarta

dst……………………………………………….

Dua kutipan berita diatas membuktikan bahwa sampai kini sepakbola Purworejo masih menggeliat walau masih berkutat pada tingkat lokal dan regional. Mudah – mudahan di Porprov nanti ‘timnas’ Kabupaten Purworejo bisa lebih gemilang.

Purworejo ’Boleh’

Sebuah torehan prestasi sepakbola Purworejo yang terbilang cukup manis seperti diceritakan oleh pelakunya sendiri Sdr. Yunaris yang menuliskan pengalaman pribadi selaku insan sepakbola Purworejo dan dimuat pada forum purworejokita.com patut dibanggakan dan menjadi contoh. Berikut sebagian besar petikannya :

” …………………………………………………………………………………………………………………

Tahun 1986, ISP Yunior ( Suratin 86) pernah lumayan berjaya dan hampir selangkah lagi mewakili Korwil IV Jateng DIY maju ke putaran final Piala Suratin di Senayan, tapi sayang waktu itu di final dikalalahkan Persipur Purwodadi di stadion Diponegoro Semarang. Saya tahu persis karena waktu itu saya juga tergabung sebagai salah satu pemain di team Suratin 86. Temen2 pemain yang lain yg masih aku inget a.l: Untung, Sanglir, Ali, Mamat Triplek, Nur Cahyo, Pratik, Ambar, Priyo, Ogek, Suryanto, Ngadiyanto (kiper), Haryadi, Eko, Parno, .. sopo maneh yo…. lali , Managernya Pak Muchson dan Pak Anton Rajagukguk, Pelatih Mas Bandi, Official pak Ucok….. itu yg aku inget…

dst……………………………………………………………………………………………………………………

Salam,

Yunaris (Yuyun) “

Kutipan catatan manis diatas semoga menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk berbuat maksimal memajukan sekaligus mengangkat nama Purworejo tercinta agar lebih dikenal secara positif. Terbukti bahwa saat bicara sepakbola Purworejo itu ‘boleh’ ( bisa ), hanya saja mutiara – mutiara itu belum ada yang mengasahnya agar lebih mengkilat.

Jika anda punya pengalaman , cerita , atau kisah seputar sepakbola Purworejo jangan ragu untuk sharing. Atau bahkan Anda ingin sebagai donatur bagi pengembangan sepakbola Purworejo ? wow ..tentu lebih baik lagi … sehingga harapan semua warga Berirama untuk melihat Laskar Bagelen ( begitu purworejo.go.id menjulukinya ) dijajaran elit sepakbola nasional bisa terwujud. Semoga..!!!!!

Category: berita, Tags: | posted by:Raf


16 Responses to “Sepakbola Purworejo, Apa Kabar …?”

  1. Tutut says:

    Sebenarnya Purworejo pun juga punya pelatih yang berkaliber nasional lo contohnya si ini Danurwindo http://id.wikipedia.org/wiki/Danurwindo …cuma kalo kesebelasan sama pemainya memang belum ada ya moga2 taun nanti ada yang jadi pemain nasional tinggal tunggu waktu aja. tapi mengingat kemaren pulang ker torjo dan lihat suasana lon-alon torjo yang jauh dari kesan lapangan sepak bola (bola gajah mungkin ye…)kayaknya muskil akan da bibit pemain bola disitu

  2. Raf says:

    Sehabis latihan sore di alon alon kta kan bisa minum wedang jahe ditenda2 kuliner untuk memulihkan stamina ..ha..ha..

    Tenang saja Mbak, bibit itu ada dimana2 … pemain top sekelas Drogba saja dulu dikampungnya latihan pakai lapangan seadanya… apalagi lapangan di Indonesia berumput tentu lebih baik kan…

  3. yogo says:

    Tul mas Raf..jaman kolo semono yen aku bal balan yo nyeker wong ra duwe sepatu malah garesku/sikil di gapraki karo lawanku nganti abuh abang biru,bale nganggo bal kalep yen kecebur blumbang tambah abot,yen ditendang nduwur karo kiper ra wani nyundul,yen kepekso nyundul sirah dadi kliyengan,terus yen wis rusak di potong2 kanggo step/penghapur tulisan nang sekolah.

  4. Pursito says:

    Biarpun lambat sebaiknya dimulai, dan harus ada fasilitas lapangan karena modal penting adalah lapangan, kalau lapangan saja sudah tidak ada maka, bibit yang perlu dibentuk menjadi malas. Bagaimanapun juga harus ada peran pemerintah daerah baik kabupaten, kecamatan dan kelurahan.
    Dan bukan hanya sepakbola tetapi olah raga secara umum perlu ditingkatkan.

  5. Raf says:

    @Mas Yogo : Bola karet saat itu sudah lebih ‘elit’ daripada bola plastik. Tapi beratnya minta ampun apalagi kalau sudah kecebur air, wuih ..minta ampun deh ….

    @Mas Sito : Betul Mas , sebelum lapangannya ( kalau didesa biasanya dari tanah kas desa atau bengkok ) diambil alih , lebih baik segera kembangkan sepakbola. Beberapa lapangan desa kini sudah menguap menjadi sawah atau komplek sekolahan

  6. edi says:

    wah kalau saya jaman thn 86 penonton setia, la namanya suryanto, sanglir itu temen2 sekolah sd ngeposan dan sma santa maria

  7. hery says:

    wah emang bener wilayah eks karisidenan banyumas dan kedu kok adem-ayem ya dengan sepakbola. Coba kalau ada satu daerah yang mendahului berprestasi pasti daerah tetangganya akan merasa malu. Ini yang terjadi didaerah Muria, hampir koran tiap hari isinya berita sepakbola yang saling membanggakan daerahnya, sehingga daerah yang tertinggal tertuntut untuk ikut bersaing. Ayo Purworejo awali Prestasi Sepakbola di selatan Jateng.

