Teman Sejati

  15 - Dec - 2008 -   a *NaGaReBoSHi* -   1 Comment »

Pernahkah kalian merasa dikucilkan? Pernahkah kalian merasa sendiri? Apakah kalian lebih suka menyendiri dari pada bermain bersama teman? Mungkin kalian pernah merasa sendiri, ketika kita sendirian siapa yang menemani kita? Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin sering kita tanyakan pada diri kita sendiri, ketika kita duduk termenung sendirian memikirkan nasib kita atau sedang termenung mengkhayalkan cita-cita kita. Sering kita merasa sendirian dan tidak mempunyai teman. Padahal tidak begitu teman akan ada untuk kita kalau kita mencarinya. Kita tidak akan mendapatkan teman, jika hanya berdiam diri saja.

Sebenarnya yang dimaksud teman itu apa sih? Teman, menurut KBBI edisi ketiga adalah kawan, orang yang bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan), atau lawan (bercakap-cakap). Teman juga bisa diartikan sebagai seseorang yang tahu tentang diri kita dan kita sukai, tetapi bukan saudara. Hubungan pertemanan yang lebih dari teman biasa, biasa kita kenal sebagai sahabat. Lebih dari teman, sahabat itu seseorang yang tahu betul tentang kita, selalu membantu kita saat senang maupun sedih, dan yang mengarahkan kita kembali ke jalan yang benar ketika kita melakukan kesalahan. Sulit untuk mendapatkan teman, apalagi seorang sahabat yang cocok dengan kita. Maka dari itu, janganlah menyia-nyiakan seorang teman atau sahabat.

Baru-baru ini sedang maraknya hubungan pertemanan yang berkelompok. Umumnya kita menyebutnya dengan “geng.” Sebenarnya geng itu apa sih? Geng dapat dipandang melalui dua sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Kalau dipandang dari sisi positif geng dapat dimaksudkan kelompok remaja yang mempunyai kesamaan latar belakang sosial, sekolah, daerah, dsb. yang membentuk suatu organisasi yang mempunyai tujuan yang jelas dan positif. Sedangkan kalau dipandang dari sisi negatif geng dapat diartikan sebagai suatu gerombolan, kumpulan beberapa remaja yang tidak mempunyai tujuan yang jelas, dan cenderung mempunyai hasrat tinggi untuk memenuhi hawa nafsunya tanpa memikirkan akibatnya. Ironisnya masyarakat umumnya memandang geng ini dalam sudut pandang yang negatif. Kenyataannya memang begitu, banyak geng-geng yang malah tidak bermanfaat sama sekali. Mereka malah meresahkan masyarakat. Baru-baru ini yang sedang marak adalah geng motor yang ada di Bandung, Jawa Timur. Masyarakat merasa risau dengan keberadaannya geng motor ini.

Tak hanya masyarakat yang merasakan dampak buruk adanya geng-geng ini. Para anggota geng itu sendiri—sering tidak menyadari—juga mendapatkan dampak buruknya. Tak jarang banyak para pemuda beprestasi tejerumus pada pergaulan yang tidak sehat ini. Mereka terpengaruh oleh temannya sendiri tanpa disadari. Pengaruh buruk itu malah mereka anggap itu sebagai ciri gaul yang sebenarnya ciri gaul ini bukanlah hal yang positif, seperti, pulang larut malam, merokok, sampai ke narkotika.

Dalam setiap geng ini tentunya mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Setiap geng mempunyai peraturan sendiri terhadap anggota geng itu sendiri. Tak jarang sering terjadi perbedaan pendapat antar geng. Perselisihan ini banyak sebabnya. Bisa karena adanya peraturan yang bertentangan antar geng, misal geng motor wajib memakai baju hitam saat berkumpul, sedangkan geng mobil wajib memakai baju putih saat berkumpul. Perbedaan peraturan yang sepele ini dapat menimbulkan perselisihan yang serius yang dapat berujung pada tawuran antar geng, mengingat kondisi jiwa mereka—umumnya masih remaja—masih labil. Yang tak kalah sepelenya juga, masalah cewek. Misal, ada seorang anggota geng motor, sebut saja Badu, menyukai seorang cewek, sebut saja Ani. Ani, juga disukai oleh seorang anggota geng mobil, sebut saja Cecep. Suatu saat Ani mengajak keduanya jalan. Sifat mereka yang sangat mudah emosi membuat mereka tidak terima untuk saling bersaing dengan sehat. Mereka lebih memilih jalan yang lebih mudah, yaitu membuktikan mana yang lebih kuat. Padahal, cara ini sangatlah beresiko. Tak hanya Cecep dan Badu yang berselisih, tetapi juga anggota geng lainnya. Sehingga terjadilah perselisihan dan pertengkaran antar geng.

