Mengenal Desa Pasaranom, Grabag

  13 - May - 2008 -   meds -   17 Comments »

Desa Pasaranom adalah desa yang terletak bagian selatan Kabupaten Purworejo, desa nomor dua dari pantai selatan pulau Jawa. Desa ini berjarak sekitar 5 km dari Ketawang arah ke barat, 3 km dari perbatasan Purworejo – Kebumen, dilewati jalan alternatif jalur selatan: Jalan Daendels. Mungkin pembaca ada yang tahu, apa hubungannya dengan Jalan Raya Post yang dibangun oleh Daendels dari Anyer – Panarukan?


Desa Pasaranom memiliki 2 RW dan 4 RT, ada dua karang (desa terpisah dengan induknya) Karang Jiat masuk RW 1 dan Karang Cingkrang masuk RW 2. Wilayahnya memanjang sekitar 2 km, sebelah timur berbatasan dengan desa Munggangsari, sebelah barat dengan desa Ukirsari, sebelah selatan dengan desa Kertojayan, sebelah utara dengan desa Sumberagung dan Bakurejo. Pasaranom memang desa yang panjang, dengan 2 baris desa, 1 baris sawah sedang, satu bentangan sawah besar di selatan desa.

Sebagai desa yang dekat dengan pantai, iklim dominan kering dan berdebu.

Angin yang keras behembus dari tenggara atau barat daya. Mayoritas masyarakatnya petani lahan kering. Di desa ini hanya ada lahan kering tadah hujan, kalau musim penghujan ditanami padi, kalau kemarau bisa ditanami terong, semangka, cabai, jagung, kedelai, kacang tanah. Untuk saat ini yang populer adalah terong dan jagung. Dua komoditas ini menjadi andalan karena memberikan hasil yang lumayan. Memang perawatannya herus extra dari sekedar menanam kacang tanah atau kedelai.

Untuk menanam jagung atau terong, butuh pengairan yang baik, kebanyakan petani menggunakan sumur di tengah sawa yang disedot dengan pompa air, ada yang milik sendiri ada yang milik bersama.

Home industri yang terkenal adalah emping Melinjo. Ini menjadi pekerjaan turun-temurun beberapa keluarga di desa pasaranom sebelah barat. Emping ini terkenal enak karena menggunakan mlinjo asli yang sudah tua dan diberi garam dan bawang. Pengerjaannya masih sangat tradisional menggunakan palu besi dan batu. Pemasaran juga tradisional melalui pengumpul. Pembuat emping ini tidak bisa menentukan harga karena harga menyesuaikan dengan harga minyak goreng dan mlinjo mentah yang sering berubah.

Di desa ini ada dua SD, SD Pasaranom di bagian timur, dan SD Gading Pasar (pen: sekolahku dulu) di bagian tengah – barat. Dulu dua SD ini berada di satu lokasi, yang sekarang menjadi lokasi SD Pasaranom. Karena kondisi gedungnya yang tua peninggalan Belanda, maka dibuat gedung baru. Untuk memudahkan akses bagi penduduk bagian barat, maka lokasi dipindah ke bagian barat (RT 2 RW 1).

saat ini desa Pasaranom dipimpin oleh kepala desa yang masih muda: Waryanto. Beliau terpilih menjadi kepala desa pada pemilihan tahun 2007 lalu.

UPDATE 2013.
Nama Kepala Desa Wasono, alumni SMP 1 Grabag, kediaman di Dsn Karang Cingkrang

Komoditas baru yang ditanam banyak petani Pasaranom dan sekitarnya adalah Pepaya California dan Pepaya Bangkok. Untuk pepaya California, buahnya tidak terlalu besar, tapi rasanya manis. Beberapa lama komoditas ini menjadi andalan banyak petani di Pasaranom desa-desa lain di bagian selatan Kabupaten Purworejo dan Kebumen.

Sayangnya, ada penyakit baru yang menyerang tanaman pepaya. Sebelumnya, hujan yang terus mengguyur membuat banyak lahan yang terendam air sehingga pohon pepayan mati. Sementara yang selamat, diserang penyakit layu. Penyakit ini menyerang daun, kemudian batang, dan seluruh pohon membusuk lalu mati. Kata para petani, belum ada obatnya. Banyak petani yang menanam berpetak-petak tenamannya mati terserang penyakit ini.

“Arep ngo riyayan malah ra panen”, begitu kata tetangga saya yang menanam sekitar 1500 pohon Pepaya. Sebagai gambaran, untuk 1 batang pohon pepaya, dari pengolahan sawah sampai panen menghabiskan biaya sekitar Rp30.000. Berarti untuk 1500 batang menghabiskan sekitar 45juta. Dengan waktu panen sekitar 7 bulan, dan berbuah sampai 2 tahun (?). bisa menghasilkan sekitar 100juta.

Tapi para petani tetap tabah, pernah gagal, lebih sering berhasil. Mungkin dinas terkait di Purworejo perlu mendampingi para petani kalau ada permasalahan seperti ini. Jadi kalau ada penyakit tanaman bisa segera dicarikan obatnya.

