Bertani organik ala Sutomo Di Wingkomulyo

  10 - Jul - 2008 -   meds -   7 Comments »

Pertanian organik merupakan suatu sistem pertanian yang mendorong terbentuknya tanah dan tanaman sehat dengan melakukan praktik-praktik budi daya tanaman seperti daur ulang unsur hara, pergiliran tanaman, pengolahan tanah yang tepat, serta menghindari pupuk dan pestisida sintetik.

Guna mendukung pertanian lestari, maka pemanfaatan bahan organik yang berasal dari tanaman dan hewan harus dilaksanakan secara maksimal dan berkelanjutan, mengingat sejak digunakannya bahan kimia sintetik dalam pertanian, maka fungsi tanah yang sesungguhnya menjadi hilang.

Hal tersebut karena tanah dipandang sebagai obyek belaka tanpa menghiraukan kelestariannya. Salah satu indikator (tolok ukur) menurunnya tingkat kesuburan tanah adalah semakin banyaknya penggunaan pupuk buatan per satuan luas untuk upaya mempertahankan tingkat produktivitas. Ini menyebabkan mikroba penyubur tanah semakin berkurang.

Menyadari hal ini muncul pemahaman dalam diri saya:

1.Telah menjadi keyakinan umat beriman bahwa sejak awal mula Tuhan YME menciptakan manusia, bumi beserta isinya adalah baik adanya.

2.Sebagai umat yang beriman dan bertakwa kita wajib dan berkewajiban serta sadar, bertanggung jawab untuk merawat, memanfaatkan, menjaga serta melestarikan bumi dan isinya, baik secara perorangan maupun kelompok. Di sini kelompok merupakan gerakan sosial bukan gerakan politik atau agama.

Pertanian lestari Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia buatan. Upaya tersebut dicapai antara lain dengan menggunakan: benih lokal, pupuk kandang, pupuk hijau, jerami dan sebagainya, serta sistem pengendalian hama menggunakan ramuan-ramuan nabati/pestisida alami, menanam penangkal hama (seperti kemangi, kenikir, bayam ersi).

Sedangkan pertanian lestari adalah pertanian yang berkelanjutan sampai bisa diwariskan kepada anak cucu hingga turun temurun. Pertanian lestari juga bersifat aman bagi tubuh manusia dan menyelamatkan sesama.

Sehingga petani lestari adalah petani yang membudidayakan atau melakukan budi daya dengan menggunakan: bibit lokal, pupuk organik, melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan cara-cara alamiah dan ramuan-ramuan alamiah.

Petani yang berwawasan lingkungan ini memegang teguh pada prinsip:

  1. menguntungkan;
  2. tidak merusak lingkungan;
  3. sesuai dengan budaya setempat; d)berkeadilan sosial;
  4. hidup hemat dan gemar menabung, serta menghindari sikap hidup boros, bergaya hidup untuk lebih mendasarkan pada kebutuhan dan bukan untuk menuruti keinginan.

Model pertanian organik, oleh karena itu, menurut saya adalah model pertanian masa depan yang akan mampu membawa kesejahteraan masyarakat atau petani dan membuat petani mandiri dalam pengertian tidak bergantung (bibit, pestisida, pupuk dan pemasaran).

Namun sampai sekarang model pertanian yang saya rintis dari tahun 1996 ini masih merupakan perjuangan yang berat karena harus menetang arus deras dan besar serta kuat. Saya mampu menghidupi aliran arus kecil. Oleh karena itu masih banyak keprihatinan serta memerlukan perjuangan tiada henti.

Sutomo (41) adalah petani organik bertempat tinggal di Wingkosanggarahan Rt2/Rw2, Ngombol, Purworejo.

(Catatan: tulisan diambil dari buku “Belajar dari Petani. Kumpulan Pengalaman Bertani Organik,” editor Wangsit St dan Daniel Supriyana, diterbitkan oleh SPTN-HPS – Lesman – Mitra Tani.)

Pengirim Tulisan: suparno jumar, liano99@yahoo.co.id
dikutip secara utuh dari: Mas Nurcahyo di www.indonesiaindonesia.com.

Category: desa,pertanian, Tags: | posted by:meds


7 Responses to “Bertani organik ala Sutomo Di Wingkomulyo”

  1. Mas Sito says:

    mas Tomo, sabar dan berjuang terus, setiap perubahan selalu akan tantangannya. Bertani di wingko selama ini setahun 2 kali, karena keterbatasan air, kalau ada air, katanya tidak biasa tanam sampai 3 kali. Harusnya pada musim kemarau perlu ditanam tanaman ditanah kering dan umurnya pendek, sehingga waktu hujan tiba, tanaman tersebut sudah panen. Daripada nganggur.

  2. kagem mas osela wonten punopo ?

  3. indr@ says:

    wah cah wingkorjo mampir kiye..

  4. ngatino says:

    wingkone ngendi ki,..aku duwe konco cah wingko
    sekolahe nanng sma pacasila, jennegi
    triyulianto anake kepsek sma ii purworejo
    trus okeh….sih
    hub aku/ email: ckrgtino@gmail.com

  5. adriano says:

    salam sejaterah pak Sutomo. saya senang sekali dengan pertanian saya bergaul dengan pertanian sejak SD kelas 2. mendengar pertanian organik saya senang dan bangga sekali karena ini akan mengubah kehidupan masyarakat karean masyarakat tidak susah untuk menghasilkan pupuk. saya mau bertanya” bagaiamana membuat EM4 secara organik? bahan apa saja yang dibutuhkan! terima kasih

  6. adriano says:

    Pak Sutomo saya sangat mengharapkan penjelasan. penjelasan bisa pak kirim di email saya. adriano.timor@yahoo.co.id

  7. siswoprasojo says:

    Weleh weleh Dik tomo. Selamat yooo. aku nang merauke karo suyit ucapkan selamat aja buat kowe lan salam wae kanggo wong ngomah sigro pinggir kuburan. Nggone duwik

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Desa Mangunrejo Almarhum

14 - Mar - 2009 | slamet wijadi | 41 Comments »

Mengenal Desa Pasaranom, Grabag

13 - May - 2008 | meds | 17 Comments »

Bertani organik ala Sutomo Di Wingkomulyo

10 - Jul - 2008 | meds | 7 Comments »

SMPN 17 PURWOREJO

11 - Feb - 2009 | fadly | 28 Comments »

Apa Kabar Stasiun Jenar?

19 - Jan - 2015 | Febri Aryanto | 5 Comments »

Related Post

Kambing Purworejo

23 - Jan - 2009 | lentera-ijo | 9 Comments »

Gedang Pank

14 - Mar - 2009 | Anston Bruno | 8 Comments »

Durian Purworejo

23 - Jan - 2009 | geblex | 8 Comments »

Ketika Kita Gagal Mempertahankan Kemerdekaan Ekonomi

16 - Aug - 2013 | indra.ngombol | 6 Comments »

Bertani organik ala Sutomo Di Wingkomulyo

10 - Jul - 2008 | meds | 7 Comments »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net