GANYONG

  13 - Dec - 2008 -   cahmbegelen -   11 Comments »

Masih ingat tanaman satu ini, dulu waktu kecil dan masih di Purworejo Aku sering makan Ganyong. Makanan yang di rebus atau yang di buat jenang. Rasanya nikmat sekali. Tanaman Ganyong (Canna edulis Ker.) berasal dari Amerika Tropika, dan telah tersebar ke Asia, Australia, dan Afrika. Umbi mudanya di Amerika Selatan dimakan sebagai sayuran, dan kadang digunakan sebagai pencuci mulut. Sekarang, Ganyong sudah dibudidayakan teratur di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Lampung, dan Jawa Barat.

Ganyong cukup berpotensi sebagai sumber hidrat arang. Data Direktorat Gizi Depkes RI menyebutkan bahwa kandungan gizi Ganyong tiap 100 gram secara lengkap terdiri dari kalori 95,00 kal; protein 1,00 g; lemak 0,11 g; karbohidrat 22,60 g; kalsium 21,00 g; fosfor 70,00 g; zat besi 1,90 mg; vitamin B1 0,10 mg; vitamin C 10,00 mg; air 75,00 g.

Umbi yang dewasa dapat dimakan dengan mengolahnya lebih dulu atau untuk diambil patinya. Sisa umbinya yang tertinggal setelah diambil patinya dapat digunakan sebagai kompos. Sementara pucuk dan tangkai daun muda dipakai untuk pakan ternak. Bunga daunnya yang cukup indah dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Kita mengenal Ganyong dengan banyak nama daerah. Ada yang menyebut sebagai “buah tasbih”, “ubi pikul”, “ganyal”, “ganyol”, atau pun “sinetra”. Sedangkan nama asingnya quennsland arrowroot. Sementara ini, sekurangnya ada dua provinsi sebagai sentral Ganyong, yakni Jawa Tengah (Klaten, Wonosobo, dan Purworejo), dan Jawa Barat (Majalengka, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Garut, Lebak, Subang, dan Karawang).

Lalu, Ganyong itu sebetulnya untuk apa? Biasanya dikonsumsi sebagai camilan. Ganyong direbus, lalu dimakan. Rasanya pulen kemanis-manisan dan bergizi cukup tinggi, terutama kandungan karbohidratnya.

Menurut produsen keripik ganyong dan tepung ganyong, pada dasarnya untuk pemasarannya tidak masalah. Barangkali karena tingkat persaingan belum tajam, sedangkan pertumbuhan konsumsinya terus bertahan. Malahan tak menutup kemungkinan, produk olahan Ganyong tersebut bisa diekspor.

Selain itu, Ganyong juga dapat mengatasi beberapa penyakit, yaitu:

Panas dalam

Umbi ganyong 30 g; Rimpang temu lawak 30 g; Air 700 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat 2 kali sehari

Radang saluran kencing

Umbi ganyong 40 g; Daun kumis kucing 30 g; Akar alang-alang 20 g; Air 600 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat pagi dan sore

Bibit Ganyong dapat diperoleh lewat umbi atau anakan. Tradisinya lebih cenderung menggunakan bibit anakan. Setelah bibit siap, segera siapkan pula lahannya. Tanah dicangkul sedalam 30 cm sampai gembur, dan biarkan selama sekitar 15 hari. Setelah itu, dicangkul lagi sambil dibuatkan guludan-guludan, dengan ukuran lebar 40 – 60 cm, tinggi 25 – 30 cm, dan panjang disesuaikan kondisi lapangan. Jarak antar-guludan sekitar 10 – 100 cm. Buatkan lubang tanam sedalam 10 – 15 cm, dengan jarak-lubang biasanya 30 x 30 x 30 cm. Bibit anakan dimasukkan ke lubang tanam, lalu ditimbun dengan tanah.Setelah ditanam, lakukan perawatan dan pemeliharaan. Penyiangan dilakukan sebulan sekali, bersamaan dengan penggemburan tanah dan guludan. Di samping itu, lakukan juga pemupukan. Serangan hawa dan penyakit hampir-hampir tidak ada. Pasalnya, populasi dan penyebaran Ganyong masih terbatas.