Perselisihan ini banyak macamnya, ada tipe-tipe geng yang suka untuk tawuran dengan geng lain ketika berselisih. Mereka kebanyakan mengancam geng lain dan mereka menganggap geng lain pengecut, jika tidak mau menuruti permintaannya. Tentu saja geng tersebut merasa tersinggung, sehingga dengan tidak segan mereka melayani ancaman itu. Ada juga saat berselisih mereka menutup diri dengan pergaulan dan merasa dirinyalah yang paling benar. Walau kelihatannya tipe yang pertama itu lebih berbahaya, tetapi kenyataannya tidak, tipe kedualah yang sangat berbahaya.

Mengapa dikatakan berbahaya? Bahayanya bukan ketika mereka berdiam diri. Bahayanya, yaitu ketika mereka menutup diri dengan pergaulan luar. Mereka menjadi tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Mereka lebih mementingkan kepentingan gengnya dari pada mengurusi kepentingan lainnya. Mereka menjadi pendiam dan cenderung mereka baru berbicara ketika berada di lingkungan gengnya dengan sesama anggota geng tersebut.

Keadaan itu sangat berbahaya. Mereka yang dari dunia luar—tidak menjadi anggota geng—kemudian malah mengucilkan mereka karena mereka bersikap tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Lama-kelamaan keadaan ini akan menimbulkan terbentuknya gap antara geng tersebut, geng lain, dan dunia luar. Pergaulan mereka terbatasi. Teman yang kita punya menjadi lebih sedikit. Kemudian saat telah terbentuk gap, tambah sering frekuensi mereka untuk berselisih. Gap ini membuat mereka mengelompok. Tidak ada yang disebut rasa sosial, kebersamaan, dan kepercayaan pada orang lain lagi. Kemudian mulai muncul adanya pengecualian-pengecualian. Hal ini dilarang dilakukan oleh geng ini, hal itu dilarang oleh geng itu. Misalnya saja, tempat nongkrong. Tempat nongkrong ini hanya diperuntukkan oleh geng motor, bila seseorang dari geng lain menempati tempat itu, entah untuk apapun, maka orang itu dan gengnya akan dimusuhi oleh geng motor, yang ujungnya bisa terjadi perkelahian. Tak hanya tempat nongkrong, cafe, dan tempat-tempat umum lainnya pun terdapat pengecualian.

Hal itulah yang sangat ditakutkan. Mereka kemudian hanya mengurusi kepentingan gengnya sendiri. Mereka tidak peduli dengan masa depan mereka dan masa depan tempat kelahiran mereka. Apa jadinya bangsa ini, jika para pemuda mulai menjadi anggota geng-geng yang konotasinya negatif itu?
Hal yang mirip tentang gap antar kelompok, pernah dikatakan oleh John Grisam dalam novelnya yang berjudul “A Time to Kill.” Dalam novelnya ini John Grisam menceritakan tentang penganiyaan yang dilakukan oleh dua orang kulit putih, Billy Ray Cobb dan Pete Willard, terhadap seorang gadis negro kecil, Tonya. Sesaat setelah mereka selesai diadili, mereka sudah ditunggu oleh ayah Tonya, Carl Lee. Carl Lee menembak mati kedua orang kulit putih itu. Berbeda dengan gap yang diakibatkan geng yang menutup diri pada dunia luar, gap yang terjadi ini disebabkan oleh kedua peristiwa pembunuhan tersebut. Gap yang terjadi ini tidak tanggung-tanggung, seluruh anggota masyarakat terbagi menjadi dua golongan, golongan kulit hitam yang membela si gadis kecil Tonya dan ayahnya, Carl Lee, dan golongan kulit putih yang membela Billy Ray Cobb dan Pete Willard. Tak hanya pengecualian yang terjadi, tetapi juga perusakan-perusakan fasilitas umum. Semua warga menjadi anarkis dan tidak menghiraukan akibatnya.