  8. lendheh_majir says:

    alon2 thorjo koyo opo saiki to? biyen aku nek bal2an nang alon2 sukete isih apik koq.

  9. agus-purwanto says:

    nanti baca juga di tulisan saya ” musim bal-balan telah berlalu” ..( dimuat to mas ), untuk lendheh_majir coba koling -koling di d460es_poer@yahoo.co.id, ditunggu mas jojon trims

  10. Gemblung says:

    Maaf OOT,
    Daftarkan diri Anda di Vaselinemen.com untuk mendapatkan 1 dari 4 tiket ke Piala Dunia 2010, 4 IPad, 10 Kamera Canon G-11.

  11. Divisi 2 musim depan…ayo dukung Purworejo!
    SAJIWA!

  12. moc basuki says:

    Rembang,kabupaten termiskin di jwa Tengah, yang tidak punya Universitas (sperti Purworejo,Purwokerto), tak punya mal/Matahari,Giant,Hypermart(sperti Purwokerto),tak punya bandara, taada betalyon, tidak dilewati kereta api, punya pesisir 65km tapi tak punya pelabuhan, tak punya kawasan industri, tetapi sepakbolanya maju sejak tahun 1990an. Mestinya kabuppaten yang maju dan modern seperti banyumas, purworejo,kebumen malu terhadap kabupeten Rembang<wilayahnya majudan berkembang kok sepakbolanya mandul.Kalo perlu lelakinya pake rok saja ok.Tankyou

    • wahyudi says:

      KALO MAU SUNGGUH2 SEPAKBOLA PWR MAU MAJU … DIBUTUHKAN UTAMA YAA DANA … PERLU MINIMAL 10M buat pembinaan per tahun, dari kompetisi maupun pembinaan klub dan pencari bakat, pelatih berkwalitas dst. JADI harus disesuaikan kemauan dan kemampuan, saya dulu Tinggal Di PWR, tiap sore nonton di Tahun 80an, ada PS Harapan, Ps Sawunggalih dan Ps. Maron dll, yg punya banyak bibit pemain lokal kampung bagus, tapi tak bisa berkembang sebab pembinaan berjenjang dan kwalitas pelatih minim, akhirnya yaa mereka yg berbakat cuma begitu gitu aja ! NGURUS BOLA ITU PERLU DUIT BUANYAK BROOO … jadi ukuran sekarang minim 10 M pertahun , itupun gak boleh pake APBD ! makanya perlu investor.. siapa yg sanggup brooo …?!

  13. moc basuki says:

    kalo memang sendiri tidak mampu, lebih baik bergaung bersama Kebumen, Temaggung,Wonosobo, Magelang, Banyuma, banjarnegara, Purbalingga,membentuk klub sepakbola BINTANS SELATAN, ato KEDU UNITED, ato KEDU Banyumas FC.Kekuatan ini bisa menyamaoi kekuatan Persebaya, PSIS bahkan gabungan Persiku Kudus dengan PSIR REmbang, Persijap dan Persekaba Blora. daripada berjuang sendirisendiri. Sepakbola itu mahal. PSIR Rembang kalo bertanding ke Perseman Manokwari di divisi utama butuh puluhan juta untuk ongkos bis ke Bandara Surabaya,Naik pesawat ke jayapura, lalu lanjut ke manokwari, terus bayar hotel untuk 25 orang, lalu ongkos baliknya lagi ke Rembang. Lha kalo Purworejo bertanding di divisi utama dengan klub dari Papua(PERSEMAN,PERSIRAM,PERSERUI), Maluku Tenggara(PERSEMALRA Tual),Sulawesi (PERSIBOM).OKe

  14. wahyudi says:

    yaa gimana mau ngembangkan bibit unggul pesepakbola Purworejo … kurangnya dana serta pelatih yg fokus, sebenarnya anak muda PWR yg bakal boal bisa saja ikut klub klub diluar pwr yg menjanjikan lalu mencoba ikut seleksi tim macam PPSM, Magelang, PSS sleman, PSIM Jogja, PSIS SEMARANG DLL, YG PENTING IKUT DULU …sebab jika para pesepakbola yg berbakat hanya nunggu di pantau .. waaa yaa sampai tuek gak bakalan terpantau sebab kita PWR kota kecil Broo ..

  15. Budi says:

    Kalau cuma 10M untuk pembinaan sepak bola sepertinya kok kecil ya, kalau dibandingkan dengan misal: kampanye terselubung lewat bansos dll. apalagi kalau membandingkan dengan angka korupsi yang dilakukan oleh oknum di Jakarta, 10M kecil. atpi utk Purworejo gak tahu, apa memang kurang anggaran. ada yang tahu anggaran pemda Purworejo untuk olah raga, khususnya sepak bola?

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Purworejo Go…!!! Internasional

8 - Feb - 2009 | Raf | 13 Comments »

Rekor Purworejo

14 - Feb - 2009 | sondonk | 14 Comments »

Properti : Alih Fungsi Lahan Pertanian

28 - Aug - 2008 | Raf | 15 Comments »

android

24 - May - 2010 | ardi | 2 Comments »

Silaturahmi Warga K3 Kutoarjo se-JABODETABEK

28 - Sep - 2010 | Raf | 2 Comments »

© copyleft - 2009 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net