Mencari Celah mengembangkan potensi.

  26 - Jul - 2008 -   massito -   4 Comments »

Kab. Purworejo yang berbatasan dengan laut selatan belum termanfaatkan dengan optimal. Penduduk yang tinggal dipesisir selatan belum banyak yang dapat memanfaatkan laut yang mengandung berbagai tambang penghasilan. Yang paling nyata adalah nelayan, nelayan yang ada belum maju, saya tidak tahu apakah faktor ombak yang besar menjadi kendala.

Tetapi sesama pantai selatan, didaerah jawa Timur maupun jawa Barat banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai nelayan. Masalahnya juga barangkali kekurangan modal, ya terserahlah faktanya begitu. Selain hal tersebut diatas, bagi yang hidup sebagai petani, masih banyak yang mengkhususkan diri sebagai petani padi, yang masih banyak terikat dengan tradisi. Seharusnya sudah berani mengambil terobosan. Tahun 70an, daerah Wingko pernah ada yang sukses menanam jeruk, tapi sampai ditingkat itu, untuk kelanjutannya, berhenti lagi. Beberapa warga ada yang mencoba beternak ayam, satu dua ada yang bertahan sampai 20 tahun, dan sekarang sudah berhenti. Salah satu kendala yang dialami adalah pemasaran. Waktu kerja rata2 kebanyak warga petani masih rendah. Kalau musim sawah rata2 orang bekerja pagi jam 7 s/d jam 9 dan sore jam 2 s/d 5, berarti sehari 5 jam kerja. Sedangkan musim sawah dalam satu tahun paling hanya 4 bulan, 8 bulan lain merupakan waktu tunggu antara menunggu panen dan menunggu datangnya hujan. Kalau hasilnya dirasa masih rendah adalah wajar karena jam kerjanya rendah. Sebagai contoh, didaerah Purwokerto, kalau lagi kerja disawah jam 11 baru pulang, kadang2 jam 1 masih ada yang disawah, ini bisa dihitung berapa jam sehari. Untuk memajukan petani perlu ada penyuluhan bagaimana supaya petani berani mencoba berbagai jenis tanaman yang mungkin cocok ditanam didaerah purworejo selatan khususnya, yang sebagaian besar petani sawah basah. Para tokoh perlu diajak bicara, supaya idenya dapat dicerna oleh para warga petani. Mudah2 an ada yang memperhatikan.

Category: potensi,usulan, Tags: | posted by:massito


4 Responses to “Mencari Celah mengembangkan potensi.”

  1. Cara paling mudah dan dihalalkan untuk hal ini adalah MENCONTEK !! , ya.., mencontek daerah dengan demografi dan topografi yang sama tapi lebih maju, bagaimana cara mereka bisa maju.

    Selama ini masih jarang terlihat ada rombongan warga desa yang studi banding ke wilayah lain yang daerahnya jauh lebih maju. bila rombongan terlalu besar biayanya, cukuplah perwakilan yang BISA menceritakan dengan detil dan bisa memotivasi warga desa.

    semua berawal dari desa, bila ada desa yang sudah maju maka tetangga tetangga desa nya bisa mengikuti.memang berat menjadi pemula, tapi semua bergantung pada semangat kita untuk berubah

  2. Adi degreen says:

    Saya melihat dikampung saya banyak lahan / tepi jalan di sawah nganggur. Padahal bisa ditanami pohon pelindung / pohon buah. Saya juga melihat ketika selesai panen sawah kering dibiarkan saja, padahal bisa ditanami palawija seperti, timun, jagung, semangka, cabe dll. Lalu banyak perantau yang belum dimanfaatkan partisipasinya ( donatur ) . Padahal jumlah perantau di Jabodetabek DLL sangat banyak. Sayang banyak potensi yang belum dimaksimalkan.

  3. memang ada perbedaan karakter mendasar antara petani padi dan petani hortikultura mas, petani padi hanya di sawah saat masa pengolahan tanah, sampe masa tanam selesai, setelah itu padi bisa dibiarkan sampai panen, jadi ada masa menganggur saat menunggu masa panen, sebagian petani beralih menjadi pedagang musiman atau buruh musiman di kota pada masa menganggur ini

    untuk petani hortikultura, mereka harus selalu ke sawah TIAP HARI sampai panen, karena kalo digantikan tenaga buruh biaya nya sangat mahal, harus lebih perhatian pada tanamannya karena lebih rawan serangan hama, modal lebih tinggi sehingga menggadai sertifikat ke bank untuk modal adalah kebiasaan, dan siap menanggung berbagai resiko seperti gagal panen maupun anjloknya harga hortikultura yang memang fluktuatif

    untuk lahan kering memang sebenarnya bisa dikerjakan, untuk penanaman pohon keras butuh waktu tahunan untuk memetik hasil, jadi harus sabar

    Potensi yang masih terbuka adalah tenaga yang menganggur saat menunggu masa panen, bila ada yang bisa dikerjakan, itu bisa menambah keterampilan, dan bila sudah saatnya bisa diarahkan menjadi produksi yang siap dipasarkan

  4. pursito says:

    Terima kasih Mas Indra dan Mas Adi telah memberi masukkan bagi siapa saja yang membaca tulisan ini, memang tidak mudah merubah kebiasaan yang sudah turun menurun, seperti yang ditulis mas Indra perlu adanya studi banding ke daerah lain, saya setuju.
    Selain itu perlu juga ada niatan untuk berubah dari masyarakat desa, ada sudah ada kemauan pasti ada jalan.

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Wisata Purworejo, Curug Silangit Curug 3 Tingkat

18 - Apr - 2009 | budiqof | 20 Comments »

Duren Kaligesing Lan Sejatining Hurip

11 - Jan - 2012 | masdodi | 16 Comments »

paguyuban tani bangkit

19 - Feb - 2010 | singgih | No Comments »

Durian Purworejo

23 - Jan - 2009 | geblex | 8 Comments »

Purworejo produksi Biodiesel Nyamplung

25 - Mar - 2012 | meds | 1 Comment »

Related Post

Feodal dan Power Distance

20 - Dec - 2008 | nurrahman18 | 11 Comments »

Mencari Celah mengembangkan potensi.

26 - Jul - 2008 | massito | 4 Comments »

Foto-foto Purworejo 2

21 - Jan - 2009 | meds | 20 Comments »

Lagu Buka Sitik Jos untuk Mencegah Korupsi

6 - Sep - 2013 | indra.ngombol | 1 Comment »

Jurus Jitu Atasi Kemacetan dan Kebijakan Mobil Murah

15 - Sep - 2013 | indra.ngombol | 2 Comments »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net