Mengerikan, bukan? Jangan sampai kita ciptakan gap antar anggota masyarakat kita sendiri. Gap hanya membuat sengsara. Dan janganlah membentuk geng-geng karena lebih banyak dampak negatifnya dari pada dampak positifnya. Tak ada rasa kebersamaan dan rasa sosial lagi. Oleh karena itu, kita harus menjaga rasa kebersamaan kita terhadap teman-teman dan lingkungan sosial disekitar kita, agar tidak terjadi gap yang akibatnya sangat mengerikan ini.

Berikut beberapa tips untuk menjaga rasa kebersamaan dan rasa sosial dengan teman dan lingkungan masyarakat sekitar kita. Pertama, carilah teman sebanyak-banyaknya. Mencari teman memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi janganlah memandang sempit, pandanglah jauh ke depan. Coba bayangkan kalau kita mempunyai banyak teman, pasti sangatlah asyik kita bisa mendapatkan berbagai macam nasihat dan pengalaman dari teman-teman kita, dan tentunya kita tidak hanya bergantung pada satu atau dua teman saja, tetapi banyak teman yang dapat membantu kita. Kedua, jangan membeda-bedakan teman. Membeda-bedakan teman hanya akan berakibat buruk bagi kita. Kita bisa dikucilkan dari pergaulan gara-gara kita membedakan teman. Orang lain menjadi tidak suka dengan kita karena sikap kita yang seperti itu. Maka dari itu, bertemanlah dengan semua orang yang baik. Ketiga, berhati-hatilah ketika mencari teman. Kehati-hatian sangat diperlukan dalam mencari teman. Kita bisa salah mencari teman, kalu kita tidak hati-hati. Terbuka memang baik, tetapi jangan terlalu terbuka. Sehingga kemungkinan mendapat teman yang tidak baik mengecil. Jika kita sudah terlanjur mendapatkan teman yang salah, jangan kucilkan teman itu, tetapi jangan juga mengikuti tingkah lakunya. Cukuplah kita hanya mengenalnya saja. Keempat, carilah teman sejati dari teman-teman yang kita punya. Teman sejati itu selalu ada untuk kita ketika kita sedang dalam susah, sedih, dan bahagia. Teman sejati itu yang dapat memberikan kita nasihat-nasihat yang baik, yang mengarahkan kita, dan yang meluruskan jalan kita ketika kita berada di jalan yang salah. Mencari teman sejati haruslah hati-hati, jangan sampai mendapatkan teman sejati yang salah.

Tips-tips tersebut dapat kita gunakan untuk mencapai lingkungan pergaulan yang indah, penuh rasa solidaritas, dan rasa kebersamaan.

Diambil dari artikel di blog author di http://www.anonagareboshi.co.cc/2008/11/teman-sejati.html

Category: blog,cariteman, Tags: , | posted by:a *NaGaReBoSHi*


One Response to “Teman Sejati”

  1. Gobet says:

    mecari teman sejati adalah paling susah dibanding mencari teman biasa. . . . .

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Forum Purworejo mau Migrasi ke WordPress

14 - Nov - 2008 | meds | 14 Comments »

LEGENDA SUMPAH “BANYU MENDIRO”

23 - Nov - 2009 | slamet wijadi | 49 Comments »

penanggalan jawa

21 - Nov - 2009 | cahkroyo.85 | No Comments »

Hamil dan Resikonya ( Kontraksi yang Menyakitkan )

16 - Mar - 2014 | slamet_darmaji | 2 Comments »

BANDARA CONGOT AKAN TERWUJUD????

4 - Jun - 2012 | massito | 2 Comments »

Related Post

Yang Mencari Teman Di Purworejo

17 - Sep - 2007 | meds | 229 Comments »

My Timeless Mistery of Love, Krisbandono

4 - Jul - 2009 | Rta Wahyu. MR | 5 Comments »

Teman Sejati

15 - Dec - 2008 | a *NaGaReBoSHi* | 1 Comment »

informasi kerukunan orang purworejo di kaltim

21 - Mar - 2009 | eko_juli | 7 Comments »

Salam Untuk Semua

13 - Dec - 2008 | oetoet | 1 Comment »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net