Pemanenan Ganyong bergantung tujuan penggunaannya. Bila untuk umbi rebus yang langsung dimakan, maka petiklah Ganyong muda berumur 6-8 bulan. Sebaliknya, jika akan digunakan untuk pembuatan produk pati atau tepung bisa dipanen tua (15-18 bulan)

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin terpuruk menjadi faktor kemampuan daya beli masyarakat menjadi turun, sudah seyogyanyalah pemerintah bersama masyarakat menggalakkan kembali pemanfaatan sumber pangan lokal yang justru lebih murah, mudah dijangkau dengan kandungan gizi yang tidak kalah baiknya. Marilah kita semua berusaha memanfaatkan sumber hidrat arang dari bumi Indonesia dengan menggali dan menjadikannya sebagai bahan pangan dan hidangan tradisional dan modern supaya tercipta upaya penganekaragaman pangan menuju pola makan sehat.

Sumber : Matoa

Category: berita, Tags: | posted by:cahmbegelen


11 Responses to “GANYONG”

  1. yogo says:

    Ada lagi tanaman yg sejenis namanya erut, Tawang (minahasa), asingnya arrowroot mungkin karena lidah org jawa tdk bisa ngucap bahasa asing jadinya erut saja,atau karena bentuknya yg berkerut kerut.Dan masih banyak lagi jenis umbi umbian yg perlu di lestarikan lagi seperti suweg/uwi, gadung.

  2. Gobet says:

    kerut luweh enak karo ganyong nek di gawe balung kowok rodo atos semu2 semu legi nikmat terus gadung .. opo maneh musim udan udad udud mangan ganyong terus ngopi gerrr gerrr . . . . .

  3. Galuh says:

    Gimana ngolah ganyong rebus biar jadi makanan dan minuman?

  4. sudaeni says:

    ngomong-ngonmong soal ganyong dan erut, itu adalah menu makanan yang paling ideal untuk disantap pada saat musim hujan. Sambil kongkow-kongko kita makan ganyong atau erut yang dibakar/ direbu. Soalnya ganyong itu mengenyangkan tapi gulanya kurang, jadi mungkin cocok untuk penderita diabet( hayoo siapa yang dokter atau mahasiswa, coba diteliti …!)

    Cuma sayang dulu pernah ada progran peberantasan ganyong dan erut pada masa orba karena diangkap tanaman yang kotor dan tidak berguna, padahal pathi erut adalah pathi dengan kualitas nomor satu untk dibuat makanan yang lezaaaat!!!( jadi ngiler nich..)

  5. Priyanto says:

    ganyong…aku seneng ganyong.jhony u kelingan pak “NUR”…”ojo nyerek2 wet Genyong le nggolek wesi…HIKHIKHIKHIKHIK.teringat masa lampau.ganyong iku selain rasane legi,iso nggo tombo loro weteng…weteng loro mergo ngeleh maksute,wakakakakakakakakakakak…..

  6. Admadji says:

    inyong tah wis ora doyan ganyong mergo pereke inyong wis langka dadi pan ngromet apa maning anggere ana tah nguntal ya gelem

  7. 726556 says:

    726556 beers on the wall.

  8. Hi! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be okay. I’m undoubtedly enjoying your blog and look forward to new posts.

  9. iebe says:

    mau tanya, ada contact person penjual umbi ganyong tidak? saya lagi pencari umbi ganyong untuk dilakukan penelitian, terima kasih

  10. sugino says:

    Saya butuh umbi ganyong skala besar.kami olah utk tepung ganyong.bila ada yg bisa suplai hub sugino hp 081393 039 888

  11. Ekowati says:

    Mohon informasinya bila ada yang mengetahui pabrik/produsen pati erut di sekitar purworejo. Saya ingin mampir ke sana kalau pulkam besok. Ini email sy : eko.wati18@yahoo.com
    Terima kasih atas kebaikannya

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

SDN Mudal, Purworejo Roboh

13 - Nov - 2008 | cahmbegelen | 3 Comments »

Piye Kabare Purworejo???

23 - Jan - 2009 | lentera-ijo | 14 Comments »

Digelontor 750 juta per Desa, Bisakah Rakyat Purworejo Sejahtera ?

20 - Dec - 2013 | indra.ngombol | 4 Comments »

Desember Kelabu, Banjir desaku

23 - Dec - 2013 | Adi Degreen | 8 Comments »

Rekor Purworejo

14 - Feb - 2009 | sondonk | 14 Comments »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net