Bagi blogger Purworejo yang ingin mengirim profil desa, silakan mendaftar jadi member atau kirimkan saja ke satvica77@yahoo.com

Pengirim:
sumedi

Category: desa, Tags: | posted by:meds


17 Responses to “Mengenal Desa Pasaranom, Grabag”

  1. Raf says:

    Mas Meds ,
    Tahun 2006 aku pernah mengunjungi pertanian semangka yang berada persis didekat sungai besar( kayaknya sungai yang tembus kec Butuh ) dan pinggir pantai , itu masuk wilayah desa mana ya…, berapa jauh dari Pasaranom..?

    Pertanian daerah pesisir bagus dan maju lho , semangka dirawat dengan teknik yang lumayan cermat kemudian saya lihat juga ada pemakaian traktor pertanian semacam “Jhon Deere ” digunakan diladang tebu.

    Wassalam

  2. Mbah Suro says:

    Tahun lalu setelah berlebaran di Wingko saya kembali ke Jakarta, sengaja ingin tau lewat pesisir selatan memalui (Cilacap – Sidareja – Tasik – Bandung). Desa Pasaranom memang subur dengan lahan pertaniannya, sayangnya sepanjang jalan pantai selatan belum ada Pom Bensin.

  3. meds says:

    u mas raf,
    kalau yang dekat pantai itu tembus ke kab kebumen, kec mirit (?). kalau yang dekat pantai itu desa kertojayan dan ukirsari (dekat jembatan perbatasan/ kali rowo). itu desa yg berbatasan langsung dg pasaranom. ds pasaranom itu kira2 3km dari jembatan kali rowo.

    u mbah suro, sudah merasakan lurusnya jalan daendels. memang belum ada pom, tapi ada bensin eceran. sinyal full utk 2 operator:simpati dan indosat.

  4. Anonymous says:

    wah bagus mas isinya, lumayan buat pengetahuan teman-teman lain daerah. dibuatkan yang lengkap skalian untuk promosi potensi.

    aku cah munggangsari, grabag
    tiap hari juga ngenet lho

  5. mas hox says:

    saya dukung isi ceritanya bagus dan berpotensi, tapi ini sekedar cerita masa lalu saya pernah di cegat didaerah situ alias di kompas, yang saya tanyakan apakah sudah aman daerah situ, mohon di kasih info strategis keamanannya?

    • meds says:

      Menurut saya sudah aman. Yang penting itu jaga kesopanan berkendara dimanapun kita berada. Jangan ngebut, hormati penyeberang jalan dan kendaraan lain. jangan segan bertanya, atau kalau mau istirahat boleh juga mampir ke salah satu rumah, anda akan disambut sebagai tamu. (atau ke rumah saya…)

  6. Anonymous says:

    YAKIN MAS JALUR SELATAn AMAn SELAMA LEBARAN BANYAK POSKO

  7. Anonymous says:

    mas sumedi rumahnya mana ya? kalau di perantauan ya nama ortu? trus mas sumedi di rsntau mana

  8. senopati kafka nugroho says:

    om meds kenal sama karina smp n 1 grabag angkatan 96 ga ya…

  9. sugeng says:

    mbaca uraiannya Om Meds ttg ds Pasaranom jadi terinspirasi,,,,, selamat anda berbakat jadi penulis!!!!!
    salam dri wong Mbragung,,,o°t??gkìí?ûú°oo°t??gkìí?ûú°o

  10. Lia says:

    Aku tinggal di pasaranom sejak aku umur 3tahun sampe aku SMP. Memang di pasaranom banyak terong dan jagung. Tapi mbahku lebih sering nanam cabe rawit…..
    Maju terus pasaranom…

    • semar bodronoyo says:

      Pasar anom nek ngalor tekan mButuh yo mBak’e…wah klo di mButuh okeh nDog bebek…terus klo gak salah ono dewet ireng…uenak tenan (bener gak sih…)

  11. Saryanto says:

    Assalammualaikum.. saya Saryanto WARGA PASARANOM. sekarang saya kuliah di Institut Pertanian Bogor,, saya punya keinginan untuk membangun desa Pasaranom, majukan ertaniannya. Saya ingin membangun sumberdaya masnusianya, dan saya ingin majukan pasaranom. Saya prihatin jika melihat pemuda2 yang seumuran dengan saya, hanya melaukakn dan menghabiskan waaktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
    Sebenarnya saya sudah mulai membangun desa Pasaranom, tapi mungkin saya terkendala dengan keberadaan saya yang sekarang lagi di Bogor untuk menuntut Ilmu.
    Tapi say tidak menyerah begitu saja, saya ingin mengajak teman2 pemuda yang ada di DESA untuk membangunnya,, tapi begitu sulitnya itu,

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Bertani organik ala Sutomo Di Wingkomulyo

10 - Jul - 2008 | meds | 7 Comments »

Desa Mangunrejo Almarhum

14 - Mar - 2009 | slamet wijadi | 41 Comments »

Pasar Tradisional Desa Grantung

19 - Oct - 2008 | haryadi | 11 Comments »

Menengok ke Desa Bulus

29 - Oct - 2008 | yoyokr | 22 Comments »

Desa & Kelurahan di Kabupaten Purworejo

26 - Jan - 2009 | Raf | 81 Comments »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net